Final Fantasi

Final Fantasi
Ch. 23 - Sorata Vs Naga Emas


__ADS_3

Saat ia melihat kebelakangnya, naga emas itu langsung memukul Momo dengan ekornya hingga membentur dinding.


"Tidak mungkin, serangan Momo sama sekali tidak mempan"


"Kak Yulise, cepat selamatkan Momo"


"Baik" Yulise berlari dan membawa Momo ke tempat yang aman


"Momo, apa kau baik baik saja?"


"Aku baik baik saja, tapi kakiku terluka parah. Terimakasih sudah membawaku ke tempat yang aman, kak Yulise"


"Syukurlah, kau baik-baik saja"


"Baik-baik apanya, tuan Sorata. Jelas-jelas di terluka parah. Tidak apa-apa bertahanlah Momo"


"Maafkan aku" sambil menundukan kepala


"Kak Sorata, ini bukan saatnya untuk meminta maaf. Tapi ini saatnya kita untuk bertarung mati-matian"


"Kau benar Jun, kalian berdua tunggu disana. Aku dan Jun akan melawan naga emas itu"


"Baik kak Sorata"


"Baik tuan Sorata" sambil memegang Momo


"Sekarang saatnya untuk membekukan kembali naga emas itu"


"Benar, dan aku akan menebasnya dengan skil apiku"


Naga emas itu langsung menyemburkan ai kearah Jun, tapi dengan cepat Jun menghela napas.


"Membekulah" ucap Jun sambil meniup kearah api itu


"Hebat sekali kau Jun, aku tidak menyangka kau bisa membekukan api"


"Tentu saja, serang serang dia kak Sorata"


"Baik" sambil melompat kearah naga emas


Tapi tiba-tiba naga emas itu mengaum, dan auman itu mendorongku menjauh"


"Tuan Sorata!"


"Aku baik-baik saja, cepat bekukan dia Jun"


"Baik kak" sambil menginjak tanah


"Auuuu" naga emas mengaum mengeluarkan hembusan angin yang kencang


Tanah tiba-tiba membeku terkena sihir Jun, saat sihir es Jun mau mengenai naga emas itu. Naga itu menghindar, ia terbang.


"Gawat, sihir esku tidak bisa menjangkaunya"


"Itu sudah cukup, Jun" tiba-tiba terjun dari atas


"Sejak kapan? Kak Sorata sudah ada diatas?"


Aku langsung menebas salah satu matanya dengan fire cut, kemudian aku menjauh menjaga jarak.


"Hebat, kak Sorata ternyata sekuat itu?" ucap Momo dengan terkejut


"Tuan Sorata ahirnya berhasil"


"Aku berhasil menebas matanya Jun"


"Aku mengerti kak Sorata, tapi dia masih belum kalah"

__ADS_1


"Aumm. Manusia beraninya kau menebas mataku, aku akan menghabisi kalian semua"


"Ternyata dia bisa berbicara Jun?"


"Benar kak Sorata"


Dengan cepat naga emas itu menarik napas, dan menyemburkan api yang sangat besar.


"Jun tolong"


"Serahkan padaku" Jun menarik napas dan menghembuskannya sehingga api itu membeku


"Bagus sekali, jun"


"Tapi semburannya masih tidak berhenti"


Ahirnya es yang menyelimuti api itu hancur, dan dengan cepat aku menggendong Jun untuk membawanya menjauh dari semburan api itu.


"Sepertinya saya kehabisan mana, kak Sorata"


"Terimakasih, kau sudah sangat membantuku. Sisanya serahkan saja padaku" sambil menurunkan Jun


"Ya, tapi jika kita berhasil mengalahkan naga itu. Aku punya permintaan"


"Baik, apapun permintaanmu itu akan aku turuti. Jika nanti, kita bisa keluar dari gua ini dengan selamat"


"Baik, berjuanglah kak Sorata"


"Serahkan padaku" sambil berlari menuju naga emas


"Manusia, tanpa penyihir es itu kau sudah mati dari tadi" ucap naga emas itu


"Aku sudah tau itu, tapi aku tidak akan kalah darimu"


"Jangan bercanda, dari tadi aku hanya kesusahan melawanmu karena penyihir es itu. Tanpa dia, dimalam ini kalian bertiga sudah aku makan"


"Kalau begitu, coba kau buktikan kata-katamu itu"


Ia menyemburkan api kearahku, aku berlari mendekatinya sambil menghidari swmburan api itu. Kemudian menggunakan skil fire cut dan menebas kakinya.


""Bagus kak Sorata, ahirnya Anda berhasil menebasnya"


"Aku tidak menyangka, kak Sorata bisa menggunakan tebasan api sekuat itu" ucap Momo dipangkuan Yulise


"Berjuanglah, tuan Sorata"


"Yoss, ahirnya aku berhasil membuat kakinya terluka juga"


Ahirnya naga emas itu berhenti menyemburkan api, dan kemudian ia menggunkan ekornya untuk melemparkanku. Aku menghidari serangannya, serangan ekornya sampai membuat batu-batu yang terkena ekornya hancur seketika.


"Huh, hampir saja"


"Tidak akan aku maafkan, kau manusia"


"Aku juga tidak akan meminta maaf, pada seekor naga jahat sepertimu"


"Akan aku, buat kau menyesal sudah membuatku sangat marah"


Seketika naga emas itu menarik napas yang sangat dalam, dan kemudian mengeluarkan semburan api yang besar.


"Gawat, semburan api lagi!"


"Tuan Sorata, cepatlah menghindar"


"Kakak cepat lari!"


"Akan aku bantu, kak Sorata" ucap Jun mencoba berdiri memaksakan dirinya

__ADS_1


"Kalian tenanglah, Jun jangan memaksakan dirimu. Tenang saja, percayakan saja naga emas ini padaku"


"Aku tetap akan membantu, kak Sorata" Sesudah berdiri Jun terjatuh lagi


"Lihat, dirimu sudah kehabisan tenaga"


"Benar jun, kita percayakan saja ada tuan Sorata"


"Benar, kak Kun"


"Baiklah, tapi kalau kak Sorata kalah, Aku tidak akan memaafkan kakak"


"Baik" sambil tersenyum


Dengan cepat aku berlari menghindari semburan api milik naga emas, tidak disangka semburan apinya benar benar sangat lama.


"Gawat, semburan apinya semakin lama. Kalau begitu terus, aku tidak akan bisa terus menghindarinya" kemudian aku terjatuh terkena semburan api secara langsung


"Tuan Sorata?"


"Kak Sorata"


"Sudah aku bilang biarkan aku membantu, tapi kenapa Anda menolaknya?" ucsp Jun sambil menangis


Mereka bertiga bersedih, seakan menganggap aku tidak akan bisa bertahan.


Saat aku terjatuh, tiba-tiba aku kehilangan kesadaran.


"Lihat dirimu yang menyedihkan itu, bahkan tidak bisa bertahan melawan apiku" ucap naga emas dengan sangat bangga


"Aku akan mengalahkanmu, dan membalas dendam kak Sorata" sambil mencoba berdiri


"Ucapkan itu sambil berdiri, aku tau kau bukan penyihir sembarangan. Tapi tenang saja, kalian bertiga juga akan menyusulnya ke alam sana"


"Sudahlah Jun, jangan memaksakan dirimu. Aku tau ini menyakitkan, dan menyedihkan tap-"


"Kak Yulise, kak Kun lihat dalam kobaran api itu spertinya ada yang bergerak" ucap Momo sambil menunjuk api itu


"Apa ini tidak mungkin, ada seorang manusia bisa bertahan dari apiku. Sebenarnya siapa kau?"


"Syukurlah, tuan Sorata baik baik saja" ucap Yulise dengan bahagia


"Kakak hebat"


"Kak Sorata memang hebat, Momo. Tapi ada yang aneh, dia kehilangan kendali"


Sorata berjalan diantara api-api itu, matanya berwarna merah menyala. Pedangnya mengendalikan api disekirnya, lalu cincin emas yang ditemukannya sudah terpasang dijarinya.


"Ternyata dia bukan manusia sembarangan, dia punya kekuatan tersembunyi yang sangat besar" ucao naga emas


"Gawat, Yulise cepat bawa Momo menjauh!"


"Memangnya kenapa?"


"Kak Sorata kehilangan kendali, bisa-bisa dia menyerang kita"


"Saya tidak akan meninggalkan, tuan Sorata. Saya yakin dia tidak akan menyerang kita"


"Baiklah kalau begitu"


"Jangan sombong kau manusia, dengan lepas kendali. Apa kau pikir bisa menagalahkanku?" ucap naga emas dengan sangat marah


Dengan cepat naga emas menyerang, menggunakan ekornya yang sangat kuat. Tiba-tiba ekornya terputus, naga emas sangat kesakitan.


<<\>\>


 

__ADS_1


Jangan lupa like, follow dan coment 😇


Terimakasih sudah membaca 😉


__ADS_2