
Aku menghajar mereka dengan pukulanku, tapi mereka terus berdatangan lagi. Sungguh melelahkan, melawan para goblin itu"
"Yulise tolong ambilkan pedangku?"
"Baik tuan Sorata, tunggu sebentar" Yulise mencoba mengambil pedang hitam
"Ceoatlah Yulise, tanganku sudah sakit menghajar para goblin ini"
"Euh, sebentar lagi tuan Sorata" masih mencoba mengambil pedang hitam
"Kalau begitu, biar aku saja yang mengambil pedangku sendiri"
"Kau tetap dibelakangku Yulise"
"Baik tuan Sorata"
Dengan cepat aku mengambil pedangku, dan kemudian aku menggunakan fire cut sehingga semua goblin itu terbakar habis.
Setelah itu, tiba tiba tubuh goblin yang sudah mati itu terhisap kedalam pedang hitamku. Ahirnya lv kekuatanku naik ke lv 6 dengn hp 3000, attack 2000, fire cut 3000 dan skill penglihatan terbuka.
"Ahirnya selesai juga"
"Ya ahirnya, kita bisa beristirahat tuan Sorata"
"Ya Yulise, tapi pertarungan ini menguras tenagaku hampir tidak tersisa"
"Kalau begitu cepat tidur tuan Sorta, agar tenagamu nanti pulih"
"Baik, berjagalah dengan serius"
Ahirnya aku tidur, setelah beberapa lama matahari ahirnya terbit. Aku pun bangun kembali, aku hanya tidur 15 menit.
"Selamat pagi tuan Sorata?"
"Pagi Yulise"
"Apa tidur Anda nyenyak?"
"Tentu saja, meski aku masih kekurangan tidur"
"Kalau begitu, mari kita lanjutkan perjalanan kita sambil mencari makanan"
"Ya, aku juga lapar"
"Kalau begitu, mari kita cari sambil melanjutkan perjalanan kita"
Aku dan Yulise melanjutkan perjalanan, sambil mencari buah buahan. Setelah beberapa lama, kami menelusuri jalan yang dipenuhi rumput dan pohon.
Ahirnya kami melihat pohon stroberi diatas gunung hutan terlarang, kebetulan pohon itu sedang berbuah dan sudah banyak yang matang.
"Yulise, lihat buah stroberi itu"
"Ya tuan Sorata, sepertinya enak"
"Ayo kita naik ke sana, dan memetiknya"
"Ayo tuan Sorata"
Kami berdua pergi ke gunung itu, untuk memetik buah itu. Di perjalanannya penuh dengan jurang, jika terjatuh pasti nyawa kita melayang.
"Tuan Sorata, jalannya benar benar dipenuhi dengan jurang"
"Ya hati hati Yulise, jika terjatuh kau tidak akan selamat"
"Baik tuan Sorata, Anda juga harus berhati hati"
"Kau pikir siapa aku? Tentu saja, aku tidak akan terjatuh"
"Baik baik"
__ADS_1
Setelah sampai, ahirnya aku naik keatas pohon anggur itu. Dan kemudian memetik beberapa, kemudian aku turun.
"Ini untukmu Yulise"
"Ya, terimakasih tuan Sorata"
"Ayo makan"
"Selamat makan"
"Wah buah anggur ini manis sekali tuan Sorata, baru pertama kali saya memakan buah anggur semanis ini"
"Benar aku juga baru sekarang memakan buah anggur semanis ini"
Setelah kami memakan buah anggur itu, tiba tiba terjadi gempa yang besar. Sehingga tanah yang kami pijak retak, dan bebatuan terjatuh kebawah.
"Gawat, Yulise ayo kita lari" ucapku sambil memegang tangan Yulise
"Ayo tuan Sorata"
Kami berdua lari menyelamatkan diri, kami turun dari gunung itu.
"Yulise kau lari duluan, aku akan melindungimu dari belakang"
"Baik tuan Sorata, berhati hatilah"
Setelah itu banyak batu bergelinding kearah kami, jika tertimpa maka hidup kami akan berakhir. Tapi dengan cepat aku menebas batu batu besar yang menggelinding kearahku dan Yulise, menggunakan sikil fire cut sehingga semua batu itu hancur.
"Tuan Sorata, kau hebat sekali"
"Tentu saja, tapi tenagaku sekarang habis"
"Apa tang harus kita lakukan, jika masih ada batu yang menggelinding mengarah keada kita"
"Tenang saja Yulise, semua batu itu sudah aku hancur"
"Baguslah tuan Sorata"
"Syukurlah, kita berhasil turun dengan selamat"
"Ya, ayo kita lanjutkan perjalanan kita Yulise"
"Yulise, apa kau mendengar suara?"
"Tidak, saya tidak mendengar"
"Ayo cepat lari Yulise, disini berbahaya"
Aku dan Yulise kembali berlari, ternyata benar tiba tiba dibelakang kami ada 6 batu yang menggelinding ke arah kami.
"6 batu itu tidak masuk akal tuan Sorata, batu itu terus menggelinding meski di dataran rendah"
"Benar Yulise, aku juga merakannya. Kalau begitu akan aku tebas batu itu"
Dengan cepat aku belari kearah berlawanan batu itu, kemudian menebas ke 6 batu itu secara bersamaan.
"Ahirnya hancur juga"
"Tuan Sorata, kau benar banar hebat aku bangga padamu"
"Memangnya kau ibuku? Sudahlah ayo kita lanjutkan perjalanan kita"
"Ya tuan Sorata, pokoknya kita harus ceat cepat keluar dari hutan terlalarang ini"
"Benar Yulise, setelah keluar dari hutan ini. Aku ingin tidur dan makan sepuasnya"
"Anda benar benar-"
Tiba tiba batu yang hancur dibelakangku, tiba tiba menyatu kembali dan menjadi golem yang bermata merah.
__ADS_1
"Batu itu menjadi Golem lv 10, ini gawat Yulise"
"Cepat kalahkan dia tuan Sorata"
"Kau jangan menyuruhku Yulise, saat ini sudah jelas apa yang harus kita lakukan"
"Bertarungkan tuan Sorata?"
"Bukan, tentu saja kita harus berlari" sambil meninggilkan Yuliase
"Tuan sorata tunggu" ucap Yulise sambil mengejarku
Setelah kami berlari golem itu dengan marah mengejar kami, ia mengejar kami sambil menembkan batu dari mulutnya. Semua pohon yang terkena batu itu hancur, benar benar keadaan yang berbahaya.
"Tuan Sorata ini berbahaya, meskipun kita lari ia terus menyerang kita"
"Aku tau, aku masih berpikir Yulise"
"Cepatlah, cari jalan keluarnya tuan Sorata"
"Iya, makanya kau diam dulu Yulise"
Kemudian kami berlari kearah yang salah, dan menemui jalan buntu.
"Kita terjebak tuan Sorata"
"Ya, kalau begini tidak ada pilihan lain. Aku akan menghancurkan golem ini"
"Berjuanglah tuan Sorata"
Dengan cepat aku menyerang golem itu, aku menebas ke 2 kakinya sehingga ia terjatuh.
"Bagus tuan Sorata
"Aummmm" suara golem semakin marah
Kedua kaki Golem itu pulih kembali dengan cepat, sungguh penyembuhan yang sangat cepat.
"Gawat, dia berhasil menyembuhkan kedua kakinya. Apa yang harus aku lakukan"
"Tuan sorata tebas kepala golem itu?"
"Benar, aku hanya perlu menebasnya"
Dengan cepat aku menyerangnya kembali, tapi tiba tiba Golem itu memukul tanah sehingga batu batu melayang. Kemudian ia mengaum kembali, semua batu batu yang melayang itu melesat kearahku dengan cepat.
"Gawat"
"Tuan Sorata menghindar"
"Tanpa diberitahu aku akan menghindarinya"
Dengan cepat aku menghindarinya, dan menebas beberapa batu yang tidak bisa aku hindari.
"Tuan Sorata lihat di dada golem itu? Ada batu yang bersinar"
"Benar aku akan mencoba menyerang jantungnya itu"
Dengan cepat aku berlari mendekati golem itu, tapi tiba golem itu memukulku dan aku menahannya hingga aku terbentur ke tebing. Kesadaranku mulai pudar, aku mendengar suara Yulise.
"Tuan Sorata cepat bangun, dia mendekatimu"
"Siapa yang mendekatiku?"
Golem itu mendekatiku, aku mulai kehilangan kesadaranku dan mulai berpikir. Apa aku akan mati?
<<\>\>
__ADS_1
Jangan lupa like, follow dan coment 😇
Terimakasih Sudah membaca 😉