Final Fantasi

Final Fantasi
Ch. 18 - Penyihir Es Vs Kesatria Pembunuh Iblis


__ADS_3

Ketua, apa kita harus lari? Kita juga bisa terkena serangannya"


"Tenang saja, kali ini aku yakin dia bisa mengendalikan kekuatannya"


"Tuan Sorata berhati hatilah"


"Gawat jika terkena serangannya, aku pasti akan berahir"


Tiba tiba rumput yang di injak Oga mati, dan kemudian pohon pohon ikut mati.


"Akan aku tunjukan kekuatanku yang sebenarnya"


"Jadi kau baru serius sekarang, aku pikir tadi kau menggunkan kekuatan penuh"


Aku melihat Lv kekuatannya meningkat menjadi Lv 17, ini sangat berbaya perbedaan kekuatannya terlalu besar.


"Ahirnya ketemu" June muncul dari semak semak dan langsung memelukku


"June, apa yang kau lakukan? Dan kenapa lau ada disini?"


"Aku akan ikut perjalanan kakak. Lihat luka kakak terbuka lagi, ternyata kak Yulise tidak bisa mengurusmu dengan baik" sambil melepaskan pelukannya


"Apa maksud ucapanmu itu June?" ucap Yulise dengan marah


"Ketua, liat ada gadis lagi? dia muncul dari semak semak"


"Benar, tapi sekarang kita bisa mengambil barang ke empat orang itu hahaha"


"Hey jangan acuhkan aku?" ucap oga dengan marah


"Kakak siapa kakak itu? Kakak kenapa marah?"


"Kali ini aku tidak akan memberimu kesempatan"


Dengan cepat Oga berusaha menebas Jun, dengan cepat aku menahan tebasannya sehinggga aku terlemar ke pohon lagi.


"Yulise, June, dan kau gadis yang disana. Cepatlah lari selamatkan diri kalin, sekarang aku tidak bisa bergerak"


"Tapi tuan Sorata"


"Jun kau juga pergilah, aku akan menggunakan sisa tenagaku untuk mengulur waktu"


Ahirnya Yulise dan Jun menjauh, aku berdiri memaksakan diri sendiri. Lalu menggunakan Fire Cut yang memutar sehingga terjadi pusaran api yang membakar semua pohon dan rumput disekitarku.


"Ketua siapa orang itu senarnya, dia bisa menggunakan sihir api"


"Yang jelas dia bukan orang serangan, panas ayo kita menjauh"


"Aku sudah disini ketua" sudah menjauh dari pusaran api


"Kenapa kau tidak mengajakku" ucap ketua bandit dengan marah


"Tuan Sorata, semoga kau baik baik saja" ucap Yulise dari jarak jauh


Oga pun terkena serangan api yang panas itu, aku mulai berpikir aku berhasil mengalahkan dia. Tapi saat putaran badai api yang besar berhenti, ia masih bisa selamat hanya bajunya saja yang terbakar.


"Bagaimana bisa kau masih bisa bertahan?"


"Aku terkejut kau bisa mengeluarkan kekutan besar seperti itu, saat tubuhmu terluka. Tapi dengan kekutan kegelapan, aku bisa melindungi tubuhku dari apimu yang panas"


"Tidak, mungkin" sambil aku terjatuh

__ADS_1


Dia mendekatiku, aku merasa ini ahir dari hidupku. Tiba tiba Jun datang, dang menghalangi jalan Oga.


"Berhenti, aku tidak akan membiarkan kak dilukai lagi olehmu"


"Aku tidak peduli mau orang desawa, atau bocah semua yang menghalangiku akan aku habisi"


"Jun sudah kubilang, jangan kembali. Kau menyia nyiakan pengorbananku"


"Saya tidak berniat mengorbankan kakak, tapi saya akan melindungi kakak"


"Jangan bercanda nona, gadis kecil sepertimu beraninya menantangku"


"Cepat larilah Jun, tinggalkan saja aku disini?"


"Kakak tenang saja, lihat saja"


Oga mulai mendekat dengan hawa pembunuh yang sangat besar, dengan langkah yang gagah.


"Ketua ini bahaya, bisa bisa Oga memukul gadis yang imut itu?"


"Kita ini kan bandit, jadi kalau memukul tidak apa apa kan? Tapi beda lagi kalau lebih dari memukul seorang gadis"


"Oga kuperintahkan, kau jangan menyerang gadis itu?"


"Apa? Jadi ketua ingin aku membuatmu diam untuk selamanya" ucap Oga dengan tatapan yang tajam


"Tidak silahkan, lakukan apa saja yang kau inginkan" ucap ketua bandit sambil ketakutan


"Ketua kau benar benar pengecut" bisik teman bandit yang satunya


"Kalau begitu kau sendiri sana hentikan Oga"


"Aku masih sayang nyawaku, jadi aku biarkan saja Oga"


"Lihat saja kak" ucap Jun dengan tersenyum


Ahirnya Oga sampai di hadapan Jun, kemudian dia mencoba menebas Jun. Tidak disangka jun berhasil menghindarinya, ia melompat sangat tinggi.


"Ternyata kau bukan gadis sembarangan"


"Saya hanya seorang gadis biasa"


Saat mendarat, Jun langsung memukul tanah hingga memunculkan duri duri es yang mengarah dan mengenai Oga. Oga terpukul mundur, melihat itu kedua bandit terkejut.


"Ini pertama kalinya kita melihat Oga terpukul mundur"


"Gadis itu tidak disangka ternyata dia seorang penyihir, ketua?"


"Benar dia hebat"


"Seranganmu tidak kusangka bisa melukaiku, siapa kau sebenarnya?"


"Aku tidak akan memberitahu namaku pada seorang penjahat"


"Jangan sombong dulu, akan aku hancurkan kau" Oga marah kembali


Oga kembali mengeluarkan kekuatan kegelapan yang lebih banyak dari tubuhnya, dan kegelapan itu semakin kuat bahkan burung burung yang lewar jatuh dan mati seketika.


"Gawat, dia lebih kuat dari pada yang aku kira. Aku harus menghentikan kekuatannya, sebelum semuanya terlambat"


"Jun lari, energi kegelapannya menyedot kehidupan yang ada di dekatnya"

__ADS_1


"Tenang saja tuan Sorata, saya akan menghentikan dia"


Tiba tiba Jun menarik napas dalam dalam, dan ia kemudian menyemburkan hawa yang sangat sangat dingin ke arah Oga.


"Kau pikir dengan hawa dingin kau bisa menghentikanku, ini tidak akan berguna melawanku"


"Benarkah? Kalau begitu lihat kakimu dulu sebelum kau berkata seperti itu"


"Apa? Kakiku membeku, jadi ini yang kau rencanakan?"


"Benar sekali, karena jika melawanmu terus saya tidak akan bisa mengalahkanmu"


"Kau benar benar sangat pintar, selamat atas kemenganmu. Tapi jika kita bertemu kembali, kalian akan berakhir" ucap Oga kemudian semua badannya menjadi es


"Kau hebat sekali Jun, kau bahkan lebih kuat dariku"


"Jangan terlalu memujiku kak Sorata, ngomong ngomong kakak kenapa tiduran terus?"


"Aku terluka dan tidak bisa bergerak untuk sementara waktu, tunggu seharusnya kau sudah sadar dari awal"


"Sudah kak saya bercanda"


"Tuan Sorata, apa Anda baik baik saja?" ucap Yulise yang baru datang bersama gadis yang diselamatkannya


"Ya tenang saja, aku baik baik saja Yulise"


"Syukurlah, sebentar lagi malam kita harus cari peminapan"


"Bicara soal peminapan, aku sudah putuskan aku akan bermalam disini"


"Disini kenapa tuan Sorat?"


"Aku tidak bisa bergerak"


"Kalau begitu kami bertiga akan membantumu berjalan"


"Saat ini kalian jangan, menyentuhku karena jika tersentuh sedikit saja. Aku akan sangat kesakitan"


"Baik, tuan Sorata"


"Kak Sorata, biar aku obati. Dengan sihir es ini saya bisa mengobati Anda"


"Terimakasih Jun"


Ahirnya Jun menggunakan sihir esnya, dan tubuhku mulai merasa baikan. Tiba tiba gadis yang aku selamatkan melihat dan mendekatiku.


"Kakak boleh aku pergi sekarang? Terimakasih sudah menyelamatkanku"


"Apa cuma begitu caramu berterima kasih pada kak Sorata?"


"Hmmm kalau begitu, aku akan memberinya ciuman"


"Tidak, aku tidak akan membiarkanmu menciumnya"


"Benar saya juga"


"Kalau begitu aku bayar dengan 1000 keping emas"


<<\>\>


 

__ADS_1


Jangan lupa like, follow dan coment 😇


Terimakasih sudah membaca 😉


__ADS_2