Final Fantasi

Final Fantasi
Ch. 17 - Masa Lalu Kesatria pembunuh Iblis


__ADS_3

"Baiklah, sebagai ketua aku akan memerintahkanmu untuk mengahajar orang yang menglangi jalan kita" ucap ketua bandit


"Dengan senang hati, ketua" Oga memancarkan aura pembunuh dengan tatapan yang mengerikan


"Ketua sepertinya Oga akan bertarung dengan serius, ini mengerikan. Jika dia hilang kendali kita berdua juga bisa mati"


"Oga, kau jangan terlalu serius bertarung jika musuhmu lemah"


"Baik ketua"


"Berhati hatilah tuan Sorata, sepertinya dia bukan orang sembarang"


"Baik Yulise, aku juga merasakan hal yang sama"


"Ano, terimakasih sudah membantuku. Kalau begitu saya mau melanjutkan perjalanan" ucap gadis itu sabil berjalan


"Tunggu, disana masih ada 2 bandit yang siap menghadangmu. Tunggu sampai pertarungan ini berakhir" ucap Yulise sambil memegang tangan gadis itu


"Baik tuan putri"


"Tungu apa lagi, cepat serang aku sang penyelamat"


"Baiklah" sambil mengambil pedang


"Lama, kau membosankan. Kalau begitu akan aku tunjukan cara menyerang yang cepat itu"


Dia belari seperti seorang samurai, dan dengan cepat ia mencoba menebasku. Aku menahan serangannya itu dengan pedangku, jika telat sedikit tubuhku akan tertebas oleh pedangnya.


"Siapa kau sebenarnya?"


"Aku Oga si kesatria pembunuh iblis tapi itu dulu"


"Kesatria pembunuh iblis, tapi kenapa kau menjadi seorang bandit"


"Itu bukan urusanmu"


Dia kembali menyerangku, dengan tubuh penuh luka aku terus mehan tebasan tebasan kuatnya dengan pedangku.


"Hey kalian berdua, sebenarnya siapa teman kalian itu"


"Biar ak-" ucap anak buah bandit tapi kepalanya keburu dipukul sama ketua bandit


"Biar aku jelaskan, dulu di kota di dekat sini pernah lahir seorang anak laki laki. Ia lahir dengan pisik yang kuat, saat usianya 7 tahun ia sudah mendapat tingkat perak di guild petualang. Saat usianya 12 tahun ia sudah mendapat jukuan Kesatria Pembunuh Iblis"


"Kenapa dia mendapat julukan itu?"


"Itu karena dulu saat kota diserang para monster yang dikirim Maou, dengan jumlah 500 monster. Ia berkerja sama dengan Kesatria Kerajaan untuk melindungi kota"


"Terus apa yang terjadi?"


"Dengan pasukan dan kesatria kerajaan, yang jumlahnya 300 orang. Ia ikut bertarung mati matian, pertaringan itu berlangsung 1 hari"


"Terus apa yang terjadi selanjutnya?"


"Ia bertarung turus menerus, sampai kekuatannya yang tersembunyi bangkit. Kekuatan itu sangat besar, ia menggunakannya secara tida sengaj-"

__ADS_1


"Terus bagaimana lagi selanjutnya?"


"Dengar dulu sampai selesai, baru bertanya lagi"


"Baik, tuan ketua bandit"


"Ia mengeluarkan kekuatan itu secara tidak sengaja, saat itu saat pasukan kerajaan kesatria kerajan tinggal tersisa tujuh orang"


"Terus apa terjadi?"


"Nona jangan terburu buru, katua kami akan menjelaskannya panjang x lebar x tinggi"


"Ano, tuan waktu saya terhabiskan disini. Lain kali kepung lagi saja kalau ketemu lagi" ucap gadis yang diselamatkan


"Kau diam dan duduk saja, ini penentuannya. Jika teman kami kalah kami akan melepaskanmu. Tapi jika kalah kalian akan...., hahaha"


"Jangan berpikir aneh aneh, dasar anak buah tidak berguna"


"Maafkan saya ketua"


"Kalau begitu saja duduk dan menonton dulu, tapi tuan boleh saya minta cemilan?"


"Ini bukan pertunjukan"


"kau diam dulu, anak buah yang lemah. Sete-"


"Tuan saya lapar, tuan bawa cemilan?" ucap Yulise sambil menatap penuh harapan kepada ketua bandit


"Ini, terima itu tiga apel yang kami petik tadi"


"Terimakasih tuan putri" gadis itu menerima dan langsung memakan buah apel itu


"Ketua kenapa kau memberikan apel itu kepada gadis itu? Nanti kita makan apa ketua"


"Celaka, aku tidak sadar memberikannya kepada nona itu. Nona kembalika-"


"Buahnya sudah habis" ucap Yulise sambil tersenyum


"Tidak, kenapa tuhan memberikan ujian ini padaku?" ketua bandit menangis


"Tuan ketua bandit, bisa dilanjutkan ceritanya?"


"Baik nona, Oga membangkitkan kekuatan yang sangat mengerikan. Saat itu yang terisa hanya 7 kesatria vs 200 monster, ia terdesak dan ketujuh kesatria itu terluka. Oga hampir dimakan dimakan tiba tiba ia mengamuk mengeluarkan kegelapan, ia berteriak seperti monster dan kekuatan kegelapannya menyelimuti tempat pertarungan"


"Terus?" ucap Yulise


"Semua yang terkena kekuatan kegelapannya tiba tiba mati, mau hewan, manusia, iblis, bahkan pohon juga mati. Ia tidak sengaja membunuh 6 kesatria yang sedang berdiri beserta semua iblis yang tersisa juga mati. Hanya satu orang yang selamat"


"Bagaimana bisa ia selamat, sedangkan yang lain meninggal?"


"Saat itu, kesatrian yang selamat sedang terbaring di tanah karena kakinya terluka sehingga ia tidak terkena kekuatan kegelapan itu. Ia melaporkan kejadian itu kepada raja Miohara, dan hasilnya ia mendapat julukan Kesatria Pembasmi Iblis"


"Terus apa hubungannya dengan dia yang sekarang?"


"Karena banyak yang iri pada Oga, mereka menuduh Oga pembunuh 6 kesatria itu. Sehingga ia dijauhi oleh orang orang, bahkan ia seeing di bully, jika dia berniat menghabisi orang orang yang mengganggunya i-"

__ADS_1


"Masa lalunya menyedihkan sekali, saya jadi terharu"


"Kenapa kau menagis?" ucap gadis yang diselamatkan


"Tunggu ceritaku belum selesai"


"Katua ceritamu kelamaan?"


"Baik aku kan memersingkatnya, nama aslinya Kotaru Yoga tapi panggilannya Oga. Ingat itu baik baik"


"Ia tuan, jadi cepat lanjutkan ceritamu?"


"Jika Oga berniat menghancurkan suatu desa, ia bisa menghancurkannya dengan mudah. Saat ia mengamuk, tapu sekarang yang bergabung bersama kami karena kami memberinya makan saat ia kelaparan"


"Jadi begitu, sekarang ia menjadi bandit karena kalian temannya"


"Benar nona, dari pada itu sekarang bagaimana pertarungan mereka" ucap ketua bandit


"Apa yang terjadi? Semua pohon pohon yang dekat dengan mereka sudah tumbang, sudah kuduga dia tidak bisa mengalahkan Oga"


"Hebat sekali kau, bisa membuatku terdesak seperti ini. Aku tidak menyangka ada bandit sekuat dirimu"


"Aku juga terkejut, kau masih bisa bertahan menahan tebasan bruntunku" ucap Oga


Dengan cepat aku berlari menuju arahnya, dan mengayunkan pedangku. Tapi ia berhasil menahan serangan pedangku, kemudian ia menendangku sampai aku terlempar menghantam pohon.


"Kau sangat kuat, lukaku sampai terbuka kembali"


"Sepertinya, kau bertarung dengan tubuh tang sudah terluka. Sebaiknya kau menyerah saja"


"Selamabaku masih bisa bergerak aku tidak akan menyerah"


Tiba tiba ia sangat marah, dan mengeluarkan aura kegelapan. Dengan tatapan yang sangat tajam, udara disekitarku terasa berat.


"Kalau begitu, aku akan membuatmu tidak bisa bergerak untuk selamanya"


"Gawat, dia mengeluarkan kekuatan penuhnya"


"Ketua, apa kita harus lari? Kita juga bisa terkena serangannya"


"Tenang saja, kali ini aku yakin dia bisa mengendalikan kekuatannya"


"Tuan Sorata berhati hatilah"


"Gawat jika terkena serangannya, aku pasti akan berahir"


Tiba tiba rumput yang di injak Oga mati, dan kemudian pohon pohon ikut mati.


<<\>\>


 


Jangan lupa like, follow dan coment 😇


Terimakasih sudah membaca 😉

__ADS_1


__ADS_2