
Dengan cepat naga emas menyerang, menggunakan ekornya yang sangat kuat. Tiba-tiba ekornya terputus, naga emas sangat kesakitan.
"Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa tiba-tiba ekor naga emas itu terputus?"
"Itu sudah pasti, karena tebasan kak Sorata" ucap Jun
"Momo tidak menyangka, bahwa kak Sorata sangat kuat"
"Tidak mungkin, manusia sepertimu bisa menebas ekorku sampai putus" ucap naga emas
Sorata terus berjalan mendekati naga emas, naga emas itu. Kemudian mengepakan sayapnya sehingga membuat angin yang sangat kencang.
"Kak Sorata berhati-hatilah!" ucao Momo
"Tuan Sorata, menjauhlah dari sana!"
"Apa yang harus aku lakukan, untuk membantu kak Sorata"
Sorata menebas semua angin kencang yang mengarahnya, dan merubah arah angin itu sehinga mengenai batu-batu yang ada disekitarnya. Semua batu-batu itu hancur, dan terbelah menjadi dua terkena angin yang sorata ubah arahnya.
"Tidak mungkin, seorang manusia bisa melakukan itu!" naga emas terkejut
"Hebat, kekuatan kak Sorata menjadi sangat kuat"
"Meskipin begitu, tuan Sorata tetap belum sadarkan diri!"
"Benar, jika kita mendekat. Aku ragu dia akan mengenali kita: ucap Jun
"Jangan-jangan kau adalah salah satu pahlawan legendaris, sudah kuduga"
"Heaa" Sorata berlari kearah naga emas
Ia menggunakan skill fire cut, kemudian melompat dengab tinggi. Ia mencoba menebas naga emas, sambil mendarat dari lompatannya.
"Kau pikir serangan seperti itu bisa mengenaiku!" menghindari tebasan itu
Ahirnya serangan itu, berhasil dihindari naga emas. Namun tebasan Sorata yang bersasil hinindari itu, membuat tanah terbelah sangat dalam.
"Hebat, sekali kau. Tapi aku akan mnegakhiri pertempuran ini" ucap naga emas sambil menarik napas dalam-dalam
"Ini bahaya, ia akan mencoba menyemburkan api lagi" ucap Jun
"Tuan Sorata menghindar!" teriak Yulise
"Cepat kalahkan dia, kak Sorata!"
Naga emas itu menyemburkan api lagi yang sangat besar, namun tidak disangka Sorata menghidari semburan api itu. Ia menghindari dari mengeluarkan tarian, kemudian ia langsung menebas naga emas itu.
"Tidak mungkin, aku tidak percaya ada orang yang bisa menguasai Tarian Dewa Pedang!" naga emas pun terjatuh dan kalah
"Tuan Sorata, ahirnya Anda berhasil!" ucap Yulise sambil berlari mendekati Sorata
"Tunggu kak Yulise, dia belum sadarkan diri"
"Kak Yulise, menjauh darinya"
Menyadari keberadaan Yulise, dengan cepat Sorata yang tidak sadarkan diri mencoba menebas Yulise.
"Hah" Yulise sangat kaget, saat ia melihat kesamping. Pedang Sorata mendekati tubuhnya
__ADS_1
"Kak Yulise, Menghindar!"
"Tidak akan aku biarkan, kak Sorata melukai kak Yulise" ucap Jun
Kemudian Jun memukul tanah, ia menggunakan sisa tenaganya untuk mebekukan semuanya. Ketika pukulan Jun menghantam tanah, seketika semua membeku mulai dari tanah, batu, dan Yulise, Momo, dan Sorata membeku.
"Syukurlah masih sempat" ucap Jun sambil pingsan kehabisan tenaga
"Momo membeku! jangan pingsan dulu kak Jun, lepaskan Momo dulu" ucap Momo dalam pikirannya
"Syurlah, Jun sudah menyelamatkanku. Terimakasih Jun, tapi membeku seperi ini tidak nyaman"
Serangan Sorata yang hampir membuat Yulise tertebas ahirnya bisa dihentikan Jun, mereka bertiga membeku kecuali Jun.
Malam ahirnya berlalu. Matahari ahirnya terbit, dan ahirnya pagi pun datang. Jun mulai bangun, dari tidurnya.
"Ahirnya setengah tenagaku pulih, ngomong-ngomong apa yang terjadi semalam?" bertanya pada dirinya sendiri
"Kak jun, tolong selamatkan aku. Aku tidak kuat dengan hawa dingin" ucap momo dalam pikirannya sambil menangis
"Jun cepat cairkan esmu ini" ucap Yulise dalam pikiranku itu
"Kenapa aku tidak bisa bergerak, apa aku dalam kotak es? Kepalaku sakit"
Ahirnya Jun melihat melihat sekelilingnya, ia kemudian melihat aku dan yang lainnya.
"Maaf semuanya, aku membekukan kalian" ucap Jun sambil tersenyum
"Bukan waktunya untuk tersenyum" ucap Yulise dengan kesal dalam pikirannya
Tidak lama kemudian aku sadar, tanpa aku sadari aku sudah membeku. Dengan kekuatan fire cut, aku melelehkan es itu.
"Ahirnya aku keluar"
"Tunggu, bebaskan dulu mereka Jun"
"Baik, kak Sorata" Jun mendekati Yulise dan Mono
Ahirnya Jun menyentuh Yulise dan Momo, Kemudian ia mencairkan es yang mengurung mereka.
"Ahirnya bebas juga, terimakasih Jun"
"Ya kak Yulise. Momo apa kau baik-baik saja? dari tadi kau terus menggil"
"Aku tidak baik-baik saja, aki masih kedinginan dan tidak bisa bergerak"
"Ayo semuanya kita keluar, tidak terasa ternyata sudah pagi lagi"
"Baik kak Sorata"
"Baik tuan Sorata"
"Tapi semalam, siapa yang mengalahkan naga itu sampai ekornya terputus"
"Apa tuan Sorata tidak ingat?"
"Semalam aku tidak meningat apa-apa? Yang aku ingat, saat aku terkena semburan naga api. Dan saat aku bangun tadi, aku melihat naga emas itu sudah kalah"
"Biar saya jelaskan, semalam itu Anda yang berhasil mengalahkan naga emas itu"
__ADS_1
"Aku, itu tidak mungkin! Tapi tadi pagi saat aku bangun, aku diselimuti es. Pasti yang mengakahkannyabitu pasti jun"
"Bukan, kak Sorata. Yang mengalahkannya adalah Anda, saat itu Anda kehilangan kendali dan terus menyerang naga emas itu"
"Benar, kak Sorata sangat kuat. Tapi kakak juga hampir melukai kak Yulise, jadi kak Jun membuekukan kita semua untuk menghentikan serangan kakak"
"Jadi begitu, maafkan aku Yulise. Aku hampir melukaimu"
"Tidak apa-apa, tuan Sorata. Jangn terlalu dipikirkan"
"Terimakasih Yulise"
Kami ahirnya keluar dari dalam gua, ternyata udara pagi di luar sangat dingin. Membuat Momo tidak bisa bergerak dengan cepat.
"Kita sekarang menuju desa terdekat, kan tuan Sorata?"
"Benar Yulise, Jun apa kau baik-baik saja?"
"Saya baik-baik saja, cuma sedikit masih terasa lelah"
"Baguslah, jika baik baik"
"Kalau begitu, Momo pamit pulang dulu. sampai jumpa lagi semuanya"
"Pastikan kau menyambut kami, jika kami pergi ke desa atau kerajaan manusia setengah binatang. Pastikan kau menyambut kedatangan kami"
"Baik, kak sorata"
"Jagan dirimu baik-baik Momo"
"Dan jangan menyerang yang musuh dengan penuh emosi, Momo"
"Baik kak Yulise, kak Jun" ucap Momo sambil pergi meninggalkan mereka
"Ini perjalanan yang sangat sulit, kita harus mencari makanan dan beristirahat dulu" sambil berjalan meninggalkan hutan
"Benar tuan Sorata, saya setuju"
"Benar kak, saya juga butuh waktu untuk memulihkan kekuatanku"
"Baik semuanya, hari ini kita berlibur di desa yang akan kita temui"
"Hore, kita libur"
"Jangan terlalu senang Jun, besok kita melanjutkan perjalanan lagi"
"Baik ka Yulise"
Setelah kami sangat lama berjalan, kami ahirnya menemukan desa yang diselimuti kabut. Disana cukup ramai, dan ahirnya kami menemukan peminapan bulan.
"Baik kita akan bermalam di penginapan ini, karena masih siang mari kita jalan-jalan dulu mencari makan"
"Baik, kak Sorata"
"Baik, ayo kita cari makanan yang enak-enak"
<<\>\>
__ADS_1
Jangan lupa like, follow dan coment 😇
Terimakasih sudah membaca 😉