
Tanpa disangka, Nue itu bisa mengeluarkan listrik. Hampir saja aku terkena serangannya, ia mengaum untuk mengeluarkan listriknya. Tapi dengan cepat aku menghindarinya, kemudian saat ia lengah aku mendekatinya dengan cepat dan menebasnya.
Ahirnya pertarunganku dengan Nue selesai, dan aku berhasil mencapi lv3, dengan Hp 700, attack 600, mana 700, dan skill fire cut terbuka.
"Ahirnya selesai juga. Yulise apa kau baik baik saja?"
"Ya saya baik baik saja, karena Anda melindungi saya."
"Syukurlah, kalau begitu mari cari tempat peristirahatan?"
"Ya, baiklah."
"Aku akan membawa nue ini," ucapku sambil menggendong Nue itu.
"Memangnya untuk apa?" Tanya Yulise sambil melihatku dengan penuh penasaran.
"Sudah jelas, aku menjualnya." Jawab aku sambil tersenyum.
"Dasar, pahlawan mata duitan." Ucap Yulise dengan kesal.
"Tidak apa-apakan," jawabku sambil tersenyum.
"Tunggu, apa uang kita habis?"
"Tidak, aku tidak ingin Nue ini dibuang begitu saja. Jadi kita akan menjualnya," ucap sambil berjakan menuju desa.
"Terserah Anda saja, tuan Sorata" jawab Yulise sambil mengikutiku.
Kami berjalan lagi ke desa, di tengah tengah perjalanan kami melihat seorang perempuan yang sedang dimarahi oleh seorang pria.
"Cepat kau ganti rugi!?" Ucap pria itu dengan sangat marah membentak perempuan itu.
"Maaf tuan,saya tidak sengaja menabrak Anda" jawab oeremouan itu sambil menundukan kepalanya.
"Aku tidak butuh kata maafmu, pokoknya kau harus ganti rugi padaku."
"Tapi saya tidak punya uang, tuan"
"Kalau begitu, kau akan menjadi budakku."
"Saya tidak mau jadi budak. Saya akan berusaha membayarnya tuan, jadi berapa saya harus menggantinya?"
"Bajuku harganya 1 keping emas, tapi jika kau tidak bisa membayarnya sekarang. Aku akan memaksamu menjadi budakku," ucap pria itu sambil tersenyum melihat wanita itu.
Melihat wanita itu kesusahan, aku langsung mendekati mereka. Aku akan mencoba menolongnya, sambil meletakan Nue terlebih dahulu.
"Sebenarnya ada apa, tuan?"
"Perempuan ini telah mengotori bajuku, jadi aku akan memaksanya agar menjadi budakku."
"Tuan bukankah Anda berlebihan, Anda adalah bangsawan yang terlihat kaya. Anda juga bisa dengan mudah membeli baju baru, kan" ucapku sambil tersenyum.
"Tapi tetap saja, dia harus ganti rugi."
"Memangnya, berapa uang yang harus ia ganti?
"1 keping emas, tapi dia tidak punya uangnya."
"Kalau begitu, saya yang akan bayar."
"Apa kau punya uangnya?"
"Tentu saja, ini ambillah."
Pria itu mengambil uangnya dariku dan langsung pergi, wanita itu melihatku dan kemudian mendekatiku.
"Terimakasih, Anda telah menyelamatkanku tuan"
"Tidak apa apa. Apa kau mau pergi ke desa?"
"Ya, itu memang tujuan saya."
__ADS_1
"Kalau begitu, mau bareng bersama kami?"
"Kami?"
"Oh iya, Yulise cepatlah kemari? Jangan terus terusan bersembunyi di disitu."
"Baik tuan Sorata. Ternyata Anda baik juga menolong wanita ini?" sambil keluar dan mendekat
"Wah, cantik sekali"
"Aku memang baik, apa kau tidak tau?"
"Waktu dikerajaan Anda terlihat tegas, dan selalu terlihat serius"
"Sebenarnya kalian ini siapa?"
"Maaf, saya adalah Yulise. Dan ini adalah Sorata"
"Nama saya Pina, senang berkenalan denganmu"
"Ya, kami juga senang"
"Kalau begitu, mari kita pergi ke desa bersama. Tapi sebelum itu, aku akan mengambil barangku dulu"
"Barang apa maksud anda?"
"Sebenarnya, tuan Sorata itu mau menjual hewan itu"
Aku pun mengambil kembali hasil buruanku, entah kenapa Pina menatapku dengan tajam.
"Seekor nue? Bagaimana tuan bisa mengahkannya?"
"Sudah jelas, aku memburunya dan bertarung dengannya"
"Hebat sekali"
"Ano, tuan Sorata ayo kita pergi? Pina juga ayo"
"Wah, Anda hebat telah berhasil membunuh seekor nue? Kalian semua dengar, sekarang desa kita aman dari serangan monster nue"
Seketika desa itu kembali ramai, orang orang mulai keluar dari rumahnya masing masing.
"Syukurlah, desa kita kembali aman"
"Ahirnya, anakku bisa bermain dengan bebas lagi"
"Kami ucapkan terimakasih tuan, telah membunuh monster yang meresahkan kami" ucap para penduduk dengan senang
"Tidak apa apa, yang lebih penting. Siapa yanf mau membeli nue ini?"
"Berapa anda mau menjualnya?"
"Kalau harga pasarannya berapa?'
"Saat ini, karena nue jarang tertangkap harganta 6 keping emas"
"Tinggi sekali harganya"
"Tentu saja tuan Sorata, bahkan kulitnya bisa dijadikan baju yang berkualitas, dan taringnya bisa dijadikan pisai sihir"
"Kenapa kau baru memberitahuku sekarang, Yulise?"
"Kan Anda belum pernah bertanya, pada saya"
"Jadi karena itu, tapi kau harusnya dari awal memberitahuku"
"Ya tuan Sorata, maafkan saya"
"Tuan terimakasih kau sudah membunuh monster nue itu, Anda adalah pahlawan yang menyelamatkan desa ini"
"Hidup pahlawan, hidup pahlawan" ucap para warga desa disana
__ADS_1
"Jangan berlebihan paman, aku hanya bertugas membunuh monster saja"
"Tugas?"
"Yang lebih penting lagi. Apa ada yang mau membeli nue ini?"
"Maafkan kami tuan, kami tidak memliki uang yang cukup untuk membelinya"
Seketika ada orang yang medekat, ia berjalan menuju arahku dan kemudian berhenti.
"Biar saya yang membelinya tuan, saya akan membelinya 4 koin emas"
"Baik, saya jual. Terima kasih paman"
"Tidak tidak, sayalah yang harusnya berterimakasih dengan tubuh dan taring nue ini. Saya bisa membuat pedang dan pisau sihir, sampai jumpa tuan" ucap pria itu sambil pergi
"Baiklah, ini untukmu Pina?"
"Kenapa anda memberikan uangnya pada saya?"
"Aku ingin meringankan bebanmu, melihat wanita cantik bekerja keras sepertimu membuat hatiku sakit. Jumlahnya aku tambahkan jadi 8 keping emas"
"Terima kasih banyak tuan Sorata, ahirnya saya bisa melunasi hutang keluarga saya" ucap Pina sambil menangis
"Ya, gunakan uang itu sebaik baiknya?"
"Baik, saya benar benar tertolong. Saya pamit pulng dulu tuan Sorata"
"Yeah, sampai jumpa"
"Anda baik sekali tuan Sorata. Jangan jangan Anda menyukainya?"
"Tentu saja tidak, tapi melihatnya bekerja keras itu mengingatkanku pada seseorang di duniaku. Dari pada itu ayo kita kembali ke penginapan?"
"Baik tuan Sorata"
Kami menuju ke peminapan, penduduk di sana sangat berterimakasih padaku karena telah berhasil membunuh monster nue.
"Yulise, dari tadi kau diam saja kenapa?"
"Aku sedang berpikir, sebaiknya kita harus cepat cepat mengalahkan naga hitam. Agar kita bisa mengimbangi komandan raja iblis"
"Untuk sekarang tenang saja, menjadi kuat juga butuh proses. Jika terburu buru nanti kita bisa celaka"
"Ya Anda benar"
Hari pun semakin sore, kami ahirnya samai di peminapan. Dan bibi penginapan sudah menyiapkan makanan dan minuman.
"Selamat datang kembali tuan dan nona, silahkan dimakan"
"Baik, terimakasih bibi"
Aku dan Yulise makan bersama, sesudah makan kami mandi, tentu saja di pemandian terpisah. Setelah itu aku kembali ke kamarku, aku melihat pemandangan malam dari jendela.
"Hari ini melelahkan, semoga besok aku bisa melanjutkan perjalanan lagi dengan lancar"
Tiba tiba di gunung telihat ada seekor anjing, ia sangat besar dan tiba tiba saja ia menjadi menusia. Ia terlihat seperti mengintai penginapan itu.
"Jadi itu, penginapan pahlawan. Tunggu saja aku akan menghancurkanmu, pahlawan baru itu"
"Tuan, bagaimana kalau kita habisi mereka sekarang?"
"Tunggu sampai tengah malam, ini akan menjadi malam terakhir untuknya"
<<\>\>
Jangan lupa like, follow dan coment 😇
Terimakasih Sudah membaca 😉
__ADS_1