Final Fantasi

Final Fantasi
Ch. 11 - Kota Miyohara


__ADS_3

Golem itu mendekatiku, aku mulai kehilangan kesadaranku dan mulai berpikir. Apa aku akan mati, itulah yang terlintas dipikiranku.


"Tuan Sorata bertahanlah" ucap Yulise sambil melempar batu kepada golem


"Hentikan Yulise, jangan melempar batu lagi itu berbahaya. Nanti dia menyerangmu?"


"Jangan pedulikan saya tuan Sorata, saya akan berusaha agar dia tidak jadi menyerang Anda"


Tapi golem itu tetap menyeranku, dengan cepat Yulise berlari mengelilingi golem itu. Ahirnya golem itu mengejar Yulise, kemudian aku mencoba berdiri kembali untuk bangkit.


"Bagus, ahirnya golem ini terpancing. Sekarang aku harus terus berlari untuk menjauhkannya dari tuan Sorarata"


"Brakk" Yulise tersandung dan kemudian terjatuh


"Aduh, sakit sekali. Gawat saya harus lari kembali"


Saat ia melihat kebelakang, ternyata golem itu sudah mau menyerang Yulise. Tapi tiba seorang pria jatuh dari langit, ia membawa tombak.


"Nona sepertinya kau sedang terdesak"


"Benar, dari pada itu Anda cepatlah lari golem ini berbahaya. Pergi saja, selamatkan diri Anda"


"Apa kau pikir seorang pria tega meninggalkan seorang gadis yang sedang dalam bahaya, pria sejati tidak akan melakukan itu"


"Tapi jika Anda tetap disini, Anda juga dalam bahaya"


"Yang sedang dalam bahaya itu Anda nona"


Kemudian gelem itu memukul Yulise, tapi dengan cepat pria itu menahan pukulan yang mengarah kepada Yulise. Sehingga kakinya masuk kedalam tanah, karena serangan kuat golem.


Kemudian dengan tombaknya itu, ia mendorong golem ini hingga terjatuh. Setelah itu ia memukul dan menusuk golem secara beruntun hingga golem hancur menjadi batu kembali.


"Mau aku bantu berdiri, nona?"


"Ya, terma kasih. Sebenarnya siapa Anda ini?"


" Saya adalah pengembala yang ditugaskan membunuh monster monster dan iblis"


"Anda hebat sekali"


Kemudian aku datang, aku senang melihat Yulise baik baik saja. Aku mendekati mereka, dengan berjalan pelan pelan.


"Syukurlah, kau baik baik saja Yulise"


"Ya, semua ini berkat dia tuan Sorata"


"Terima kasih tuan telah menyelamatkan teman saya ini"


"Tidak masalah, sepertinya Anda terluka cukup parah"


"Ya tuan, dari kemarin saya terus bertarung hampir tidak ada hentinya"


"Benar, mulai dari dihadang ratusan ular sampai melewan geromblan goblin. Tuan Sorata terus bertarung sampai melawan golem ini"


"Anda hebat sekali bisa bertahan dan terus bertarung"


"Saya memaksakan diri, ditambah teman saya ini harus terus saya lindungi"


"Apa tuan Sorata mengganggap saya ini beban?"


"Tentu saja tidak Yulise jangan marah begitu"


"Kalian sakarang mau kemana?"


"Kami sedang mencari jalan keluar dari hutan terlarang ini"


"Jika kalian ingin keluar dari hutan ini, ikuti saja jalan ini"

__ADS_1


"Baik.Terimakasih tuan"


"Kalau begitu saya pamit, semoga kalian berntung dan cepat cepat sampai di kerajaan miyohara" dia terbang menggunakan sihir angin


"Wah dia hebat sekali, tuan Sorata"


"Ia, benar sekali. Ngomong ngomong siapa namanya?"


"Saya tidak tau, tuan Sorata"


"Kalau begitu ayo kita cepat cepat ke kota miyohara"


Saat kami mau berangkat melanjutkan perjalanan, tanpa disadari dibelakang kami batu batu yang hancur menyatu kembali. tiba tiba golem itu pulih kembali, dan siap menyerang kita.


"Yang benar saja"


"Tuan Sorata apa yang harus kita lakukan?"


"Sudah jelaskan aku akan melawannya kembali, kau mundurlah Yulise"


"Tapi, bagaimana dengan luka Anda?"


"Justru karena aku terluka, meskipun aku dan kamu berlari dia akan tetap bisa mengejar kita"


Golem itu langsung menyerang, aku menggunakan fire cut untuk memotong kakinya. Setelah kakinya terpotong ia memukulku, aku menahannya dengan pedang hitam.


Seketika aku terbentur ke pohon, tangan kiriku berdarah kembali dan kedua kakiku terluka parah. Kesadaranky kembali memudar, tapi dengan tekad yang kuat. Aku terus berdiri, memaksakan diriku.


"Tuan Sorata, apa Anda baik baik saja?" sambil berlari kearahku


"Ya, aku baik baik aku mulai mau bermimpi indah"


"Bertahanlah tuan Sorata, jangan tidur sekarang"


"Biar saya bantu anda berdiri"


Golem itu berjalan mendekati kami, dan bersiap memukul kami. Dengan sangat marah aku melemparkan pedang hitam tepat langsung menusuk jantungnya, ahirnya ia hancur menjadi abu. Setelah itu pedang hitam menghisap debu itu, aku semakin penasaran pada pedang ini.


"Tuan Sorata kau hebat sekali, sekarang ahirnya golem itu berhasil Anda kalahkan"


"Ia, ahirnya lv kekuatanku juga bertambah"


"Berapa lv kekuatanmu sekarang tuan Sorata?"


"Sekarang lv kekuatan lv 9 hp 4500, attack 3000, fire cut 4500, dan skill pengintai. Saat ini aku belum bisa mendapatkan skill baru"


"Hebat sekali tuan Sorata"


"Ternyata disini memamg cara cepat menaikan lv kekuatan, tapi resikonya sangat besar"


"Betul tuan Sorata, mari kita lanjutkan perjalanan kita"


"Apa tidak apa apa aku merepotkanmu?"


"Tuan Sorata juga terluka, karena gara gara saya"


"Jalannya pelan pelan Yulise"


"Baik tuan Sorata"


"Terimakasih Yulise"


Kami berjalan terus, mengikuti saran pria yang melolong Yulise. Ahirnya kami berhasil melewati hutan terlarang dengan selamat, kami terus berjalan menuju kota. Setelah kami berjalan beberapa lama, ahirnya kami berhasil sampai ke kota Miyohara.


"Ahirnya kita berhasil sampai juga, tuan Sorata"


"Ya, kita harus cepat cepat cari penginapan dan beristirahat"

__ADS_1


"Baik tuan Sorata, lihat kota ini benar benar ramai sekali"


"Benar sekali Yulise"


"lihat ada penjual daging tusuk, mari kita beli dulu tuan Sorata"


"Ya, tapi cepat aku sudah sangat lelah"


"Baik, tuan Sorata. Paman saya beli dagingnya 8 tusuk"


"Baik, tunggu sebentar nona"


"Ya paman"


"Ini daging tusuknya, semuanya jadi 10 keping perunggu"


"Ini paman"


"Ya terimakasih"


"Ini untukmu tuan Sorata"


"Ya terimakasih"


"Tuan Sorata sisa ung kita berapa lagi?"


"Uang kita yang aku simpan Sisanya 478 keping emas lagi"


"Wah masih banyak ternyata"


"Dari pada itu, mari kita makan daging panggang ini"


"Baik tuan Sorata"


Kami berdua memakan daging tusuk itu, setelah itu kami mencari peminapan. Ahirnya kami menemukan penginapan yang mewah, kami masuk kedalam peminapan itu. Disana sangat ramai, banyak orang orang sedang makan.


"Permisi, nona kami ingin memesan 2 kamar"


"Baik tuan, biaya nya 1 keping emas"


"Baik, kalau begitu kami juga pesan makanannya untuk 2 orang"


"Baik silahkan duduk, dan tunggu sebentar tuan dan nona"


"Baik nona"


Kami berdua duduk, dan ahirnya pesanan kami datang. Kami berdua makan bersama.


"Berapa biaya makanan tadi, nona?


"Harganya 6 koin perak"


"Ini nona"


"Ya, selamat beristirahat tuan dan nona"


Kami berdua masuk ke kamar kami masing masing, setelah itu aku berbaring di tempat tidur dan memikirkan apa yang akan terjadi besok.


"Besok aku harus ambil liburan dulu, menjadi seorang pahlawan memang tidak seenak di cerita mangga dan anime. Mendingan tidur dulu"


<<\>\>


 


Jangan lupa like, follow dan coment 😇


Terimakasih Sudah membaca 😉

__ADS_1


__ADS_2