
Setelah beberapa lama berjalan ahirnya aku tiba di sebuah desa, di desa itu sangat sepi dan hanya ada beberapa orang yang lewat.
"Permisi, paman kenapa desa ini sangat sepi?" Tanyaku pada pria itu.
"Disini sepi karena beberapa hari lalu ada seekor nue yang tiba tiba menyerang, dan banyak orang orang yang terluka karena serangannya" jawab pria itu dengan serius.
"Nue itu apa, paman?" Tanya aku kembali sambil melihat wajah sangar pria itu.
"Nue adalah monster seperti singa tapi ekornya ular, monster itu sangat berbahaya. Aku sarankan agar menjauhinya" jawab pria itu sambil melotot melihatku.
"Terima kasih paman, jangan melihatku seperti itu. Tatapanmu menakutkan paman" ucapku sambil tersenyum.
"Ya, baiklah. Tapi kau ini siapa? Mau apa kau kemari? jangan-jangan kau seorang bandit." Tanya pria itu dengan sangat serius.
"Aku hanya seorang pengembara paman, masa aku yang terlihat keren ini. Seperti bandit" jawabku dengan kesal melihat pria itu.
"Oh begitu, kalau begitu berhati hatilah dijalan. Jaga nyamu baik-baik," ucap pria itu sambil pergi
"Ya, paman" jawabku sambil tersenyum.
Aku terus berjalan jalan di desa itu, sambil mencari penginapan. Saat aku berjalan aku menemukan penginapan, aku pun masuk kedalam penginaan itu.
"Permisi bibi aku pesan makan, sama pesan kamar?" Ucapku sambil masuk penginapan itu.
"Baik tuan silahkan, Anda tunggu sebentar" jawab pemilik peminapan.
Aku pun duduk di dekat seorang perempuan, rasanya aku kenal sama perempuan itu. Karena dia mirip dengan Yusile, aku mendekatinya.
"Permisi nona, apa kamu Yulise?" Tanyaku dengan penasaran sambil mendekati dia.
Kemudian gadis itu berbalik, ternyata benar dia adalah Yulise. Ia sudah makan 3 piring, ia dengan cepat menelan makanannya.
"Benar, masa Anda tidak mengenali saya. Anda kejam Sekali," jawab Yulise sambil terus makan.
"Setidaknya jangan berbicara saat sedang makan, aku baru tau kau makan banyak sekali" ucapku sambil duduk disamping Yulise.
"Tentu saja, karena selama diperjalanan saya tidak bisa makan-makanan yant enak." Jawab Yulise sambil melihatku.
"Benar juga, kalau kau sedikit makan. Maka tubuhmu akan kurus, tentu saja tidak cocok untukmu sebagai putri" jawabku dengan sedikit becanda kepada Yulise.
"Apa Anda bilang, jawat sekali" jawab Yulise sambil menangis tapi tetap makan.
Sekita semua orang yang ada di penginapan melihat kearahku, suasana menjadi sangat tegang. Mereka melihatku dengan tatapan pembunuh, bahkan aku merasa malu menarik perhatian
"Lihat pria itu benar-benar pecundang, membuat gadis itu mengis" ucap orang yang ada dibelakangku sambil melihatku.
"Benar, padahal itu gadis yang sangat cantik. Kenapa dia mau sama pria itu" jawab orang lainnya sambil melihat kearahku.
"Tadi itu hanya becanda, 99% serius jadi maafkan aku" ucapku sambil menundukan kepala.
"Tuan ini pesanannya?" ucap pemilik peminapan sambik menaruh pesananku.
"Baiklah, saya memaafkan Anda" jawab Yulise sambil melihat pemilik penginapan mengantarkan pesanan.
"Ya, terimakasih bibi. Selamat makan," jawab aku dengan langsung memakan makanan itu.
"Aku memaafkan dengan satu syarat, yaitu Anda harus membayar makanan yang tadi saya habiskan" ucap Yulise dengan tersenyum.
"Baik-baik, tapi kau yakin tak mau pesan lagi."
"Tidak, saya sudah kenyang" jawab Yulise sambil tersenyum.
"Yulise, di belakang bajumu ada ulat." Ucapku sambil menunjuk ke belakang Yulise.
"Kyaa, mana-mana!" Yulise panik sambil berteriak keras.
"Tapi bohong," jawabku sambil tersenyum.
__ADS_1
"Tuan Sorata, kau benar-banar mengerjaiku" jawab Yulise sambil ngambek
"Maaf maaf, habisnya melihatmu panik itu. Kau jadi terlihat sangat imut"
"Begitukah?" jawab Yulise malu-malu.
"Ya," jawabku sambil terus makan.
Sesudah selesai makan, aku menemui bibi pemilik penginapan untuk membayar makanan bersama kamar penginapan.
"Bibi semuanya jadi berapa? Ditambah 2 kamar, untuk 2 hari" ucapku samibil berjalan ke mejanya.
"Semuanya jadi 2 keping emas" jawab pemilik peninapan.
"Ini bibi," ucapku sambil menyerahkan uang itu kepada bibi pemilik penginapan.
"Ya, terimakasih. Tuan untuk kamar anda nomer 2, dan untuk nona ini kamar nomer 7. Ini kuncinya" jawab bibi pemilik sambil memberi 2 kunci kepadaku.
"Tunggu tuan Sorata, kenapa kau memesan 2 kamar untuk 2 hari."
"Tentu saja, karena besok aku akan menangkap nue" jawabku sambil tersenyum.
"Nue? Anda yakin mau memburunya?" Tanya Yulise dengan penuh keraguan.
"Nue itu monster berbaya, bahkan ada kabar. Tujuh orang yang memburu nue, tidak pernah kembali setelah memasuki hutan yang menjadi sarangnya" ucap Yulise sambil merasa ragu.
"Sudahlah, ini sudah malam. Waktunya untuk kita tidur," jawabku sambil pergi berjalan kemudian melemparkan kunci kamar milik Yulise.
"Ya, selamat malam tuan Sorata." Jawab Yulise sambil menangkap kinci miliknya.
Aku berjalan menuju kamarku, dan Yulise pergi ke kamarnya. Setelah sampai aku langsung berbaring, kemudian aku tertidur tanpa aku sadari di kamarku.
Keesokan harinya aku bangun, dengan cepat bibi penginapan menyiapkan makan pagi. Dan dia menyuruhku membangunkan Yulise, aku pun pergi ke kamarnya.
"Tuk, tuk, tuk, Yulise cepat bangun?"
"Tuk, tuk, tuk, Yulise cepatlah bangun?"
"Iya, iya saya bangun."
"Sarapannya sudah siap, cepatlah bibi sudah menunggu Anda."
"Huamzzz, ia aku kesana sekarang."
Kami berdua pun pergi untuk makan bersama, sesampainya di meja makan. Aku dan Yulise langsung makan bersama, dan kemudian aku bersiap.
"Selamat makan," ucapku sambil makan.
"Selamat makan, tuan Sorata." Jawab Yulise sambil bersemangat.
Kami pun makan, sesudah makan. Aku langsung bersiap untu memburu nue, aku juga membawa panah untuk berjaga jaga.
"Apa kau mau ikut?" Tanya aku kepada Yulise.
"Tentu saja."
"Tapi meskipun kau ikut, kau pasti cuma akan lari kan?"
"Tentu saja, keselamatanku selalu menjadi prioritas utama dalam hidupku."
"Baiklah, lakukan apa saja yang ingin kau lakukan."
"Tentu saja."
"Bibi. Dimanakah sarang nue berada?"
"Nue, sebaiknya Anda jangan kesana tuan. Disana sangat berbahaya" ucap bibi pemilik.
__ADS_1
"Tenang saja bibi, aku adalah kesatria kerjaan yang ditugaskan membunuh monster" jawabku dengan semangat.
"Nue tinggal di hutan timur, agak dekat dari sini. Tapi anda harus berhati hati?"
"Tentu saja, terimakasih bibi. Kami berangkat dulu."
"Tunggu aku tuan Sorata?"
Kami pun pergi ke hutan timur, tempatnya ternyata cukup jauh. Kami terus berjalan sambil berwaspada, tiba tiba terdengar ada suara.
"Kresek, kresek" suara semak.
"Yulise, tetap waspada?"
"Ya, baiklah. Tapi bisa Anda periksa dulu tuan Sorata."
"Tentu saja, aku akan memeriksanya."
Saat aku periksa, ternyata itu adalah seekor tupai yang sedang memakan buah.
"Tupai ini mengagetkan saja?"
"Benar, kalau begitu. Cepat anda buhuh tupai itu?"
"Hey, hey. Kau pikir aku ini pahlawan macam apa? Membunuh tupai tidak berdosa itu, menyakiti hatiku"
"Ternyata tuan Sorata memiliki hati juga, aku jadi terharu." Ucap Yulise sambil meneteskan air mata.
"Hey. Kau pikir aku ini apa? Robotkah," jawabku dengan agak kesal.
"Aku pikir..."
Tiba tiba seekor nue melompat, ia mencoba menerkam Yulise dengan menggunakan giginya yang tajam. Tadi dengan cepat aku mendorong Yulise, hingga ahirnya ia selamat.
"Aduh, sakit sekali. Kenapa anda mendorong saya?"
"Karena itu," jawabku sambil menunjuk nue.
"Meauw, meauw" suara nue.
"Nue, sejak kapan dia ada disana?"
"Tentu saja, sejak tadi Yulise"
"Dengar Yulise, aku akan mengalahkan monster ini. Jadi jika kau dalam jangan lari" ucapku dengan serius.
"Kenapa?"
"Jika kau lari, maka ia akan mengejarmu dan memangsamu."
"Terus, apa yang harus saya lakukan?"
"Tetaplah berada di belakangku, aku akan melindungimu sekuat tenagaku."
"Tuan Sorata, kau keren."
"Bukan waktunya untuk kagum."
Nue itu mulai menyerangku, ia mencoba mencakar tanganku namun aku berhasil menghindarinya. Dengan cepat aku mengeluarkanku pedang hitam, kemudian mencoba menebasnya.
"Tuan Sorata hati hati?"
"Ya, aku akan berhati hati."
Tanpa disangka, nue itu bisa mengeluarkan listrik. Hampir saja aku terkena serangannya, ia mengaum untuk mengeluarkan listriknya. Tapi dengan cepat aku menghindarinya, kemudian saat ia lengah aku mendekatinya dengan cepat dan menebasnya.
<<\>\>
__ADS_1
Jangan lupa like, follow dan coment 😇
Terimakasih sudah membaca 😉