
Huahhh...
Aku merasa aneh pagi ini, karena seluruh badanku terasa pegal! Kemarin sepertinya aku ketiduran dan posisiku saat tidur juga tidak pas. Alhasil seluruh badanku terasa kaku..hiks.
Tapi anehnya, saat aku bangun aku mendapati 2 lapis selimut menutupiku! Siapa yang menaruhnya? Li Mingyu?
Tapi bukankah itu tidak mungkin? Dan sangat mustahil!
Tunggu... tapi siapa lagi kalau bukan dia?!
Tapi kalau ini benar-benar dia, apa aku seharusnya berterima kasih padanya?
Hmm.. sepertinya dia tidak akan peduli dengan yang seperti itu. Okee, tidak usah berterima kasih juga adalah ide paling bagus!
Haha! Mungkin dia mengerti hasil usahaku dan akan segera menurut padaku untuk mempekerjakan pembantu!
Ternyata aku baru saja sadar bahwa sekarang masih jam 5 pagi! Dan aku sebenarnya juga masih mengantuk, kalau begitu aku pindah tempat saja dan mari menyambung mimpi!
Tap..tap..tap..
Sebelum beranjak, aku mendengar suara langkah kaki, dan kemudian menolehkan kepalaku mengikuti asal suara itu.
Yang benar saja! Itu Li Mingyu yang sedang bersiap-siap olahraga?
Bikin iri saja! Kalau sudah begini dan aku tidak mengikutinya, dia pasti akan mengecap ku sebagai seorang yang pemalas! Padahal siapa yang tidak tahu betapa rajinnya diriku ini! Bahkan bos ku juga mempertimbangkan untuk menaikkan jabatan ku karena hasil kerjaku!
Sifat pria aneh itu sungguh sangat mudah ditebak! Persis seperti anak kecil!
Kemudian aku berteriak padanya,
QM :"Tungguuu! Hei, tunggu aku Li Mingyu! Tunggu sebentar! Aku juga ikut!"
LM :"...". Tetap berjalan
QM :"Hei! Sudah kubilang tunggu! Dasar!"
Benar-benar! Dia sangat jahat! Apa susahnya menunggu sebentar, toh aku juga tidak akan sampai mandi dulu!
Aku kemudian bergegas untuk naik ke lantai dua menuju kamarku, mencuci muka, menggosok gigi serta mengganti baju dengan secepat mungkin!
Hasilnya aku hanya menghabiskan 7 menit untuk semua itu! Wah rekorku!
Berlari turun dari tangga dan menghampiri Li Mingyu yang sudah tidak ada di tempat! Pria br*ngsek si*lan!
Aku bergegas keluar dan mengunci pintu, ternyata pria si*lan itu menunggu di luar.
Ternyata masih punya hati juga!
Kemudian, aku menghampirinya dan berkata "ayo berangkat!"
Namun, dia malah membalas ku dengan mengatakan sesuatu yang tidak penting!
LM :"Ingat untuk menjaga jarak denganku, jangan mengeluh, dan aku tidak akan menunggumu."
QM :"Oke, tenang saja. Itu mudah."
Setelah mengatakan itu, dia langsung pergi berlari lebih dulu dan tentu saja meninggalkan ku!
***
Mingyu's POV
Tiba-tiba saja aku melihatnya, wanita itu, bangun di pagi hari, Hah! Tumben sekali. Dan dia sudah mengajak ku ribut. Dasar wanita ini!
Suaranya yang berteriak terus-menerus membuat telinga ku sakit, dan akhirnya aku berjalan ke luar.
Tidak lama setelah itu dia keluar dan mengunci pintu rumah.
__ADS_1
Aku tidak menyangka wanita ini akan ikut saat dia mengetahuinya.
Aku sangat benci dengan wanita, tapi wanita satu ini... sama sekali tidak seperti wanita pada umumnya.
Namun, tetap saja aku tidak mau repot untuk seorang wanita!
Jogging ini berjalan seperti biasa, dan tak kusangka wanita ini kuat berlari juga.
Sudah 2,5 km dan dia masih bisa bertahan. Aku jadi ingin lihat sampai mana dia bisa mengikuti.
Dia ternyata bisa bertahan sampai 3 km dan sisanya hanya berjalan cepat. Tidak disangka wanita ini kuat juga. Biasanya aku berhenti di 4 km, berhenti untuk mengatur napas dan kemudian menyambung nya dengan melanjutkan berlari sampai ke rumah, begitu juga hari ini.
Aku berhenti berlari dan berjalan, kemudian aku menengok ke belakang.
Aku tidak tahu harus mengatakan apa, di saat aku memelan sekarang, wanita itu terlihat berlari dengan sangat cepat. Entah apa yang sedang dipikirkannya.
Saat sudah dekat denganku dia berteriak,
QM :"Li Mingyu...., tunggu sebentar! Hosh! hosh!"
Tiba di depanku dia terlihat kacau? Dan mungkin saat ini aku tengah sedikit menyunggingkan bibirku tanpa sadar dan sesegera mungkin mengembalikan ekspresi.
QM :"Aku.. belum masak sarapan, jika.. kita pulang sekarang,.. hosh... tidak akan ada waktu untuk sarapan. Jadi,...hosh.. ayo cari makan di luar."
Di mengatakan nya dengan sangat terengah-engah, entah harus merasa lucu atau kasihan..
LM :"Hmm.. terserah."
Sebenarnya sejak 10 tahun lalu, aku sudah terbiasa tidak sarapan. Jadi, tidak sarapan pun bagiku tidak masalah.
QM :"Sepertinya tempat yang dekat dengan rumah lebih bagus!"
LM:"Ya."
Entah kenapa aku jadi menyetujui perkataannya, tapi mungkin perkataannya juga tidak salah.
Tapi aku tetap melanjutkan berlari setelah pernapasan ku sedikit lega, menuju tempat makan yang ada di dekat rumah.
LM :"Aku tunggu di 'Rumah Makan Youland', jadi cepatlah."
QM :"A-apa?... Iya iyaa pergilah sana!"
Mingxia's POV
Seperti yang kuduga pria si*lan itu tidak akan merasa kasihan sedikit pun! Meski begitu aku juga tidak butuh! TIDAK BUTUH!
Pergi sana! Dasar pria gila si*lan!!
Pria si*lan itu melesat dengan kaki panjangnya bahkan tanpa menoleh ke belakang lagi!
Tak berapa lama aku merasakan firasat aneh. Kemudian terdengar suara anak yang berteriak,
"Kakak awas!!"
Tentu saja karena suara itu berasal dari belakang, makanya aku menoleh ke belakang dan...
"Akh!"
Bruak!
Akh aduh! Astaga, Ba-bagaimana bisa?
Aduh... sakit... siku dan telapak tanganku sepertinya tergores aspal.
Hah! Adik kecil itu bagaimana?!
Aku segera bangun dari aspal dan mencari sosok bocah laki-laki kecil yang menabrakku.
__ADS_1
Bocah kecil itu sebelum menabrakku, ekspresi nya sangat panik. Mungkin saja dia masih belajar menaiki sepeda dan kehilangan kendali.
Selang 1 menit, dia masih berusaha bangkit dari jatuhnya. Dan kemudian melihat luka lecetnya yang berdarah akibat tergores aspal, seketika tangisannya pun pecah.
Bocah : "Huhuhu... mama.. huhu...paman..."
QM : "Adik kecil, jangan takut ayo kita menepi dulu, akan kuperiksa lukamu, bagaimana adik kecil?"
Bocah :"Huh? Kakak... maaf... aku tidak sengaja.. maafkan aku...huu..huuu"
Ya ampun, adik kecil ini sangat manis...
Dia menjawabku sambil menengadahkan wajahnya menghadapku.
QM :" Tidak masalah adik kecil, ini tidak sakit. Ayo kita menepi dulu, jangan di tengah jalan."
Kemudian aku menggendong anak kecil itu menuju ke pinggir jalan. Karena aku tidak membawa kotak P3K dan di sekitar taman juga tidak ada apotik terdekat, aku hanya bisa membersihkan lukanya dengan air yang ku beli dan tisu yang kubawa.
Tapi, yang aneh... sepertinya aku familiar dengan wajahnya ini.. namun, siapa dia... aku tentu saja lupa. Karena ingatanku selalu di tata ulang setiap tahun! Benar! Ingatan jangka pendek! Haha mungkin konyol, tapi ingatan-ingatan semacam ini jika tidak spesial maka akan ikut tereliminasi dalam otakku.
Kemudian aku menanyakan nama anak itu padanya.
QM :"Adik kecil, siapa namamu? Apa kamu tau jalan pulang? Aku akan mengantarmu."
YQ :" Namaku Yi Quan, kakak. Tapi, aku tidak tahu jalan pulang, ini pertama kalinya aku datang ke sini."
QM :"Mau ikut kakak ke tempat penjaga? Mereka akan mengumumkan kehadiranmu dan orang yang mencarimu bisa tau adik ada di sini sekarang. Bagaimana? Adik mau ikut? Atau tetap di sini?"
YQ :"Baiklah kak, aku akan ikut kakak saja"
QM :"Baiklah, anak baik!"
Tangisannya yang seperti sirine tadi, kini benar-benar sudah reda setelah aku mengobati lukanya. Mungkin dia hanya menangis karena kaget.
Dan juga dia sangat menggemaskan! Saking gemasnya aku sampai ingin mencubit pipi dan memeluknya!... Tapi itu tidak bisa...hiks.
Tapi untuk anak seumurnya, seharusnya tidak sepatuh ini. Tapi dia sangat patuh dan menuruti semua perkataan ku! Anak yang benar-benar baik dan manis!
2 Menit kemudian
Aku mendengar seseorang berteriak, meneriakkan nama anak yang ada di samping ku ini. Apakah itu keluarga nya? Wah syukurlah...
Orang yang mencari Yi Quan ini, suaranya sangat tidak asing... aku takut...
YQ :"Kakak! Itu pamanku! Dia sudah menjemputku!
QM :" I-itu pamanmu? .... Yi...Zian?!
QM :" A-adik... karena pamanmu sudah datang, aku pergi dulu.. dadah adik.."
Ya, itu benar, tidak salah lihat juga. Itu si Yi...brengs*k!
Sepertinya dia juga sadar bahwa aku yang menolong keponakannya. Huhh... ayo tahan Qi Mingxia! Kenapa kau menangisi orang seperti dia! Si*l! Air mataku tak bisa ditahan lagi dan aku bergegas pulang dengan berlari kecil.
YZ :"Xixi.. ya?"
[ Yi Zian tersenyum sendu ]
///////////////////////////////////////////////////////////////////
*Di sisi lain
Li Mingyu sudah sampai di tempat makan dan tengah menunggu orang yang sejak tadi belum muncul juga.
LM :"Sebenarnya dia berjalan atau tidur! Lama sekali! Sungguh salah karena penilaian ku terhadapnya bertambah!
5 menit kemudian
__ADS_1
Sebenarnya apa yang terjadi! Apa dia lupa?!