Flash Marriage : My Nerd Husband

Flash Marriage : My Nerd Husband
Eps. 12. Perilaku Tak Terduga


__ADS_3

Qi Mingxia's POV


Li Mingyu pulang di tengah malah dengan seorang pria, walaupun berusaha untuk tidak berpikir aneh-aneh, tapi tetap saja melihat adegan di depanku yang sangat ambigu ini membuatku tidak bisa menyangkal pikiran anehku.


Aku tau, walaupun aku adalah istri yang tak dianggap, tapi akankah aku kalah dari seorang pria? Ahahahah!


Menurutku itu sangat lucu!


Dan sepertinya Li Mingyu sedang kesal sekarang. Apakah mereka bertengkar?


Kemudian aku berjalan mendekati mereka berdua, Li Mingyu dengan pria yang tak kukenal itu. Dan sepertinya aku menginjak sesuatu di lantai saat aku mulai mendekati mereka?


Oh astaga! Cairan apa ini! Mu-muntahan?!


Segera setelah itu, aku langsung melihat Li Mingyu lagi. Dan wajahnya seperti mengatakan,


'Apa yang kau lakukan? Cepat bantu!'


Se-sepertinya suasananya tidak seperti yang kupikirkan, Hehe!


Aku membantu Li Mingyu untuk mengangkat pemuda bertubuh besar itu.


Bila dibandingkan dengan Li Mingyu yang kurus, itu sangat tidak seimbang. Pantas apabila dia sampai berkeringat dengan hanya membopong pria itu.


Akhirnya aku dan Li Mingyu membopongnya sampai ke tempat tidur Li Mingyu. Hanya ada tiga kamar di rumah ini dan hanya dua yang siap dipakai, lainnya masih digunakan sebagai gudang. Dan sebenarnya kamar utama adalah kamarku yang ada di lantai atas, sedangkan yang dipakai Li Mingyu sekarang adalah kamar tamunya. Mungkin dia tidak memakai kamar utama karena itu terletak di lantai dua?


Setelah itu aku jadi sadar bahwa tubuh Li Mingyu itu bisa dikatakan kurus, apabila dibandingkan dengan pria pada umunya. Padahal menurutku dia sering berolahraga.


Apa aku kurang memberinya makan?


Oke lupakan itu. Jadi, sekarang di mana dia akan tidur? A-atau di mana aku akan tidur? T_T


Aku punya perasaan buruk! Tapi... bukankah itu tidak mungkin? Ya itu sangat tidak mungkin. Berpikir tenanglah Mingxia!


Dengan kepribadiannya yang merasa jijik berada di dekat wanita. Hal nomor satu yang tidak akan dia lakukan adalah apa yang pertama kali kupikirkan! Tidur bersama? Haha.. tenang saja aku yakin seratus persen itu tidak akan terjadi!


Ini adalah pilihan antara aku yang tidur di lantai atau dia yang tidur di sana. Tapi... dengan keadaan si gil* Li Mingyu itu saat ini, sepertinya aku yang harus mengalah!


Tunggu! Kenapa jadi aku yang berkorban?! Kenapa juga dia membawa pulang laki-laki tak dikenal! Oh-bukan, laki-laki yang tak kukenal lebih tepatnya, dan dengan segera merusak hari-hari tentramku, yang sangat jarang ini! Aku hanya mendapatkan istirahatku saat malam tau!


Pokoknya! Kali ini aku tidak akan mengalah dengan Li Mingyu! Bagaimanapun aku juga butuh kasurku tercinta!


Li Mingyu masih juga berpangku tangan melihat laki-laki yang daritadi tak berdaya dan sekarang terbaring di tempat tidurnya. Sebenarnya aku sudah menyadari dari beberapa saat sebelumnya bahwa wajah Li Mingyu menggelap, dan sekarang semakin parah.


Kemudian dia berbalik melihatku. Tentu saja aku kaget dan tubuhku sedikit merinding!


QM: "K-kau sebaiknya mandi dulu.. Pakaianmu...ugh..."


Dia melihat bajunya lagi, mendecak, dan bergegas pergi melewatiku tanpa mengatakan sepatah kata pun.

__ADS_1


Aku melihat lagi orang yang tertidur di kasur. raut wajahnya buruk dan dalam keadaan tidak sadar pun alisnya masih berkerut. Aku merasa dia sangat kasihan, apa ada masalah dalam keluarganya? Bisnisnya?


Aku pergi mengambilkan dia beberapa obat pereda mabuk di kotak P3K, dan sekalian mengambilkan dia air untuk diminum saat dia bangun nanti, untuk itu aku pergi ke dapur dan mendapati Li Mingyu yang baru saja keluar dari kamar mandi.


'Deg'


Penampilannya saat ini... tidak ada kata lain, selain 'tampan'...


Ah... Apa yang kupikirkan! Beberapa detik terbuang sia-sia karena ini.. hiks!


Yah, walaupun dia saat ini menggunakan handuk kimono, tetap saja aku merasa aneh melihatnya seperti itu. Segera kugunakan kedua tanganku untuk menutup mata, menghindari menatapnya dan berjalan dengan cepat mengambil air, kemudian pergi kembali ke kamar Li Mingyu untuk meletakkan air minum dan obat di meja tepat disebelah ranjang.


Tiba-tiba aku mendengar erangan tak jelas dari tempat tidur. Sepertinya, pria itu sedang mengigau?


FG :"Su..Rong...Aku tau.. kau tak mungkin begitu...Jangan... pergi..."


'Deg'


Hah! Tiba-tiba ada jari tangan yang memegang pergelangan tanganku, dan itu sangat kuat! Pikiranku seperti tidak terkontrol. Ini mengingatkanku pada traumaku. Aku bergidik dan merinding!


QM :"Akh! Lepas! Tu-tuan tolong lepaskan!"


Aku sudah menggunakan tangan lainnya untuk melepaskan ini.. tapi percuma.


QM :"Akh! Li Mingyu! Bantu aku!!"


Li Mingyu sepertinya mendengar teriakanku dan dengan cepat menuju kamar, masih dengan handuk kimono nya.


'Deg'


Tapi, aku sangat kaget setelah dia datang mendekati kami, dan segera menendang pria yang tengah memegang tanganku dengan erat ini, secara sadis! Sampai aku merasa kasihan pada pria asing itu. Dia berulang kali menjerit kesakitan gara-gara tendangan Li Mingyu.


Setelah pegangannya sedikit renggang, aku dengan cepat menarik tanganku dan mengelus-elusnya. Tentu saja itu membekas merah...


Sebenarnya apa hubungan mereka berdua?


QM :"Dia siapa?"


LM :"...Teman"


Li Mingyu menjawabnya sambil menatapku. Seperti sedang menungguku untuk pertanyaan selanjutnya.


QM :"Kenapa seperti itu? Kenapa dibawa ke sini? Kenapa kau baru pulang? Kau mabuk juga? Kenapa kau masih di sini! Cepat ganti pakaianmu dulu! Kenapa kau membawa orang asing ke sini tanpa memberitahuku! Kenapa kau selalu pulang larut! Apa kau tau aku takut sendirian?! Aku-...Cih!"


Entah kenapa aku jadi marah... aku benci tanganku dipegang oleh sembarang orang! Aku hampir merasa ingin menangis.. ku akui memang aku sangat cengeng, penakut, mudah tersinggung, dan keras kepala! Memangnya kenapa?! Aku sadar bahwa omonganku sangat melenceng, tapi ini di luar kuasaku!


Aku tau bahwa sebenarnya ini bukan seratus persen salah Li Mingyu, namun aku tetap berteriak padanya. Sampai orang yang tengah berdiri di depanku ini terlihat kaget dan tercengang. Dia seperti menatapku tapi tidak tau harus menjawab apa.


Tak ada jawaban sampai beberapa detik dan akhirnya aku pergi dengan cepat.

__ADS_1


***


Li Mingyu's POV


Saat mendengar teriakannya, aku panik dan segera lari menuju asal teriakan itu. Melihat Fang Gui gil* itu sedang memegang tangan Mingxia, si pemilik tangan berusaha melepaskan nya dengan wajah yang sudah merah padam dan mata berair.


Melihat itu, aku secara tidak sadar mendekati dan menendang nya sekuat tenaga. Dia meringis kesakitan. Tapi aku tidak peduli, dan rasanya itu masih belum cukup!


Masih dengan kepala menunduk, wanita itu bertanya tentang Fang Gui, dan pertanyaan tadi berangsur-angsur menjadi pernyataan.


Sunyi... aku tak menjawab, apakah itu perasaan nya yang sebenarnya? Aku juga tidak tau ingin menjawab apa.


Dia berjalan pergi dengan cepat dan melewatiku.


Aku tidak tau harus bagaimana, dan berbalik memandangi Fang Gui masih dengan perasaan kesal. Akhirnya, aku mengganti pakaian, dan bergegas menuju dapur untuk makan. Sebenarnya aku tidak terlalu memikirkan apa yang dikatakannya. Tapi aku tidak tau kenapa, seperti merasa bersalah


Selesai makan, aku sudah mempertimbangkan ini. Aku tidak bisa tidur di lantai, aku tidak mau tidur di ruang tamu, sofa ruang TV terkena muntahan, tidak ada pilihan lain. Akhirnya aku membawa bantal dan selimut, kemudian pergi ke kamar Qi Mingxia.


Aku mengetuk pintunya, dan mendengar suara 'masuklah' dari dalam. Dan kemudian aku masuk.


Sebenarnya baru pertama kali aku masuk ke sini, kupikir ini sangat indah, design ini sepertinya sangat cocok dengan karakter nya.


Kamar dengan cat dasar rose gold, dan beberapa barang yang ditata dengan rapi dan indah. Dia meringkuk di atas tempat tidur.


QM :"Kalau mau tidur, tidur saja. Aku sangat lelah, jangan ganggu aku. Aku tidak melarangmu tidur dimana pun. Jika kau ingin tidur di kasur, tidur saja.


Sepertinya dia sangat lelah dan tidak mau memperumit keadaan. Saat mengatakan itu pun bahakan dia tidak berbalik, dan tetap di posisinya.


Akhirnya aku tidur di ranjang. Di ranjang yang lumayan besar itu dia hanya meringkuk di sisi kiri ranjang dan mengambil tidak sepertiga dari semuanya. Ini lebih dari cukup untuk tidur.


Ini adalah pertama kalinya kami tidur bersama. Entah sejak kapan aku merasa biasa dengan keberadaan wanita ini di rumah. Melihatnya tidak membuat merasa jijik, itu baik-baik saja.


Aku meliriknya, yang tengah tidur membelakangiku dengan seluruh selimut mendekapnya. Dia tidak bergerak sama sekali. Apakah dia sudah tidur?


Ini semua gara-gara Fang Gui! Pria gil* itu. Sebenarnya apa yang terjadi padanya?


***


Keesokan harinya.


Qi Mingxia's POV


Aku sepertinya terbangun cukup siang.


Huahh..


Tapi, sepertinya ada yang aneh! Tunggu!


Ba-bagaimana orang ini bisa tidur di sini! Dan tangannya! Bagaimana bisa itu berada di pinggangku! Apa dia tidak memberi pembatas?! Dan tidak biasanya dia belum bangun jam segini! Dasar pria gil*!

__ADS_1


QM :"Li! Mingyuuu!"


__ADS_2