Flash Marriage : My Nerd Husband

Flash Marriage : My Nerd Husband
Eps. 22. Semudah ini?


__ADS_3

Jam 01.00 AM


Sampai kapan hujan deras ini akan berakhir?!


Mingxia mungkin terlihat sedang tidur, namun begitu aku berusaha melepaskan tanganku, dia akan bangun. Alisnya terlihat sangat mengkerut.


Kami bahkan belum menata apapun.


Huhhh...


***


06.00 AM


"Biib--"


"Biib-bibipp--"


Suara alarm pagi yang berdengung membuat kepalaku sakit.


Ugh...


Leherku sangat kaku dan sakit, apa yang-


terjadi?


Oh.. benar, kemarin wanita ini begitu kalut.


Alhasil, salah satu tanganku masih dalam dekapannya, dan dia tertidur pulas.


Wanita ini... sebenarnya apa yang terjadi?


Aku berusaha untuk mengangkat tanganku pelan-pelan agar dia tidak terbangun. Sepertinya dia juga sama lelahnya.


Oh, oke.. ini terlepas dengan lancar.


Saatnya olahraga pagi, aku akan bersiap-siap.


Oh benar juga, kamar ini masih belum ditata, sebaiknya aku mulai menatanya sekarang


***


Mingxia POV


Huh? Sudah pagi?


Jam berapa ini??


Oh benar,


Semalam... Ya, hujan petir yang sangat menakutkan hingga bahkan aku lupa bagaimana aku bisa berakhir di sini.


Bagaimanapun kejadian 'itu' masih berbekas di ingatanku. Walaupun aku tak ingin lagi membahasnya, ingatan itu akan muncul begitu 'pemicu' nya keluar. Yah, ayo lupakan Mingxia!


Menatap sekitar, aku tidak menjumpai seseorang. Ini masih cukup pagi dan hari ini seharusnya libur. Kemana Li Mingyue?


Aku... sepertinya harus berterimakasih padanya, jika tidak ada seorang pun kemarin, aku tidak tahu bagaimana aku akan bertahan.


Menuruni tangga ke lantai bawah, aku masih mencari sosok pria pemilik rumah ini. Apakah dia sedang berolahraga? Lagi-lagi dia pergi sendiri.


Aku mendatangi dapur dan bersiap memasak sarapan. Mingyue bilang ibu akan kesini hari ini. Jadi, aku akan memasak makanan kesukaannya.


Aku berjalan ke kulkas dan membukanya. Beberapa bahan tidak ada untuk membuat hidangan kesukaan ibu. Aku sangat malas untuk pergi ke luar hari ini.


Oh! Mingyue!


Aku minta tolong padanya saja, untuk membeli beberapa bahan, mumpung dia belum pulang.


Aku bergegas mencari nomor kontaknya dan memencet tombol ber-ikon telepon.


-tuut... tuut-


-tuut... tuut-


-kluk-


LM : "Halo, ada apa meneleponku? Kau baik-baik saja?"


QM : "Huh? Ah, bukan. Aku baik, kau bilang hari ini ibu akan datang. Aku sudah bilang akan memasakkan makanan kesukaan ibu, tapi bahannya kurang. Jadi belikan aku bahan-bahan itu."


Huh?? Tumben?

__ADS_1


Tumben sekali dia bertanya tentang keadaanku!


LM : "Baiklah, apa yang harus kubeli?"


Huh?? Apa? Semudah ini? Yang benar saja?!


QM: "Um.. sawi putih, pakchoi, ayam, tahu susu, cabai rawit, cabai merah besar, sudah itu saja. Jangan lupa pilih yang masih segar!"


LM : "Oke, aku akan membelinya."


QM : "Oh! Dan juga belikan aku susu kedelai yang ada di pasar, oke? Baiklah jangan lupa. Terimakasih!"


LM : "Oh, oke."


QM : "Baiklaah, aku tutup,"


-kluk-


Wahh, sungguh keajaiban! Li Mingyue sombong itu menuruti permintaanku?


Okee, baiklah mari kita bersih-bersih!


***


Pukul 08.00 AM


LM : "Nyonya Li, ini belanjaan yang kau minta,"


QM : "Eh? Ah, lucu sekali kau memanggilku seperti itu Tuan Li~"


Hei.. ini bohong kan? dia tersenyum? Ini tidak adil! Bagaimana bisa dia tersenyum dengan wajah tampannya itu!


LM : "Jangan bercanda dan terima ini,"


QM : "Ya, yaa .. bukankan kau juga bercanda? Dasar.."


LM : "Kau mengumpati suamimu?!"


Eh? sejak kapan dia peduli hal-hal seperti ini?


QM : "Ha? Maaf tuan Anda salah paham"


LM :"Lain kali jika kau punya pengalaman traumatik katakan padaku lebih dulu, kemarin sangat merepotkan,"


QM : "Uh.. baik, maafkan aku."


Aku jadi menundukkan kepalaku tak berani menatapnya. Aku sangat malu dan merasa bersalah.


LM : "Ah- Bukan begitu maksud-"


QM : "Aku akan memasak dulu, sepertinya ibu akan segera tiba,"


Memang, aku harus bersikap lebih dewasa lagi dan mandiri. Karena sejak awal, pernikahan ini juga bukan didasari oleh rasa kasih sayang ataupun cinta.


Dia benar-benar orang asing yang tiba-tiba masuk dalam kehidupanku, itu saja, ya cukup, jangan libatkan perasaan apapun lagi, tidak perlu berharap lebih, dan hidup seperti biasa saja.


Kemudian, aku meninggalkan ruang TV dan bergegas menuju dapur.


***


Li Mingyue POV


Sepertinya muncul salah paham lagi,


kenapa aku tidak bisa mengontrol mulutku ini!


Sepertinya dia marah?


Akhirnya aku mendatanginya ke dapur.


LM : "Mingxia, berikan aku pekerjaan aku ingin membantu."


QM : "Tidak perlu, ini tidak sulit, duduk saja."


Aku masih tetap berusaha untuk membantu, tapi alhasil semuanya jadi bencana setiap kali aku menyentuhnya, bagaimana bisa memasak saja menimbulkan kekacauan.


Yah, akhirnya aku menyerah.


LM : "Mingxia, apa kau marah? Maafkan ucapanku yang sebelumnya."


QM : " Tidak, tidak ada yang salah dari perkataanmu, itu kenyataan."

__ADS_1


LM : "Maksudku, kau boleh meminta bantuanku kapanpun, karenanya ceritakanlah tentang dirimu agar aku juga bisa bertindak,"


QM : "Kenapa? Bukankah kau membenciku?"


LM : "Hah? Siapa yang bilang?"


QM : "Tidak ada, hanya sikapmu sangat kentara, tidak perlu berbohong."


LM : "Kenapa kau selalu berpikir jauh sekali?"


QM : "Lalu apa? Kalau bukan membenciku, kau menyukaiku?"


Deg'


LM : "..."


QM : "Hahaha-, aku hanya bercanda. Terimakasih atas niat baikmu, mulai sekarang aku akan belajar untuk lebih mandiri lagi"


Setelah mengatakan itu, Mingxia menata makanan di meja makan, sedangkan diriku masih juga berpaku di tempat.


Perasaan apa ini? Aku lebih berharap jika dia mau bersandar padaku atau setidaknya membutuhkanku. Dengan begitu, aku jadi lebih merasa berguna dan kejadian seperti kemarin pun tidak akan terulang lagi*.


*kejadian Mingxia pergi dari rumah


Beberapa menit terlah berlalu, Mingxia masih juga berkutat dengan segala macam alat dan bahan masak. Karena tidak ada yang bisa kulakukan untuk membantu nya, aku akhirnya hanya berdiri di sebelahnya untuk hanya sekedar melihat.


Setelah kupikir-pikir aku bahkan tidak bisa memotong sayur dengan benar, tapi bagaimana bisa wanita ini menguasai banyak hal?


Mingxia's POV


Hmm? Apa yang sedang dilakukannya?


Dia keliatan sangat kesulitan? Apa dia masih kepikirann dengan sikapku barusan? Ahaha!


QM : "...Milikku...Mana?"


Apakah aku perlu berpura-pura lebih lama lagi ? Ahahahah


LM : "Apa? Apa maksudmu? Milikmu?"


QM : " Ya, susu kedelai ku dimana?"


LM : "Oh, Sebentar aku akan mengambilnya,"


Li Mingyue pun dengan segera pergi mengambilkannya.


Aku sedikit kaget dengan sikapnya yang berubah. Bagaimana dia bisa jadi sedikit penurut?


Setelah 2 menit berlalu dia kembali dengan sebotol susu kedelai, dan meletakkannya di sampingku. Dan tiba-tiba dia menjelang berbagai hal padaku,


LM : "Aku tau, banyak yang belum kita ketahui satu sama lain, sejujurnya aku ingin minta maaf padamu tentang masalah kemarin, itu sangat tidak sopan, ya dan jelas itu salahku. Sekarang aku akan menjelaskankannya padamu,"


QM : "Uh-huh, ya"


LM : "Aku sedikit sensitif dengan wanita sejujurnya, itu karna... mereka semua sangat menjengkelkan (penghianat). Apa kau ingat kasus temanku kemarin, ya sama seperti itu, dan bukan hanya sekali dua kali haha, hubungan percintaan yang menjijikkan untuk diceritakan."


QM : "Lalu, apa kau mempercayaiku?"


LM : "Entahlah.."


Sesungguhnya belum, tapi aku masih mencoba. Beberapakali kali aku terus menyangkal, tapi sikapmu tidak berubah. Ini pertama kalinya aku merasa tidak berguna dalam suatu hubungan, haha


QM : "En.. Apakah aku terlalu berlebihan? Aku tidak punya pacar sebelumnya , mungkin hanya sebatas kenalan, mereka bilang tidak tahan dengan sikap egois dan keras kepala ku hahaha,"


Apakah ini waktunya menjelaskan semua kelemahanku, sejujurnya aku belum terlalu mempercayai pria ini.


'Ding - dung'


suara bel rumah tiba-tiba menyahuti suasana di antara kami. Sontak kami berteriak,


QM & LM : "IBU!!"


...****************...


...****************...


...BERSAMBUNG...


...****************...


...****************...

__ADS_1


Hola² ketemu lagii ..🤩


Selamat Hari Raya Idul Fitri 1444H ma readers...🙏🏻🎉


__ADS_2