Flash Marriage : My Nerd Husband

Flash Marriage : My Nerd Husband
Eps. 14. Pelayanan Seorang Istri (2)


__ADS_3

FG: "Mingxia? Oh, maksudmu 'istrimu tercintah' ya?"


LM: "??"


***


Mingxia's POV


Aku sudah sampai di kantorku.


Dan suasana di pagi hari masih tetap sama seperti biasa.


"Selamat pagi, Ketua Mingxia."


"Pagi, ketua divisi,"


Aku bekerja di sebuah perusahaan furnitur yang cukup bagus, HOMME.


"Ya, halo semua,"


Namun, aku kira hari ini tidak akan ada masalah dan akan ku selesaikan seluruh pekerjaanku lalu pulang lebih awal.


Memang, ekspetasi tidak seperti realita, ternyata...


Kopi ku bahkan masih panas saat tiga tumpukan berkas yang menjulang berada di hadapanku!


Oh.. Tolong berikan aku istirahat!


Masih jam 10 dan aku teringat Li Mingyu. Seharusnya dia sudah makan kan?


Pasti temannya membaca pesanku.


Oke Mingxia, fokus!


Astaga...Kenapa kau memikirkan dia lagi?!


Dari semalam, Mingyu sangat aneh. Dia menendang temannya sendiri hanya demi aku?


Kemudian, dia juga tidak mencuci piringnya, dan lagi, tidur seranjang denganku?!


Yah, memang aku tidak bisa memahami jalan pikirannya.


Apa karena dia sangat pusing jadi tidak bisa berpikir jernih?


...


Ah! Apa yang aku lakukan?! Bekerja! Bekerja Mingxia!


***


Sekarang jam 2 siang,


Aku masih juga berjabat tangan dengan para kertas di depanku.


Membalik-balikkan fail, dokumen, dan kertas-kertas lainnya.


'tok. tok.'


QM: "Ya, masuklah."


LX: "Ketua, produk kolaborasi antara pihak kita dengan BELLE masih belum disetujui. Kami sudah berusaha untuk bernegosiasi dan menyesuaikan kemauan mereka beberapa kali, tapi mereka masih saja menolak semua saran pilihan kita,"


*LX, adalah singkatan nama rekan kerja Mingxia, Lu Xun.


QM: "Apa? Mereka akan memutuskan kerjasama jika seperti ini terus. Hubungi pihak mereka, sore nanti aku akan berdiskusi sendiri dengan BELLE. Dan berikan seluruh berkas tentang kerjasama ini, bawa kemari yang sudah lulus di pertemuan pertama,"


LX: "Baik, Ketua!"


Kemudian, seorang karyawan lain membawakan berkas-berkas yang ada. Itu juga menumpuk!


Hah... Lelah sekali...


Ah! Mingyu! Aku harus menelponnya. temperatur nya 39°c terakhir kali. Bukannya aku tidak peduli dan tidak berperasaan. Dengan suhu setinggi itu, seharusnya dia akan istirahat saja kan?


'Tuut.Tuut.'


'Tuut.Tuut.'


Kenapa lama sekali angkatnya?! Orang ini.. apakah dia sendiri di rumah?


FG: "Ah, halo, Nona. Saya baru saja dari dapur."


QM: "Oh, Anda ...maksud saya, Tuan masih di rumah? Syukurlah. Saya sangat khawatir. Bagaimana keadaanya?"


FG: "Anda tidak perlu khawatir, saya sudah memanggil dokter tadi. Dan dia bilang, Mingyu akan baik-baik saja selama dia beristirahat."


QM: "Ah, terima kasih banyak, Tuan. Lalu, apakah dia sudah makan dan minum obatnya?"


FG: "Sudah, Nona. Hal mudah seperti itu serahkan saja kepada saya. Lagipula saya juga berutang budi pada Anda dan Mingyu kemarin."


Dia.. sebenarnya orang yang cukup baik dan telaten... Masalah apa yang menimpanya sampai seperti kemarin malam?


Jika dibandingkan dengan karakter Mingyu yang aneh...


Aku tidak tau bagaimana mereka bisa berteman!


QM: "Tidak masalah, em.. Tuan.."


FG: "Fang Gui, Nona."


QM: "Ah ya! Tuan Fang Gui. Saya minta tolong ya... Dan sepertinya hari ini saya akan pulang sedikit terlambat."

__ADS_1


FG: "Tidak masalah, Nona Qi. Anda bisa tenang,"


QM: "Terima kasih banyak, Tuan Fang." *


Catatan penulis:


Tulisan miring adalah pembicaraan di telepon


Hah... Syukurlah, satu masalah terkendali!


...


Melihat gunungan berkas yang menjulang, semangatku jadi sedikit bengkok.. Ah tidak! Tidak boleh!


***


Akhirnya, seluruh berkas selesai tepat jam empat sore. Dan aku segera bergegas untuk menemui pihak BELLE untuk berdiskusi.


Aku berangkat ke kafe 'Winxcell' yang lumayan jauh dari kantor perusahaan HOMME.


Sesampainya, aku turun dan memasuki kafe tersebut.


Bunyi 'kling' terdengar dari suara pintu yang terbuka olehku.


Aku memeriksa sekitar, dan tidak ada seseorang yang menyapaku, juga tidak ada pesan masuk di ponselku. Jadi, asumsiku mengatakan orang dari pihak BELLE masih belum sampai.


Untuk itu, tentu saja aku mencari tempat yang nyaman untuk berdiskusi, dan itu favoritku! Di samping jendela, itu selalu sangat nyaman dan mudah untuk melihat keluar jendela kaca yang tembus pandang seluruhnya.


10 menit kemudian,


Lumayan lama juga, 10 menit...


Walaupun aku bukan seseorang yang sedang tergesa-gesa, namun aku juga bukan seorang penyabar yang rela menunggu untuk sesuatu yang tidak pasti seperti ini!


Apakah perusahaan BELLE begitu lalai waktu? Oh tidak, maksudku penanggung jawab yang bertemu denganku hari ini. Seharusnya, dia memberi tahuku untuk pergantian atau pengunduran pertemuan kan?


Akhirnya, 20 menit berlalu lagi.


Aku menelpon Lu Xun, dia adalah orang yang memberitahukan mengenai negosiasi sebelumnya.


Tuut.Tuut.


LX: "Halo, Ketua?"


QM: "Lu Xun, apakah BELLE mengatakan sesuatu tentang pertemuan hari ini? Apakah kamu benar-benar sudah mengaturnya?"


LX: "Hah? Ketua! A-apakah pihak BELLE masih belum datang? Bukankah ini sudah mundur terlalu lama? Aku yang sudah mengaturnya, bahkan pihak mereka yang meminta bertemu Anda."


QM: "Ya, mereka belum datang. Ya sudah, kau tidak perlu memusingkan ini, biar aku saja."


LX: "T-tapi, Ketua..."


QM: "Sudah, sudah. Aku tutup."


Huft...


Berapa lama lagi...


Aku melihat jam di ponsel, 15 menit berlalu begitu saja.


"Ting"


Suara pesan di ponselku berdenting, dan aku segera menyambar ponsel itu.


Ada pesan dari nomor tak dikenal, siapa ini?


"Nona Qi, saya penanggung jawab kerja sama proyek 'QIU', Mo Yi. Saya minta maaf karena tidak bisa menepati janji hari ini karena ada sedikit masalah di perusahaan. Jadi, untuk pertemuan hari ini, bagaimana kalau diundur dulu?"


QM: "APA?!"


Aku berteriak sangat keras karena kesal!


Dan,...


Oh, s-sepertinya teriakanku terlalu keras? Kenapa semua orang menatapku?


Tapi! Yang benar saja? Aku sudah menunggu di sini hampir satu jam!


Untung saja dia orang yang sopan, dan juga sebenarnya yang membutuhkan kerja sama adalah aku. Jadi, masih bisa dimaafkan.


Setelah membalas pesan, menyetujui. Aku membayar tagihan, dan melangkah pergi dari kafe. Aku pulang menggunakan taksi.


'kruuykk'


Akh! Suara apa itu! Sungguh memalukan! Perutku yang malang... Kenapa kau melakukan ini padaku saat ada pak sopir taksi di sini...


Tapi, sepertinya pak sopir adalah orang yang cukup baik? Beliau tidak menyapa atau bertanya tentang itu. Yah, aku lebih nyaman dengan orang seperti ini. Terima kasih pak sopir! Anda menyelamatkan harga diriku!


Aku memberi tahu pak sopir supaya berhenti di supermarket, jadi setelah berhenti aku turun dan membayar taksi. Kemudian, masuk ke supermarket.


Karena teringat bahan makanan yang sudah habis di kulkas, jadi aku memutuskan untuk berbelanja dulu.


Tunggu... Bukankah aku memasak untuk Li Mingyu setiap hari? Dan juga, aku sudah berperan sebagai seorang istri yang baik!


Katanya dia akan menghidupiku? Omong kosong! Dasar pria sial*n!


Bahkan, uang untuk belanja makanan saja tidak ada. Uang sisa pernikahan juga sudah habis!


Aku harus minta kartu gajinya itu! Pastinya dia punya banyak kartu kan? Satu saja untukku apakah tidak disiapkan?


***

__ADS_1


Sampai di rumah juga.


Huahh, akhirnya aku bisa istirahat!


Hah... ayo kita masuk!


Aku berjalan masuk, dan membuka pintu.


...


Huh? Kenapa sepi sekali?


Aku berjalan masuk lagi,


Dan masih tidak ada orang. Jadi, aku berjalan ke kamar Li Mingyu dan mengetuk pintunya.


'tok. tok.'


Hmm? Apakah Tuan Fang sudah pulang?


Kemudian, aku meletakkan semua belanjaanku di dapur dan sedikit tergesa-gesa menuju kamarku.


Ternyata, di pintu kamar atas ada sebuah catatan tertempel. Itu catatan dari Tuan Fang. Dia berpamitan terlebih dulu karena ada sedikit urusan, katanya.


Jadi, aku masuk sambil memanggil Mingyu.


QM: "Li Mingyu, aku masuk."


Awalnya, aku masih bingung dengan apa yang sedang dilakukannya? Tapi,...


Astaga! Pria g*la ini! Kenapa malah bekerja!


Padahal wajahnya masih kelihatan pucat seperti itu! Tapi dia masih juga memangku laptopnya?!


Setelah panggilanku, dia mendongak ke arahku. Menatapku dengan datar dan dingin, kemudian melanjutkan pekerjaannya.


Aku melangkah mendekatinya,


Sebelumnya, aku berniat merampas laptopnya. Tapi... apakah itu boleh? Kurasa terlalu berlebihan, jadi kuurungkan.


QM: "Apa pekerjaan penting? Tidak bisa ditunda?"


LM: "Em.."


Dia menjawabku dengan malas?! Beraninya dia!


Tunggu, apa karena sakit? Semoga saja begitu, kalau tidak... lihat saja dia!


QM: "Sudah makan?"


LM: "..."


Satu,


QM: "Sudah minum obat?"


LM: "..."


Dua, masih tidak dijawab?!


QM: "Kapan Tuan Fang pergi?"


LM: "..."


Tiga! Pria ini meremehkanku ya?!


QM: "Kenapa tidak istirahat?"


LM: "..."


Em- Pat!!


QM: "Sudah sembuh?"


LM: "..."


Lima!!!


Terserah! Urus saja dirimu sendiri! Aku bukan orang yang sabar, dan aku sudah menghabiskan seluruh kesabaranku hari ini!


Bahkan menoleh padaku saja tidak! Pria sial*n!


Aku berjalan keluar kamar pengap itu! Aku tidak tahu bagaimana reaksinya, setelah membanting pintu sekeras mungkin!


Maafkan aku, Pintu!


Aku belum makan apapun, perutku mulai sakit. Jadi, aku memasak di dapur.


Walaupun aku orang yang emosian, tapi aku juga masih punya hati nurani!


Jadi, aku memasakkan bubur untuk pria g*la itu. Aku yakin dia pasti belum makan malam.


20 menit kemudian, aku sudah selesai memasak semuanya.


Bubur milik Li Mingyu, aku menambahkannya banyak sayur mayur dan protein disana. Tentu saja, proteinnya sudah aku buat selembut mungkin supaya mudah ditelan.


Yap, selesai. Baru saja ingin melangkah, ternyata pria itu, Li Mingyu sudah sampai di dapur?!


Dia jalan-jalan sampai ke sini dengan kondisi begitu?!


QM: "L-Li Mingyu? Kenapa kau... kenapa kau KE SINI?!

__ADS_1


-Bersambung-


__ADS_2