Flash Marriage : My Nerd Husband

Flash Marriage : My Nerd Husband
Eps. 8. Permintaan Sederhana


__ADS_3

Sudah tiga hari aku cuti bekerja, dan sayang sekali rumah sebesar ini hanya ditinggali oleh dua orang, tidak ada pelayan satu pun. Sebenarnya seberapa acuh pemilik rumah ini?! Aku setiap hari mengurus rumah ini sendirian, membersihkannya, dan merawatnya, namun aku tidak mendapatkan imbalan apa pun.


Tapi, itu tidak masalah, yang terpenting adalah besok aku sudah mulai bekerja dan aku tidak tahu siapa yang akan menjaga rumah megah ini apabila aku dan pria 'aneh' itu bekerja.


Berangkat pagi dan pulang malam, hampir setengah waktu kami habiskan untuk bekerja. Bagaimana nasib rumah ini selama itu? Jika menunggu kebaikan hati pria sial*n itu, mungkin menunggu sampai 100 tahun pun tidak cukup!!


Apa aku harus meminta pelayan untuk mengurus rumah pada pria itu? Em.. tidak! Itu tidak mungkin! Aku tak bisa melakukannya! Harga diriku akan tercoreng jika begitu.


Apakah dengan akting memelas? Hmm... sepertinya aku tidak berbakat dalam hal itu.


Merayu? Tidak.. tidak.. Terakhir kali dia menjadi sangat aneh dan marah! Hi.. Mengingatnya saja aku merinding!


Sebenarnya apa!! Oh Ya Tuhan! Aku sudah tidak tahu lagi! Dia terlalu sulit, dan mungkin hanya Ibu mertua dan aku yang bisa mengatasinya!


Baiklah! Kalau memang akting tidak bekerja, maka jangan berakting, akan aku tunjukkan yang sesungguhnya! Bagaimana dia akan mengatasi gadis yang benar-benar bekerja keras untuknya!


Aku pun kembali ke kamar untuk tidur, tanpa banyak waktu untuk berkhayal, aku mungkin terlelap begitu saja..


***


Esok paginya


'kringg.. kringg'


Ehmm... jam berapa ini...


Hahh, aku harus masak...


Aku turun dari lantai dua dan menuju ke dapur, masih jam 6 pagi, seperti biasa rumah ini selalu sunyi.


Aku memakai bahan-bahan yang sudah aku beli kemarin dan mengolahnya menjadi beberapa makanan.


Juga mem-blender buah-buahan untuk dijadikan minuman jus.


Sekitar satu jam sudah terlewat rupanya, dan aku juga sudah selesai membuat semua makanan untuk sarapan.


'ceklek'


Sepertinya aku mendengar ada suara pintu terbuka dan kemudian tertutup kembali, walau jarak pintu depan dengan dapur lumayan jauh, tapi karena suasana yang sunyi, membuat suara sekecil apa pun jadi terdengar.


Karena merasa aneh, aku mencoba berjalan menuju ruang tamu, dengan hati-hati dan langkah yang kecil, mencari tempat yang pas untuk mengendap-endap dan sembunyi.


Sebenarnya aku merasa agak was-was dengan situasi seperti ini, sehingga pisau dapur sudah berada di tangan kananku.


Aku melihat orang itu!


Dan ternyata dia adalah pria sial*n, aku tidak tahu kapan dia bangun dan kenapa dia sangat rajin! Menyempatkan berolah raga di pagi hari sangatlah sulit! Membuat iri saja!


Kedatangannya entah kenapa membuatku terasa lega, mungkin karena aku merasa sendiri walaupun sebenarnya ada dua orang yang tinggal di rumah. Kalau saja dia bisa bersikap lebih wajar dan santai, aku mungkin tidak akan sampai seperti ini!


Akhirnya, aku keluar dari persembunyian ku dan menyapanya.


QM :"E.. Ekhem. Hei, Li Mingyu. Sarapannya sudah siap. Makanlah dulu,"


LM :"Hmm,"


A-apa? Tarik napas dan sabar Xixi! Kau pasti akan segera terbiasa dengan sikap aneh dan menyebalkannya itu..


Setelah itu, kami pergi ke dapur untuk makan. Dan acara makan itu tanpa pembicaraan, hanya konser perkusi antara sendok, garpu, dan piring yang terdengar.


Di pertengahan acara konser makan itu, aku memberanikan diri untuk berbicara.

__ADS_1


QM :"Hei, Li Mingyu."


LM :"..." [dia masih makan]


QM :"Hei! Dengarkan aku."


Aku sedikit berteriak untuk itu, dan astaga ternyata cukup memalukan!!


Tapi, akhirnya dia menatapku, yah walau itu hanya tatapan sinis 1 detik!


QM :"Aku sudah memenuhi beberapa kebutuhanmu, sekarang gantian kau yang setidaknya mengerti keadaanku."


QM :"Aku itu takut gelap, apalagi kalau pada saat itu aku sendirian, jadi kalau itu terjadi kau harus mengerti situasi ku. Aku tidak minta banyak, hanya itu saja."


LM :"Hmm,"


QM :" Ham hem ham saja! Apa kau tidak bisa menjawab lebih jelas? Memangnya semahal itu ya?!"


LM :"K-kau?"


Hah! Dia mengatakannya sambil melotot kearah ku dan kemudian pergi!


Kulihat bekas mejanya dan..,


E..Ah! Piringnya!!


QM :"Hei! Mau kemana kau! Piringmu siapa yang mencucinya?!"


Siapa yang takut padanya, dia kira aku takut? Memaki ibuku saja aku pernah, apalagi hanya bicara padamu itu bukan apa-apa! Yah walaupun memaki dalam hati...


*p.s : Jangan Ditiru!


Tapi, akhirnya dia kembali dengan tatapan sinis seperti menahan emosi, sambil mengambil piringnya untuk di cuci! Aku benar-benar menahan tawa untuk ini! Hahahaha..


Dan kemudian aku teringat sesuatu,


QM :"Eh, Mi-Mingyu. Hari ini aku akan mulai masuk kerja dan... "


LM :"..."


QM :"Dan.. kau tau, kalau aku bekerja, rumah tidak akan ada yang mengurus. Bagaimana kalau bibi pembantu, oh atau paman pembantu?"


LM :"Pemalas sekali,"


Dia mengatakan itu sambil berlalu di depanku, sungguh benar-benar pria sial*n!!


QM :"Ha? A-apa? Pemalas? Siapa yang pemalas? Aku wanita yang rajin dengan harga diri tinggi sampai memohon padamu, dasar sial*n!"


Mana mungkin aku mengatakan itu dengan lantang, aku hanya mencibirnya dengan pelan, sangat pelan!


Sambil masih memelototinya, aku mulai membersihkan sisa sarapan.


Tidak lama setelah itu selesai, aku sudah mulai menaiki tangga karena sudah waktunya untuk bebersih diri dan berangkat kerja.


Dia, pria sint*ng itu, sudah bersiap untuk keluar rumah dan berangkat.


Kenapa bos harus buru-buru datang ke kantor. Kalau bosnya aku, aku pasti akan memanfaatkan posisiku dengan sangat baik!


Jangan berharap dia akan menungguku.. Karena..ya begitu.. dia pria aneh!


Aku segera bersiap dan kemudian tepat pukul 07.30 aku berangkat kerja. Tentu saja naik taksi.

__ADS_1


***


Sesampainya di kantor,


Itu sangat sesak, semua kenalanku mendatangiku dan meminta kejelasan!


Teman 1:"Mingxia! Bagaimana bisa kau tidak cerita kalau kau akan menikah!"


Teman 2:"Benar! Tiba-tiba sudah ada surat undangan dari pak ketua tim!"


Teman 3:"Senior! Bagaimana perasaan Anda setelah menikah? Bagaimana rasanya?"


Oh, Astaga! Ini terlalu sulit! Mereka semua menyerbuku dengan antusias, memangnya begini saja bisa sangat heboh, ya?


Apa hebatnya pernikahan yang terburu-buru dan mendadak?!


Tentu saja, aku berbohong pada mereka kalau itu adalah cinta pandangan pertama yang melegenda itu, dan dengan tambahan bahwa dia yang datang melamar! Ha! Aku sangat puas! Walaupun sebenarnya ini bukan apa-apa, tapi karena di rumah aku tidak bisa melawannya, lampiaskan saja di sini! Hahaha


***


Pulang dari kantor,


Aku sangat lelah hari ini, gara-gara keributan di kantor yang mungkin akan berlanjut sampai beberapa hari ke depan.


Huft... Lelah sekali... Rumah masih belum ku bersihkan, aku juga belum menyiapkan makan malam, dan oh iya mandi, aku belum mandi...


Saat itu aku masih bersandar di sofa ruang tamu, sangat ingin tidur..


Hah! Tidak boleh tidur! Ayo pergi, atau pria sial*n itu akan membuatku g*la!


Akhirnya, aku mengangkat tubuhku yang sudah seperti 'slime' itu dan menuju ke kamar untuk ganti baju dan mandi.


Setelah itu aku mulai bersih-bersih, untung aku sudah membeli alat-alat kebersihan termasuk robot vacuum cleaner.


Aku nyalakan alat praktis itu, dan kubiarkan dia berkeliling. Aku juga memasang pengharum ruangan karena sebelumnya tidak ada! Pria itu benar-benar tidak tahu cara merawat rumah!


Aku juga menyalakan vacuum cleaner biasa untukku membersihkan debu-debu bagian atas.


Setelah hampir satu jam, aku pikir masih ada waktu untuk memasak, karena aku belum makan malam...


Ya, setelah itu, aku mengembalikan semua alat bersih-bersih itu, dan membiarkan robotnya tetap menyala. Kemudian, aku menuju ke dapur untuk memasak.


Hahh...


Rasanya aku ingin tidur saja, dan tidak usah masak! Yah, bagaimana pun pria sial*n itu suamiku, walaupun tidak sungguhan.


Sebelumnya, kupikir pernikahan akan sangat sakral bagiku, tapi mungkin sudah tidak lagi setelah kejadian yang bahkan tidak ingin kuingat itu.


Jadi, entah kenapa...


Terkadang aku merasa kasihan pada Li Mingyu yang sangat sensitif dengan perempuan, mungkin dulu dia juga punya trauma sepertiku? Tapi, untungnya keanehan itu tidak untuk wanita yang sudah berumur. Tapi karena itulah jadi malah makin aneh! Dia tidak suka wanita, tapi bukan wanita yang sudah berumur, begitu?! Aku masih sangat bingung dengan jenis penyakit anehnya itu!


Hah... cukup...cukup..., ganti topik saja.


Semakin dipikirkan semakin aneh saja!


Ternyata, setengah jam sudah berlalu dan makan malam sederhanaku juga sudah matang. Aku mengambil makanannya dan memakannya sambil menonton TV.


Ha... Akhirnya makan juga! Aku sangat lapar...


Dan, setelah acara makan pribadi yang menenangkan, aku masih berada di ruang TV menonton acara kesukaanku! Tapi ini sebenarnya sudah jam 9 malam, dan dia, pria itu masih belum pulang juga, dasar workaholic!

__ADS_1


Aku bersandar di ruang TV dengan membawa bantalku, entah kenapa rasanya mataku sangat berat, sehingga kupejamkan mataku sebentar.


__ADS_2