
YZ : "Halo, saya Yi Zian,"
Yi Zian? Nama yang cukup familiar
Hah?! Yang benar saja? Yi Zian? Sangat kebetulan, baru kemarin aku mendengar namanya, apakah orang yang sama?
YQ : "A ah! Aku Yi Quan!! Paman, Anda juga sangat tampan seperti pamanku!"
LM : Ah, iya. Kamu juga sangat tampan Yi Quan"
Mingyue memanggil Mingxia yang sedari tadi terdiam menunduk.
LM : "Xixi-ah, Ada apa? Kenapa tadi berteriak? Apa kau sakit?"
Di depan mereka, Yi Zian termenung. Seorang pria yang tidak dia kenal memanggil Xixi dengan begitu lembut?!
LM : "Ayo bangun, kamu sakit?"
QM : "Aku agak pusing, capek, kau tega sekali,"
Ahh, dia menangis? Mingxia yang kukenal tidak akan menangis hanya karena kelelahan.
LM : " Ya, maafkan aku."
YZ : "Tuan, Anda bersama Xixi?"
Diamlah! Kenapa kau terus memanggil nya begitu akrab.
LM : "Ya, saya Li Mingyue. Kami cukup dekat, Anda jangan khawatir saya akan merawat Xi'er,"
YZ : "Oh iya, Tuan"
Sepertinya Yi Zian cukup kaget mendengar pernyataan Li Mingyue. Ya, mungkin sama halnya dengan yang dirasakannya Mingxia, sama-sama sakit hati. Hatinya seperti teriris mendengarnya.
Mendengar Mingxia memiliki orang lain sebagai pengganti dirinya, cukup menyedihkan.
YQ : "Waahh! Ternyata kakak adalah bibi! Sangat cantik! Bibi! Siapa nama bibi?"
Merespon dengan enggan namun berusaha mempertahankan senyuman dengan matanya yang menyendu, Mingxia menjawab pernyataan lugu Yi Quan.
QM : "Wah, Yi Quan sangat imut! Mingxia, kamu bisa memanggil nama bibi dengan itu..."
Dengan tetap mempertahankan senyumannya, Mingxia segera mengucapkan salam perpisahan pada Yi Quan.
QM : "Quan quan, terus jadilah anak baik ya, bibi mau pulang dulu, bibi sangat lelah, kamu tahu bibi berlari dari sana sampai ke sini, lihatlah, jauh kan??"
Mingxia mengucapkan itu sambil menunjukkan gerakan untuk Yi Quan.
YQ :"Wahh, iya jauh. Bibi sangat hebat! Semangat bibi!! Aku mau jadi orang kuat seperti bibi!"
QM : "Hahaha, kamu sangat lucu, mari kita kapan-kapan bertemu lagi (tanpa pamanmu kalau bisa). Dadahh..."
Mingxia mengatakannya sambil berdiri dan berjalan menjauh.
Yi Zian masih berdiri mematung dengan kecewa dan sedih.
YQ : "Baibaiii bibi!"
Setelah melanjutkan langkahnya dan mulai fokus dengan berjalan tanpa menengok ke belakang, mata Mingxia mulai berair lagi, tapi dia masih berusaha menahannya, karena bagaimanapun Mingyue ada disampingnya. Akan terlihat mencurigakan jika dia menangisi hal yang aneh dan tidak masuk akal.
Mingyue masih memperhatikan tingkah laku Mingxia, dirinya hanya diam. Tidak mengatakan apapun.
Selama beberapa menit, mereka berdua benar-benar hening, namun akhirnya Mingyue membuka mulut,
LM : "Masih capek?"
QM : "... Ayo pulang saja"
Hahh... Ya, mari kita pulang saja. Sepertinya mood ku juga hilang untuk melanjutkan ini. Siapa Yi Zian itu, sampai wanita ini bertingkah aneh!
LM : "Aku mau bekal untuk dibawa ke kantor,"
Perkataan Li Mingyue yang tiba-tiba, memecahkan lamunan singkat Mingxia.
QM : "...Ha.. Apa? Aku lagi ga mood masak, kita beli bekal jadi saja,"
LM : "Bekal jadi? Konyol, buat apa aku membeli bekal jadi untuk pergi ke kantor, lebih baik aku beli makan siang saja,"
QM : "Ya, kalau begitu lakukan itu saja,"
LM : "Ga, aku mau bekal,"
-Mingxia's POV-
QM : "Apa? Jangan bertingkah seperti anak kecil!"
Apa-apaan pria ini? Aku benar-benar sedang badmood, dan sekarang dia meminta hal ga masuk akal? Tak punya perasaan!
LM : "Oke, kalau gitu aku minta ibu buatkan saja,"
Li Mingyue siap dengan ponselnya untuk menelpon Li An.
QM :"Apa? Jangan! Kau-..! Jangan!"
Aku harus merebut ponsel itu! Gila! Apa yang akan dilakukannya, dia menelepon ibu!
Apa yang akan ibu pikirkan nanti? Anak manja ini!
__ADS_1
QM : "Ahh, Li Mingyue! Serahkan ponselmu! Mana! Jangan telpon ibu!"
Cih, bagaimana aku bisa meraihnya jika dia setinggi ini! Akh aku sangat frustasi, aku benar-benar ga mood masak, rasanya mau nangis, hiks.
LM : "Kalau begitu buatkan bekal,"
QM : "Aku sedang ga bisa, kenapa kau meminta hal aneh sih!"
Dia akhirnya memencet nomor telpon ibu,..
Akh...hiks, aku kesal, menyebalkan!
Tuut- tuut
Tuut- tuut
QM : "Mingyue... hiks... hiks, jangan.."
Li Mingyue yang melihat keadaan Mingxia tertegun, sebenarnya kenapa dengan wanita ini? Dia benar-benar tak bisa memahaminya.
'deg'
Mingxia merasakan kepalanya sudah berada tepat di dada Mingyue, dan merasakan pelukan dari orang dihadapannya itu.
kluk-
LA : "Halo? Mingyue, tumben sekali kamu pagi-pagi, ada apa?"
Li Mingyue mengganti mode telponnya menjadi video call, dan mengangkatnya sehingga terlihat mereka berdua sedang berpelukan dengan Mingxia yang menundukkan kepalanya di dada Mingyue.
LM : "Ibu, lihatlah.. Menantumu dia menangis karena kelelahan...hahaha"
LA : "Apakah benar, Xia'er? Seharusnya kamu jangan terlalu memaksakan diri... Mingyue! Kamu juga kenapa mengajaknya olahraga begitu keras?! "
Akhirnya, setelah mengatur perasaannya Mingxia menyapa sang ibu mertua.
QM : "Ah, ibu, aku tidak apa-apa, hehe. Bu-bukankah ini sudah waktunya kerja? Oh tidak! Ibu! Maafkan aku, ibu jaga kesehatan yaa, dadah..."
LA : "Yaa, Xi'er.. lanjutkan aktivitas mu dan jangan menangis lagi yaa.."
(Ahh, syukurlah mereka akur, kupikir Mingxia tidak akan betah dengan sifat Mingyue.. Syukurlah.. hahah)
QM : "Dadahh, ibu.."
Mingxia langsung menyambar ponsel Mingyue dan mematikan telpon. Menatap Mingyue dengan kesal dan berjalan meninggalkannya.
Mingyue gila itu kenapa sih? Aneh, ini sungguh aneh. Sebelumnya dia tidak seperti ini!
Bulan lalu saat kita sempat jogging bersama, dia benar-benar tidak peduli padaku, padahal saat itu aku beneran terluka.
Mingxia secara tidak sadar menyunggingkan senyumannya. Mungkin dia merasa senang?
Tapi, aku jadi melupakan hal yang mengesalkan tadi gara-gara tingkah konyol Li Mingyue, haha.
Terlihat beberapa meter dari Mingxia, Mingyue mulai menyusul langkah cepat istrinya. Dan setelah mereka akhirnya berdampingan, Mingyue mulai membuka mulutnya lagi,
LM : "Masih capek?"
QM : "Memangnya kenapa? Mau menggendongku?"
LM : "Kau tidak malu?"
QM : "A-apa? Jangan bercanda,"
LM : "Buatkan aku bekal"
Ckk, dasar keras kepala!
***
Kantor Mingxia, HOMME
Seperti biasa itu sangat padat di pagi hari.
Dan sepertinya bertambah padat hari ini?
LX : "Ketua! Yang tadi mengantarmu itu suamimu?"
Kegemparan tentang hal sepele bermula disini, Hahhh...
QM : "Ya, ada apa?"
YN : "Setelah pernikahan Anda, saya baru sekali ini melihat Anda diantar! Sungguh So Sweet!"
LX : "Ahhh, pantas sajaa!"
QM : "Kalian tolong hentikan, pekerjaan kita menumpuk, bisakah waktu kalian yang berharga itu dipakai untuk menyelesaikannya? Jangan malas!"
LX & YN : "Ah, Baik!"
Tiba-tiba suara dering ponsel Mingxia menyambar kesibukan mereka. Dan ternyata itu telepon dari manajer design dan pemasaran.
Drrt-
Drrt-
kluk-
__ADS_1
Percakapan ponsel milik Mingxia
MDP : "Nona Mingxia, seperti yang aku bilang sebelumnya, akan ada karyawan baru dan aku minta tolong untukmu bimbing dia ya, dia adalah cucu presdir yang sepertinya ingin menitih jalan yang benar*, haha, aku serahkan padamu ya, kau bisa memeriksa datanya kembali,"
*Jalan tanpa melibatkan keturunan atau nepotisme
QM : "Ah, baik bu. Saya akan berusaha,"
MDP : "Baik itu saja, dia akan segera sampai"
-kluk-
Prok!
Prok!
Qi Mingxia mengumumkan apa yang baru saja disampaikannya oleh manajer design dan pemasaran kepada divisi design khususnya.
Hirarki di kantor Mingxia cukup unik, posisi Mingxia saat ini adalah ketua divisi yang artinya sama saja dengan asisten manajer bagian design. Manajer Desain dan Pemasaran jelas memiliki dua fokus pada design dan pemasaran sehingga memiliki dua asisten manajer yang kemudian disebut ketua divisi.
Beberapa saat kemudian, orang yang ditunggu-tunggu telah datang, dan informasi mengenai karyawan baru adalah cucu presdir perusahaan harus dirahasiakan dari para karyawan lain.
JX : "Permisi semua, saya karyawan baru, yang baru saja dipindahkan dari cabang Y, nama saya Jin Xiang, mohon bimbingannya!"
YN : "Wahh! Sangat energik! Selamat datang Jin Xiang!"
QM : "Ya, terimakasih atas perkenalan dirimu, Jin Xiang. Untuk hari ini kau bisa melihat-lihat kantor dan Yu Na akan memandumu, aku suka semangat mu! ☺️"
JX : "Ah, baik bu ketua!"
***
17.30
LX : "Ketuaa... Apa kita akan lembur lagi?"
QM : " Ya, seperti biasa, nikmati masa lemburmu,"
Drrt-
Drrt-
Hmm? Siapa jam segini? Eh, Mingyue?!
-kluk-
Percakapan Telepon Mingxia - Mingyue
QM : "Halo?"
LM : "Jam berapa kau pulang?"
QM : "Aku akan selalu pulang lebih dulu daripada kau, Tuan"
LM : "Tidak masalah, Sekretaris Bo akan menjemputmu,"
QM : "Jangan merepotkan sekretaris Bo, dia pasti juga lelah,"
LM : "Aku akan naik taksi saja,"
Tiba-tiba suara ketukan pintu terdengar, beriringan dengan suara pintu yang terbuka di ruang Mingxia.
JX : "Ketua, maaf jika percakapan Anda terdengar. Saya ingin memberikan hasil saya!"
QM : "Ah iya, aku akan segera memeriksanya, kau bisa melanjutkan ini besok jika ada kesalahan."
JX : "Baik! Oh iya ketua, jika Anda tidak ada tumpangan, saya bisa mengantar Anda. Dimana rumah Anda?"
QM : "Perumahan JUNJIE baru, apakah searah? Jika iya, aku tidak keberatan."
JX : "Ah, aku juga, disitu. Kalau begitu semakin mudah, ketua pulang bersamaku saja,"
QM : "Baiklah, terimakasih ya "
JX : "Siap, Ketua!"
***
LM : (Sepertinya dia lupa mematikan telponnya)
LM : " Jangan, aku akan menjemputmu,"
QM : "Eh? Aku lupa mematikannya, maafkan aku. Tapi kenapa? Itu lebih efisien kan? "
LM : "Tidak, tunggu aku, aku sedang perjalanan"
QM : "Heiii...."
...****************...
...****************...
...-BERSAMBUNG-...
...****************...
...****************...
__ADS_1