Flash Marriage : My Nerd Husband

Flash Marriage : My Nerd Husband
Eps. 19. Situasi yang Sepi


__ADS_3

Mingyu's POV


Apa dia tidak di rumah?


Sofanya kosong, TV mati, lampu tidak dinyalakan. Apa dia tidak pulang? Dia pergi ke mana?


Tunggu, jangan-jangan...rumah ibu?!


Aku secara naluriah mengambil ponsel di kantongku, mencari nama wanita itu dalam daftar kontak telepon.


Aku berulang kali mencoba menelepon dan kemudian mengurungkannya bahkan sebelum ikon bergambar telepon tersentuh.


Ckk! Ini menyebalkan! Kenapa aku harus peduli?! Konyol!


Satu menit kemudian,


Cih! Wanita g*la!


Aku meneleponnya,


Tuut-Tuut...


Tuut-Tuut...


Tuut-Tuut...


CS: "Nomor yang Anda hubungi sedang berada-"


Lagi,


Tuut-Tuut...


Tuut-Tuut...


Tuut-Tuut...


CS: "Nomor yang Anda-"


Cih, masih sama saja!


Aku akan mencoba menghubungi ibu mertua,


Tuut-Tuut...


Tuut-Tuut...


'kluk'


QY: "Oh, astaga... Ada apa Nak Mingyu? Aku sangat kaget kau tiba-tiba menelepon.. Ha-ha-ha... Bagaimana keadaan kalian berdua? Apa Mingxia yang menyuruhmu meneleponku? Ah-ha-ha..."


Syukurlah, dia tidak di rumah ibu. Lalu di mana dia sebenarnya?


LM: "Ah... Aku hanya ingin tahu kabar ibu. Ibu baik-baik saja kan? Minggu depan saya akan mengunjungi ibu,"


QY: "Ke mana Mingxia? Kenapa hanya Nak Mingyu sendiri yang ke sini, dia memang sudah melupakannya ibunya, dasar anak itu! Nak Mingyu, jangan terlalu memanjakannya, dia bisa jadi seorang pemalas! Mengerti?"


LM: "Ah iya, Bu. Saya akan merawatnya dengan baik. Kalau begitu, saya akan tutup teleponnya, Bu."


QY: " Oh astaga... Iya, tutup saja tidak masalah. Tidak perlu terlalu sopan, Ha-ha-ha....Dan aku titip Mingxia ya, Nak Mingyu. Dia memang sering merepotkan. Kalau begitu sampai jumpa,"


'kluk'


Huhh...


Sebenarnya ke mana perginya wanita itu?!


Aku tahu ibu pasti merasakan ada yang aneh, makanya kata-katanya terakhirnya begitu.


Cih! Siapa lagi yang bisa kuhubungi?


Selain itu, aku sudah mengirim pesan pada Mingxia, tapi dia juga belum membacanya.


S*al!


Cih, terserah dia ingin pergi kemana, bukan urusanku.


Aku masuk ke rumah,


Dan, sejak kapan aku jadi secara otomatis pergi ke dapur untuk makan?


Tentu saja sekarang tidak ada makanan.


Kupikir begitu, tapi ternyata ada. Kelihatannya ini makanan siang tadi.


Sudah dingin,


Apa sudah basi? Sepertinya Cap Cay ini sudah basi, hanya tinggal lauknya yang masih bisa dimakan.


Aku akan memanaskannya.


Aku jadi ingat kata-kata wanita itu, uang siapa yang dia pakai untuk memasak makanan sampai sekarang?

__ADS_1


Pastinya bukan uangku. Lalu sejak kapan aku jadi penggila uang?


Apakah sekarang aku terlihat seperti penjahatnya?


Kenapa aku jadi begitu memikirkannya?


Terserah saja dengan apa yang kau lakukan.


Wanita memang selalu begitu, konyol.


Selesai makan aku pergi tidur.


Tentu saja tidak bisa tidur, S*al!


***


Keesokkan harinya,


Mingxia's POV


Kemarin, menurutku bukan masalah besar.


Walaupun sakit hati, itu bukan hal yang pantas untuk terus ditangisi.


Memangnya dia pernah melakukan apa untukku, sampai aku perlu menangisinya? Masa bodoh!


Aku pergi bekerja seperti biasa, Yan Yan menyuruhku untuk pergi lebih pagi agar tidak berpapasan dengan ibu.


Dan karena mengiyakannya, di sini lah aku sekarang, di depan kantor perusahaan. Bahkan kantornya pun masih setengah tutup. Berangkat satu setengah jam lebih awal sungguh buang-buang waktu. Aku bahkan tidak sempat sarapan, dan sekarang aku lapar.


Lagipula, layanan pesan antar mana yang buka di jam setengah tujuh pagi?!


Akhirnya, aku jalan-jalan di sekitar perusahaan untuk mencari minimarket dan membeli beberapa makanan di sana.


Jam segini, bahkan orang-orang masih berolahraga dan aku sudah lengkap dengan jas kantorku... huft... pagiku yang berharga...


Jadi, setelah sampai di minimarket terdekat aku masuk mengambil onigiri dan sekotak susu. Dan menikmatinya sambil melihat orang-orang berlalu-lalang di depan minimarket.


Entah kenapa pikiranku jadi kosong, pemandangan di depanku mulai tak berarti. Dan pikiranku berada di tempat lain...


'tuk, tuk'


Ada seseorang yang mendekat dan mengetuk kaca minimarket, dia melihatku sambil tersenyum.


Dan karena itu aku tersadar, kemudian balik melihatnya.


Oh seorang pemuda yang masih dengan senyum cerahnya.


Aku melihatnya dengan malas, namun dia masih dengan senyum cerahnya. Jika dilihat mungkin dia masih diumur awal 20 an, pasti tidak tahu sesaknya kehidupan, sungguh polos. Tapi, lucu ahahaha...


Sepertinya aku tidak kenal dengannya?


Tunggu! Wajahnya jadi familiar!


Dia mengatakan sesuatu dari luar, tapi tidak terdengar jelas.


Pemuda di depanku ini sejak tadi berusaha mengajakku berkomunikasi, namun aku masih menjaga jarak. Dan mungkin karena geram, dia masuk ke minimarket dengan cepat dengan kepala yang mau meledak! Hahaha! Sungguh lucu!


"KAKAK!"


Dia berteriak menghadap padaku? Kakak? Sebenarnya siapa pemuda ini?


X: "Kak, apa kau lupa denganku?"


QM: "Kau... Siapa?"


X: "Apa kau bilang kak? Kau bertanya aku siapa?! Jahat!"


Tiba-tiba dia berbalik pergi dengan cepat.


Dan tentu saja aku merasa mengenalnya, tapi tidak juga. Sepertinya harus diluruskan!


Jadi, aku mengejarnya.


Aku memikirkan semua kenalan dan saudaraku. Oh!! Ada satu keluarga yang tidak bisa hadir di hari pernikahanku, Paman Ming dan keluarganya tidak bisa hadir karena masih di luar negeri!


Apakah dia Ming Jun? Wajahnya mereka berdua memang sangat mirip, namun sungguh ajaib apabila Ming Jun yang tiga tahun yang lalu masih sepundak ku, sekarang sudah setinggi itu!


Aku harus memastikannya! Jadi, aku memanggilnya.


QM: "Ming Jun! A-aku hanya bercanda, oke?"


Tentu saja harus dengan berpura-pura bercanda, konyol sekali aku ini, melupakan sepupu kecilku!


QM :"Jangan berjalan begitu cepat! A-aku minta maaf, apakah aku keterlaluan?"


High heels ini membuatku tidak bisa berjalan dengan cepat!


Oh! Akhirnya dia berhenti!


MJ: "Apakah sudah ingat? Tega sekali kau melupakanku!"

__ADS_1


QM: "Sudah kubilang itu hanya bercanda,"


MJ: "Bukan, jelas itu bukan bercanda! Kalau tidak bisa akting tidak usah berpura-pura,"


'jleb'


QM: "Ah-ha-ha, APA KATAMU?! Dasar sepupu durhaka!"


MJ: "Kak, bagaimana penampilanku sekarang? Aku adalah seorang mahasiswa sekarang, hmm!"


QM: "Lalu? Kenapa? Apakah ada gadis yang kau sukai?"


Melihat pemuda di depanku dengan pipinya yang merona sungguh sangat lucu dan konyol. Walaupun dia menundukkan kepalanya, siapa yang tidak tahu reaksi seperti ini? Ha-ha-ha!


MJ: "Kak.. jangan bilang ke ibuku, jika dia tau aku tidak belajar dengan benar dan malah jadi seperti ini, aku bisa-bisa..."


QM: "Dasar bocah! Sudah tau begitu, masih juga dilakukan! Kuliahmu pasti baru masuk di bulan ini kan? Bagaimana bisa kau sudah menyukai seseorang?"


MJ: "Itu saat masa orientasi, dan kebetulan dia berada satu kelas denganku. Jadi,... tolong berikan pendapatmu, Kak! Kau punya selera yang bagus!"


QM: "Baiklah... kalau begitu perhatikan apa yang aku ucapkan."


MJ: "En, en!"


Ha-ha-ha, dia mengangguk-angguk seperti seekor domba, dasar bocah!


QM: "Kupikir penampilanmu... Em... Lumayan. Tapi, tampangmu itu terlalu terlihat imut. Jangan tunjukkan itu, itu mengurangi karismamu. Lalu, kalau kau mau terlihat olehnya, jadilah orang yang populer, kau multitalent kan? Gunakan itu. Dan yang paling penting! Hilangkan wajah cengar-cengir mu itu, kau terlibat bod*h."


MJ: "Oh! Jadi, harus terlihat galak ya, Kak?"


Sepertinya dia sangat bersemangat.. Dasar! Ha-ha-ha!


Eh, galak? Kenapa kesimpulannya jadi begitu?


Hah... terserah saja, sepertinya ini sudah waktunya kembali ke kantor.


QM: "Ya, atur saja ekspresi mu supaya tidak terlihat bod*h. Sekarang kau tinggal di mana? Bukankah kau baru saja tiba?"


MJ: "Aku baru tiba kemarin, dan sekarang masih menginap di hotel,"


QM: "Check-out saja dan pergi ke rumah ibuku, dia tahu lokasi universitas mu, jangan berkeliaran ke sana ke mari, kalau ada masalah hubungi aku saja."


MJ: "Baik, kak!"


QM: "Hmm, ya. Aku pergi dulu kalo begitu,"


Selama pembicaraan mereka berdua, Qi Mingxia dan Ming Jun.


Seseorang memergoki mereka melalui mobil yang ternyata terparkir demi seberang jalan.


***


Kantor JUN JIE Corp.


Jam 9 pagi,


Mingyu's POV


Si*l!


Aku benar-benar tidak bisa fokus.


Mingxia benar-benar tidak pulang sama sekali, sebenarnya ke mana wanita itu?!


Apakah seharusnya aku tidak berkata seperti kemarin? Lagipula sebenarnya dia hanya sekedar mengantar makanan!


Ibu juga menelpon akan berkunjung ke rumah besok lusa. Jika beliau tahu Mingxia tidak di rumah, apa yang harus kukatakan?!


Wanita itu sangat merepotkan!


'Tok, tok'


BR: "Bos, ada yang ingin saya sampaikan,"


LM: "Ya, masuklah."


BR: "Bos, maaf karena mungkin ini akan mencampuri urusan Anda. Tentang, nyonya ... sepertinya saya tahu sesuatu.."


LM: "Apa maksudmu?"


-Bersambung-


***


Halo, my luph readers...๐Ÿ˜Š


Maaf untuk kesekian kalinya๐Ÿ˜ž...


Penulis baru-baru ini memiliki jadwal yang ketat, sampai tidak bisa meluangkan waktu untuk menulis...


Tapi, tetap dukung aku yaa, dengan berikan tanda cinta dan komentar kalian!!๐Ÿ‰

__ADS_1


Jaga kesehatan untuk kalian semua!!


See yuu next episode!!


__ADS_2