Flash Marriage : My Nerd Husband

Flash Marriage : My Nerd Husband
Eps. 20. Sesuatu yang Berubah


__ADS_3

'Tok, tok'


BR: "Bos, ada yang ingin saya sampaikan,"


LM: "Ya, masuklah."


BR: "Bos, maaf karena mungkin ini akan mencampuri urusan Anda. Tentang, nyonya ... sepertinya saya tahu sesuatu.."


LM: "Apa maksudmu?"


...----------------...


12.15 PM


Kantor Mingxia


Hah.. Mingyue ini, dia meneleponku terlalu sering. Apa dia ada masalah?


Terserah mau dia ada masalah apa, itu juga bukan urusanku. Aku pikir aku memang agak emosional belakangan ini gara-gara laki-laki tak tahu terimakasih itu.


Bukankah ini pernikahan yang seharusnya dibutuhkan kedua belah pihak? Tapi kenapa aku yang seperti terlihat seperti satu-satunya yang berusaha memperbaiki hubungan. Menyebalkan.


'drrt... drrt...'


Sepertinya aku sampai bosan mendengar ponsel yang bergetar karena telpon laki-laki itu. Kira-kira hampir sekitar 5 kali sehari?


Mari kita lihat seberapa sabarnya dia, fufu...


Oh iya, apakah aku perlu menginap di hotel saja? Daripada khawatir akan berpapasan dengan ibu dan mengorbankan tidur pagi ku, lebih efektif jika memesan hotel di dekat sini.


'drrt...drrt...'


Mingyue lagi?


Aku melihat ponsel dengan malas.


Oh bukan, kali ini Yanyan.


'kluk'


QM : " Halo, babe"


YY : "Xixi!"


QM : "Ada apa? Kenapa kau berteriak?!"


YY : "Aku tidak tau bagaimana suamimu bisa tahu nomorku, dan sekarang dia menelponku berulang kali, seperti sedang mengintrogasi!"


QM : "Orang gila itu! Sekarang dia berani menyentuhmu!"


YY : "Em..Xixi, kupikir kau sebaiknya pulang dulu, dan luruskan kesalahpahaman kalian. Sepertinya dia sedang terdesak."


QM : "Hah..., jadi akhirnya seperti ini ya. Lagi-lagi aku yang harus mengalah..."


YY : "Tapi Xixi, suaranya terdengar sedih dan khawatir, coba kau temui dia, kau bilang dia kan yang mencintaimu lebih dulu, sepertinya dia bersungguh-sungguh. Aku jadi kasihan mendengar suaranya."


QM : "Oke..oke.., tenang saja. Biar aku yang urus. Maaf jadi merepotkanmu Yanyan."


(Andaikan Yanyan tau kemampuan pria itu dalam akting, bukankah sudah menjadi bintang terkenal?)


YY : "Ya, aku juga berharap kalian cepat-cepat berdamai, semangat Xixi!! Kau keren!"


QM : "Pfft,... Baiklah, kalau Yanyan ku sudah bilang begini aku bisa apa? Baiklah, thank yuu, bye"


YY : "Okeey, no biggiee!"


'kluk'


Panggilan telepon diakhiri


Huftt, Li Mingyue... aku sungguh tidak mengerti kau.


---Jam pulang kantor, 18.00---


Huwaa... Yah tidak masalah lembur jika semua pekerja jadi selesai.


Mari kita pulang.


Oiya, aku sebaiknya pulang ke rumah Li Mingyue.


Setelah memberhentikan taksi, aku bergegas pergi ke rumah itu.


---Mingxia sampai di Rumah Li Mingyue---

__ADS_1


Yah, seperti biasa dia belum pulang. Jadi, lampu rumah masih belum menyala.


Jadi, tentu saja aku masuk dan menyalakannya.


Dan, kondisi rumah ini, walaupun rasanya seperti biasa tapi, ada perasaan aneh. Aku yakin ini baru satu hari aku meninggalkan rumah ini, tapi...


Mengikuti naluriahku, secara otomatis aku pergi menuju dapur.


Dan,...


Benar saja! Ini sudah seperti rumah yang tidak diurus 3 hari!


Lihatlah, baju-baju kotor yang menumpuk ini! Cucian piring yang sama-sama menumpuk, tempat sampah penuh yang belum dibuang, dan lagi, bekas memasak tapi tidak dibersihkan! Dapur ini sungguh!


Padahal waktu pertama kali aku masuk ke rumah ini, tidak begitu bersih, namun juga tidak sekotor ini! Sebenarnya apa yang dilakukan Mingyu!


Aku juga bukan pembantu disini! Namun, melihat kekacauan ini, membuatku harus segera bertindak!


Yah, setidaknya lantainya bersih karena bantuan kesayanganku, robot pembersihku!!


Aku ingin memakan masakan rumah, jadi aku memesan bantuan pengiriman sayur dan bahan masakan secara online. Untung saja di jam segini masih buka. Selagi menunggu, aku akan membereskan kekacauan ini.


Memilah dan memasukkan baju ke mesin cuci dan mengatur pencucian, mencuci piring, membersihkan sisa masakan di kompor, mengelap meja makan, menata kulkas, dan kemudian mandi.


Pas sekali, selesai mandi, paketnya datang!


Yuhuu, mari kita memasak! Menu hari ini, sup ayam, oseng tahu, dan sayuran rebus.


Wah, sudah jam setengah 9? Cepat sekali waktu berlalu.


Tak sadar, ada mobil yang masuk ke garasi.


-Li Mingyue POV-


Satu jam sebelumnya,


Astaga, kenapa dengan wanita ini, apa dia begitu marah besar?...


Aku tau, sepertinya aku terlalu berlebihan. Dasar bodoh, memang hanya aku yang perlu disalahkan disini, ini murni kesalahanku.


Padahal dia hanya bermaksud baik. Sekarang bagaimana aku harus membujuknya, jika besok saat ibu datang dia tidak ada di rumah, aku harus menjawab apa?


Ditengah lamunan Li Mingyue, Sekretaris Bo menyapanya,


Mendengar Bo Ran menyinggung hal itu, membuat Li Mingyue yang sedang sensitif langsung melihat Sekretaris Bo dengan tatapan mata yang tajam. Begitu Menusuk.


BR : Hii... menyeramkan! Dasar Bo Ran b*doh seharusnya kau tidak menanyakan itu ...


Hah.. Baiklah, aku sebaiknya pulangnya saja, tidak efisien di kantor jika seperti ini.


LM : "Aku mau pulang, Sekretaris Bo juga pulanglah,"


BR : "Oh, baik. Bos! Hati-hati di jalan," (sambil membungkuk)


---Sampai di gerbang rumah---


Li Mingyue masuk menuju garasi, namun sepertinya ada yang berbeda.


Tunggu, lampunya? Apa aku lupa mematikannya tadi pagi? Tidak mungkin!


Segera aku turun dari mobil dan sedikit berharap dengan kepulangan wanita itu.


Tapi, semakin mendekat ke pintu, biasanya ada suara televisi kencang jika dia memang di rumah. Namun, ini terasa sepi.


Yah, mungkin aku memang lupa untuk mematikan lampunya tadi pagi. Walaupun masih ada setitik harapan agar Mingxia sudah kembali.


'ceklek'


Tunggu, rumah ini agak berbeda dari tadi pagi, ini ada sedikitpun aroma harum makanan?


Ya, sontak aku langsung berlari ke arah dapur. Aku bingung kenapa aku sekhawatir ini, tapi aku benar-benar berharap dia ada disini, sungguh memalukan.


'ctak'


'deg'


LM : "Mingxia?"


QM : "Huh?! Siapa!"


QM : "Oh, kau."


LM : "Kau.., sudah kembali... syukurlah, kenapa kau tidak mengangkat teleponku?"

__ADS_1


QM : "..."


LM : "Apakah kau masih marah?"


QM : "..."


LM : "Maafkan aku, aku minta maaf..."


QM : "..."


Sepertinya dia masih marah, apakah dia kembali karena terpaksa?


Hah, aku b*doh! Sekarang bagaimana aku harus minta maaf?


LM : "Mingxia, apa yang harus kulakukan supaya kau memaafkanku?.."


...


LM : "Xixi?..."


Aku berjalan lebih mendekatinya, wajahnya datar dan sedang fokus memasak.


Aku menundukkan kepala, harga diriku benar-benar hancur sekarang, dia satu-satunya wanita yang bisa aku dekati dengan normal, selain ibuku. Jika harus bercerai, itu akan sulit.


LM : "Xi-"


Aku tercengang, dia menolehkan kepalanya membelakangi wajahku, apa dia menangis?


Sekarang apa yang harus kulakukan?!


Dia mematikan kompor, mengusap wajahnya, sepertinya lebih ke air matanya.


QM : "Kenapa kau minta maaf?"


LM : "Aku salah, tolong berhenti menangis, okey?"


QM : "Salah kenapa?"


LM : "Tidak seharusnya aku bersikap seperti itu padamu, maafkan aku,"


QM : "Menangis pun juga tak boleh?"


LM : "A-apa? Bukan begitu maksudku,"


QM : "Bukankah aku sudah mengurus mu dengan baik?! Aku sudah memasakkan makanan tiap hari! Bersih-bersih rumah! Mencuci baju! Piring! Merawatmu saat sakit! Belanja kebutuhan! Dan bahkan itu semua menggunakan uangku! Aku tidak pernah meminta sepeserpun uangmu sejak kita menikah! Apa bahkan, pergi ke perusahaan tempatmu bekerja adalah kesalahan yang besar? Bahkan kamu membuang makanan yang sudah susah payah kubuat! Kau tega sekali! Walaupun kita hanya pasangan yang menikah tanpa cinta, kau pikir dengan begitu kau bisa memperlakukan ku seenakmu?! Kau pikir aku tak punya hati?! Aku berdiam diri bukan karena aku tidak berani, aku diam karena aku masih berusaha menghormati mu! Hiks, kau sungguh kejam!"


Aku tak tau dia memendam begitu banyak perasaan sendirian, apa aku sungguh orang yang tak tahu malu?


Aku bingung harus melakukan apa, akhirnya aku memeluknya.


Dia menangis tersedu-sedu, aku tidak tahan melihatnya.


LM : "Mingxia, maafkan aku, kau boleh memukulku kalau kau masih belum puas..."


...


'kruuyuk'


Eh, apakah itu suara perutku? Memalukan!!


...----------------...


...----------------...


...BERSAMBUNG...


...----------------...


...----------------...


Holaa, ma readers...


ini chapter yang sekian lama baru ku update, semoga di chapter ini kalian bisa menikmatinyaa ..🤓


Oiya jangan lupa mampir ke karya ku yang lainnya ya!🤭


- Teaching Romantic's Lesson for My Weird Husband? No Way! (Chat Story)


- Revenge System for My Beloved Wife (Novel)


- A Monster Man and The Fake Princess (Chat story)


See youu in the next chapter!! 🤗

__ADS_1


__ADS_2