Flash Marriage : My Nerd Husband

Flash Marriage : My Nerd Husband
Eps. 15. Perasaan Khawatir


__ADS_3

Yap, selesai. Baru saja ingin melangkah, ternyata pria itu, Li Mingyu sudah sampai di dapur?!


Dia jalan-jalan sampai ke sini dengan kondisi begitu?!


QM: "L-Li Mingyu? Kenapa kau... kenapa kau KE SINI?!


***


Aku benar-benar tak percaya dia datang kemari.


Apa dia lapar?


Aku sudah tidak bisa bersabar lagi dengannya! Apa dia akan mengajakku berkelahi?!


Anehnya, dia masih tetap diam berdiri di tempatnya dan tidak berbicara.


Aku sudah lelah memahaminya, jadi aku juga tidak akan repot-repot berpikir untuk berbicara dengannya,


QM: "Duduklah. Makan ini,"


Dia mengikuti perintahku dan duduk.


Aku menyodorkan bubur yang tadinya hendak kubawa untuknya.


Kemudian, aku juga mengambil makanan untukku sendiri. Wah! melihat masakanku yang terlihat enak ini, aku jadi tidak bisa menahan lapar lagi!


Jadi, aku duduk dan mulai melahap makananku. Tentu saja itu masih di meja yang sama dengan Li Mingyu. Tapi, tak masalah selama dia tak mengganggu.


-5 menit kemudian-


Makanan di depanku sudah hampir hilang separuhnya, tapi dia masih belum juga menyentuh makanan miliknya?!


Apa masakanku sebenarnya tidak enak?


Aku melihatnya masih diam dengan mata menatap bubur di depannya. Apa yang sebenarnya dipikirkannya?


***


Mingyu's POV


Saat ini, aku bingung ingin berkata apa. Pusing kepalaku semakin sakit.


Ini tidak biasanya terjadi. Biasanya saat sakit, itu akan berlangsung hanya setengah hari.


Dan lagi, wanita ini...


Sangat aneh, apa dia tidak lelah setiap hari seperti ini?


Melihat bubur di depanku, walaupun rasanya seenak apa pun. Aku tetap tidak selera makan.


Lalu, tubuhku juga tiba-tiba datang kemari tanpa kusadari. Jujur saja, melihat dia sepertinya marah dan membanting pintu sekeras itu, rasanya ada yang aneh.


Saat di kamar, aku bahkan hampir tidak sadar apa yang aku ketik, apalagi sepertinya Mingxia juga mengatakan sesuatu. Aku tidak mendengarnya saat itu, kepalaku sangat sakit.


Pekerjaanku juga sangat menumpuk, rencana proyek baru harus selesai minggu ini. Aku tak bisa mengabaikannya.


Melihat Mingxia lagi, sepertinya dia tidak semarah tadi. Apakah aku boleh pergi, kepalaku semakin pusing karena berjalan. Aku harus segera kembali.


Aku bahkan baru sadar, Fang Gui sepertinya sudah pulang.


Aku melangkah pergi dari meja,


Ukhh... sangat sakit.


Sepertinya, tanpa sadar aku memegangi kepalaku, sambil bertumpu pada kursi.


QM: "Li Mingyu? Kau baik-baik saja?"


QM: "Kau mau kemana? Makananmu belum kau makan,"


Mingxia seperti mengatakan sesuatu...


Aku tidak bisa mendengarnya dengan jelas...


Ukh... Sakit kepala sial*n!


Pandanganku mulai buram dan berputar-putar. Tubuhku juga semakin gemetar dan jantungku juga berdetak semakin cepat.


Aku tidak bisa mengontrol tubuhku lagi...


'Brukk!'


***


Mingxia's POV

__ADS_1


Astaga!!


Apa yang terjadi?!


Li Mingyu tiba-tiba pingsan! Apa...apa yang harus kulakukan?!


Aku sangat takut, sebenarnya orang ini kenapa bisa sampai seperti ini?!


Bukankah dia seharusnya baik-baik saja jika beristirahat?


Tunggu! Saat aku pulang dia sudah bekerja. Dari kapan dia melakukannya?!


Akh, dasar bod*h! Angkat saja terlebih dulu.


Aku mengangkat Li Mingyu sebisaku.


Walaupun aku berkata begitu, tapi kenyataannya bahkan membuat dia berdiri saja sangat susah!


Bagaimana aku bisa memindahkannya?!


Kepalanya pasti terbentur sangat keras, melihat cara jatuhnya yang juga mengenaskan! Akh... Apa yang harus kulakukan?


A-apa dia tidak masalah kalau aku menyeretnya?


Tapi mau bagaimana lagi? Aku tidak punya ide lagi!


Itu bahkan lebih baik daripada tidur di sini!


Ya, akhirnya aku menyeretnya sampai ke kamar tamu miliknya.


Aku berusaha sekuat tenaga untuk mengangkatnya ke kasur. Setelah lima menit, itu akhirnya berhasil. Aku memposisikan tubuhnya dan kemudian menyelimutinya.


Hah...hah...


Aku... sangat... lelah.. Ya Tuhan...


Aku berkeringat, sepertinya bau tubuhku semakin tidak karuan. Aku bahkan belum mandi tadi.


Aku mengambil termometer lagi, dan mengecek suhu tubuhnya.


Itu turun menjadi 38°c. Tapi itu masih panas!


Saat memegang tubuhnya tadi aku juga sudah merasakan bahwa tubuhnya masih panas.


Dan ini juga belum terlalu malam untuk memanggil dokter.


Karena aku tidak punya kenalan dokter, aku mencoba menghubungi Yan Yan.


Tuut. Tuut.


YY: "Halo? Mingxia! Sudah lama kau tak menghubungiku! Tega sekali kau!"


QM: "Hei Yan Yan. Apa kau ada kenalan dokter? Kalau ada cepat hubungi dia, aku sedang tidak bisa bercanda sekarang."


YY: "Astaga! Galak sekali suaramu! Lalu, Dokter? Aku punya banyak koneksi, tenang saja. Teman kuliah ku, Xu Yuzheng sekarang adalah dokter, mau aku hubungi dia?


QM: "Ya, ya hubungi dia. Lalu, minta dia datang ke alamat yang aku kirim padamu. Yan Yan, terima kasih ya."


YY: "Tunggu, apa alamat ini, alamat rumahmu? Siapa yang sakit? Kau sakit?"


QM: "Ya, itu alamat rumahku sekarang. Bukan aku yang sakit. Sudah cepat sana hubungi temanmu itu! Aku tutup dulu."


Hahh... untung saja ada...Yan Yan memang yang terbaik!


***


Yu Yan, di samping itu..


Yu Yan's POV


Astaga! Kenapa sebenarnya Xixi ini?!


Dia menelpon tiba-tiba, kemudian menutupnya juga tiba-tiba.


Setelah menikah, apakah seseorang bisa berubah seperti ini? Hikss!


Tapi aku jadi punya alamat rumah Xixi sekarang! Ha-ha-ha...


Padahal sebelumnya aku sering minta alamat rumahnya, tapi tidak pernah diberi tahu! Dasar pelit!


Aku memeriksa kontak teleponku, dan mencari nama Xu Yuzheng, kemudiannya meng-klik nya.


Tuut-Tuut.


Tuut-Tuut.

__ADS_1


Hmm...Lama sekali angkatnya. Apa dia sudah lupa dan tidak menganggapku teman??


XY: "Halo? Yu Yan?"


YY: "Ah! Halo, Yuzheng. Benar! Aku Yu Yan. Selamat malam, maaf ya mengganggu. Apa sekarang kau senggang? Temanku sedang membutuhkan dokter. Apa kau bisa datang, Yuzheng?"


XY: "Tentu saja. Aku sedang senggang malam ini. Katakan saja di mana alamatnya, aku akan datang ke sana."


YY: "Em... Yuzheng. Jangan langsung ke sana. Aku mau ikut ke sana juga. Kau bisa jemput aku sekalian? ... Oh, apakah merepotkan?"


XY: "Tidak, tidak masalah Yu Yan, aku akan menjemputmu. Alamat rumahmu masih yang dulu?


YY: "Ya, Ya masih sama. Terima kasih Yuzheng! Kau yang terbaik! He-he! Alamatnya akan ku kirim kepadamu!"


XY: "Oke, aku akan segera berangkat."


YY: "Kalau begitu aku tutup dulu, dahh..."


Tuut-


Okee, sudah beres! Aku mengirim pesan alamat Xixi ke Yuzheng. Dan saat aku membaca alamatnya... Astaga! Kenapa aku baru sadar! I-ini kan... alamat kawasan perumahan elit baru "JUNJIE"? Apakah Xixi tinggal di sana?


G*la!!


***


Mingxia's POV


Ukh... Lama sekali Yan Yan ini?


Aku duduk di kursi dekat kasur yang ditiduri Li Mingyu. Dia berkeringat banyak, jadi aku menyekanya.


Melihat seseorang seperti ini, aku jadi tidak tega. Padahal inginnya aku memarahinya, tapi aku tidak sanggup.


Pria aneh dan sombong ini, jika tidak ada aku bagaimana nasibnya, huh!


Aku menyentuh dahinya, ukh... itu benar-benar panas.


Aku pergi ke dapur untuk membuat teh hangat dan membawakan bubur, serta menuangkan air putih untuknya.


Aku kembali lagi. Dia masih belum sadar juga, apa aku harus membangunkannya supaya dia minum dan makan dulu?


Huft, tubuhnya saja kurus seperti ini, masih juga memaksa bekerja saat sakit. Dan, yang paling menjengkelkan adalah ponselnya yang tidak berhenti berdering daritadi!


Aku sudah mengirim pesan bahwa Li Mingyu sedang sakit. Tapi kenapa seluruh karyawan seperti menghubunginya?! Apa dia satu-satunya orang yang bertanggung jawab?!


Tapi, kalau dipikir-pikir aku tidak tau detail pekerjaan Li Mingyu ini. Dia bekerja di mana, sebagai apa, jabatan apa yang dipegangnya, dan yang paling penting, berapa gajinya?!


Sungguh ironis!


'Ting-Tong.'


Oh, bel rumah berbunyi. Sepertinya, dokter sudah datang.


Aku bergegas menuju pintu depan dan melihat dari kamera gerbang siapa yang datang.


Sebuah mobil?


Kemudian, tak lama ponselku berdering. Itu dari Yan Yan, aku mengangkatnya.


QM: "Halo, Yan Yan?"


YY: "Xixi, aku dan dokter sudah sampai di depan. Ini benar rumahmu kan?"


QM: "Iya benar, apakah itu mobil dengan plat * *** **?"


YY: " Ya, benar! Izinkan kami masuk!"


QM: "Oke, oke. Astaga, ternyata kau juga ikut, dasar anak kurang kerjaan!"


Setelah menutup telepon, aku menekan tombol yang berfungsi membuka gerbang, kemudian aku keluar dari rumah dan menyapa mereka.


Setelah turun dari mobil, Yan Yan langsung berlari menghampiriku, dan menyapa dengan keras!


YY: "Wah! Xixi, aku tidak percaya rumahmu sebesar ini! Hebat sekali suamimu!"


QM: "Ah, tentu saja. Ha-ha. Jangan berteriak-teriak di sini, ayo cepat masuk. Em... Dokter ..."


XY: "Xu Yuzheng, Nyonya Li"


QM: "Ah, iya Dokter Xu. Ha-ha, tidak perlu sungkan. Mari masuk."


Kemudian, kami berjalan masuk bersama. Aku menyuruh Yan Yan untuk menunggu di ruang TV, sedangkan dokter dan aku masuk ke kamar Li Mingyu untuk memeriksa keadaannya.


-Bersambung-

__ADS_1


__ADS_2