
QM :"Sekarang, dan selama pernikahan ini, aku sedang mencoba sekeras mungkin untuk mempercayaimu. Dan, apakah kau mau mencoba mempercayaiku, Li Mingyue -ge?"
LM :"Aku..., akan kucoba"
QM :"Ya, baguslah.. Sekarang giliranmu,"
...
LM :"Nanti aku akan menceritakannya,"
LM :"Film nya sudah selesai, mari tidur."
Dia masih saja menghindari pertanyaanku. Sebenarnya aku tidak berniat untuk memaksanya, tapi jika dia seperti ini... Bukankah berarti ini informasi penting untukku?
Li Mingyue dengan segera mematikan film dan mulai bergegas pergi keluar ruang TV, ya sebut saja area keluarga.
QM :"Aku masih menantikan jawabanmu,"
Setelah mengatakan itu dengan mimik muka datar dan wajah kecewa, Mingxia pergi keluar mengikuti Mingyue dengan mendahuluinya. menuju kamar tidur.
Tentu saja dirinya kecewa, bagi Mingxia cerita yang baru saja disampaikannya itu juga merupakan rahasia penting baginya. Mendengar Mingyue mengalihkan topik membuat perasaan kecewa dan sedih menyerbunya kembali.
Setelah ritual mandi, Mingxia telah selesai duluan dan menunggu Mingyue di ranjang dengan raut wajah yang kecewa. Dirinya masih saja terus memikirkan sesuatu.
Tak beberapa lama, sosok Li Mingyue datang dan berjalan dengan wajah penuh kecemasan, entah apa yang dipikirkannya.
Dengan perlahan memasuki kamar dan kemudian berbaring, tentu saja mereka berdua bersebelahan.
Keheningan menyerbu, mereka berdua dalam perang batin masing-masing. Dalam sunyi Mingxia akhirnya membuka mulut,
QM : "Sudah tenang?"
LM : "Huh?"
QM :"Apa aku menanyakan hal yang sulit?"
QM :"Kau tau maksudku menanyakan ini?"
LM : "..."
Tentu saja, Li Mingyue tahu dengan jelas maksud istrinya itu. Namun,...
QM :"Agar kita bisa saling memahami... Aku ingat kau bilang tidak akan ada perasaan satu sama lain di antara kita."
Mingyue yang mendengar nada bicara Mingxia mulai menyendu dan serius, menolehkan kepalanya.
QM : "Maafkan aku..."
LM : "Maaf? Untuk apa?"
QM :"Ya, aku butuh waktu untuk menyadari dan mengatur perasaanku, tapi pada akhirnya inilah kesimpulan ku,"
Apa maksud wanita ini?
LM :"..."
QM :"Aku sepertinya menyukaimu..."
Dengan cepat setelah Mingxia selesai mengatakan kata "suka", mata Li Mingyue terbelalak. Jantungnya secara otomatis berdegup kencang.
LM :"..."
...
Masih hening...
QM :"Tunggu, jangan salah paham...Seperti kesepakatan awal, aku tidak mengharap cinta darimu, tidak juga membutuhkan uang, atau yang lainnya. Aku hanya butuh status ini dan perasaan yang tersampaikan padamu, kuharap kau tau aku memiliki perasaan ini padamu sehingga kau tak salah paham."
QM: " Dan... Tolong jangan membenciku,.. Aku bertanya padamu tentang masa lalu mu, yang mungkin terlalu memaksa. Jika kau belum mempercayaiku, tidak masalah, aku akan menunggu. Lagipula aku lumayan ahli dalam menunggu, hmm.. Hahaha..."
LM: "..."
Setelah mengatakan itu, tanpa berpanjang lebar Mingxia menarik selimut dan berusaha untuk tidur.
Li Mingyue masih terduduk diam di kasur dengan kepala tertunduk.
Perasaannya getir, mendengar pengakuan suka dari Mingxia.
Biasanya dirinya mendengar pengakuan seorang gadis atau wanita dengan menggebu-gebu. Namun, wanita disampingnya, entah bagaimana mengatakannya dengan tenang dan pasrah.
Apakah dia takut aku akan membencinya?
Rasa bersalah menghantamnya, dia sendiri yang bilang bahwa dia tidak suka dengan wanita, oleh karena nya, Mingxia bertindak seperti ini.
Menolehkan pandangannya ke Mingxia, wanita itu telah terkubur dalam selimut.
Apakah hubungan ini akan menjadi canggung?
Setelah beberapa keheningan yang berlalu dalam kamar tersebut, akhirnya Mingyue menjawab dengan pelan. Dirinya tidak peduli, apakah Mingxia mendengarkan atau tidak. Dia hanya ingin mengutarakannya.
LM: ".. begitu ya.."
QM : "..."
__ADS_1
LM: " Coba saja... aku tidak masalah dengan itu, terserah, bukan hakku mengatur jalannya perasaanmu. Tapi, seperti yang kubilang di awal.. Jangan mengharapkan cinta dariku, itu hanya akan menyakitimu."
QM: "..."
LM : "... Aku akan berusaha berkompromi denganmu, tapi kamu tau sendiri bahwa aku orang yang tidak peka dan tidak romantis. Karena itu..."
LM: ".. Tolong bersabarlah.."
Kalimat terakhirnya sangat lirih, entah Mingxia mendengar atau tidak.
Namun, selang beberapa saat..
Mingxia yang terlihat tertidur pulas memunggungi, tiba-tiba meraih Li Mingyue dan memeluknya dari belakang. Tangan kecilnya melingkari tubuh dan kedua tangan Li Mingyue.
Merasa kaget, tubuh Li Mingyue merinding.
LM: "... Tolong lepaskan ini,"
QM: " .. Tidak, ga mau. Katanya kau akan berkompromi,"
QM: "... Kau juga pernah memelukku tanpa izin, kenapa aku tidak?"
LM: "... Kenapa kamu seperti anak kecil?"
QM: "... Semua orang yang sedang jatuh cinta itu bodoh,"
LM: ".. Kamu juga?"
QM: "... Mungkin aku mulai tertular.. Jangan bergerak,"
QM: "...Bagaimana agar kau percaya padaku?"
LM: ".. Entahlah.."
QM: ".. Keahlianku hanyalah, bekerja, memasak, dan bersih-bersih.."
LM: ".. Itu sudah cukup,"
QM: "... Bohong"
Mingxia yang kesal dengan jawaban Mingyue, melepas pelukannya dan kembali tidur ke tempatnya semula. Dengan mengucapkan kalimat terakhir nya,
QM: "... Ingat bahwa aku menyukaimu, Li Mingyue-ge.."
Yang diakhiri dengan senyuman manis Mingxia.
***
Kami bekerja seperti biasa setelah pengakuan hari itu, itu dua hari yang lalu. Untungnya tidak ada permasalahan apapun yang muncul, aku lega dan Mingyue juga tidak terlalu terganggu.
Pagi ini aku juga membuatkan bekal makan siang menggunakan kotak makan baru dengan tempat yang lebih luas sehingga dia bisa makan banyak. Dia harus menambah berat badan!
***
Sekretaris Bo seperti biasa, menatap lapar bos nya menyantap bekal dari istrinya. Bahkan sekarang ada tambahan catatan ketika dia membukanya.
[Kali ini juga harus habis ya, Sa-yang!]
Hiks! Bos! Anda terlalu beruntung!
Sumber : pinterest.com
Sekretaris Bo masih menatap bosnya yang sedang makan.
BR : " Bos, apakah nyonya juga membuka jasa katering? Jika bisa aku ingin pesan juga.."
Seketika mendengar ungkapan Sekretaris Bo, Mingyue menatapnya tajam,
LM: "Pergilah makan,"
Akhirnya Sekretaris Bo pergi dengan mata terisak!
Sungguh, Li Mingyue sangat pelit!
***
Rumah Li Mingyue dan Qi Mingxia
Pukul 21.17
Suara mobil baru saja terdengar memasuki kediaman yang terlihat mewah milik dua pasangan itu.
Mingxia yang biasanya ketiduran di sofa, kini sedang sibuk di dapur lengkap dengan headphone di telinganya. Musik yang sedang dimainkannya sangat keras, hingga tidak sadar bahwa suaminya sudah di depan pintu rumah.
Sambil bersenandung dengan keras, Mingxia dengan lihai memotong-motong buah dihadapannya.
QM :"Hei you!! Lihatlah, apa kau pantas memilikiku~"
QM :"Lihatlah! Hmm~ Kini aku sudah di depanmu~"
Di sisi lain, Mingyue sedikit heran. Tumben sekali suara TV nya tidak terdengar. Namun, begitu membuka pintu rumah...
__ADS_1
Ya, suara wanita yang bernyanyi mengisi kekosongan rumah itu. Wanita itu berada di dapur, namun suaranya bahkan sampai ke ruang TV.
Entah kenapa, Li Mingyue menjadi sedikit lega.
Namun, alih-alih menengok istrinya itu, Mingyue langsung menuju kamarnya, mengganti baju dan bersiap untuk makan malam.
Semakin dirinya mendekat ke dapur, selain suara Mingxia yang semakin keras, dirinya mencium wangi segar buah. Itu membuat semakin mempercepat langkahnya ke dapur.
Sampai di dapur, Mingyu telah melihat istrinya itu menyanyi tanpa peduli sekitar, dan dengan seluruh penjiwaannya pada lagunya.
Sebenarnya seberapa keras volume musiknya?!
'tuk, tuk'
Mingyue mengetukkan jari-jarinya beberapa kali, tapi tidak ada tanggapan dari Mingxia.
QM :"Ya! Memangnya kau siapaa~ Hu u u~"
Selesai memotong buah, Mingxia bergegas menuju wastafel untuk mencuci tangan.
Dirinya masih belum sadar ada seseorang yang memandanginya.
Namun, seketika Mingxia merasa janggal, dan menolehkan pandangannya.
KYAAA!!!
Tubuhnya bergetar merinding seketika! Jantungnya berdegup kencang!
Ya, itu gara-gara Li Mingyue. Mendengar teriakan Mingxia, Mingyue meringis..
QM :"Ahh! Hah! Kau!"
QM :"Kenapa kau berdiri diam disana?!"
LM :"Bukannya seharusnya kamu senang aku sudah pulang?"
QM :"Walaupun aku menyukaimu, jika kejutan mu seperti ini, sebelum senang sepertinya aku akan akan pingsan lebih dulu!"
LM :"Pfft!"
QM :"(merona)"
Ckk! Kenapa dia sangat tampan, Ya Tuhan!
QM :"Sedang apa kau disitu? Jika ingin makan, ayo bantu istrimu ini!"
LM :"Baik, istri,"
Ugh! Apa sih! Apa dia sedang menggodaku!
Melihat apa yang telah dibuat oleh Mingxia, Mingyue kemudian terheran.
LM :"Untuk apa membuat sate buah malam-malam begini?"
QM :"Kenapa masih bertanya? Tentu saja untuk dimakan,"
LM :"Oh, benar."
Li Mingyue tidak habis pikir dengan jawaban istrinya. Itu membuatnya tak bisa berkata-kata lagi.
Yah, terserah saja.
QM :"Aku tau kau belakangan ini mencari cemilan kan?"
LM :"Huh?"
QM :"Makaron dan biskuit di kulkas, setiap hari berkurang. Kau pikir aku tak tahu itu?"
LM :"Kamu marah?"
QM :"Marah? Daripada kesal, aku lebih memilih untuk mencari tahu penyebabnya?"
QM :"Kau selalu begadang, dan jika makan makanan manis terus itu tidak baik. Bukankah buah lebih mudah dicerna?"
LM :"Jadi, ini untukku?"
QM :"Untukku juga. Pokoknya, jangan khawatir soal makanan. Dan juga, kalau kau bosan dengan masakannya bilang saja, kau ingin makan apa, aku akan buatkan."
LM :"Wah, istriku terlalu mengesankan..hahaha"
QM :"Hei! Kau menggodaku lagi! (merona)"
...
QM :"Hei.., Mingyue-ge. Apa makanan kesukaanmu?"
...****************...
...****************...
...-BERSAMBUNG-...
...****************...
__ADS_1
...****************...
...See youu🤗...