Flash Marriage : My Nerd Husband

Flash Marriage : My Nerd Husband
Eps. 6. Pernikahan


__ADS_3

Setelah hari itu, aku menjalani hari-hariku seperti biasa, setelah memberikan semua informasi tentang persiapan pernikahan yang aku pilih pada pria sial*n itu. Dan benar saja Mingyu melakukan semua yang kurang dalam persiapan pernikahan. Dia juga menambahkan menu makanan, mengurus undangan, dan tentu saja dia tidak lupa dengan foto prewedding kami, itu juga karena desakan dari ibunya, haha.


Dan tidak terasa sudah memasuki bulan November, serta tiba saatnya pernikahan kami. Aku bangun pagi-pagi sekali untuk didandani sebagai mempelai wanita. Ibuku menunggu dan melihatku dirias dari awal sampai akhir. Padahal ibu sendiri juga akan dirias nanti. Oh iya, aku sedang dirias di salah satu kamar yang aku pesan sebelumnya di hotel, untuk memudahkan diriku supaya tidak jauh-jauh saat pergi nanti. Dan sepertinya Li Mingyu juga melakukannya heh, karena ibu bilang dia bertemu dengan ibu mertua di hotel ini.


Ya, sekarang, waktu pernikahan pun dimulai. Seperti pasangan pernikahan pada umumnya, kami mengucapkan janji suci pernikahan dibimbing oleh orang yang biasa menangani pernikahan. Prosesi pernikahan kami tidak memiliki banyak runtutan ritual, hanya menggelar pesta pernikahan untuk memberitahu sanak saudara dan teman-teman itu saja.


Setelah upacara pernikahan selesai, kami, aku dan Mingyu, diperbolehkan untuk menyapa para tamu undangan. Aku berkunjung ke meja sanak keluargaku, mereka berkata sangat lega karena diriku telah menikah, umumnya sangat sulit apabila seseorang mencari pasangan di umur hampir menginjak 30 tahun. Para sepupuku juga ada yang hampir seumuran denganku, bedanya dia lebih muda, namun tetap saja ibunya mendesaknya agar cepat-cepat menikah, dan sepertinya bibiku itu akan meniru gaya perjodohan seperti ibuku. Ha-ha, aku hanya bisa tertawa datar.


Setelah itu aku pergi, dan menuju meja selanjutnya, yaitu teman-temanku mulai dari SD sampai menjadi Mahasiswa, ditambah rekan-rekan kerjaku, semuanya adalah teman - teman yang namanya masih kuingat. Kalau kalian bertanya apakah aku mengundang mantanku, tentu saja TIDAK! Lagi pula siapa yang sudi melihat wajahnya!


Setelah berbincang cukup lama, Yanyan memberitahuku bahwa Li Mingyu sedang berjalan ke arah sini. Ya, aku tidak kaget lagi dengan skill sandiwaranya.


Teman : "Xixi! Bagaimana kau bisa bertemu pria tampan sepertinya, hah?"


Teman : "Hei, yang penting itu, bagaimana kau bisa membujuk pria kaya itu, sekarang sangat jarang orang yang sudah sukses dan mapan di umurnya ini kan?"


Teman : "Dasar aneh, percuma semua hal itu kalau dia tidak mencintai kalian tau!? Yang terpenting adalah cinta, lihat sekarang, mempelai pria sedang menuju ke sini untuk membawa pergi pasangannya, bukankah sangat romantis..."


YY : " Bukankah Xixi ku ini sangat ahli, iya kan? Tidak disangka menyembunyikan kiat - kiat mencari pasangan tampan dan sukses!"


Haha, kalian ahli cinta sejati ya.. Kiat - kiat? Cinta? Halo, para nona, mendapat pria seperti ini, adalah bagaikan surga dan neraka secara bersamaan! Untung dia masih punya wajah tampan dan uang untuk dilihat, dari keseluruhan tingkah lakunya yang sangat luar biasa itu! Aku benar-benar ingin menangis...


Li Mingyu sampai di meja kami, dan menyapa para temanku yang hampir seluruhnya wanita, sapaan itu sangat singkat, dan dia segera memberi kode padaku untuk pergi dari sana. Setelah itu, dia mengenalkanku pada sanak saudaranya, begitu juga aku.


Akhirnya, setelah ber jam - jam menghadapi tekanan dimana-mana.


Selesai.


Acara pernikahannya sudah selesai, aku dan Mingyu pergi menuju rumah baruku, ya, itu rumahnya si Li Mingyu. Setelah perjalanan yang tidak terlalu lama itu, kami sampai di rumahnya.


Wah, rumahnya besar juga, sangat artistik! Ya tidak dipungkiri, karena dia adalah seorang kontraktor.


Kami turun dari mobil, kemudian menuju pintu depan rumah, Li Mingyu membuka pintu. Saat masuk, wahh!! Benar-benar hebat! Apakah dia yang mendesign rumahnya sendiri? Tapi aku merasa rumah ini sedikit sepi dan suram, apakah karena dia jarang di rumah? Memangnya dia akan bekerja sepanjang hari?

__ADS_1


Aku akan bertanya padanya, serta mencoba menggodanya, hehe!


QM : "Yu-ge ~, rumahmu lumayan bagus, tapi sedikit suram, apakah kau bekerja terlalu sering sampai melupakan rumahmu.."


Oh, dia diam saja??


LM : " ..."


Ha, dia tak menjawab! Beraninya!


QM : "Sayang~, kenapa tak menjawab? Oh kalau begitu di mana kamar kita?"


LM : "Kita?! Cukup, jangan main-main! Pergilah ke kamar atas!"


"Deg"


QM : "A-ah, Iya iya."


Hahh, aku merinding! Kenapa dia tiba-tiba marah seperti itu, aku kan hanya bercanda. Bukankah dia tau, aku tak mungkin benar-benar jatuh cinta padanya!


Aku adalah wanita yang tidak pernah dibentak sekalipun oleh laki-laki selama ini! Bahkan almarhum ayahku tidak pernah memarahiku! Lihat saja nanti!


***


Aku sudah sampai di depan pintu kamar, dan kubuka pintu itu. Hmm... lumayan juga. Aku akan menambahkan beberapa aksesoris lagi.


Mungkin karena sangat lelah, kasur yang empuk itu terasa sangat nyaman, dan membuat mataku tak kuasa menahan kantuk, jadi ku putuskan tidur, oh tentu saja aku sudah mandi dan berganti pakaian.


Keesokan paginya,


Huahhh.. aku masih sangat lelah. Untung saja ada cuti tiga hari setelah menikah.


Tapi kuputuskan untuk bangkit dari tempat tidur, dan turun menuju dapur.

__ADS_1


Sangat sepi, apa pria sial*n itu sudah pergi? Memangnya dia tidak diberi cuti? Apakah perusahaannya memang begitu kejam?! Apa jangan-jangan dia menghindari aku? Kalo dipikir-pikir bisa saja, karena dia orang yang aneh!


Aku melihat jam, dan sudah pukul 9 pagi. Dan perutku masih keroncongan.


Aku melihat isi kulkas, dan hanya menemukan air putih, susu, dan soda?! Bahkan buah pun tak ada! Jadi, selama ini dia makan apa?


Karena saat ini aku sedang mood untuk memasak, jadi aku segera mandi, ganti baju, dandan, dan siap pergi ke pasar! Oh mungkin aku juga akan berbelanja sedikit di mall.


Sampai pasar aku segera memilih bahan makanan dan sayur mayur, serta banyak bumbu masak, karena kupikir pasti pria gi*a itu tak punya garam!


Selesai, dan kemudian aku berlanjut menuju mall. Sebelumnya aku sudah menitipkan barang - barang ku ditempat penitipan sebelum masuk ke mall, semoga saja tidak jadi layu.


Dengan begitu, aku bergegas menuju di bagian peralatan dapur, bahan makanan, dan alat rumah tangga. Karena rumah Li Mingyu terlalu 'bersih'! Jadi aku berencana menambahkan hiasan interior, dan, Oh aku ingat akan membeli alat kebersihan juga, karena kemarin aku melihat banyak vas bunga dan barang - barang yang lainnya berdebu! Apakah dia tidak memiliki pengurus rumah untuk tempat tinggal sebesar itu!


Hei~ tenang saja, aku masih memiliki sisa uang yang diberikan pria itu padaku, dan aku akan menggunakannya juga demi kepentingan dirinya..


Setelah banyak sekali barang yang kubeli itu, aku sangat bingung bagaimana membawanya! Apakah ada pengiriman dari pihak mall? Semoga saja ada!


Aku pergi ke kasir dan akan membayar, oh jangan lupa antre. Setelah selesai melakukan pembayaran, mendaftarkan pengiriman barang ke alamat rumahku sekarang, ya jelas, maksudnya itu rumah Li Mingyu.


Baru berjalan beberapa langkah, aku seperti melihat orang yang familiar.


Dia berjalan sendiri, dengan pakaian kasual. Dia menunduk dengan kacamata hitam dan tengah memainkan ponsel jadi aku tidak terlalu melihat jelas wajahnya, namun aku yakin aku kenal dengannya.


Aku mencoba berjalan mendekatinya, supaya bisa melihat wajahnya, tapi karena suasana mall yang ramai, aku malah tidak sengaja menabraknya, dan itu cukup membuat bahuku sakit ...


Pria, ya, orang yang familiar itu adalah seorang pria, dia menangkap ku yang hampir saja tersungkur, kemudian aku menatap wajahnya, tentu saja aku masih belum mengenali wajahnya.


Tiba - tiba pria itu menatapku seperti tercengang, dan juga memelukku spontan! Aku yang merasa tidak nyaman mencoba melepaskan diri. Tentu saja! Siapa yang tidak begitu tiba-tiba dipeluk oleh orang tak dikenal!


* Pria yang bersama Qi Mingxia bernama Yi Zian, author akan menyingkatnya menjadi YZ.


YZ : "Xixi.. ini aku.. Zian.."

__ADS_1


Dia berkata dengan pelan dan terasa lemas. Em, tunggu dulu, dia bilang Zian?


__ADS_2