
Aku berteriak sangat keras!!
Dan kemudian, aku sadar dengan jelas bahwa sebenarnya kita tidak berhadapan saat itu. Hanya Li Mingyu yang meringkuk di belakang punggungku.
Sebenarnya orang ini kenapa?!
Ini kasurku, dan sebenarnya aku hanya menempati sebagian kecil untuk tubuhku di tepi kasur, dan sisanya dapat digunakan Li Mingyu! Tapi, kenapa dia juga masih tidur menempel padaku!
Teriakan keras milikku masih tak membuatnya bergerak. Akhirnya aku bangun dari kasur dan melihat ke ranjang lagi.
Apakah dia tertidur sangat pulas, sampai teriakan yang bahkan menggema di seluruh rumah pun tidak ia dengar?!
Atau! Jangan-jangan perkataan bahwa dia tidak suka wanita itu hanya omong kosong?
Tunggu, aku merasa seperti orang bodoh di sini. Pria mana yang tidak tergoda dengan wanita? Kecuali dia gay!
Hii.. tubuhku masih merinding gara-gara dia!
Aku mendekatinya dan beberapa kali memanggilnya. Tapi tidak ada jawaban?
Hah! Tidak mungkin kan...
Aku sedikit panik dan dengan cepat memeriksa pernapasannya. Huft.. Untungnya dia masih bernapas! Ku kira dia...
Kuamati dia sekali lagi, dan ternyata wajahnya sangat pucat. Yah, mau tidak mau aku mengecek suhu di dahinya.
Uh.. benar. Dia demam. Suhu seluruh tubuhnya panas.
Aku turun ke lantai bawah untuk mengambil termometer dan kompres penurun panas, tentunya itu plester kompres yang praktis. Aku tau dia menyediakan nya karena beberapa hari ini, aku sepertinya sangat akrab dengan kotak P3K.. sungguh menyedihkan. Belum lagi luka lecet beberapa hari lalu, sebenarnya masih sedikit sakit.
Sebelum naik lagi, aku melihat pintu kamar Li Mingyu yang sebenarnya sekarang sedang ditempati orang lain.
Pintunya masih tertutup. Mungkin orang itu masih tidur. Tidak mengherankan karena mereka berdua sampai di sini sekitar tengah malam, dan bahkan sampai membuat Li Mingyu sakit seperti ini.
Tapi bagaimana Li Mingyu bisa sakit? Apa dia memiliki masalah di perusahaan sehingga pikirannya sangat kalut dan ditambah rasa lelah yang menumpuk??
Ah.. terserah, apa pun itu, tidak mungkin aku membiarkannya seperti itu. Setelah beberapa detik lamunan itu, akhirnya aku memutuskan untuk menuju ke dapur terlebih dahulu dan memasak bubur.
Astaga.. cucian piring menumpuk! sepertinya Li Mingyu tidak mencuci piring kemarin. Dasarr...
Bahan makanan di kulkas sepertinya juga sudah hampir habis. Ditambah sekarang ada dua laki-laki aneh di rumah ini! Huft... Sepertinya pekerjaanku hari ini berlipat ganda.
Sebenarnya aku ingin membereskan dapur terlebih dulu, namun kupikir lebih baik naik ke atas dan mengecek suhu tubuh Li Mingyu dengan serta air putih di tanganku, agar saat kembali dari dapur aku bisa langsung mengetahui suhunya. Tentu saja sebelum naik ke kamar aku menanak beras untuk bubur.
Setelah sampai di pintu depan kamar, aku membuka pintu dan tentu saja kondisinya masih sama seperti sebelumnya. Li Mingyu masih dengan posisi yang sama.
Kupikir dengan menaikkan suhu AC nya akan lebih baik. Jadi aku menaikkannya sampai suhu 27 derajat. Menurutku itu sudah cukup hangat.
Aku mendekati pria itu, dan menggoyang-goyangkannya agar dia bangun.
QM: "Li Mingyu...Hei, bangunlah!"
Aku harus mengulangi nya sampai tiga kali sampai dia benar-benar bangun.
Aku sadar bahwa raut wajahnya sangat buruk. Jadi, untuk mempercepat, aku langsung memasukkan termometer itu ke dalam mulutnya.
LM:"Hoek! Ohok.. ohok!"
LM:"Ap-apa yang kau lakukan!"
Uh.. suaranya bahkan serak.. Sepertinya aku terlalu dalam memasukkannya, sampai dia tersedak seperti itu... maaf...
__ADS_1
QM: "Oh! Maaf! Aku benar-benar tidak bermaksud begitu hehe,"
QM: "Ukur suhu tubuhmu, sepertinya kau demam. Apa kau pusing? Tidak perlu duduk, berbaring saja."
Dia tidak menjawab dengan benar, hanya patuh memasukkan termometer ke mulutnya, dan menjawab pertanyaanku dengan kata 'hmm', kemudian berbaring.
Ternyata termometernya berbunyi lebih cepat dari yang kuduga, jadi aku mengambil dan mengecek suhunya, itu 39,5 derajat celsius. Suhu yang cukup tinggi, jadi dia benar-benar sakit.
Setelah itu, aku menempelkan plester demam ke dahinya. Tiba-tiba dia membuka matanya, saat aku baru menyilahkan rambutnya dan itu membuatku kaget! Tentu saja, aku melakukan ini agar aku bisa menempelkan plester.
Dia menatapku dengan kosong, melihat sekeliling dan kemudian menutup mata kembali. Kurasa, dia masih belum sadar, kalau dia sadar pasti tanganku akan melayang sebelum sempat menyentuhnya, kasihan sekali. Orang seperti nya bisa begini juga ternyata.
QM: "Li Mingyu, apa kita perlu ke rumah sakit?"
Masih tidak ada jawaban. Huftt... astagaa...
Meladeni orang ini akan membuat energiku terkuras.
QM: "Oke kalau begitu, tidurlah."
Akhirnya, aku turun kembali ke dapur. Menyiapkan bubur yang tadi aku buat, sekaligus menyiapkan sarapan dengan bahan seadanya. Yah, walaupun aku tidak yakin apakah akan ada yang memakan ini.
Oh dan juga, membereskan kekacauan di dapur!
Kemudian, naik ke atas lagi untuk menghidangkan bubur untuk Li Mingyu.
QM: "Li Mingyu, sempatkan untuk makan walau sedikit. Hanya ada bubur, makan sebelum dingin. Setelah itu minumlah obatnya, obat ini hanya sementara."
LM: "..."
Dia masih tidak menjawab?! Ha..Sudahlah.
Aku mengecek jam, dan ternyata, ini sudah hampir jam tujuh. Jadi, aku harus bersiap mandi dan berangkat kerja.
Sudah berapa kali aku naik-turun tangga?
20 Menit kemudian,
Aku sudah bersiap untuk berangkat. Tapi, apakah mereka berdua baik-baik saja bila ku tinggal? Terlebih Li Mingyu sedang sakit.
Sebenarnya, yang paling parah adalah... kenapa pria asing itu tak kunjung bangun! Kalau dia sudah bangun, kan aku bisa meminta bantuannya untuk menjaga 'suamiku tercintah'!
Jujur saja aku mengatakan itu dengan sedikit kesal!
Dan untuk berjaga-jaga aku meletakkan catatan di dapur, ruang TV, pintu kamar Li Mingyu, dan pintu kamarku. Itu permintaan tolong ku pada teman Li Mingyu, supaya menjaganya hehe!
Kalau sudah begini kan, aku jadi bisa berangkat dengan tenang. Hahaha! Sebenarnya aku juga geli!
***
Fang Gui's POV
Astaga... kepalaku... sakit... Sepertinya, aku benar-benar mabuk semalam. Sekarang, di mana ini?
Aku melihat-melihat seluruh kamar, dan tampak tak asing dengan ini.
Tu-tunggu! Ini kamar Mingyu? Akh! Aku benar-benar tidak ingat kejadian semalam.
Setelah.. Su Rong..
Dasar wanita jal*ng! Bagaimana bisa!
__ADS_1
Aku meneguk air yang ada di meja, kemudian berjalan keluar. Aku tak percaya bahwa aku akan bangun sesiang ini, jarum jam pendek menunjuk angka 9, itu lebih 15 menit.
Kemudian, aku keluar kamar. Saat menutup pintu.. ada sebuah catatan?
"Tuan, aku ingin meminta bantuan Anda agar menjaga suamiku, sepertinya dia sedang sakit. Tolong periksa keadaannya, dia ada di kamar lantai atas. Karena dia 'sangat rapuh' saat ini. Sebenarnya aku tidak tega meninggalkan nya sendirian, untung saja ada Tuan, jadi kumohon jaga dia dengan baik ya, Tuan."
Terima kasih'
Catatan untuk menjaga Mingyu? Apakah ini dari istrinya?
Benar juga, semenjak pernikahan nya, aku belum pernah bertemu dengan istri Mingyu.
Lantai atas ya? Okee, aku juga ingin melihat Li Mingyu yang 'sangat rapuh'!
Berjalan ke lantai dua, kemudian aku menemukan lagi catatan di pintunya.
"Tuan, sekali lagi, aku minta tolong ya. Jaga 'suamiku tercintah' ini. Kalau keadaanya memburuk, tolong panggilkan dokter. Aku juga sudah menyiapkan bubur untuk 'sayangku', jadi tolong buat dia makan. Aku juga sudah menyiapkan sarapan untuk Anda di meja makan. Terimakasih sekali lagi, Tuan."
Pfft! Hahaha! Apakah rasa cinta istri Mingyu ini benar-benar tulus? Kata-katanya juga secara tidak langsung, menyindirku? 😒
Sepertinya, rumor bahwa Mingyu sangat mencintai istrinya juga tidak salah. Hahaha!
Setelah itu, aku masuk ke kamar Mingyu, dan benar saja, ungkapan sangat rapuh mungkin juga tidak salah?
Dia masih tertidur tenang dengan selimut dua lapis. Suhu ruangan ini juga sudah diatur hangat.
Benar saja, bila buburnya masih belum disentuh. Semuanya masih utuh, kecuali dua butir obat yang sudah dibuka.
FG: "Mingyu. Bangunlah sebentar, makan ini. Istrimu sepertinya sudah bersusah payah untuk membuatnya."
Dia benar-benar tertidur pulas.
FG: "Mingyu, hei. Bangunlah sebentar."
Astaga! Dia tidak pernah seperti ini sebelumnya! Padahal aku sudah menggoyang-goyangkan tubuhnya.
FG: "Hei! Li Mingyu. Kau tak apa-apa kan? Hei!"
Aku menggoyangkan tubuhnya lagi dengan lebih keras!
Oh, syukurlah akhirnya dia bangun.
FG: "Bagaimana keadaanmu?"
LM: "Tidak baik. Mana Mingxia?"
FG: "Mingxia? Oh, maksudmu 'istrimu tercintah' ya?"
LM: "??"
--------------------------***-----***-----***-------------------------
Terimakasih banyak kepada para pembaca!
Mungkin penulis masih perlu belajar terus dalam memperbaiki karya tulisan ini.
Maaf, apabila update terlalu lama, dikarenakan banyak kondisi.
Penulis sangat-sangat berterima kasih kepada para pembaca yang tetap mengikuti "Flash Marriage: My Nerd Husband" sampai saat ini!
Segala masukan, pendapat, kritik, dan saran yang membangun akan selalu penulis pakai untuk tetap memperbaiki diri.
__ADS_1
Jangan lupa untuk meninggalkan like dan comments ya, teman-teman!! Luph yuu all!😘😊