
Siang hari di musim dingin,
Pikirku akan lebih sulit untuk mencari orang untuk dinikahi di musim dingin, tapi bukankah ini sangat singkat?
Wanita di depanku, dia sedang melihat-lihat ponselnya selama beberapa detik.
Wanita ini terlihat seperti wanita pada umumnya, sangatlah biasa, dan aku membencinya.
Melihatnya saja membuatku risih.
Mungkin kali ini akan sama saja,
begitu aku mengatakan bahwa 'aku benci seorang wanita', dia akan secara otomatis membatalkan pertemuan.
Itu sudah biasa,
Ini merupakan kencan buta ke-20 ku. Ibu sangat memaksaku, karena beliau tidak tahu masalah ku dengan kaum penghianat itu!
Yang penting, kedua orang tua itu senang, dan selesailah masalahku. Untuk berbakti kepada mereka, hanya ini yang mungkin bisa kulakukan.
Hampir seminggu sekali aku datang untuk kencan buta. Menurutku, wanita adalah seorang yang tidak berpendirian, dan hanya mencari kesempurnaan.
Hanya memandang dari luar dan fisik! Sangat hina! Perasaan mereka tak bisa ditebak dan merepotkan. Menjauhi mereka adalah hal yang sangat bagus.
Kencan buta kali ini, terserah saja bagaimana pun orangnya.
Aku tidak peduli dengan penampilan. Toh mereka akhirnya sama saja. Jika dia setuju, aku akan langsung mendaftarkan pernikahan saat itu juga.
Dan tak kusangka wanita di depanku ini meng-iya-kan semua pernyataan ku dengan begitu mudah. Kalau begitu, jadi lebih mudah.
Wanita yang aneh.
Sesuai perkataan ku, aku bersama wanita itu pergi ke kantor catatan sipil dan mendaftarkan pernikahan secara singkat.
Kemudian, mengantarnya kembali ke tempat semula. Untungnya dia tidak banyak bicara dan hanya diam. Itu lebih memudahkanku.
***
Malam hari itu, aku baru saja menyelesaikan pekerjaan ku dan pulang.
Benar-benar tak kusangka akan bertemu wanita itu lagi di tengah malam.
Apakah semua wanita memang begitu pic*k, hingga mereka selalu bisa berfoya-foya dan pulang dalam keadaan mabuk?!
Kuhampiri dia, dan ternyata wanita itu masih sadar (tidak mabuk).
Aku tidak bermaksud menolong seorang wanita.
Sebenarnya aku sangat benci dengan sifat ku yang seperti ini, aku ingin mengabaikan nya, tapi ternyata tubuhku secara otomatis membuat mobilku menepi dan memelan.
Karena dia sudah melihat ku, lebih baik lanjutkan saja niatku, dan menawarkan tumpangan padanya.
Dia menaiki mobilku, dengan membopong temannya yang sudah pingsan.
Aku pikir dia mengetahui situasiku, dan itu jadi lebih mudah.
Duduk dibelakang dengan diam dan sepertinya enggan.
Baguslah kalau dia sadar diri.
Sampai, wanita g*la lainnya mulai mencari masalah.
Semua wanita memang sama saja. Dan aku jadi semakin membenci mereka!
***
Jumat, H -1 Pertemuan Kedua Keluarga
Saat menjelang hari acara jamuan makan, hanya untuk menghubungi nya, aku membuat sekretaris ku menelponnya berkali-kali dan tanpa jawaban!
Jika hanya mengirim pesan, jawabannya akan sangat lambat dan penuh dengan ketidakpastian. Sangat merepotkan!
Dasar wanita pemalas!
Pertemuan kedua denganya.
Sabtu, Hari Pertemuan Kedua Keluarga
Pertemuan keluarga yang harmonis, dan tak kusangka ternyata ayahnya sudah tiada.
Sepertinya dia cukup paham dengan situasinya, dan mengikutiku dengan cukup baik.
Dia sampai hampir menangis hanya karena nama ayahnya disebut.
__ADS_1
Aku heran kenapa ayahku memelototiku sepanjang acara jamuan, dan saat aku melihatnya kembali, matanya yang sinis itu semakin membelalak ketika gadis di sampingku itu menangis.
Akhirnya, dengan sangat enggan aku terpaksa berakting dengan mengelus kepala gadis itu.
Gadis ini sangat membingungkan,
Di luar, dia terlihat seperti tidak akan ada yang menandinginya dan sangat sombong, tapi saat ini dia terlihat sangat rapuh.
Bahkan sampai acara selesai, dia masih begitu diam.
Tapi, jangan lupa bahwa dia adalah wanita berbulu domba!
***
Di hari persiapan pernikahan,
Pagi harinya,
Aku sengaja memberinya banyak tugas, dan ingin melihat bagaimana reaksinya.
Ternyata dia hanya meminta uang?!
Dasar wanita ini! Sepertinya di mata semua wanita, uang adalah segalanya!
Sore nya,
Dia ternyata masih ingat dunia dan menghubungi ku,
Mengirimkan berbagai hasil persiapan pernikahan yang kuminta
Ini benar-benar sangat...
Dia menangani ini semua dalam satu hari?!
Siapa dia sebenarnya? Orang biasa tidak mungkin bisa secepat ini!
Walau aku tidak benar-benar membebankan semua itu padanya, ternyata dia sangat serius.
Baguslah, itu membuatku jadi lebih mudah.
Wanita, bernama Qi Mingxia itu benar-benar sangat misterius.
***
14 November,
Ku akui desain interior dari pesta ini lumayan. Dan aku tahu bahwa ini adalah hasil kerjanya.
Namun, bukankah sia-sia saja desain seperti ini, karena hanya akan terpakai beberapa jam saja, terlalu berlebihan dan membuang-buang uang.
Selama pernikahan, tidak ada yang begitu spesial. Hanya berjalan seperti jadwal.
Wanita yang duduk dan berdiri bersamaku itu juga tidak mengeluh sama sekali.
Setelah acara pernikahan, dia dan aku mulai tinggal bersama, dan itu membuatku semakin kesal setiap melihatnya.
Pertama kali dia datang ke rumah, dia menatap rumahku ini dengan tatapan kagum dan puas, kemudian saat masuk ke dalam dia terlihat masam!
Wanita ini benar-benar meremehkan ku!
Terlebih, beraninya dia memanggilku dengan kata-kata menjijikkan seperti 'sayang'!?
Aku memilih meninggalkan wanita itu setelah menjelaskan tentang rumah.
***
Keesokan harinya,
Hari berlalu menjadi seperti biasa bagiku.
Wanita itu tidak menunjukkan batang hidungnya sampai aku berangkat kerja esoknya.
Benar-benar 'babi', wanita pemalas yang bahkan bangun pagi saja sulit, sangat membuatku muak.
Di kantor, hanya karyawan tertentu yang mengetahui bahwa aku masuk kerja hari ini, dan mereka sepertinya sangat menyayangkan pernikahanku karena ini. Sangat menyebalkan.
Mengapa mereka perlu peduli dan mengurusku, disaat aku sendiri tidak peduli dengan itu.
Ada banyak pekerjaan sekarang, dan mereka ingin membuatku sedikit memperhatikan istri yang bahkan tidak seperti istri bagiku.
Orang-orang seperti ini mungkin sengaja membuat celah agar mereka bisa bersantai-santai.
***
__ADS_1
Saat pulang dari kantor hari itu, aku merasa tidak biasa dengan kondisi rumah yang lampunya sudah menyala sebelum aku pulang.
Setelah dari turun dari mobil, aku mulai membuka pintu depan untuk masuk.
Dalam tiga hari ke depan, sekretarisku meminta untuk mengantar jemputku demi merahasiakan kehadiranku dalam bekerja.
Aku tidak tahu kalau dia sangat peduli dengan hal seperti 'gosip'.
Aku membuka pintu, dan terdengar suara televisi yang menyala.
Wanita itu kemudian mendatangi ku dan bertanya tentang makan malam padaku.
Aku memang tidak terbiasa makan malam di luar jika tidak ada perlu. Jadi tentu saja aku mengiyakan tawarannya.
Sepertinya dia terlihat bingung dengan jawabanku, tapi aku terlalu malas untuk menjelaskan. Jadi, biarlah dia berpikir sendiri untuk maksudku. Karena dia pasti paham kalau dia memang orang yang pintar.
Selanjutnya, waktu berjalan seperti biasa bagiku, walaupun ada sedikit perbedaan di suasana rumah ini.
Aku merasa rumah ini menjadi lebih terawat? Apakah dia membersihkan rumah ini?
Wanita ini sepertinya akan cukup bisa diandalkan.
Saat aku makan masakannya..
Ini mengingatkan ku kepada masakan ibu, ya walaupun mungkin tidak seenak masakan ibu.
Saat sudah selesai makan, dia tiba-tiba menghampiri ku dengan berlari dan menyodorkan ponselnya, ternyata ibu mertua menelepon.
Setelah ku perhatikan, ternyata mata wanita itu sedikit sembab?
Ya, biarlah. Mungkin dia menangis saat menonton film.
Lagi pula kenapa aku peduli padanya?!
***
Hari-hari selanjutnya berjalan seperti biasa, namun dengan adanya dia, sepertinya pola makan ku jadi teratur?
Dan dia juga mungkin sudah terbiasa dengan sikapku dan selalu bicara informal padaku.
Ibu bilang, biasanya orang yang sudah menikah seharusnya saling mencukupi kebutuhan satu sama lain. Dan sebagai suami seharusnya aku menyerahkan gajinya pada istri?
Tapi, sudah 3 hari sampai hari ini, dan dia tidak memintanya? Dan sepertinya aku melihat beberapa perabot baru dan bahan makanan.
Lupakan saja, kalau dia butuh dia pasti akan bilang kan? Lagi pula kami bukan suami istri sungguhan.
Lalu dia juga meminta pembantu untuk mengurus rumah, tapi aku tidak setuju. Aku tidak suka hal-hal seperti itu. Dan seharusnya dia juga sudah siap dengan konsekuensi seperti ini saat menjadi seorang istri.
***
Pulang dari kantor malam ini, aku sedikit lembur.
Seperti biasa aku memarkirkan mobil ke garasi, kemudian masuk ke rumah melalui pintu belakang yang menghubungkan ruang keluarga dan garasi.
Saat kubuka pintu, suasananya sangat berisik.
Suara TV yang menyala dengan volume sangat keras!
Sebenarnya apa yang dilakukan wanita itu, hingga telinganya tidak berfungsi untuk mendengar volume sekeras ini?!
Kemudian, aku bergegas menuju sofa yang terletak di depan TV.
Dan, aku melihat wanita itu tidur seperti 'babi' yang kekeyangan.
Sangat menjijikkan!
Kutinggalkan wanita itu, dan aku pergi untuk mengganti pakaian dan mandi.
Di kamar mandi, aku melihat keranjang pakaian kotor yang bersih. Tidak ada pakaian kotor di keranjang itu. Kemana perginya?
Kemudian aku mencoba memeriksa di kamar cuci.
Aku menemukannya. Tumpukan baju itu sudah tercuci, dan sepertinya sudah dipilah.
Berdekatan dengan kamar cuci, adalah meja makan dan dapur.
Karena belum makan malam, aku mencoba membuka tudung saji itu. Dan beberapa makanan tersedia di atas meja. Dengan tambahan catatan,
"Makanlah kalau kau belum makan malam. Sudah aku panaskan tadi, panaskan sendiri jika sudah dingin! "
Dan kulihat suasana rumah menjadi lebih cerah dan bersih.
Juga ada beberapa robot cleaner yang berlalu lalang.
__ADS_1
Apakah wanita itu yang melakukan semua ini? Sendirian?
Apakah aku sedikit terlalu keras padanya?