Flash Marriage : My Nerd Husband

Flash Marriage : My Nerd Husband
Eps. 18. Serba Salah


__ADS_3

Kontruksi JUNJIE,


Jam 12 Siang,


Wah! Gedung ini, mau dilihat berapa kali pun memang sangat megah!


Oke... Aku akan masuk!


Aku menekan kontak Sekretaris Bo di ponselku dan mulai meneleponnya lagi.


Tuut-Tuut..


BR: "Halo, Nyonya. Apakah Anda sudah sampai?"


QM: "Ya. Apakah aku boleh langsung masuk?"


BR: "Silakan, Nyonya. Saya sudah memberi tahu resepsionis,"


QM: "En, oke baiklah, terima kasih Sekretaris Bo."


Telepon ditutup.


Aku masuk dan langsung menuju resepsionis. Wah di dalam sini, interiornya juga berkelas untuk ukuran perusahaan baru. Aku sungguh jadi penasaran rupa pemilik perusahaan ini!


Apakah Li Mingyu tahu?


Setelah bertanya kepada resepsionis, sambil tersenyum dia mengantarkan aku sampai menuju lift dan menjelaskan di mana ruang Li Mingyu, juga menyuruhku untuk menunggu di sana selagi dia rapat.


Apakah memang biasanya selancar ini, untuk menemui seseorang di kantor?


Padahal aku hanya ingin mengantarkan 'ini', mana mungkin aku berniat menunggunya?!


Yah, memang tidak banyak juga karyawan hari ini, karena memang ini adalah weekend! Kasihan sekali para karyawan itu!


Tapi...


Rasanya ada yang aneh dari kantor ini!


TUNGGU! Ini tidak mungkin kan?! Kenapa semua karyawan yang aku temui dan lihat daritadi hanya laki-laki?!


Ini bukan hanya perasaanku! Ini sungguhan, Ya Tuhan! Bahkan bosnya pun juga aneh! Tidak heran jika Li Mingyu aneh!!


Ah, orang itu kenapa mendekatiku? Apa dia Sekretaris Bo?


BR: "Permisi, Anda Nyonya Li? Saya Bo Ran,"


QM: "Ah, Sekretaris Bo. Ya, saya Nyonya Li, Qi Mingxia,"


Ya, kami saling menyapa dan menundukkan sedikit kepala kami.


QM: "Apakah saya boleh menitipkan 'ini'?"


Aku menyodorkan kotak bekal Li Mingyu padanya. Sebenarnya aku penasaran dengan hal yang tadi aku lihat, apakah mungkin perasaanku apabila semua karyawan di sini itu pria benar?


Sambil melihat lagi padanya, Bo Ran. Sebenarnya aku ingin menanyakan itu! Tapi...itu kan sebenarnya bukan urusanku!


BR: "Oh, tentu saja boleh, Nyonya. Tapi, kenapa Anda tidak menunggu bos saja, saya yakin rapatnya akan segera berakhir,"


Yang benar saja?! Aku ingin bertemu dengannya? Jangan mimpi! Dia benar-benar mengusirku setelah pulih!


Memang habis manis tentu sepahnya dibuang!


Tidak tahu terima kasih!


QM: "Ah~ Tidak perlu kurasa, aku sudah melihatnya setiap hari... Aku titip saja salamku padanya. Terima kasih Sekretaris Bo, kalau begitu aku pamit dulu,"


Ah... Apakah aku benar-benar pergi tanpa mendapatkan jawaban?! Ini juga benar-benar tidak seperti diriku!


Akh! Terserah dia mau berpikiran apa, aku tidak peduli yang penting aku mendapatkan jawabannya!


Mungkin ini sebenarnya adalah hal yang sangat sepele dan tidak berguna, namun pasti kalian tau rasanya saat 'rasa ingin tau' tidak bisa dibendung! Ya inilah contohnya!


Akhirnya, aku membalikkan langkahku bahkan sebelum langkah keduaku menapak di lantai, memutarnya ke belakang.


Menatapnya lagi dan sepertinya dia menerimaku dengan wajah bingung? Ah, sangat lucu, ha-ha-ha!


BR: "Eh? Ada masalah lain, Nyonya?"


QM: "Em... Sekretaris Bo. Ada yang ingin kutanyakan,"


BR: "Ya, Nyonya. Apakah ada masalah?"


QM: "Itu, aku penasaran... kenapa semua... karyawan yang aku lihat adalah... pria??"

__ADS_1


BR: "Eh? Ah maksud saya, itu tidak sepenuhnya salah, namun juga tidak seperti yang Anda lihat, Nyonya. Karyawan di sini memang 90% nya adalah pria, dan sisanya wanita."


QM: "Ho~ Kenapa begitu?"


BR: "Eh... Untuk itu, saya juga kurang mengerti, Nyonya."


QM: "Apa mungkin... kau, oh tolong jangan salah paham untuk ini. Apakah mungkin... kau juga punya 'woman allergies', hmm?


Aku mengatakannya sambil mendekatkan tubuhku kepada Bo Ran.


Dan... dia melangkah mundur secara pelan-pelan. Apa... dugaanku benar?


Aku jadi ingin tahu ekspresinya sekarang. Ha-ha-ha! Kenapa ini jadi sangat lucu. Dan kenapa aku jadi begitu tidak sopan pada bawahan suamiku?


Tunggu, suami? Mimpi!


Jadi, aku mendongakkan wajah dan melihat ekspresinya.


Tunggu, kenapa wajahnya begitu?


Dia melihat apa?


Aku menoleh mengikuti arah mata Sekretaris Bo.


Hik, Li Mingyu!


BR: "B-bos? Anda sudah selesai? Tu-tunggu, bos! I-ini salah paham! Tolong jangan pecat saya!"


Li Mingyu, apa yang kuharapkan darinya. Tentu saja dia hanya diam...


Kupikir akan begitu.


Tiba-tiba mimik wajahnya berubah menjadi kesal. Dan bergegas mendatangi kami.


Bo Ran masih terus-menerus memohon agar tidak dipecat. Kasihan sekali, apa harus kubantu?


Li Mingyu yang tiba-tiba datang, berbicara pada Bo Ran untuk segera pergi.


LM: "Cukup, Bo Ran. Tidak perlu minta maaf. Wanita ini yang salah! Cepat kau pergi."


BR: "Eh, baik bos."


QM: "Tunggu! Se-sekretaris Bo! Bekalnya!"


Oke, bekalnya ada di tanganku lagi, setelah menyerahkan ini aku akan langsung pergi. Tapi, kenapa dengan ekspresinya?


Hei, Bo Ran! Kenapa kau meninggalkanku?!


Dan sekarang kami hanya berdua.


Jadi, apa sekarang? Mau memaki, memarahi, atau mengusirku? Kau pikir aku takut denganmu?!


QM: "Aku kesini hanya untuk mengantar ini,"


Aku menyodorkan bekal padanya.


LM: "Bagaimana bisa kau tahu aku bekerja di sini?"


Dia mengatakannya dengan kasar, sungguh arogan. Memangnya dia siapa, katanya mau menafkahiku, tapi bahkan sampai sekarang tidak ada buktinya.


QM: "Kenapa aku tidak boleh tahu?"


LM: "Kau benar-benar lancang!"


QM: "Apa?! Apa maksudmu aku lancang?!"


LM: "Sekarang, setelah kau tahu aku pemilik di JUNJIE Corp. kau ingin mencari muka dan berpura-pura baik kan?!"


QM: "Apa?"


Dia benar-benar marah.


Aku juga sangat marah! Apa maksudnya? Apa aku salah telah berusaha berbuat baik?


Dan, karena aku orang yang cengeng. Setelah itu, aku merasakan bahwa pipiku sudah basah.


Aku mungkin memang orang yang kurang ajar, tapi dengan satu kali bentakan, itu akan hancur.


Aku benar-benar sudah tidak tahan. Sebenarnya demi siapa pernikahan ini?


QM: "Memangnya kenapa kalau kau pemilik JUNJIE Corp.? Kau pikir aku akan mengeruk habis semua hartamu?! Bahkan sepeser pun kau tak memberikannya padaku!"


Aku meletakkan bekalnya di lantai dan langsung pergi dengan terburu-buru.

__ADS_1


Aku berusaha menyembunyikan air mataku dari Yan Yan, tapi itu benar-benar percuma.


Jadi, Li Mingyu adalah pendiri JUNJIE Corp. Aku bahkan tidak tahu. Konyol sekali.


Aku merasa dikhianati lagi, bahkan untuk kedua kalinya.


Ternyata aku bukan apa-apa di matanya. Aku juga bukannya berharap dia akan menyukaiku, atau telah jatuh cinta padanya. Dari awal memang tidak ada perasaan apa pun, dan sampai sekarang masih sama.


Tapi, bukankah setidaknya dia harus bisa memahami? Aku tidak butuh uangnya, ataupun miliknya yang lain.


Sebenarnya kenapa dengan hidupku?!


Yan Yan melihatku,


YY: "Astaga! Xixi! Ada apa denganmu?! Li Mingyu b*jing*n itu! Apa dia yang melakukannya?!"


YY: "Ayo pergi, aku akan pesan taksi."


QM: "Yan Yan, aku tidak ingin kembali ke rumah itu."


YY: "Oke, tidak masalah. Kita ke rumahku, dan jangan khawatir tentang ibumu. Kau tahu bahwa beliau pulang saat petang. Tenang saja, aku akan mengurusnya."


Air mata s*alan ini masih juga tidak mau berhenti.


Aku sangat konyol, Ha-ha.


***


Li Mingyu's POV


Wanita itu,


QM: "Memangnya kenapa kalau kau pemilik JUNJIE Corp.? Kau pikir aku akan mengeruk habis semua hartamu?! Bahkan sepeser pun kau tak memberikannya padaku!"


Hah...


Ini sangat membingungkan.


Sangat bod*h!


Apa aku keterlaluan?


Bekalnya...


Aku mengambilnya, dan itu masih hangat. Kemudian, membawanya ke ruanganku.


LM: "Bo Ran, coba lihat ini."


Aku menyodorkan bekal itu padanya, yang sedari tadi menundukkan kepala.


BR: "B-baik, Bos."


Bo Ran membuka bekal itu. Masih rapi, dan hangat, dengan bau sedap yang menyengat.


BR: "Bos, maafkan aku berkata seperti. Aku mendengarmu membentak istrimu yang sudah rela datang ke sini hanya untuk ini. Tapi, tenang saja, aku tidak mendengar apapun."


LM: "Apa kau yang memberitahunya?"


BR: "Nyonya Qi, sudah meneleponmu berulang kali, jadi aku mengangkatnya."


LM: "Kau! Kau menyentuh ponselku?!"


BR: "Maafkan aku bos, aku pikir telepon beruntun biasanya darurat. Apalagi dia istrimu,"


LM: "Ckk, berikan bekalnya padaku,"


BR: " Eh? O-oke,"


***


Rumah Li Mingyu,


Dasar wanita aneh, super aneh!


Aku masuk ke garasi, namun anehnya suara TV yang biasanya terdengar keras sekarang tidak ada. Ini baru jam 8, seharusnya dia belum tidur kan?


Lampunya, juga hanya sebagian yang menyala. Itu pun adalah 'smart lamp'.


Apa dia tidak di rumah?


Sofanya kosong, TV mati, lampu tidak dinyalakan. Apa dia tidak pulang? Dia pergi ke mana?


Tunggu, jangan-jangan...rumah ibu?!

__ADS_1


-Bersambung-


#Jangan lupa like and comment nya, My luph readers!


__ADS_2