
QM & LM : "IBU!!"
***
-Ruang Makan-
-Mingxia's POV-
*Ibu Li Mingyue bernama Li An, author akan menyingkatnya menjadi LA
LA : "Xia'er... Bagaimana kamu bisa begitu lihai memasak.. 😊"
QM : "Ah.. tidak, Bu. Ini hanya masakan sederhana, hahaha..."
QM : "Yue-ge, bilang dia masih lebih memilih masakan ibu daripada aku! Bagaimana aku bisa mengalahkan ibuu..."
LA : "Oho~ Benarkah? Hahaha,"
Li Mingyue terdiam dengan percakapan mereka berdua, kini dirinya merasa seperti orang asing di lingkaran ini.
QM : "Itu benarr, aku jadi cemburu dengan ibuu.., Tapi, ibu jangan khawatir! Sebaik apapun aku tidak akan pernah mengalahkan ibu di hati Yue-ge.. hehe,"
LA : "Kau ini.., Syukurlah menantuku adalah wanita yang sangat baik dan pengertian.. Aku sempat ragu dan takut dengan pernikahan ini karena sifat Mingyue.."
LM : "Ibu terlalu berlebihan,"
LA : "Tidak, ibu tidak berlebihan sama sekali. Jangan egois dan lebih perhatikan Xia'er mulai sekarang,"
Eh, apakah ibu tau seluk beluk pernikahan ini? Kenapa beliau berkata seolah-olah sangat mengerti alasan dibalik pernikahan ini? 🙂
QM : "Dengarkan itu, Yue-ge... "
LA: "Yaa.., sebagai mana kewajiban seorang istri adalah menghormati suaminya, tapi suami juga berkewajiban untuk mengayomi nya. Jangan terlalu gila kerja dan sisihkan waktumu untuk Xia'er."
Li Mingyue hanya menganggukkan kepala sekedarnya? Dasar tidak sopan! Beliau itu ibumu!!
LA : "Apa kamu pikir ibu tidak sadar bahwa kalian belum berbulan madu? Pergilah liburan dengan Xia'er! Ibu mengerti Xia'er sangat toleran tapi kamu juga harus tahu diri, jangan terus-terusan merepotkan Xia'er,"
Eh? Kenapa pembahasannya mulai melenceng. Sepertinya aku tahu arah pembicaraan ini, haha. Tapi, kalau dipikir-pikir benar juga, aku mau liburan ke luar negeri!
LM : "Ibu.. ya, aku akan segera mengaturnya. Ibu tidak perlu khawatir,"
LA : "Ya, baguslah kalau begitu, jangan lama-lama. Ibu juga ingin segera menimang cucu.."
***
Setelah mampir untuk menengok kami, ibu pulang. Beliau sangat baik!
Kapan ibuku bisa seperti itu? Hah... Tapi aku agak puas, Li Mingyue sepertinya menerima banyak omelan Ibu! Ahahah!!
Setelah mengantar ibu sampai keluar rumah, kami bergegas kembali masuk.
Seperti biasa suasananya hening. Ini pertama kalinya Li Mingyue benar-benar meliburkan diri di akhir pekan. Maksudku aku baru pertama kali melihatnya setelah hampir dua bulan menikah.
Sekarang aku jadi penasaran tentang 'suami'ku itu. Aku berlari dan menghadang Li Mingyue yang hendak pergi ke ruang kerja.
QM : "Tunggu!"
LM : "Hm?"
QM : "Bisakah kau jangan bekerja dulu, ini akhir pekan, aku ingin berbicara sesuatu denganmu,"
LM : "Apa?"
QM : "Duduklah disini,"
Li Mingyue berjalan mendekati sofa dan duduk dihadapanku.
QM : "Aku ingin bertanya sesuatu, boleh kan?"
LM : "Tanya apa?"
QM : "Sejujurnya aku benar-benar tidak tau apa-apa tentangmu, bisakah kau menjelaskannya? Pekerjaanmu, makanan kesukaan, alergi, tanggal lahir, atau yang lainnya. Aku juga akan menjelaskan diriku padamu. Kupikir cukup konyol, bahwa suami istri tidak tau hal-hal sepele itu?"
LM : "Oke, baiklah"
LM : "Aku bekerja di Konstruksi JUNJIE, kau juga sudah tau"
QM : "Eh? Itu saja? Sebagai apa? Agar aku tau batasan ku,"
LM : "Founder,"
QM : "Maksudmu Presiden direktur?!"
LM : "Ya,"
QM : "Pantas, Sekretaris Bo sangat segan padaku... Lalu, makanan favoritmu?"
LM : "Tidak ada, aku suka semua masakan buatan m-, buatan ibuku."
QM : "Buatan ibumu? Menyusahkan, Lalu alergi?"
LM : "Tidak ada"
QM : "Tanggal lahir? Dan bisakah kau menjelaskannya tanpa menunggu pertanyaanku?"
LM : " 15 Februari, dan aku lebih senang jika kau tidak terlalu sering datang ke kantorku. Jika sekedar antar-jemput aku masih bisa mengusahakan."
__ADS_1
Eh.. aku senang mendengarnya, dengan begitu aku bisa menyesuaikan diriku.
Lagipula untuk apa aku sering-sering datang ke kantornya? Dia pikir aku tidak punya pekerjaan?
QM : "Baik.., Aku jadi cukup mengerti kondisimu. Okeyy, sekarang giliranku!"
QM : "Qi Mingxia, 27 Tahun, karyawan kantor HOMME divisi Design dan Pemasaran, kurasa profesi kita masih berkaitan, jika kau memerlukan pendapatku aku akan dengan senang hati membantu. Lalu, 4 Januari adalah hari ulang tahunku, ingat itu. Aku tidak punya alergi, dan aku suka makan sushi dan susu kedelai... "
LM : "Apa lagi"
QM : "Hmm...🤔. Ah, aku tidak suka cuaca hujan badai dengan guntur, dan suasana gelap, ditambah sendirian pada saat itu. Oiyaa, karena tadi kau bilang bisa antar-jemput untukku, jadi lakukan itu, aku merasa lebih hemat daripada naik taksi, bagaimana?"
LM : "Ya, itu tidak masalah"
QM : "Kau mau bekal makan siang? Terakhir kali kau membuangnya, tapi sepertinya itu habis saat ku cek,"
LM : "Lakukan terserah mu saja,"
QM : "Baiklahh"
Kupikir suasana rumah ini jadi lebih baik dari sebelumnya. Syukurlah dia tidak seegois itu.
QM : "Oiya satu lagi! Aku punya rencana agar kita berkencan seminggu sekali, di akhir pekan. Bagaimana? Kalau kau tidak mau aku tidak memaksa sih, kita sama-sama orang sibuk, jadi kupikir hal-hal seperti ini juga diperlukan,"
LM : "Akan ku usahakan, tapi aku tidak janji."
QM : "Okee. Tidurlah di kamarku, biar kamar bawah jadi kamar tamu saja,"
LM : "Banyak sekali permintaanmu"
QM : "Tapi kau baik-baik saja kan? Ikuti saja, ini juga bukan hanya demi diriku sendiri,"
LM : "Hm,"
Hmm???! Itu saja?
QM : "Bisakah menjawab lebih jelas?"
LM : "Ya, Nyoya."
Kenapa dia tidak bersikap seperti ini dari dulu??!
***
Mingyue's POV
12.30 a.m.
Mingyue baru saja kembali dari ruang kerja dan menuju kamar bersama mulai sekarang. Seperti dia sudah mulai cukup mempercayai Mingxia.
Membuka pintu, dan terlihat wanita yang sedang tertidur lelap.
QM : "Ga.. ga mau.."
Apa barusan? Mingxia mengigau?
QM : "Jahat!"
Kenapa wanita ini, bikin kaget saja. Jahat? Siapa yang jahat?
Mingyue merebahkan diri, sambil mengabaikan igauan Mingxia.
QM : "Pergi... jangan -nggil... -ku..,"
Apa yang sedang dimimpikan wanita ini?! Mantan nya? Dia bilang dia tidak berpengalaman. Apa bohong?
QM : " Yu-.. dia.. jahat! ...-kul, pukuli dia.."
'deg'
Apa yang di mimpikan? Yu? Maksudnya aku? Pukul? Dasar wanita gila.
QM : "Yi Zian... "
'deg'
Yi Zian? Siapa itu? Apa benar dia bohong?!
Terserah, aku tidak mau mengurusnya, lagipula itu bukan urusanku.
Ckk, sial!
***
06.00 a.m.
Mingxia's POV
Uh? Huahh...
Huh? Punggungku terasa hangat?
Ahh! Ba-bagaimana dia bisa seperti ini lagi?!
Mingyue menempel di belakang punggungku, sama sepertinya terakhir kali saat dia sakit!
Tunggu, apa dia sakit lagi?
__ADS_1
Secara otomatis tanganku bergerak memegang dahinya.
Tidak, kok. Baik-baik saja. Apa memang kebiasaan tidurnya seperti ini?
Aku mencari ponsel ku dan mengecek jam, masih jam 6. Tapi, sepertinya Mingyue harusnya bangun, jadi aku membangunkannya.
Kutepuk bahunya, sambil memanggil nama.
QM : "Mingyue.., bangunlah, kau tidak olahraga?"
Dengan sedikit tepukan sepertinya dia langsung sadar, baguslah..
LM : "Ya,"
QM : "Aku mau ikut!"
LM : "Hm,"
Kenapa dengannya, dingin sekali!
***
-Jogging pagi -
Wah! Dia benar-benar tak menungguku! Bagaimana mungkin aku bisa berlari sejauh itu dengan kecepatan yang konstan di umurku ini?! Dia kira aku anak 17 tahun?!
QM : "Mingyue! Tunggu!!"
QM : "Hei!!"
Dia sama sekali ga nengok, dengan suaraku yang sangat keras itu?!! Apa dia sengaja?!
Kalau gituu...
QM : " AKHHH, MINGYUE!!"
''Deg"
Li Mingyue mendengar teriakan keras Mingxia, sontak otomatis menengok ke belakang.
Mencari sosok wanita, dan menemukannya.
Wanita itu, Mingxia duduk berjongkok sambil menelungkupkan wajahnya di antara lutut dan tangan.
Khawatir dengan Mingxia? Mingyue kembali dan menghampirinya. Masih di tengah jalan sebelum sempat sampai di tempat Mingxia.
Seorang pria dan anak kecil menghampirinya.
Dan, tentu saja hal itu semakin memicu kecepatan lari Mingyue, entah kenapa.
Anak kecil itu menyapa Mingxia,
YQ : "Kakak! Kakak olahraga lagi akhirnya! Aku menunggu kakak! Hehe!"
QM : "Oh kamu! Adik kecil! Yi- Yi Quan?"
'Deg'
Jika Yi Quan disini berarti?
'Deg'
'Deg'
YQ : "Kakak, aku sedang bersama pamanku! Itu dia sedang kemari! Pamanku sangat tampan lho! Hehe!"
Kemari?! Tidak, jangan, aku harus lari!
QM : "Ahh, Yi Quan.. "
Tamatlah! Dia sudah disini ternyata! Ckk
Disisi lain, Yi Zian yang melihat Mingxia bahkan tidak mengangkat kepalanya mengerti alasannya. Ya, itu memang sepenuhnya kesalahannya. Dirinya juga bingung bagaimana membalas kesalahannya.
YZ : "Mingxia? Apa kabar?"
Mingyue yang berlari akhirnya sampai di tempat Mingxia, dan menyapa dua orang di dekatnya.
-Mingyue's POV-
Siapa kedua orang ini, kenalannya Mingxia? Tapi bahkan aku tidak melihat salah satu dari mereka di pesta pernikahan sebelumnya.
LM : "Halo, "
Tentu saja, Mingyue melakukannya disertai dengan senyuman bisnis yang sempurna.
Kenapa Mingxia seperti ini di depan kenalannya, bahkan dia masih terduduk.
YZ : "Ah, Halo. Saya Yi Zian. Anda?"
"Deg!"
...****************...
...****************...
...-BERSAMBUNG-...
__ADS_1
...****************...
...****************...