Flash Marriage : My Nerd Husband

Flash Marriage : My Nerd Husband
Eps. 25. Makaron


__ADS_3

Kantor Li Mingyue


JUNJIE CORP.


08.30


 


Sekretaris Bo masih tertegun melihat bosnya, yang sedari sampai di kantor terus menyunggingkan senyuman.


Sekretaris kecil itu mengakui bahwa senyuman bos nya adalah yang terbaik dan bahwa itu pertanda awal yang baik.


Masih terus mengamati, tanpa sadar waktu istirahat siang pun datang.


Tentu seperti biasa Bo Ran menanyakan pada bos nya, tempat mana yang akan ditujunya untuk persinggahan makan siang.


Namun, belum sempat menanyakan hal itu, tindakan bos nya membuat dirinya membungkam mulutnya lebih dulu.


Sudah diduga, ternyata hal yang membuatnya bersemangat sejak pagi adalah set kotak makan yang dibawanya sendiri dari rumah. Bagaimana bisa Bo Ran tidak mengetahuinya?


Bukan apa-apa, justru bagus jika pasangan suami-istri yang sedikit menakutkan itu tengah berdamai.


Tak lama, Mingyue membuka mulut,


LM : "Sekretaris Bo, tolong panaskan ini,"


BR : "Ah, baik bos. Tunggu sebentar."


LM : "Ok,"


Melihat bagaimana pengaturan bekal makan siang itu sungguh sangat rapi dan menggoda.


Membuat Sekretaris Bo kembali membayangkan sosok Mingxia yang tidak dipungkiri dapat memasak makanan secara telaten di tengah kesibukannya yang juga bekerja.



Sumber : pinterest.com


Yah, dirinya sangat ingin mencicipinya juga, namun jika bos tau niatnya. Hanya akan terjadi hal buruk, lebih baik untuk terus menjaga mood bosnya.


Padahal baru beberapa hari yang lalu bos marah karena istrinya secara langsung mengantar makan siang padanya, sepertinya sekarang situasinya jadi lebih baik.


Perbedaan paling mencolok yang terjadi setelah pernikahan bos adalah dirinya, Bo Ran tidak lagi atau belum mengunjungi rumah bos nya lagi.


Yah semoga hubungan mereka berdua kian membaik! Aku mendukung kalian!


...****************...


Kantor Mingxia


HOMME


19.30


 


Drrt...


Drrt...


Getaran ponsel mulai mengganggu fokus Mingxia.


Drrt...


Drrt...


Astaga... tolong, siapa lagi!


Melihat ponselnya, Mingxia tertegun


Mingyue? Jam berapa ini?


Astaga!


Dengan segera Mingxia mengangkat dan menjawab telepon itu.


QM : "Ah, halo, apakah kau sudah sampai?"


LM : "Ya, aku di depan,"


QM : "Baik, tunggulah di depan, aku segera keluar."


LM : "Ok,"


Percakapan berakhir -


Aku tidak sadar sudah cukup malam. Keluar dari ruangan aku kira hanya akan tinggal aku sendiri, ternyata Jin Xian masih di sini juga?


QM : "Jin Xian, apa kamu belum selesai? Mari kita pulang dan selesaikan kembali besok"


JX : " Ah, aku tidak sadar ketua, hahaha. Baik, ayo pulang!"


QM : "Ya, ayo,"

__ADS_1


Sampai di depan,


Terlihat Mingxia berjalan bersama dengan Jin Xian, namun sepertinya sepasang mata di seberang jalan menajam dan mengernyit.


Beberapa waktu kemudian, setelah menyampaikan salam perpisahan, Mingxia sampai di mobil, mengetuk kaca, dan tersenyum.


LM : "Masuklah, "


QM : "Oke,"


 


Perjalanan Pulang


Mingxia menjadi aneh dengan sikap Li Mingyue yang tiba-tiba berubah. Tapi tetap saja sulit ditebak.


Di tengah alunan sepi Mingxia merasakan keheningan yang aneh. Diamnya Li Minggu membuatnya merasa ada sesuatu yang salah.


Ada apa dengan orang ini? Apa dia lapar? Padahal tadi pagi dia cukup berisik.


QM : "Kau lapar?"


LM : "..."


Dia tidak menjawab?! Orang ini!


Apasih maunya, aku benar-benar kehabisan tenaga untuk menebak isi pikirannya!


QM : "Jadi kau tidak lapar. Tapi aku lapar, aku mau beli makaron di bakery depan sana,"


Tidak masalah jika kau tidak menjawabku, tapi awas saja kau tidak mendengarku.


Saat ini asupan glukosa memang dibutuhkan untuk merelaksasi diri!


***


Wah! Dia benar-benar berhenti di bakery!


Walaupun wajah Li Mingyue masih kusut, kami berdua turun bersama. Padahal aku sudah bilang akan cepat dan turun sendiri saja, tapi sepertinya moodnya lagi ga bagus untuk menuruti perkataanku. Yah, terserahlah!


'Ci - kling'


Suara bel pintu bakery terdengar dan kami telah memasuki toko itu.


Wahh, sudah lama aku tidak kesini! Jadii... aku juga mau beli tart matcha itu!


Pelayan : "Silakan, Nona."


Pelayan : "Baik, tunggu sebentar nona"


Karena sedari tadi dia terus berdiri dengan wajah kusut itu, apakah menggodanya akan baik-baik saja? Setidaknya hilangkan wajah tidak enak dipandang itu! Walaupun kau tampan tapi lebih baik singkirkan kekusutan itu!


Yah, terserahlah! Hahah


QM : "Sayang.. apa kamu marah?"


QM : "Kamu tidak mau makan dan tidak menjawab perkataanku? Apa kamu tidak menyukaiku lagi?"


Tentu saja aku mengatakannya sehingga para pelayan toko bisa mendengarnya!


LM : "(Deg! Ada apa dengan wanita ini? Dia benar-benar tidak tahu malu!)"


Para pelayan masih bersikap profesional, walaupun mereka bersikap tidak seperti mempedulikan kami, tapi aku yakin mereka mendengarnya dengan jelas!


LM : "Tidak, aku tidak marah. Aku sedang capek saja, jangan khawatir"


QM : "Benarkah?? Aku mau makan di luar, boleh?"


LM : "Ya, tentu saja. Mau makan dimana?"


QM : "Nanti akan kutunjukkan! Terimakasihh.."


Percakapan mereka berdua memang terdengar oleh para pelayan itu, dan bukan hanya itu, beberapa pelanggan yang antri pun mendengarnya.


Sepertinya Li Mingyue sedang mempertahankan harga dirinya. Mingxia memang tidak bisa ditebak.


Pelayan :"Nona dan Tuan, pesanan Anda sudah selesai. Semoga hubungan kalian selalu bahagia..☺️.."


QM : "Wahh, terimakasih!!


LM : "Aku akan membayarnya,"


Pelayan : "Baik, Tuan☺️"


Eh? Dia membayarkannya? Tumben! Ini kejadian langka!! Seharusnya aku pesan lebih banyak!


Mingxia dengan sigap langsung mendekap lengan tangan suaminya itu, dengan wajah yang masih tersenyum tentunya.


 


Keluar dari bakery,


Mereka berdua sudah berada di dalam mobil, dan Li Mingyue mulai menyalakan mobilnya.

__ADS_1


LM : "Mau makan dimana?"


QM : "Eh? Sudah tidak marah lagi?"


LM : "Kapan aku marah?"


QM : "Hah.. lupakan, aku mau makan hot pot, dimana saja boleh,"


Mingxia yang sepertinya sudah tidak sabar untuk menikmati makaronnya membuka bungkusan itu dan mulai melahapnya.


LM : "Jangan makan dulu, nanti kekenyangan,"


QM : "Aku hanya coba satu kok, dan lagi hanya segini tidak akan membuatku kenyang!"


QM : "Kau mau juga? Yah... bilang saja, tidak perlu malu, semua cake dan roti disana memang enak! Ini cobalah!"


Mingxia secara spontan menyodorkan makaron lainnya kepada Mingyue, dan itu sudah tepat di depan bibir.


QM : "Ayo, cobalah!"


Li Mingyue hanya melihat sekilas saja perilaku Mingxia yang aneh atau bisa dibilang dirinya baru menyadari itu.


Masih dengan diam, sambil melihat tipis ke Mingxia, akhirnya dia membuka mulutnya.


'Deg'


Mungkin Mingxia tidak memperhatikan atau mempermasalahkan hal itu, tapi jari-jari miliknya secara tidak sengaja menyentuk bibir Mingyue. Tentu saja, alhasil sepertinya wajahnya memanas dan dia bingung..


Untung saja suasana gelap di mobil menyembunyikan hal itu.


QM : "Bagaimana? Enak tidak?"


LM : "Em, .. ya"


QM : "Sudah kubilang kan! Ini memang enak!"


Syukurlah dia menikmatinya😊..


 


Restoran Qiu Meng


Wah, ini kan bukan sekedar kedai pinggir jalan jadinya. Padahal kukira dia akan sembarangan memilih tempat. Ini jelas restoran yang kelihatannya mahal?


QM : "Ini bukan hari sabtu jadwal kita berkencan kan? Kenapa kau membawaku kesini?"


LM : "Apakah hal seperti ini juga harus dijadwalkan? Kau sendiri yang ingin makan di luar,"


QM : "Benar sih.. Yah, aku juga tidak masalah!"


Li Mingyue hanya tersenyum dengan tingkah istrinya itu.


***


Kami duduk berhadapan dan menunggu pesanan setelah berbagai pertimbangan untuk memesan.


Memang benar aku membual dengan porsi makanku yang besar. Namun, sejujurnya aku gampang kenyang, dan makanku cenderung sedikit, haha. Jadi, aku tahu diri saja untuk tidak membuang-buang makanan.


Melihat Li Mingyue, kuakui memang wajahnya itu di atas rata-rata. Namun, aku senang dia bukan orang yang se arogan itu.


Tanpa sadar aku memandanginya cukup lama, ya dia sedang bergelut dengan ponselnya, entah apa yang sedang diurusnya.


Mingxia masih memandangi dengan kedua tangan terlipat menyangga wajahnya di meja.


LM : "Nyonya Li, aku tau wajah suamimu tampan tapi kau terlalu berlebihan,"


QM : "Apa salahnya memandangi hal yang indah? Aku juga bukannya tidak percaya diri pada wajahku, aku orang yang narsis"


LM : "(Hal yang indah?) Sudah cukup, duduklah yang benar, makanannya sudah diantar "


Pelayan mendekat lengkap dengan hidangan pesanan yang mereka berdua pesan.


QM : "Terimakasih,"


Setelah selesai menghidangkan pesanan, pelayan pun kembali.


QM : "Hot pot ku!"


LM : "Pfft,"


QM : "Eh? kau tertawa?"


...****************...


...****************...


...-BERSAMBUNG-...


...****************...


...****************...


...See yuu 😊...

__ADS_1


__ADS_2