
LM : “Nona Qi, masuklah.”
QM : “Oh, Iya. Terimakasih, Tuan Li.”
Segera aku naik ke mobil mewah miliknya itu, sambil membopong Yanyan. Setelah aku dan Yanyan masuk lalu duduk dengan nyaman, dia menanyakan alamat rumahku, dan kemudian mobilnya mulai melaju dengan tenang. Yu Yan tertidur bersandar ke kursi mobil dan kembali tertidur dengan tenang.
Dan... Tentu saja aku masih penasaran, kenapa Li Mingyu ada di sekitar sini? Padahal sebelumnya ia meninggalkanku di depan restoran!Ha...mengingatnya saja aku jadi jengkel. Apa aku bertanya saja??
QM : “Eng... Tuan Li. Kenapa Anda juga ada di sekitar sini? Tapi, tentu saja aku berterimakasih pada Anda karena memberi kami tumpangan,”
LM : “Hanya kebetulan dan aku melihatmu di depan restoran hot pot tadi. Sulit mencari taksi di jam ini.”
Jangan lupa bahwa dia adalah orang yang dingin, tentu saja saat menjawab pertanyaan wajahnya juga datar.
QM : “Oh, sepertinya Anda ben...”
Belum sempat aku melanjutkan jawabanku barusan, tiba - tiba Yanyan kembali mengigau. Oh, tidak!
YY : “ Hei... Xixi.. Siapa, siapa nama p- pria br*****k yang menikahimu itu.. He?”
QM : “Eh, Yan.. Yanyan... ”
YY : “ Siapa? Aku lupaa.... berani - beranii..nya dia...He?.. Xixi... jawab akuu..”
Argh... Yanyan... kenapa kau bilang seperti itu, di depanmu itu adalah dia! Aku memberanikan diri melihat wajah Li Mingyu dari spion depan, dan sepertinya ekspresinya tidak bagus.... Haaaa... tamat sudah! Bisa - bisa kita dilempar keluar dari mobilnya.
YY : “ Xixi! Kenapa kau tidak menjawabku!”
Wah! Yanyan, kenapa kau berteriak seperti itu! Tau begini ku tinggal saja kau di sana tadi. Kumohon diamlah! Kumohon!
QM : “I- Iya Yanyan...namanya...”
YY : “Oh! Aku syudah ingat... Namanya.. Li-Li Mingyan...kan.. aku betul kan... Hahaha,”
QM : “Ah, bu - bukan Yanyan...Namanya Tuan Li Mingyu..”
Ah, semakin lama suaraku sepertinya semakin mengecil.. aku melihat wajahnya lagi dan sepertinya dia semakin kesal..
YY : “Oh, oh...Kau bilang dia juga punya mobil... Apa.. Apa merek mobilnya?”
QM : “Ha? Apa? Mo - mobil?”
Kau sedang menaikinya sekarang Yanyan, mobilnya bahkan lebih mahal dari jumlah gaji kita selama lima tahun!
Aku melihatnya lagi, maksudku Li Mingyu dan kelihatannya dia masih kesal. Kemudian aku terus meminta maaf sampai kami tiba di depan rumahku. Dan sampai waktu itu juga Yanyan terus mengigau.. Hah.. aku sangat lelah dibuatnya.. Kemudian kami turun dari mobil.
QM : “Tuan Li, terimakasih banyak. Dan, tolong maafkan kelakuan tidak sopan temanku.”
__ADS_1
LM : “Bilang pada temanmu, jika tidak kuat minum lebih baik tidak usah minum. Ingatlah hari Sabtu.”
QM : “Baik. Hati - hati di jalan, Tuan.”
Tanpa menjawab perkataanku orang angkuh itu melaju begitu saja, aku tebak sesampainya dia di rumah dia akan buru - buru mencuci mobilnya! Tau begini aku jalan saja tadi! Huft...Ini semua gara - gara anak gila ini!
Aku membopong Yanyan ke rumahnya, merogoh tasnya untuk mengambil kunci dan memasukkannya ke kamar. Yanyan memang tinggal sendiri di kota, dan orang tuanya masih berada di desa, dia sudah tinggal sendiri di sebelah rumahku sejak SMP.
Karena kami adalah tetangga, ibuku juga yang merawatnya. Setelah selesai dengan itu, aku kembali ke rumah. Mengeluarkan kunci cadangan, dan dengan pelan - pelan membuka pintu agar tidak membangunkan macan yang tengah tertidur.. Hii, ngeri! Kalau sampai orang tua itu tau aku baru pulang sekarang, tamat sudah riwayatku! Aku berhasil masuk dan menutup pintu dengan pelan. Menuju ke kamarku untuk beristirahat. Ku buka pintu kamarku dan hah! Ibu.. Ibuku ada di kamarku lengkap dengan sapu di tangannya menatapku dengan tajam! Sekilas seperti terlihat kilatan di matanya.
Ibu : “Mingxia! Apa kau tidak merasa kasihan pada ibumu ini! Kau pulang tengah malam dengan bau alkohol yang menyengat! Apa kau sudah gila! He! Dasar anak durhaka! Lebih baik bawakan aku seorang menantu tampan yang kaya!”
Ibuku berteriak kepadaku sambil mengejarku yang berlari kesana - kemari dengan sapu yang masih ada ditangannya. Bagaimana aku tidak takut? Tentu saja aku harus lari untuk menghindarinya! Setelah ibuku terlihat lelah aku pun juga berhenti dan berusaha menjelaskan apa yang terjadi.
QM : “I - Ibu.. Tolong tenang dan dengarkan aku, ya?”
Ibu : “Apa yang coba kau jelaskan lagi padaku! Aku sudah mengerti semuanya!”
Aku segera merogoh tasku dan mengambil sebuah buku di sana, sesaat sebelum ibuku ingin memukul pahaku, aku menunjukkan buku nikah itu padanya.
QM : “ Ibu! Lihatlah anakmu yang pintar ini! Aku membawakan ini untukmu!”
Ibu : “Ha? Apa itu?”
Ibu : “Oh Ya Tuhan! Ini buku nikah! Kau! Kenapa kau tidak memberitahuku lebih cepat, He? Dasar anak ini!”
Ibu : “Mingxia, bagaimana dia? Maksudku wajahnya aslinya!”
QM : “Wajahnya baik - baik saja, tidak ada cacat, dan lumayan tampan.”
Yah walaupun dia punya sifat yang angkuh dan tentang traumanya yang harus aku rahasiakan!
Ibu : “Apa dia punya rumah dan mobil sendiri?”
QM : “Iya, dia punya.”
Ibu : “ Umurnya berapa? Pekerjaan?”
QM : “Ibu, kenapa ibu tidak melihatnya saja di buku nikah itu?”
Ibu : “Jawab saja kenapa? Dasar anak ini!”
QM : “Iya, iya. Umurnya 30 tahun, dia seorang kontraktor. Bukankah itu pekerjaan yang lumayan, Bu?"
QM : "Sudah ya, Bu. Aku ngantuk sekali. Ibu aku mau tidur dulu.”
Ibu : “Tentu saja, itu pekerjaan yang bagus! Ya sudah, sana tidur.”
__ADS_1
QM : "Ibu tidak akan pergi kemana- mana kan?"
Ibu : "Yang benar saja?! Kau pikir ibu akan ke mana? Sudah cepat sana tidur, bukunya ibu yang simpan sampai pernikahanmu!"
***
Hari ini adalah hari Jumat, dan yang paling menjengkelkan adalah dari tadi pagi teleponku terus berdering.
Oh Ya Tuhan, aku baru saja tidur selama lima jam! Ku ambil ponselku dan melihat nomor telepon tak dikenal sudah menghubungiku selama sepuluh kali. Gila! Siapa orang aneh ini? Belum sempat beberapa detik ponselku kembali berdering dan secara otomatis aku mengangkat panggilan itu.
Akhirnya kuangkat panggilan itu dengan rasa kesal dan kantuk yang masih menguasai ku! Orang ini benar - benar keterlaluan dan menjengkelkan!
QM : “Halo? Siapa ya?”
LM : “ Nona Qi! Apa kau adalah seekor 'sapi'! Aku sangat sibuk sekarang, dan harus menghubungimu!”
Dan ternyata orang yang melakukan panggilan selama sepuluh kali itu adalah Li Mingyu! Hmp! Kalau dia sibuk kenapa tidak mengirim pesan saja daripada menelepon, Dasar!
QM : “Oh, ternyata Anda! Haha, kasar sekali perkataan Anda?!”
Entah kenapa aku sangat kesal padanya! Walaupun dia tidak menyukaiku setidaknya jangan samakan aku dengan seekor sapi! Memang sebegitu kesalnya ya dia kemarin, tapi kenapa balas dendamnya ke aku!
LM : " Aku sudah mengirimkan pesan padamu, tapi kau tidak membalas! Aku ingin memberitahumu tentang pertemuan orang tua besok. Jam 18.00 malam, Restoran MayQueen. Bagaimana? Apa keluargamu bisa?"
Sepertinya ibu bisa, biasanya kan kalau hari Sabtu ibu libur.
QM : "Ya, keluargaku bisa, Anda tenang saja. Tapi, tunggu, sejak tadi Anda menggunakan bahasa informal padaku!"
LM : "Memang kenapa? Kita kan sudah menikah, lagi pula tidak nyaman jika menggunakan bahasa formal terus."
Ckckck.. Orang ini! Benar - benar!
QM : "Kalau begitu aku juga akan menggunakan bahasa informal mulai sekarang! Baiklah, jadi aku harus memanggilmu siapa di pertemuan besok? Bukankah kita harus terlihat mesra? Iya kan?"
LM : "Benar, seperti cara temanmu memanggilmu kemarin, aku akan memanggilmu 'Xixi'. Benar itu kan?"
QM : "Eh, Benar. Panggil saja aku begitu. Lalu bagaimana aku harus memanggilmu?"
LM : "Panggil saja terserah mu."
QM : "Oke, baiklah. Kalau begitu aku akan memanggilmu 'Yu', bagaimana?"
LM. : "Ya, terserah."
QM : "Oke."
Dingin sekali dia, walaupun tidak suka kan, setidaknya jawab yang benar!
__ADS_1
Oh, iya. Aku harus segera memberitahu ibu! Jam berapa sekarang? Astaga! Hampir jam 8! Aku harus berangkat kerja. Tumben sekali ibu tidak membagunkan ku...