Flash Marriage : My Nerd Husband

Flash Marriage : My Nerd Husband
Eps. 11. Perasaan Mengganjal


__ADS_3

Mingxia's POV


Arghh! Cukup! Cukup Mingxia!


Kenapa kau terus menangis!


Ha! Yang benar saja si pria si*lan kedua itu membuatku kesal sampai seperti ini!


Aku menepuk-nepuk pipiku dan menghapus air mata yang keluar tanpa izinku.


Aku sangat benci melihat pria brengs*k itu karena setiap kali aku melihatnya, hatiku terasa sangat sakit.


Kupikir ini bukan lagi rasa cinta, dan..


Mungkin lebih kepada rasa sakit karena dikhianati.


Sekarang baru terasa sakit, seluruh tubuh bahkan hatiku pun ikut sakit.


Luka gores yang ada di telapak tangan, siku, dan lutut ku mulai terasa perih dan sakit saat digerakkan.


Aku belum membersihkan luka ini, dan sepertinya sekarang aku sedang berjalan pincang sambil memegangi siku ku.


Aku melihat jam di pergelangan tanganku, dan yang benar saja! Jam 7.02?!


Dengan kasar, sekali lagi ku hapus air mata yang tersisa, kemudian bergegas bergerak secepat yang aku bisa ke tempat perjanjian ku dengan..


Ya, lagi-lagi pria si*lan satunya lagi!


Entah apa yang akan terjadi padaku saat sampai di sana. Kurasa dia sudah bersiap mengusirku dari rumah!


~10 menit kemudian~


Aku baru saja sampai di depan tempat makan yang dijanjikan. Tak berapa lama, Li Mingyu keluar dengan dua bungkusan makanan di tangannya. Dan sepertinya dia melihatku? Habislah!


Aku mendatanginya kemudian, dengan terpincang-pincang tentunya,


QM : "Mingyu, maaf... la-lama ya, hehe?"


Aku menyapanya dengan kata-katanya yang pelan dan sedikit cengengesan?


LM : "Dari mana saja kau?"


Hii! Dia memelotot kepadaku dengan mata yang amat tajam!


QM :"Aku..tadi jatuh! Haha!"


Tentu saja aku memaksakan tawa datar itu, selain lukaku yang masih terasa perih, rasa takutku sudah membuatku merinding di sekujur tubuh. Oh Tuhan! Kenapa bisa aku menikahi orang yang sangat emosional ini!


LM :"Ckk, dasar! Pulang sekarang!"


Eh, dia hanya begitu? Tidak marah?


Ah! Jangan-jangan saat di rumah? Habis sudah!


Akhirnya, aku mengikuti berjalan di belakangnya.


Tiba - tiba dia memesan taksi? Ah, tapi syukurlah, itu membuatku lebih mudah.


Kami pulang naik taksi, dan jangan berharap ada percakapan. Sangat sunyi di mobil sebelum pak supir taksi, yang kelihatannya adalah seseorang yang sudah berumur dan ramah mulai memecah suasana.


Supir :"Apa Anda berdua baru saja selesai olahraga?"


QM :"Iya benar, pak. Hahaha. Kami baru saja memutari jalan ini dari rumah."


Tentu saja pak sopir taksi mengetahui lokasi rumah kami, karena beliau sekarang sedang menyetir ke sana.


Supir :"Wah, itu cukup jauh. Anda cukup kuat, Nona. Sangat bagus berolah raga di pagi hari."


QM :"Iya itu benar, menurutku itu juga adalah peningkatan untukku, Pak."


Supir:"Hahaha, bagus sekali, Nona. Lalu, yang di sebelah Anda..?"


QM :"Oh dia..., dia suamiku, Pak. Hahaha."


Huft, aku memutar bola mataku saat menjelaskan itu, sangat menyusahkan menjelaskan bahwa orang kejam di sampingku ini adalah suamiku?!


Supir :"Oh hohoho, memang paling nyaman jika berolahraga bersama. Ah, Nona, maaf sedikit lancang, apakah Anda terluka? Sepertinya parah? Saya tidak terlalu dapat melihat dari kaca spion."


QM :"Oh ben-"


LM :"Kenapa Anda tidak fokus untuk mengemudi saja, Pak? Agar lebih cepat sampai di rumah."


Hah! Dia sudah memotong kata-kataku dan sekarang berbicara seperti itu pada seseorang yang lebih tua?! Sungguh moralitas yang rendah!


Tentu saja karena perkataan Li Mingyu g*la itu, suasana di mobil menjadi sunyi lagi. Pak supir yang ramah, meminta maaf kepada kami, padahal beliau tidak salah apa-apa! Justru pria aneh itulah yang harus minta maaf!


***


Sesampainya di rumah


Mingyu's POV

__ADS_1


Sungguh wanita yang sangat merepotkan!


Menyita banyak waktu untuk hal yang remeh seperti ini hanya dengan mengajak nya.


Dia juga terlihat berbohong. Apakah berjalan saja dia bisa terjatuh sampai seperti itu, kupikir dia bukan orang yang ceroboh. Dan juga siapa yang tidak bisa melihat mata sembab berwarna merah itu?!


Berjalan pincang dengan mata hampir menangis. Tentu saja, akan membuat orang lain salah paham padaku yang berjalan di dekatnya.


Sampai di ruang TV, aku menyuruhnya duduk dan pergi mengambil kotak P3K. Lalu, menyerahkan kotak itu padanya.


LM :"Apa yang terjadi?"


QM :"Ha? Ah, I-itu.. bukankah sudah kubilang aku jatuh?"


LM :"Jangan bohong."


QM :"Itu ben-"


LM :"Sudah kubilang, jangan berbohong!"


QM :"Uh, Itu... Tadi aku ditabrak oleh anak kecil yang... yang sedang belajar bersepeda? Haha."


Tidak mungkin hanya itu saja, dia bukan tipe orang yang akan menangis karena hal sepele seperti itu. Mungkin tinggal dengannya selama ini membuatku sedikit tahu akan tingkahnya yang sedikit di luar dugaan?


LM :"Lalu?"


QM :"Lalu? Ti -tidak ada 'lalu' hanya itu saja! Lagipula kenapa kau penasaran? Biasanya kau kan tidak pernah peduli dengan urusanku?!"


Deg!


Apa ini? Apakah ini 'de javu'?


Aku seperti pernah mendengar kata-kata seperti ini. Dan sangat mengesalkan sampai aku hampir tidak bisa mengendalikan amarahku! Wanita si*lan!


Akhirnya, aku pergi dari sana. Kukira dia akan berbeda, ternyata semua wanita memang sama saja. Tak tahu terima kasih dan sangat seenaknya!


***


Aku sampai di kantor dan bekerja seperti biasa. Namun, kata-kata wanita itu masih terngiang di kepalaku, sangat menyusahkan!


Seperti hanya aku orang yang jahat di sini. Aku... apakah aku memang terlalu jahat padanya? Kupikir tidak!


Terakhir kali, aku meninggalkan wanita itu dan tanpa bertanya lebih lanjut tentang mata berairnya.


***


Pulang dari kantor


Sebenarnya aku mulai terbiasa dengan suasana baru rumah ini.


Apakah bagus dengan tidur di sofa setiap hari? Dan bagaimana dengan lukanya? Apakah itu akan membekas?


Tunggu.., apakah dia tetap beraktivitas seperti biasa dengan luka yang seperti itu?


Walaupun tidak begitu parah, tapi tetap saja pasti terasa perih.


Aku tahu sebenarnya wanita ini sudah bekerja keras, dengan dirinya sekarang, mungkin tidak mudah mengurus rumah sekaligus bekerja.


Ini juga yang dirasakan ibu dulu, beliau selalu tergesa-gesa saat pulang kerja, hanya untuk memasak makan malam dan membersihkan rumah.


Dan wanita ini, seperti nya juga begitu, walau dengan bantuan robot pembersih.


A-apa? ... Kenapa aku jadi memikirkannya? Apa aku sudah gil*? Ckk..


[Tirurutt...tirurutt] (suara dering ponsel)


Fang Gui? Kenapa dia menelepon?


LM :"Ya, ada apa?"


FG :"Mingyu... Sepertinya aku akan mati.."


LM :"Dasar gil*! Kau di mana?"


FG :"Tidak perlu ke sini, bod*h..."


LM :"Haa.. Si*l!"


Sebenarnya kenapa pria gil* ini!


Segera aku melacak nomor ponselnya, dan bergegas menjemputnya, ternyata saat kutemukan, dia berada di pinggir jalan dengan kondisi mabuk seperti idi*t!


Aku turun dari mobil dan menghampirinya,


LM :"Ckk, ayo bangun. Ayo bangun!"


FG :"Kenapa dia seperti itu, Yu..."


LM :"..."


FG :"Itu bukan dia kan..., dia tidak...mungkin..."

__ADS_1


LM :"Diamlah dan beri sedikit tenaga pada tubuhmu!"


Si*l, kenapa dia sangat berat! Susah sekali hanya untuk memasukkannya ke dalam mobil!


'Dia'? Fang Gui bilang 'dia'?


Ha! Wanita lagi ya?


FG :"-begitu.. kan..?"


LM :"Diam! Aku akan mengantarmu pulang!"


***


Sampai di Rumah Fang Gui


LM :"Ckk, kau! Berjalanlah yang benar! Kuncimu di mana?"


FG :"..."


Dasar! Orang gil* ini! Di mana dia menaruh kuncinya?


Di saku jasnya tidak ada, di saku kemeja dan celana juga tidak ada? Ckk.. benar-benar merepotkan!


Akhirnya, aku membawanya ke rumah. Pria idi*t ini, padahal sudah kubilang berkali-kali.


***


Di mobil


FG :"Yu... Aku... harus bagaimana?.."


LM :"Sadarlah, atau setidaknya diam saja! Kau membuatku sakit kepala."


***


Author's POV


~Di Rumah Li Mingyu~


Terlihat seorang wanita yang masih dengan posisi tidurnya tengah berada di atas sofa.


Dan sepertinya mulai terbangun,


QM :"Huaah~, hah.... Jam berapa ini? Ha? Jam 11 malam?"


Sambil terlihat mengucek mata, dia berjalan ke dapur untuk minum, dan tidak sengaja melihat tudung saji yang masih tertutup lengkap dengan isinya yang masih utuh.


Apa Mingyu sial*n masih belum pulang? Jam 11? Aneh sekali! Apa dia makan di luar, dan sekarang sudah tidur di kamar?


Mingxia berjalan menuju bagasi karena tidak mungkin dia mengetuk pintu kamar Mingyu, yang ada malah dia mendapat balasan pedas dari pria itu. Dan ternyata, mobilnya tidak ada, dan artinya dia belum pulang.


Mobilnya tak ada. Hmm.. kenapa belum pulang? Huahhh... terserah saja, aku mau lanjut tidur..


'Brumm brumm'


Eh, suara mobil? Dia pulang? Akh! Kabur!


Mingxia berlari menuju lantai dua dan masuk ke kamarnya.


Sementara itu,


Li Mingyu dan Fang Gui, baru saja tiba di rumah.


Mingyu, membopong Gui masuk ke rumah, dan mendudukkannya di sofa ruang TV.


Tunggu.. wanita itu kemana? Dia terbangun? Yah, itu lebih baik.


Ckk, gara - gara pria bod*h ini! Hah, sekarang aku benar-benar lapar.


FG :"Yu..."


LM :"Apa? K-kau kenapa menutup mulut?"


FG :"Ho-hoek!"


LM :"Argh! Fang Gui!"


Tak disangka, Qi Mingxia ternyata menguping dari dalam kamar dengan sangat seksama?


*Hah? Suara laki-laki? Apa si gil* Mingyu tidak hanya benci wanita tapi juga guy?


Aghh.. Apa tidak ada kesempatan untukku keluar? Ini sangat menegangkan!


Eh! Mingyu seperti nya marah! Ini kesempatannya*!


Qi Mingxia berpura-pura kaget, dan turun menuju lantai satu.


QM :"Hah! A-apa? Kenapa?"


Dan, tentu saja melihat dua orang pria yang ada di sana sedang saling menyangga tubuh.

__ADS_1


QM :"Astaga! Aku tidak mengira akan melihat ini!"


LM :"Apa yang kau lihat! Cepat bantu!"


__ADS_2