
Restoran MayQueen
Mingxia dan Mingyue telah sampai di tempat setelah keheningan beruntun yang terjadi selama perjalanan.
Perasaan Mingxia sepertinya semakin tumbuh dengan sikap Li Mingyue yang cukup baik dan perhatian menurutnya.
Masih dengan sembunyi-sembunyi, Mingxia selalu mencuri pandang Li Mingyue yang sedang membolak-balikkan buku menu untuk sekedar memperhatikan ekspresinya. Tentu saja dengan keahlian Mingxia sikap anehnya itu tidak terlalu kentara.
Namun, tak sadar, Mingxia terlena dengan wajah Li Mingyue. Surai hitam yang tertata rapi namun santai, wajah yang putih dan sepertinya halus? Garis wajah yang tegas, dan bibir yang seksi.
Tunggu- bibir yang seksi?!
Ckk, apa yang kau pikirkan Mingxia! Bagaimana caranya ibu mertua melahirkan orang ini?!
Tatapan Mingxia kepada Mingyue, telah disadari oleh sang pemilik. Dengan sapaan Li Mingyue, Mingxia mengakhiri tatapannya.
LM: "Xixi?"
QM: "Ya?"
LM: "Apa kamu perlu sesuatu?"
QM : "Hm? Tidak,"
Akhh!! Ketahuan!
Mari kita coba tetap tenang! Tapi- aku tidak bisa berbohong! Apa jujur saja?
LM: "Kalau begitu kenapa?"
QM: "Em.. Kamu tampan,"
Mingxia, kau g*la!
Masih dengan ekspresi tenangnya, batin Mingxia benar-benar berbeda dari apa yang terlihat.
Mingyue yang mendengar jawaban Mingxia menjadi bingung. Dirinya tak tahu harus menjawab apa.
Bagaimana wanita ini bisa -
Ckk, ini, bagaimana aku harus merespon?!
QM: "Bagaimana bisa ibu mertua melahirkanmu seperti ini?"
LM: "Kenapa tiba-tiba,"
QM: "Ah, lupakan saja. Apa kamu sudah memilih?"
LM :"Sudah. Kamu mau apa?"
QM :"Cumi mentega dan pakcoi jamur,"
LM :"Ya,"
Beberapa menit setelah selesai memesan, Mingyue kembali berkutik dengan smartphone nya.
Mingxia yang melihat hal tersebut seperti telah terbiasa. Namun perasaan tidak enak muncul, bukan karena hal lain, hanya karena dirinya merasa bersalah telah mengganggu waktu suaminya.
Kenapa aku jadi merasa bersalah seperti ini?! Padahal kan biasanya tidak begini!
Apa aku sudah benar-benar g*la? Hiks!
Tak sadar dengan sikapnya, Mingxia lagi-lagi menatap Li Mingyue dan mengamati setiap gerakannya.
Ckk, dia benar-benar tampan?
Lagi-lagi, sadar dengan tatapan Mingxia, Mingyue mengalihkan fokusnya pada istrinya dan meletakkan ponselnya.
Ada apa dengan sikap wanita ini tiba-tiba?!
Apa dia sedang menggodaku? Bercanda?
LM :"Aku tau aku tampan,"
QM :"Hmm?"
LM :"Apa kamu suka dengan wajah ini?"
QM :"Ya benar, jaga wajahmu baik-baik,"
Benar! Wajahmu adalah satu-satunya alasanku bertahan! Ingat itu!!
LM :"Xixi,"
'Deg!'
Mendengar panggilan kecil nya disebut oleh Mingyue, seketika Mingxia membeku dan jantungnya berdegup kencang.
Akh, ja-jantungku kenapa?! Te-tenanglah Mingxia... Huhh.. Haa...
__ADS_1
Suasananya jadi canggung kan?! Aku sudah berusaha menyembunyikan perasaan ini dengan ketat! Tapi bagaimana bisa pria g*la ini memancingnya!
LM :"Xixi? Ada apa? Apa kamu tidak enak badan? Wajahmu-"
QM :"Huh? Tidak- tidak apa-apa. Aku mau ke toilet sebentar,"
LM :"Oke,"
Kenapa dengan wanita itu? Sikapnya aneh hari ini.
*Toilet wanita
Mingxia sampai dengan terburu-buru dan terengah-engah. Jantungnya benar-benar tidak bisa dikontrol.
Bisa g*la aku jika setiap hari seperti ini!
Aku tidak bisa seperti ini lagi!
Di tengah-tengah perdebatan batin milik Mingxia, masuklah dua wanita dengan topik perdebatan yang sama dengan miliknya.
A :"Zhou zhou... Hiks, apa yang harus kulakukan? Hiks. Jika aku mengaku pasti dia akan membenciku!"
B :"Heii .. Kenapa kau putus asa begitu?! Perang belum dimulai dan kau sudah menyerah? Omong kosong!"
A :"Tapi, kau tau sendiri sikapnya selama ini padaku... Dia seperti tidak menganggapku dan selalu menghindar.. Hiks,"
B :"Apa yang kau takutkan? Jika tidak diterima ya sudah, kita cari yang lain! Lagipula banyak laki-laki di luar sana yang mungkin bahkan lebih baik!"
Mingxia termenung dengan ucapan mereka, namun... Satu hal, dia tidak bisa tidak diterima, dia harus diterima! Karena dirinya telah menikah!
Jika terjadi ketidaknyamanan pasti akan menimbulkan kesengsaraan! Dan dirinya juga tidak bisa bercerai semudah itu!
Akhirnya, masih dengan perasaan mengganjal namun jantung yang sudah mereda, Mingxia kembali ke meja makan miliknya. Terlihat Mingyue kembali berkutat dengan ponselnya.
Makanan baru saja dihidangkan,
QM :"Aku kembali,"
LM :"Ya. Makanannya sudah datang, mari makan."
QM :"Un,"
Pada waktu itu, Li Mingyue lagi-lagi menjadi sedikit khawatir dengan sikap Mingxia.
LM :"Xixi, Ada apa?"
LM :"Masa lalu? Kenapa?"
QM :"Aku penasaran, apakah tidak boleh? Sebagai balasannya kau boleh bertanya apapun padaku!"
Sebagai pertimbangan, aku akan mencoba menggali masa lalunya!
LM :"Itu.. Tidak ada yang spesial,"
QM :"Ah, kalau begitu berarti boleh kan?"
LM :"Makanlah dulu,"
QM :"Oke!"
Apa yang sebenarnya diinginkan oleh Mingxia?
***
Waktu makan malam pun telah selesai, keduanya berangsur meninggalkan restoran menuju parkiran. Dalam perjalanan menuju tempat parkir mobil, Mingxia mencoba membahas hal yang sama.
QM :"Yue-ge, aku masih penasaran dengan mada lalumu,"
LM :"Huh? Daripada membahas itu, kita lanjutkan saja ke jadwal selanjutnya,"
QM :"Hm? Apa itu? Apakah menonton film?"
LM :"Ya, benar"
QM :"Serius?"
Sepertinya Mingxia cukup menggebu-gebu untuk rencana selanjutnya.
Namun,...
QM :"Tunggu-, bukankah kita akan menonton film?"
LM :"Ya,"
QM :"Tapi, kenapa pulang?"
LM :"Ya, kita akan menonton film di rumah"
QM :"APA?!"
__ADS_1
Astaga, teriakan wanita ini benar-benar...
LM :"Lebih nyaman di rumah,"
QM :"Ah...iya, baiklah,"
Benar, aku hampir lupa dia seorang introvert akut.
Tapi, tidak masalah, aku jadi bisa lebih bertanya tentang cerita masa lalu, yang dari tadi terus dihindarinya!
QM :"Belikan makaron dan popcorn,"
LM :"Ya,"
***
Selesai membeli makanan kami bergegas sesuai rencana, kembali ke rumah untuk menonton film.
Walau banyak gejolak yang terjadi, namun aku lumayan lega Li Mingyue mau bekerja sama. Karena memang dari awal ini bukanlah nikah kontrak dan memang murni saling membutuhkan, yaa.. memang sih untuk kepentingan masing-masing. Tapi aku harap keharmonisan rumah tangga ini selalu terjaga.
Kupikir memang hal seperti ini, sesepele ini pun perlu diluangkan sesekali.
Persiapan pun selesai, Li Mingyue beberapa kali menawarkan film-filmnya, dan aku mengangguk untuk film bergenre action fantasy. Mungkin terkesan tidak cocok dengan umurku, tapi ini mampu menghiburku untuk keluar dari segala kepusingan dunia nyata.
Jika Li Mingyue tidak suka, siapa suruh dia bertanya padaku, hmph!
Tapi, ternyata tanpa berkomentar apapun dia segera menyetel film tersebut. Sejujurnya aku sudah pernah menonton mayoritas film terbaru karena aku tidak mau ketinggalan sama sekali, bisa dibilang aku ini seorang FOMO. Dan tentu saja, aku tipe orang yang hanya menonton sekali saja sudah cukup, kedua kalinya akan membosankan.
Tujuanku adalah mencari dan menggali lebih dalam tentang masa lalu 'kesayanganku' ini!
Setelah film mulai diputar, dia perlahan duduk di sebelahku dengan tenang. Sampai dengan pertengahan film, Li Mingyue masih fokus dengan film itu. Aku menyela di tengah-tengah.
QM :"Yue-ge, sesuai seleramu?"
LM :"Lumayan, aku tidak terikat pada satu genre"
QM :"Apakah seperti itu sejak dulu?"
LM :"Tidak, itu lebih pada aku berhenti menonton hiburan semacam ini,"
QM :"Kenapa?"
LM :"Aku punya perusahaan,"
QM :"Hm.. Benar. Itu masuk akal,"
LM :"?"
Li Mingyue dengan heran menanggapi pertanyaan istrinya sambil menolehkan kepalanya bingung.
QM :"Kau tau, aku mau jujur"
Aku ingin mengatakan sedikit demi sedikit rahasiaku padanya, agar dia juga tidak merasa terpancing dengan menceritakan masa lalunya, ini juga agar kita impas.
Ya, kenapa ku tidak melakukan ini sejak dulu? Jika dihitung kita sudah bersama selama hampir 3 bulan. Kurasa hubungan yang samar-samar ini bisa diperkuat dengan saling mempercayai satu sama lain. Dan lagi, aku sudah benar-benar hilang rasa kepada Yi Zian.
LM :"Jujur?"
Li Minggu mulai mengecilkan volume film yang telah berada di pertengahan akhir putaran. Aku mulai menatapnya, walaupun perasaanku sedikit tidak terkontrol, tapi kuncinya adalah ketenangan!
QM :"Ini tentang mantan pacarku. Dia seorang yang penuh dengan belas kasih dan aku sangat menyukainya dulu, masa-masa itu bertahan hingga 5 tahun."
Mantan pacar Mingxia? Orang seperti apa dia? Penuh belas kasih? Heh..
QM :"Bagiku tentu waktu lima tahun tidaklah sebentar, kami benar-benar berorientasi pada pernikahan sehingga aku sangat dan begitu percaya padanya. Singkatnya, setelah kepercayaan dan cinta yang kuberikan padanya, dia menghilang."
Ah... Haha.. Apa tujuannya menceritakan ini padaku,
LM :"Menghilang maksudmu? Dia berpulang?"
QM :"Dia lebih seperti lenyap, disaat-saat aku sangat membutuhkannya, dia tidak ada. Kukira terjadi sesuatu padanya, aku mencarinya kemana-mana, dan kutemui bahwa dia telah pindah ke luar negeri."
QM :"Media sosial dan ponselnya tidak aktif lagi. Kau tau, dengan begitu kala itu laki-laki terakhir yang aku harapkan tidak memberiku penjelasan apapun, dan menghilang begitu saja."
QM :"Sekarang, dan selama pernikahan ini, aku sedang mencoba sekeras mungkin untuk mempercayaimu. Dan, apakah kau mau mencoba mempercayaiku, Li Mingyue -ge?"
LM :"Aku..."
...****************...
...****************...
...-BERSAMBUNG-...
...****************...
...****************...
...❤️✔️🙏...
__ADS_1