Flash Marriage : My Nerd Husband

Flash Marriage : My Nerd Husband
Eps. 3. Rencana yang Sudah Disiapkan


__ADS_3

Tega sekali orang tua itu! Kenapa aku tidak dibangunkan, padahal ibu tahu hari ini aku harus bekerja. Segera saja aku mandi, gosok gigi, ganti baju, dan sarapan dengan kecepatan penuh! Saat akan sarapan aku mencari - cari makanan, dan benar saja ibuku memang yang terbaik!


Dia menyiapkan sarapan kesukaanku hari ini, yah walaupun sayang sekali aku tidak menikmati sarapan itu dengan nyaman karena diburu waktu. Setelah sarapan yang seperti roket itu, aku berlari menuju jalan raya untuk memanggil taksi.


***


Hari sudah sore saat aku pulang dari kantor. Sesampainya di depan pintu rumah, aku mengambil kunci dan membuka pintunya. Kulihat isi rumah itu masih sama saat sebelum ku tinggal. Aku masuk dan menelantarkan barang - barang ku di kamar, lalu bergegas mengambil ponsel. Kulihat ada beberapa pesan masuk yang masih belum ku baca karena memang hari - hariku selalu sibuk. Salah satunya adalah dari ibu, aku menekan namanya pada layar ponselku untuk melihat isi pesannya.


*QM : 'Ibu, Keluarga Li Mingyu mengundang kita untuk pertemuan keluarga besok Sabtu'


Ibu : ‘Oh benarkah itu? Dia meminta kedua keluarga untuk bertemu, ya?’


Ibu. :‘Itu bagus!’


Ibu : ‘Kalau begitu, ibu akan pergi belanja pakaian baru dulu. Jadi, ibu akan pulang malam nanti’


Ibu : ‘Jangan lupa untuk makan malam! Masaklah makan malam mu sendiri, ibu makan malam di luar*'


Yah, Ibuku memang orang yang bersemangat. Lalu kenapa dia tidak mengajakku juga! Tidak pikir panjang aku segera ganti pakaian dan menyusul wanita tua itu. Aku menelponnya dan menanyakan lokasinya, setelah itu aku bergegas menuju ke tempatnya.


Sesampainya, aku mencari - cari keberadaan ibu satu - satunya milikku itu. Tak lama, ternyata ibu sedang memilih pakaian di seberang sana. Aku juga ikut memilih - milih pakaian tidak jauh darinya. Baju di toko ini memang selalu cocok di mataku. Semua kain bajunya sangat berkualitas! Namun, dengan harga yang cocok di tas.


Sudah kutemukan gaun milikku, gaun Qipao Cheongsam dengan warna pink salmon. Yah, memang aku sangat suka warna pastel. Sedangkan, ibuku memilih gaun dengan jenis yang sama namun panjangnya sampai ke betis dengan warga merah mencolok khas Tiongkok.



Contoh gambar Qipao Cheongsam


Sumber : pinterest.com


Setelah berbelanja selama hampir tiga jam, kami beristirahat sambil mencari makan malam Cap jay kesukaan ibuku, dan aku memesan Mapo Tofu. Setelah selesai makan, kami berbincang - bincang sebentar. Dan aku teringat masih memiliki pesan yang belum dibaca, spontan aku mengeluarkan ponselku, membuka pesan, dan ternyata salah satunya adalah dari Li Mingyu. Aku membuka pesan miliknya lebih dulu dan membacanya.


LM : ‘Mingxia, sampaikan ke ibu mertua. Besok tidak perlu naik taksi atau kendaraan lain. Aku akan menjemput kalian’


Setelah membaca itu, aku tersentak sebentar, sambil memukul meja!.


Ha! Yang benar saja dia masih memiliki hati nurani!


Tanpa kusadari, wanita tua yang ada di hadapanku terkejut, dan secara otomatis bertanya.

__ADS_1


Ibu : “Hei! Kau bikin kaget saja! Ada apa?”


QM : “Eh, Ibu. Untuk acara besok katanya, Li Mingyu akan menjemput kita.”


Ibu : “Li Mingyu? Aku seperti pernah melihat namanya, di mana ya?”


QM : “Dia menantumu!”


Ibu : “Oh, astaga! Bagaimana mungkin aku melupakannya! Hahaha. Dia sangat sopan, sampaikan terima kasih kita padanya!”


QM : “Oke.”


***


Hari ini adalah hari Sabtu, hari di mana akan ada acara pertemuan dengan dengan keluarganya Li Mingyu. Dan ini masih jam 9 pagi. Tentu saja hari ini aku libur, dan seperti biasa aku masih bermalas - malasan di tempat tidur. Entah kenapa, tiba - tiba aku teringat cinta pertamaku dulu, dan sekarang aku sudah menikah. Benar - benar sangat konyol, karena aku menikahi orang yang tidak suka dengan lawan jenisnya. Tapi, setelah memikirkannya lagi, betapa dungunya aku yang dulu. Bisa - bisanya aku mau saja dimanfaatkan oleh seorang pria yang tidak menganggap ku sama sekali.


Dan tanpaku sadari, air mata menetes di pipiku begitu saja, kemudian aku jadi terisak lebih jauh. Bukan karena aku masih memiliki perasaan padanya, lagi pula itu sudah 5 tahun yang lalu. Aku hanya merasa kesal karena dia menghianatiku dan aku berencana untuk balas dendam! Yah, tapi aku juga berpikir itu hal yang tidak berguna jadi, aku mengurungkannya.


Tak lama setelah itu, ada pesan masuk dari ponselku. Spontan saja, kulihat lalu ku baca pesan yang masuk dengan nama Li Mingyu.


**LM : “Mingxia, apa kau sudah tahu apa yang harus dilakukan nanti?”


LM : “Benar, jangan buat kesalahan.”


QM : “Tentu saja! Kau pikir aku bodoh?”


LM : “Aku hanya memastikan."


QM : “Jangan membuatku marah!”


LM : “Bagaimana ibumu? Apa ada barang


yang disukainya**?”


Wah, gila! Orang ini sangat bertekad untuk menyenangkan ibuku! Huft.. Dia memang benar - benar ingin segera terbebas ya?!


**QM : “ Ibuku itu orangnya sangat simple . Kalau kau bertingkah sopan, kau akan lulus.”


LM : “ Itu saja?”

__ADS_1


QM : “Dan ibuku suka mengoleksi cangkir dan tas. Memangnya kenapa? Kau ingin menghadiahinya?”


LM : “Ya. Itu saja. Orang tuaku juga tidak sulit, karena pada dasarnya mereka menginginkan pernikahan ini.”


QM : “Oke**.”


Setelah percakapan itu, kami kembali ke kegiatan masing - masing. Aku yang masih bermalas – malasan di tempat tidur pun kepergok oleh ibu yang ternyata dari tadi sudah mengawasiku dengan sebatang rotan pemukul kasur ditangannya! Yah tentu saja seperti biasanya aku bermain lari – larian dengan wanita tua yang kejam itu! Setelah puas berolah raga aku bergegas mandi dan kemudian sarapan seperti biasa.


Karena waktu masih senggang, aku berkunjung ke rumah Yanyan dan ternyata dia masih lebih parah daripada aku! Karena hari ini aku masih merasa kesal, aku melampiaskan semuanya ke Yanyan yang malang.


Aku menggoyang – goyangkan tubuhnya yang masih terbaring bagai mayat dengan sangat keras, memukul pantatnya menggunakan sapu yang aku bawa dari rumah. Setelah ‘sapi’ itu bangun, aku memasak makanan untuknya sebagai permintaan maaf untuk kelakuan gilaku tadi.


Setelah sadar dengan baik, Yanyan menyantap makanan yang aku masak untuknya, setelah itu aku menggiringnya memasuki kamar mandi. Aku menunggunya mandi sambil sesekali melihat – lihat isi kulkasnya berharap ada sesuatu yang bisa kumakan. Akhirnya aku dan Yanyan bermain terus hingga sore hari sambil menceritakan tentang pertemuan nanti malam.


YY : “Xixi, apakau pernah bertemu orang tuanya sebelumnya?”


QM : “Ha? Kau bercanda? Kami baru saja bertemu dua hari yang lalu! Dasar kau ini!”


YY : “Ya.. Mungkin saja dia mengenalkanmu pada orang tuanya lebih dulu.. Lagi pula kau bilang dia mencintaimu kan? Bukankah itu hal yang biasa? A – Apa kalian belum bertemu lagi sejak dua hari yang lalu itu? Kau bercanda kan?”


QM : “Yah, tidak bisa dipungkiri sih, dia itu sangat sibuk setiap harinya. Jadi, aku harus memakluminya.. Bukankah seharusnya memang begitu?”


YY : “Tapi... kalau begini terus cinta pandangan pertama yang kau banggakan itu akan segera musnah!”


QM : “Selama ada rasa percaya kenapa tidak, He? Lagi pula kami akan segera menikah. Dan kau punya utang padaku, di malam perayaan kebebasanku, kau sangat merepotkan tau!”


YY : “Hehe, kau tau sendiri kan aku itu bagaimana? Tapi tenang saja, pasti akan ku ganti deh!”


Percakapan kami hari itu berakhir di situ, setelahnya aku pulang dan bersiap untuk acara pertemuan keluarga.


***


Waktu pertemuan pun segera tiba, tinggal 30 menit lagi dari waktu yang dijanjikan. Tapi, daritadi aku belum melihat batang hidung orang yang akan menjemput dengan mobil Porsche macan-nya!


Contoh gambar mobil Porsche Macam


Sumber : pinterest.com


__ADS_1


__ADS_2