Gabril - Mahkota Atau Arena

Gabril - Mahkota Atau Arena
away from home


__ADS_3

Gabril menyingkap tirai hitam yang penuh dengan debu, lorong lorong sempit dengan sampah bertaburan dimana – mana. Lampu pijar dengan cahaya kekuningan yang sedikit demi sedikit memudar.


Luka goresan, lebam, bagian tubuh yang merah, semua nya menempel menjadi satu, langkah gadis itu terputus putus, sarung tangan tipis yang dia buat dari balutan kain, lengan nya memegangi pelindung kepala yang biasa digunakan dalam taekwondo.


Meskipun dia disoraki oleh puluhan orang yang berdiri di samping kanan kiri, tapi telinga nya tidak bisa mendengar. Orang orang itu melempari nya dengan uang, gadis itu baru saja menghakimi seorang wanita yang kini terkapar lemas di dalam ring.


Namun untuk kali pertamanya, Gabril tidak merasa senang dengan kemenangan kali ini, hambar, itulah yang dia rasakan. Tidak ada yang spesial, tidak ada perasaan apapun, hanya bisikan samar didalam kepalanya, ingatan kalau dialah yang telah memukuli wanita itu.


***********


Harum roti tercium hingga bus besar yang terparkir, toko roti dengan kedai yang kecil baru saja mengeluarkan roti besar yang keliatan empuk dan lembut.


Uap uap panas memancar menggeliat keluar ketika para koki itu mengeluarkan nya dari oven besar, harum manis dengan sedikit rasa samar secangkir kopi.


Wanita dengan rambut hitam pendek tengah sibuk menata berbagai macam peralatan di dalam koper berwarna merah tua yang terlihat sedikit usang.


Disisi kanan nya seorang gadis serupa namun tanpa kacamata tengah asyik memakan roti hangat dengan satu cup kopi manis di samping nya.


“Kamu kayaknya teliti banget deh, Viona.” Gabril menunjuk barang bawaan Viona dengan roti yang ada di tangan nya.


“Ini penting Gabril, kalau ada yang ketinggalankan bisa kacau nanti.”


Mereka berdua tengah bersiap untuk acara kemah sekolah yang diadakan hari ini, area lapangan luas, hamparan lautan manusia memenuhi lapangan, murid murid sangat antusias, pancaran semangat menggeliat keluar.


“Hola hola, kayaknya lagi sibuk berduaan aja nih.” Suara kencang Ara menyapa Gabril dan Viona. Ara tampil benar benar tampil kasual hari ini, dia memakai pakaian yang biasa dia pakai di berbagai kegiatan sekolah. Baju polo shirt dengan logo kuda di samping kiri.

__ADS_1


"Gimana, kalian udah milih tempat duduk belum, kalau aku sih udah, dibelakang supir nya langsung! Udah gitu di pojok lagi deket jendela.”


Ara melompat kegirangan. “Lho bukannya tempat duduk nya yang tentuin itu guru yah.” Viona mendongak keheranan.


“Yaa ampun, kalian patuh banget sih sama peraturan, enggak usah segitu nya kali, lagian kalau ngikutin guru pasti enggak tempat duduk yang bagus.”


Ara mengusap wajahnya pelan. “Ayo Vi ikut aku, kita harus duduk berdua.” Gabril berlari menaiki bus besar di samping nya.


Orang orang ternyata sudah mendahului mereka, seisi bus penuh. Gabril dan Viona berjalan pelan sembari mengarahkan mata mereka ke berbagai penjuru, mencari kursi kosong.


Sebenarnya banyak kursi yang masih kosong, namun letak kursi itu benar benar tidak strategis, perjalanan dari area parkir menuju lokasi kemah sangatlah jauh, jadi memilih kursi menjadi hal yang krusial.


“Itu disana, dibelakang tempat gue masih kosong tuh.” Ara lagi lagi respawn dibelakang mereka berdua, jari nya menunjuk sebuah kursi di area depan bus, dekat dengan pintu. Gabril segera menuju kesana, dia mempercepat langkah kakinya.


Jam menunjukan pukul sebelas lewat lima, guru dan semua murid sudah berada didalam bus mereka masing masing, 6 buah bus besar berbaris rapih di area parkir.


Keenam bus itu bergantian keluar dari aera parkir menyelusuri dan berbaurdengan kendaraan serta orang orang yang tengah memakai jalanan.


Lantunan gitar dengan nyanyian yang sedikit falls dan kaku, anak laki itu bernyanyi dan heboh sendiri dibelakang bus, Gabril beberapa kali mencuri pandangan, Fahri kali ini benar benar menampilkan sifat periang nya.


Pria itu memainkan gitar dengan lantunan halus dan terkadang melompat didalam bus, meskipun beberapa kali ditegur oleh para guru, kumpulan anak laki itu tetap saja bersuara gaduh.


Ara yang duduk didepan mereka sibuk dengan kamera ponsel nya, dengan teman disamping nya mereka sibuk melakukan ribuan pose dan berfoto foto.


Viona menyumbat kedua telinga nya dengan earphone dan membuka satu buah buku tebal, gadis itu akan mendedikasikan perjalanan nya dengan membaca tumpukan buku – buku yang dia bawa.

__ADS_1


Para guru sibuk dengan layar tv kecil yang menancap di atap bus, sisanya murid sedang menikmati perjalanan dengan menempelkan kepala mereka di kaca bus dan menyaksikan hamparan gedung serta rumah yang berlalu layaknya adegan sinetron.


Gabril terkadang bisa melihat Rio yang sedang bergurau sapa dengan kakak nya Sassi di bus lainnya ketika berpapasan.Bus yang mengangkut murid dan pendamping nya memang dipisah.


Gabril yang bingung harus melakukan apa membuka ponsel nya, dia berkhayal akan bercanda selama di perjalan dengan Viona, namun gadis itu seolah olah tidak ingin diganggu ketika dia mulai membuka bukunya.


Gabril membuka akun sosial media nya, history feed aplikasi itu penuh dengan foto orang orang di dalam bus, yaaa….mereka benar benar memposting seluruh kegiatan didalam bus nya masing masing.


Gabril membuka halaman pencarian, dia mengetikan nama seseorang di keyboard bergambar vektor dengan motif kelinci. Jari jemari nya mulai mengetik nama seseorang.


FAHRI. Gadis itu sedang melakukan stalking.


Halaman page dari akun sosial media milik Fahri terpampang didepan wajah Gabril, bio yang tidak diisi bahkan tidak memakai foto profil.


Hanya ada beberapa foto Fahri yang tengah bersama dengan teman nya dan beberapa lagi memperlihatkan dirinya yang tengah bermain bola.


Selebihnya hanya halaman kosong tanpa isian. “Ini orang bener bener mau jadi anonim kali.” Gumam Gabril sedikit kesal, gadis itu menutup kembali ponsel nya.


Tidak banyak hal yang bisa dia lakukan, Viona masih terlihat belum bisa diganggu sementara teman nya yang lain hanyalah Ara yang masih sibuk dengan kamera ponsel nya.


Dan tidak mungkin dia bergabung bersama Fahri dan teman temannya. karena suasana yang semakin boring membuat gadis itu mulai menguap.


Rencananya untuk bersenang senang di bus kandas, Viona hanya beberapa kali menoleh memberikan senyuman manisnya.


Mata Gabril perlahan mulai rapat, semburan AC bus yang dingin memang bisa menjadi alasan kuat Gabril untuk mengisi waktu perjalanan nya dengan istirahat.

__ADS_1


Pandangan perlahan memudar ketika kedua matanya tertutup rapat, kepalanya bersandar di samping jedela, jalanan luas menjulang dan gedung tinggi yang berganti menjadi hamparan padang rumput yang luas.


Gabril terlelap masuk kedalam mimpi indah nya.


__ADS_2