
"Laper banget perut gue," lirih Milea sambil mengusap perutnya.
"Kok malah melenggang?" tegur Firdaus.
"Lalu?" Milea pun menghentikan langkahnya tepat di depan pintu masuk supermarket.
"Tuh, bawa," titah Firdaus kepada Milea untuk membawa keranjang dorong.
"Ooh," Milea pun mengambil keranjang dorong dan membawanya masuk ke dalam supermarket.
"Mau belanja apa, Pak?" tanya Milea.
"Sayur. saya suka makanan yang fresh dan d olah dengan bersih. Ingat, di olah dengan bersih. Jadi, saat kamu mencuci sayurannya, itu harus benar-benar bersih," ujar Firdaus.
"Hmm, ya." jawab Milea.
Wanita itu pun terus mengikuti sang bos sambil mendorong keranjang belanjaan.
"Ayo ... Ayoo .. di cicipi, di jamin ketagihan. Beli dua gratis satu. Ayoo, silahkan di cicipi." teriak seorang sales promotion girl yang sedang menawarkan produknya.
"Pak, lihat ke sana yuk. Mumpung ada testernya," ajak Milea.
__ADS_1
"Gak ah, itu makanan cepat saji yang gak sehat. Saya gak mau," tolak Firdaus.
"Dasar sok sehat," cibir Milea dan memanyunkan bibirnya. Untung saja dia sedang menggunakan masker, jadi tidak ada yang mengetahui bagaimana bentuk wajah dan bibirnya saat ini saat sedang mengejek sang bos.
Milea menarik napasnya panjang, wanita itu menghirup aroma makanan cepat saji yang sedang di masak oleh sales produk tersebut.
"Lapar perut gue," lirihnya dan berjalan mendorong keranjang dorong ke arah sales tersebut.
"Mbak, boleh cicip yaa?" tanya Milea.
"Oh, boleh Mbak, silahkan," ujar sales.
"Emm, ini enak banget," seru Milea dan kembali mengambil beberapa potong ayam madu goreng untuk di makannya.
"Gimana, Mbak? Enakkan?" tanya sales tersebut.
"Enak, Mbak. Saya beli deh," ujar Milea. "Beli dua gratis satu kan?" tanyanya.
"Iya, Mbak. Ini," ujar sales dan memberikan tiga bungkus ayam goreng madu tersebut.
Baru saja Alya ingin meraih bungkusan makanan cepat saji itu, tiba-tiba saja Firdaus menahan tangan Milea.
__ADS_1
"Kami gak jadi beli. Makanan ini gak sehat," ujar Firdaus.
"Loh, kok gitu sih, Pak? Saya kan mau? Pak .... Pak ... " Milea pun terpaksa mengikuti Firdaus yang sudah mendorong tubuhnya menjauh dari sales promosi tersebut.
"Makanan cepat saji itu gak sehat. Lihat tubuh kamu, kecil dan kurus begitu. Itu karena pertumbuhan kamu itu gak baik. Kamu kebanyakan makan makanan yang gak sehat dan mengandung micin," Ujar Firdaus.
"Sok tau," cibir Milea dengan kesal. Wanita itu menjilati bibirnya yang masih menyisakan rasa manis dari ayam yang dia makan tadi.
"Enak banget, jarang-jarang bisa dapat bonus. Iih, dasar bos pelit," cibir Milea pelan.
Milea pun seolah mendapatkan ide yang cemerlang, sehingga wanita itu pun memberikan kode kepada sales promotion girl itu untuk memberikannya 4 bungkus, beserta bonus dua bungkus.
Tanpa sepengetahuan Firdaus, Milea meletakkan bungkusan ayam cepat saji itu ke dalam keranjang dorong, kemudian dia menutupi ayam tersebut dengan sayuran agar Firdaus tak melihatnya.
Firdaus pun hanya melirik ke arah sales yang baru saja melewatinya itu, kemudian dia langsung menoleh ke arah keranjang dorong, melihat apakah ada bungkusan makanan cepat saji itu atau tidak.
"Pak, saya ambil ini ya, haus," ujar Milea mengambil perhatian Firdaus.
"Ya. Eh, kok langsung di buka?" tanya Firdaus saat melihat Milea memutar tutup botol minumannya.
"Kan sudah saya bilang tadi, Pak. Saya haus," ujar Milea sambil meneguk minuman tersebut.
__ADS_1