Gadis Miskin Menjadi Permaisuri

Gadis Miskin Menjadi Permaisuri
Bab 9: Asal-usulnya


__ADS_3

Para menteri terkejut saat melihat isi buku tersebut, terutama menteri perdagangan dan menteri perhubungan. Yang tertulis di buku tersebut adalah bukti tentang mereka yang diam-diam berencana untuk mengganti kaisar.


"Menteri perdagangan dan menteri perhubungan, kalian adalah bekas ayah mertuaku. Apa kalian mengerti kenapa putri kalian meninggal saat menjadi permaisuri? Itu karena keserakahan kalian yang ingin mencapai kekuasaan lebih tinggi lagi! Aku tidak akan pernah bisa mengampuni kalian berdua!" seolah ada api yang membakar bola mata Fengying saat ini. Dadanya turun naik pertanda dia benar-benar marah.


Menteri perdagangan, Minghao dan menteri perhubungan, Sheng segera bersujud di lantai untuk memohon ampunan pada Kaisar Fengying. Tapi sia-sia saat dia sedang marah besar seperti ini. Hari ini suasana hatinya sangat tidak baik.


"Kami bersalah, kaisar! Mohon ampuni kami, mohon ampuni... kami berjanji akan mendukung kaisar dengan sepenuh hati! Kami telah di butakan oleh kekuasaan, kaisar. Mohon ampuni kesalahan kami!" teriak Sheng dengan nada bergetar ketakutan.


Fengying menatap Sheng dengan sinis, kemudian dia segera turun dari singgasananya. "Apa kau bilang? Mendukungku dengan sepenuh hati? Sekali kau berkhianat, selamanya kau akan tetap menjadi pengkhianat! Selama ini aku begitu menghormati kalian berdua, tapi ini balasan dari kalian?!"


"Maafkan kami, kaisar!"


"Aku tidak akan pernah mengampuni atau memaafkan kalian. Hukuman kalian tetap di penggal!"


Minghao beranjak berdiri sambil menatap Fengying dengan remeh. "Baik, penggal saja kepalaku. Tapi sebelum itu aku ingin menyampaikan bahwa kau sebenarnya tidak pantas menjadi kaisar. Kau hanya anak dari seorang selir rendahan yang asal-usulnya saja tidak diketahui. Kau tahu kenapa kaisar terdahulu begitu menginginkanmu menjadi kaisar di masa depan? Karena dia tidak ingin putra kesayangannya terlibat masalah dengan anak selir kotor sepertimu. Tapi ibumu dengan kejam membunuh putra kesayangan kaisar!" teriaknya yang membuat semua orang terdiam.


Xian yang mendengar itu langsung mengarahkan pedang ke leher Minghao, siap untuk menebas lehernya sekarang. Namun tatapan mata Fengying membuat Xian berusaha menahannya mati-matian.


Minghao berjalan mendekati Fengying yang menyorot setiap gerakannya. "Kau tidak pantas menjadi kaisar! Kau adalah anak iblis kejam! Karena kau ada, ibumu membunuh putra kesayangan kaisar dan permaisuri terdahulu, kakakku!"

__ADS_1


Ya, Minghao adalah adik dari permaisuri terdahulu, istri ayah Fengying. Dia tidak terima saat melihat dengan mata kepalanya sendiri, kakaknya di bunuh dengan kejam. Dia juga menyaksikan ibu Fengying mencekik leher anak kakaknya yang saat itu baru berusia 5 bulan.


"Bukan kau yang harus mengampuni, tapi aku dan keluargaku!"


Fengying mengembuskan napas panjang. Begitulah asal-usulnya sebagai anak dari wanita pembunuh. Dia juga tidak ingin menjadi kaisar, dia hanya ingin hidup bebas di luar istana. Tapi wasiat yang ditulis oleh ayahnya sebelum meninggal mengatakan bahwa dialah kaisar selanjutnya. Langit mengutuk dirinya yang tidak melakukan apa-apa. Dia hanya lahir dan bernapas tapi ternyata semuanya tidak mudah bagi Fengying.


Tidak ingin terlalu sakit hati karena mendengarkan orang di depannya, Fengying langsung mengambil pedang dari pengawal yang ada di dekatnya.


Tanpa berkata apa-apa, Fengying langsung menghunuskan pedang ke perut Minghao hingga tembus ke belakang. Minghao tidak mampu berkata lagi, darah mulai mengalir dari perut dan mulutnya. Tak lama kemudian ia tumbang ke lantai. Suara keras akibat Minghao yang tergeletak membuat semua orang yang ada disana semakin ketakutan.


Fengying menyeka percikan darah di wajahnya sambil tertawa. Bukan tawa kebahagiaan, bukan tawa keharuan, itu adalah tawa mengerikan seolah masih siap untuk membunuh. Tawa mengerikan itu bercampur dengan rasa sedih dari hati Fengying. Jika bisa, saat ini mungkin dia akan menangis pilu karena takdir kejam yang mengikuti dirinya sejak kecil.


"Mengerti, kaisar!"


"Bunuh dia sekarang!" perintah Fengying pada Xian yang berdiri di samping Sheng. Dalam sekali tebas, Sheng tergeletak di lantai dengan darah mengalir dari lehernya.


"Gantung mayat mereka di pusat kota dan sebarkan informasi bahwa mereka berdua adalah pengkhianat. Usir seluruh keluarga mereka dari Negeri Taoming. Jika salah satu keluarga mereka terlihat berkeliaran di negeri ini, maka seluruh keluarganya akan langsung di bunuh! Ini akibat jika kalian berani berkhianat pada kaisar! Saat mati pun kalian berdua masih tetap menyusahkan orang lain!" tegas Fengying sambil menatap mayat Minghao dan Sheng bergantian.


Setelah puas menyaksikan kebodohan dua menterinya, Fengying segera keluar dari aula tengah diikuti oleh Xian dan pengawal lainnya.

__ADS_1


Wajah Fengying masih terlihat merah padam. Untuk meredakan amarahnya, Fengying memutuskan untuk berendam di dalam kolam pemandian kediaman kaisar. Cuaca yang panas serta hatinya yang panas saat ini seolah sedang membakar dirinya.


Setelah jubahnya di lepas oleh kasim, Fengying segera masuk ke kolam pemandian yang bertabur bunga mawar merah. Sensasi dingin membuat suhu panas tubuhnya seketika mereda. Dia baru bisa bernapas lega saat ini.


"Apa menurutmu aku ini tidak pantas menjadi kaisar?" tanya Fengying pada Xian yang masih setia berdiri di dekat pot bunga.


"Apa kaisar mulai memikirkan perkataan dua menteri bodoh tadi? Selama ini kaisar memimpin dengan baik, bagaimana mungkin kaisar tidak pantas?" ujar Xian membuat Fengying tersenyum tipis.


Mata Fengying menatap ke atas dimana terdapat lampu yang bergantung. "Sebaik apapun aku memimpin, tetap saja aku adalah anak dari pembunuh. Aku takut suatu hari nanti akan mendapat karma dari perbuatan jahat ibuku."


Xian hanya diam, sepertinya takut salah bicara. Fengying yang mengerti juga tidak berkata apa-apa lagi. Pria itu memejamkan mata dan perlahan merosot masuk sepenuhnya ke dalam air.


Saat itu Fengying ingin berteriak sekuat tenaga. Dia begitu benci karena ibunya adalah pembunuh. Kenapa dia harus lahir dari wanita pembunuh? Jika bisa memilih dilahirkan oleh siapa, tentu saja Fengying akan memilih untuk dilahirkan dari rahim permaisuri yang tetap menjadi anak kesayangan kaisar. Tapi apalah daya saat takdirnya seperti ini.


Fengying menegakkan tubuhnya sambil mengusap wajahnya dengan kasar. Dia lelah harus meredamkan amarah dengan cara seperti itu. Amarahnya tidak redam, hanya tertumpuk yang sewaktu-waktu akan lebih menyakiti dirinya.


"Kaisar, pelayan dari kediaman permaisuri memberi kabar jika calon permaisuri telah sadar." teriak kasim dari luar tempat pemandian.


Ah, benar. Fengying sejenak melupakan tentang Wei yang pingsan tadi. Hatinya sedikit lega saat tahu jika gadis itu telah sadar. Jika sampai dia kehilangan permaisuri sekali lagi, Fengying mungkin akan berpikir bahwa semua itu karma dari perbuatan jahat ibunya.

__ADS_1


__ADS_2