Gadis Nakal Om

Gadis Nakal Om
bayangan lendra


__ADS_3

Charli mengusap rambut selin yang tengah belajar untuk ujian akhir sekolah mempersiapkan diri untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan selanjutnya.


" Setidaknya aku belajar untuk memberikan hasil sesuai kemampuanku sendiri dengan tidak memaksakan diri " gumam Selin bangga percaya diri


" Semangat sayang "


Setelah meletakkan berbagai macam makanan ringan dan roti selai coklat kesukaan putrinya dan tak lupa dengan susu coklat hangat, kemudian Charli berlalu meninggalkan kamar tersebut membiarkan Selin fokus belajar.


Selin menyeruput susu tersebut bersamaan dengan memakan roti coklat yang di bawah Charli barusan sambil membalik halaman buku ternyata dia sudah berada di bab terakhir.


" Huaahhhhh selesai juga "


Selin merentangkan tubuhnya berasa tegang selama duduk di kursi belajar ia ingin meletakkan gelas susu yang sudah kosong menuju dapur namun langkahnya tiba-tiba terhenti ketika melewati kamar Lendra yang masih menyala.


Selin menyelinap masuk ketika pintu tersebut tidak terkunci , lendra yang sedang membuka lemari memilih pakaiannya sehabis mandi tidak mengetahui Selin memasuki kamarnya.


Glek !


Selin menelan Salivanya melihat tubuh lendra yang hanya di balut handuk sepinggang menandakan ia sehabis mandi , punggung lebar lendra begitu indah di pandang dari belakang.


Selin duduk di tepi kasur , ia yang ingin memanggil lendra tiba-tiba berteriak ketika lendra membuka handuk tersebu.


" Kyaaahhh ommmm" teriak Selin


Seketika lendra membalikkan tubuhnya dan memakai handuk kembali dengan tatapan bingung kapan gadis tersebut bisa duduk di tepi ranjangnya dan kapan gadis itu memasuki kamarnya.


" Apa yang kamu lakukan di kamar om , Selin ? "


Dari selah telapak tangannya Selin mengintip lendra yang menatapnya mengetahui lendra memakai handuk kembali Selin menurunkan tangannya yang menutup matanya itu.


" Aku cuma lewat aja tadi ingin manggil om namun udah buka handuk duluan "


Kini wajah Selin memerah seperti kepiting rebus setelah tak sengaja melihat tubuh bagian belakang om lendra , ini merupakan kali pertama baginya melihat langsung bentuk tubuh seorang pria dewasa.


Lendra mengelengkan kepalanya melihat Selin langsung bangkit berlarian seperti takut dia akan menerkam gadis tersebut.


" Oh my God "


Selin meneguk air putih ketika sudah sampai di dapur bayangan bentuk tubuh lendra berputar-putar di otaknya.


*****

__ADS_1


Kejadian semalam terus melintas di pikiran Selin , pikirannya di penuhi bayangan tubuh lendra.


Setelah menenangkan diri , rasanya untuk saat ini Selin seperti ingin menghilang


tidak mau bertemu lendra.


" Pesona pria dewasa memang lebih mengoda , melihat Bagian belakang tubuhnya saja membuat gua seperti ini " gumam Selin melihat pantulan dirinya di cermin


Charli memangil Selin untuk kedua kalinya ketika gadis tersebut belum turun dari kamarnya.


" Ya ayah " balas Selin sedikit terburu-buru menuruni tangga hingga tanpa sadar di saat tangga terakhir,kakinya tidak bisa menjaga keseimbangan.


Selin menutup matanya tidak sanggup akan merasakan lantai tersebut bersentuhan dengan tubuhnya namun nyatanya ia tidak merasakan apapun.


Sebuah sentuhan tangan merambat ke tubuhnya serta tercium bau maskulin memasuki penciumannya hingga Selin membuka kedua matanya.


" Berjalanlah hati-hati Selin " Ujar lendra melepaskan tangannya merangkul pinggang gadis itu.


Charli yang berada di ruang makan tidak mengetahui peristiwa tersebut , lendra kembali berjalan meninggalkan gadis yang masih terdiam di sana.


" huaahhhhh , kenapa pakai acara jatoh segala.niat hati tidak ingin bertemu om lendra malah jatoh lagi , tapi untung juga ngak jadi jatoh " ujar Selin berbicara sendiri


" Pagi ayah " sapa Selin ikut bergabung di meja makan


" Tumben kamu terlambat dari waktu yang ayah berikan , kamu sakit sayang ?" Charli meletakkan punggung tangganya ke kening Selin


" Kamu tidak demam namun kenapa wajahmu memerah seperti itu ? "


Sama dengan Charli yang bingung lendra juga mengerutkan keningnya tidak tau sikap aneh gadis tersebut bertambah.


" Benarkah , apa wajahku memerah seperti yang dikatakan ayah.kenapa bisa wajah ini memerah di saat yang tidak tepat , saat bersama jastin dia tidak pernah se merona ini " gumam Selin di dalam hatinya


" Aku tidak sakit ayah , mungkin karena tadi aku sedikit berlarian makanya membuat wajahku sedikit memerah karena panas "


Balas Selin kemudian tak ingin membuat ayahnya cemas memikirkannya


mereka melanjutkan sarapan yang sempat tertunda dalam keadaan hening untuk saat ini Selin hanya mampu menundukkan kepalanya malas menganggu lendra sebelum bayangan semalam terlupakan di pikirannya.


lendra keheranan namun ia juga senang karena Selin sedari tadi cuma diam dan tidak berbuat aneh ketika berdua dengannya hingga sampai di gerbang sekolah pun dia tidak seperti biasanya berpamitan namun langsung turun dari mobil tanpa sepatah kata apapun.


" sekarang dia kesambet apa hingga berubah menjadi diam seperti ini ? " ujar lendra berbicara sendiri

__ADS_1


Selin yang tengah berjalan di parkiran tiba-tiba di tarik tangannya oleh seseorang, ia ingin memukul orang tersebut namun begitu mengetahui itu jastin dia mengurungkan niatnya.


" kenapa jastin ? untung saja tidak ku pukul kamu barusan "


jastin hanya cengengesan memperlihatkan deretan giginya mengeratkan rangkulan di pinggang Selin hingga membuat tidak ada jarak diantara mereka


" masih di parkiran jastin , kamu jangan aneh-aneh nanti ada orang yang liat " cegat Selin meletakkan jarinya di bibir jastin yang ingin menciumnya


tak kehabisan akal jastin membuka pintu mobilnya lalu menarik Selin masuk kedalam mobil dia yang terparkir di sampingnya.


jastin mendekatkan wajahnya pada bibir Selin yang duduk di pangkuannya lalu menyesap menautkan bibirnya


bel masuk yang berbunyi tak membuat jastin menghentikan ciumannya namun sekarang dia malah beralih memainkan dada Selin.


"sayang aku mau minum "


Selin terkekeh pelan bisa-bisanya jastin kehausan setelah berciuman dengannya , untunglah dia membawa botol air mineral dari rumahnya lalu menyodorkan kepada kekasihnya itu


" bukan itu " sungut jastin cemberut


Selin menautkan alisnya bingung tidak biasanya kekasihnya ini merajuk seperti ini ,di saat genting bel berbunyi sedari tadi.


" lalu apa ? cepat lah sayang , bel sekolah sudah berbunyi "


" aku mau minum susu tidak mau minum air mineral "


Selin mengetahui arah pembicaraan kekasihnya yang merajuk saat ini , ia lantas memukul kepala jastin pelan hingga membuat sang empunya mengadu kesakitan.


" jangan aneh-aneh jastin kita sekarang sedang ujian dan bel masuk sudah berbunyi , sekarang ayok kita ke kelas dan keluarkan tanganmu dari seragamku jastin "


jastin mencabik Bibirnya kesal sebelum menarik tangannya ia memainkannya sebentar.


keduanya berjalan beriringan menelusuri koridor menuju kelas masih dengan sikap kesal jastin tidak mendapatkan keinginannya sepanjang perjalanan ia mengomel sendiri.


untung saja pengawas ujian belum datang sehingga dia tidak diceramahi dulu , keduanya berpisah memasuki kelas masing-masing.


terimakasih yang sudah mampir❤️


jangan lupa subscribe dan komentar yaaa👌


salam dari author ❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2