Gadis Nakal Om

Gadis Nakal Om
kabar om lendra


__ADS_3

Sudah beberapa hari ini lendra tidak menelfon Selin dan pria itu juga tidak mengangkat telepon dari gadis itu , semenjak kejadian Panggilan "sayang" yang di lontarkan pria itu dirinya tak muncul lagi.


gadis itu sungguh tak mengerti jalan pikiran pria tersebut, kadang dirinya begitu dingin dan ada kalanya perhatian walaupun tak menunjukkan secara langsung.


di tengah rasa rindunya dirinya juga khawatir akan keberadaan pria itu.


" melamun aja lu !!" sentakan suara keras Mia mengejutkan gadis itu hingga tangan yang menyangga kepalanya terlepas.


untung saja kelasnya baru usai jika belum dirinya akan dua kali kena tegur di tambah oleh dosen julitnya itu.


"huaaaahh_____om gua ngak ada kabar semenjak kemaren " Selin membenamkan wajahnya di kedua tangannya yang dilipat di meja


tak ada kabar dari lendra membuat dirinya kehilangan pemasok energi di dalam tubuh gadis itu.


" gua kira mikirin apaan ? ternyata yang di tinggal beberapa hari aja sudah seperti ini " Mia mengakhiri kalimatnya dengan tertawa mengejek sahabatnya itu.


pertempuran antar sahabat itu terjadi membuat seisi kelas menatap mereka, tak peduli hal itu Mia dan Selin tetap saja saling membalas perkataan tak peduli suara mereka yang menganggu temannya.


" selamat pagi semuanya " suara bariton dosen yang baru masuk itu membuat kedua gadis itu membungkam mulutnya.


pembelajaran kemudian dilanjutkan saat dosen tersebut memasuki kelas.selin menahan tawanya melihat wajah malas sahabatnya itu, sungguh ekspresinya terlihat begitu lucu.


ting !


(bunyi pesan masuk di dalam handphone Selin )


untunglah dirinya yang duduk di belakang hingga tak membuat dosen killer itu tak mendengar dentingan pesan handphone dirinya.


ternyata nomor yang tak dikenal sebagai pengirim pesan .entah siapa lagi ini ? nomor mantan kekasihnya tempo lalu sudah gadis itu blokir tidak mungkin itu dia.


bagiamana baby , kenapa kamu memblokir nomorku.jangan begini kita akan bertemu sebentar lagi , bersabar yaaa Beby.


itulah isi pesan tersebut.

__ADS_1


mulut ini seakan ingin berkata kasar jikalau tak mengingat dirinya di dalam kelas yang mana masih ada dosen.


bangsat !!


apalagi yang di inginkan pria itu hingga menghubungi ku lagi,batin Selin.


jika diri bangsat itu berani muncul di hadapannya maka jangan salahkan tangannya yang akan memukul wajah pria itu.


tak lama kemudian pesan baru masuk kembali yang membuat gadis itu tersenyum.


dari seseorang yang sudah membuatnya kesal menunggu beberapa hari ini.


maaf , Selin beberapa hari ini om sibuk terus hingga pulang larut malam karena kecapekan om ngak membuka handphone.


jari jemari gadis itu bergerak di layar benda pipih itu dengan bibirnya yang tertarik ke atas membentuk senyuman membalas pesan pria tersebut.


tak menghiraukan dosennya yang berbicara di depan gadis itu sibuk sendiri dengan handphonenya.


" Selin sangat merindukan om. beberapa hari ini aku juga khawatir mengenai keadaan om yang tak memberikan kabar,jangan seperti itu lagi awas aja om udah pulang akan ku cium nanti "


Namun dirinya segera tau yang dapat membuat direksi itu mengeluarkan ekspresinya hanyalah kekasihnya yang tempo lalu , dengan panggilan " sayang " sedikit sakit hatinya akan tetapi Mira merelakan perasaannya yang terbalas dan mencoba melupakan.


" memang pesona direksi tampan ini sangatlah berbeda tapi tak apalah memandang wajah tampan pria juga membuatku bahagia"batin Mia


tak lama pria itu membalas lagi pesan gadis kecil yang disebutnya pengganggu itu.lelah yang di rasakannya beberapa hari ini seakan menghilang kala membaca pesan dan jangan lupa gadis itu mengirimkannya foto dirinya yang sedang berada di kelas.


" bukannya belajar dia malah memainkan handphonenya di bangku belakang"ujar Charli menatap handphonenya


Mira yang sedang mengaduk minumnya mendongakkan kepala "kenapa pak? " ujarnya menduga kepala direksi itu berbicara padanya


"tidak, barusan saya berbicara sendiri menatap handphonenya.maaf yaaa , udah membuat kamu terganggu jadinya"


Mira mengelengkan kepalanya," tidak masalah pak , saya permisi ke toilet dulu ya pak"

__ADS_1


lendra bertanya kepada dirinya kenapa wanita itu selalu pergi ke toilet saat sarapan bersama dengannya.apakah wajahnya seperti toilet ?


" tsk___" lendra berdecak kesal malah memikirkan hal yang tak berguna.


lendra mengelengkan kepalanya menepis pemikiran dirinya yang seperti remaja tengah jatuh kepada perempuan , tidak mungkin.palingan ini cuma rasa khawatirnya terhadap gadis kecil yang selalu menganggunya itu.


Selin sedikit terperanjat terkejut ketika Rudi menyenggol lengannya,entah sejak kapan pria itu pindah tempat duduk di sampingnya.


" senyum-senyum sendiri aja nih, ada apa ngak baik loh senyum sendiri ? nanti malah makin cantik "ujar Rudi mengakhiri kalimatnya dengan sedikit tertawa pelan


tidak ada yang lucu kenapa dia malah tertawa.ya tuhan,gadis itu memohon jangan sampai pria yang di sampingnya itu menganggunya lagi.


" ini__" pria itu menyodorkan paperbag meletakkannya di atas meja gadis itu."aku baru pulang dari Jogja kemaren, jadi ingat kamu waktu jajan kuliner.kamu pasti suka deh, ini gudeg sama bakpia yang terkenal di jogja.kamu pasti suka"


Rudi tersenyum selesai menjelaskannya menatap selin penuh harap agar gadis itu menerima pemberiannya.


gadis itu sedikit mengintip isi paperbag itu."hmmmm____terlihat begitu mengiurkan dan terlihat mengoda" sulit ditolak apalagi ini bakpia coklat kesukaannya apabila pergi ke Jogja, baiklah rezeki tidak boleh di tolak,batin Selin.


Rudi begitu senang sebab ini merupakan kali pertamanya gadis itu menerima pemberiannya, " Saran Mia emang the best" ujarnya berbicara dalam hati


" apaan tuh ? aduuuhhh senangnya di kasih sama Rudi " Mia yang di sebelah gadis itu bersuara


" apaan sih, biasa aja " Selin sedikit mencondongkan tubuhnya pada Mia memelankan suaranya, " pasti ini ide Lo yaaa___" selidik Selin lalu kembali ke posisinya


sahabatnya itu hanya mengacungkan jempolnya pada Rudi, membenarkan ucapan Selin.


Selin mengerucutkan bibirnya melihat layar handphonenya tak ada lagi balasan dari om lendra."semuanya gara-gara nih anak, buat om gua ngak lagi online deh" Selin mengerutu di dalam hatinya.


untuk kedua kalinya gadis itu kembali memblokir nomor mantan kekasihnya itu, " kenapa lagi pria itu menganggu gua, seperti ngak punya kerjaan aja.bangsat!!" umpat Selin di dalam hatinya


" untuk pembagian tugas kelompok dalam satu kelompok beranggota empat orang,tugasnya dikumpulkan Minggu depan " pemberitahuan dosen itu seketika membuat Selin mendongakkan kepalanya


rudi menyenggol lengan Selin membuat gadis itu menatapnya, " sekelompok yuk?" dengan mata berbinar binar pria itu menunggu jawaban Selin

__ADS_1


akhirnya gadis itu tak bisa menolak , seusai berdiskusi akhirnya gadis itu membentuk kelompok bersama Mia dan Rudi di tambah satu lagi teman sekelasnya.


__ADS_2