
Selin yang tengah menangis sedari tadi tidak memperhatikan jalanan hingga dia tersadar menatap keluar kaca mobil dengan tatapan bingung kenapa lendra menghentikan mobilnya di tepi jalan.
" turun dulu yuk " ajak lendra kemudian dia memutari mobil membukakan pintu untuk Selin karena gadis itu hanya diam sedari tadi di dalam mobil.
Selin menautkan alisnya bingung kemudian melangkahkan kakinya mengikuti lendra.
" di pantai ? " ujar Selin ketika baru menyadari memperhatikan keadaan sekelilingnya ternyata lendra berhenti di tepi pantai
lendra juga pernah merasakan dikhianati yang membuatnya berubah menjadi dingin seperti ini , melihat Selin yang sekarang seolah melihat dirinya beberapa tahun yang lalu.
alasan lendra mengajak Selin ke sini karena ia tidak ingin gadis itu larut dalam kesedihannya yang dahulu juga pernah ia rasakan.
Selin berjalan di tepi pantai yang diikuti lendra dari belakang , ia sedikit takut kalau gadis itu melakukan hal bodoh di pantai.
hingga perjalanan gadis itu terhenti terduduk di pasir pantai , lendra juga ikut menduduki dirinya di samping Selin.
deburan ombak terdengar mengisi kesunyian diantara Selin dan lendra, selin masih diam menatap laut begitupun lendra tak mau menganggu gadis yang tengah patah hati itu.
" kenapa om mengajak aku kesini? " tanya Selin akhirnya memulai pembicaraan menatap lendra
" om mau kamu nggak larut aja mikirin pria brengsek itu , dia itu ngak pantas buat kamu. menatap laut setidaknya membuat pikiran lebih tenang menikmati alam ciptaan tuhan "
"iya tenang om, tapi dingin bisa masuk angin nantinya "
lendra melihat Selin dari tempatnya.benar juga , gadis itu hanya mengunakan celana hotpants dan baju kaos lengan pendek , dan ia juga tidak ada jaket untuk menutupi tubuh gadis tersebut.
" ya maaf om tadi lupa pakaian kamu seperti itu , sekarang malah kamu kedinginan.kalau begitu kita pulang aja yuk"
" tidak gitu om , Selin masih mau lihat lau.peluk om boleh ? "
lendra sedikit terkejut Selin meminta izin padanya pasalnya gadis itu biasanya akan melakukan hal yang luar biasanya tanpa persetujuannya.
yang bisa ia lakukan saat ini hanyalah menganggukkan kepalanya.
melihat persetujuan lendra, buru-buru Selin masuk kedalam dekapan pria tersebut menatap lurus laut lalu mengambil tangan lendra untuk mendekap tubuhnya .seperti ini , ternyata lebih nyaman dan tenang sambil melihat air laut,batin Selin.
Selin terkekeh sendiri membuat lendra bingung." apakah gadis tersebut sudah menjadi gila akibat berakhirnya hubungannya "batin lendra
" lihatlah di sana om , mereka sepasang kekasih yang berpelukan hangat sama seperti kita"
"huaaaahh"
Selin berteriak menguncang tubuhnya ke kiri dan ke kanan,kalau dilihat dari penglihatan orang lain lendra seperti sedang melakukan pemaksaan terhadap gadis tersebut yang membuatnya berteriak.
lendra seketika memilih mendekap mulut gadis yang berada di tengah-tengah tubuhnya itu , agar lebih tenang tidak berteriak.
__ADS_1
" hussssst , Selin pelankan suaramu nanti malah di sangka om melakukan pelecehan lagi " ujar lendra memiringkan wajahnya melihat selin
" aku pengen di peluk seperti ini sama pasanganku nantinya,hemmm "
Selin menjeda ucapannya sebentar.
" sepertinya udah terwujud deh om , kan sekarang udah dipeluk oleh om "
lendra menjitak pelan kepala gadis itu hingga Selin mengaduh kesakitan.
" sekolah yang benar dulu Selin,jangan pikirin yang aneh-aneh "
" tsk" Selin berdecak kesal, " Selin maunya hanya om sekarang , titik .ngak mau yang lain nanti kalau bukan om, dia bakalan sakiti Selin lagi "
lendra terkekeh pelan mendengar guyonan aneh Selin.
" lah om kok malah ketawa sekarang "
Selin sedikit memukul lengan lendra yang mendekap tubuhnya,kemudian ikut tertawa bersamaan dengan lendra.
kemudian keadaan kembali hening menyelimuti mereka.
" Om___"
" Hemmmm" hanya dengan deheman dibalas oleh lendra
" Masih dingin ya ? Kalau gitu pulang aja lagi" ujar lendra melirik jam tangannya
Selin berdecak kesal bukan itu maksudnya,dasar om ngak peka." Bukan itu maksud aku om,bisa ngak sih om ngomongnya panjang lebar ngak dingin kaya gitu "
"Ohhhhhhhh" Ujar lendra membulatkan mulutnya
Selin membalikkan tubuhnya menatap lendra.
"lah tuh kan , ngomongnya singkat banget" Selin mencabik bibirnya kesal yang selanjutnya ia lakukan menghadap menatap lendra kemudian memeluk lendra se erat-eratnya karena telah membuatnya kesal.
setidaknya dengan memeluk lendra dirinya sedikit melupakan pria brengsek yang mengkhianatinya itu.
masih dalam posisi memeluk lendra , ia membenamkan wajahnya pada dada bidang pria itu , perasaannya lebih terasa nyaman dan hangat mendekap tubuh lendra.
rasa kantuk menyerang mata Selin sehabis menangis.entah kenapa setiap dia memeluk lendra selalu membuatnya ingin tidur saja.
lendra hanya bisa diam tidak membalas pelukan gadis yang tengah memeluknya,ia hanya menatap air laut yang bersautan dengan ombak yang mengikis daratan.
tak lama terdengar helaan nafas teratur dari Selin yang menandakan gadis itu tertidur.
__ADS_1
" udah kebiasaan ketiduran kalau lagi meluk "
lendra bangkit dari duduknya mengendong selin mendekap punggung gadis tersebut agar tidak jatuh.langah kaki lendra menelusuri pinggir pantai menuju tempat mobilnya berada di pinggir jalan.
dengan perlahan lendra mendudukkan Selin lalu memasang seat belt ke pinggang gadis tersebut biar dia tidak terjatuh ketika duduk.
sedangkan Charli di rumah sedari tadi mengamati jam.sudah satu setengah jam dari Selin dan lendra pergi namun belum ada tanda-tanda suara mobil yang berhenti di pekarangan rumah.
" kemana mereka ? "
sedari tadi Charli sudah menghubungi mereka berdua namun tidak ada yang menjawab panggilannya karena memang Selin dan lendra tak membawa handphone karena terburu-buru.
suara mobil terdengar membuat Charli langsung berdiri menghampiri lendra yang nampak mengendong Selin ala bridal style , lendra yang mengetahui keberadaan Charli menghentikan langkah kakinya saat melewati ruang tamu.
" kenapa kalian pulang begitu lama ? " tanya Charli, ia sungguh khawatir dan juga bingung melihat Selin yang baru datang tertidur di gendongan lendra
lendra menidurkan Selin di sofa ruang tamu kemudian menceritakan kepada Charli yang sebenarnya terjadi tanpa ada yang disembunyikan.
" feeling saya memang selalu benar , dia memang tak baik. sedari awal saya melihatnya menjemput selin perasaan saya memang tak enak " ujar Charli setelah lendra selesai berbicara
kemudian dilanjutkannya tertawa pelan mendengar nasib jastin sehabis di hajar Selin , Charli mengacungkan jempolnya bangga pada Selin yang tertidur telah bersikap benar menghajar pria itu.
" biar tau rasa tuh anak , beraninya main-main sama putri saya "
lendra hanya tersenyum memang buah tak jauh jatuh dari pohonnya, batin lendra.
seringai licik terlihat di wajah Mia melihat rekaman video Selin menghajar jastin, sebuah ide muncul di benaknya.
" gua tanya Selin aja dulu, baru bisa bertindak.bakalan booming nih seandainya gua sebar video jastin" gumam Mia
di lain tempat ,
destin tengah mengompres wajah jastin yang habis di hajar Selin dengan handuk hangat.
wajah pria itu terlihat sedikit bengkak dan di sekitar bibirnya mengeluarkan cairan merah yang membuatnya meringis kesakitan.
" bangsat ! emang ngak bisa pelan-pelan lu " umpat jastin berteriak kesakitan menatap manik mata destin dengan tatapan yang menusuk
destin menghembuskan nafas kasar sedari tadi ia mendengar umpatan pria itu." ini udah pelan-pelan " balasnya dengan suara yang lebih rendah seusai dia mengontrol emosinya mendengar makian jastin sedari tadi.
" udah , biar gua sendiri aja "
jastin menepis tangan perempuan tersebut mengambil ahli handuk kecil itu dari tangannya.
emosi destin terpancing karena sedari tadi ia hanya diam saja mendengar umpatan pria itu. " yaudah bersihin aja sendiri " ujarnya lalu sedikit menjauh dari pria itu.
__ADS_1
kemudian hanya ada perdebatan lagi dan lagi hingga destin muak meninggalkan lelaki itu yang terus saja mengumpat.