Gadis Nakal Om

Gadis Nakal Om
keterkejutan


__ADS_3

Lendra sampai tersedak makanannya karena mendengar ucapan gadis itu , sangat berbeda dari Selin yang dia lihat selama ini.


" baiklah ayah , aku menyetujui perjodohan tersebut untuk membantu perusahaan" ucapan Selin barusan terngiang di benak lendra seperti ulangan rekaman suara.


setelah seharian gadis itu tidak berbicara membungkam mulutnya bahkan selama perjalan lendra mengantar gadis itu ke sekolah dirinya di acuhkan.


namun tiba-tiba sekarang malah mengambil suatu keputusan yang tak pernah di sangka oleh lendra, semua ini dilakukannya demi ayahnya yang sudah banyak berkorban.


terlihat sangat dewasa bukan seperti gadis kecil yang lendra kenal.


"demi ayah, hanya ini yang bisa aku lakukan"batin Selin


" kamu yakin ? " kedua pria itu_charli dan lendra_ berucap bersamaan menatap bingung merasa belum percaya akan yang barusan dia dengar.


Selin hanya mengangukkan kepalanya berusaha menahan air matanya yang ingin jatuh. hal tersebut membuat nafsu makan lendra tiba-tiba menjadi hilang tak lagi menatap piringnya teralihkan pada gadis yang kini menunduk .


"maafkan ayah , tidak bisa berbuat lebih untuk membantumu hingga kamu harus mengorbankan kebahagiaan diri sendiri"charli mendekap putrinya tak menyangka putri kecilnya sudah tumbuh dewasa


" aaakhhhhh___sial !! " lendra mengeram frustasi menarik rambutnya lalu kembali meneguk minumannya yang sudah entah ke berapa kali pria itu meminumnya.


dirinya kni sedang berada di suatu club ternama di ibukota seusai makan malam lendra meminta izin untuk keluar kepada Charli , dirinya butuh waktu sendiri saat ini.


di tengah dentuman musik pria itu duduk sendirian di bartender dengan pakaiannya yang sebelumnya rapi namun sekarang terlihat berantakan walaupun begitu tak menghilangkan ketampanan pria itu.


" mau aku temanin ? " dengan suaranya yang di buat merdu wanita itu mendekati lendra bergelantungan manja di lengan pria itu sengaja mendekatkan tubuhnya


lendra menepis kasar tangan wanita itu memandangnya jijik yang di butuhkan nya sekarang adalah Selin hanya gadis itu yang memenuhi pikirannya.


mendapatkan penolakan wanita itu menghela nafas pasrah menjauhkan dirinya dari lendra.perasan lendra yang baru membaik kembali terluka lagi kala gadis itu menyetujui perjodohan tersebut.


" sial ! "


dirinya kalah akan yang namanya uang dan kekuasaan , dia hanya orang kepercayaan Charli yang di pungut di jalanan dengan beraninya meniduri putri kesayangan seseorang yang harusnya di hormati.


kali ini lendra menyesali kenapa perasaannya bisa segila itu tidak memandang jatuhnya akan kemana dan mala berhasil di terobos oleh gadis kecil tersebut.

__ADS_1


" apakah semudah itu bagi dirinya melupakan semuanya? " tanya lendra kala mengingat perjuangan gadis itu yang selalu mengodanya ,lendra seperti merasa di permainkan.


apakah dirinya memang tak bisa berhubungan dengan wanita seakan kegagalan dalam suatu hubungan selalu membuntutinya, pikir lendra.


Selin tau ini akan sulit di terima oleh lendra tapi bukan keinginan dirinya juga melakukan ini semua.bukan hanya pria itu yang tersakiti di sini sedari tadi seusai makan malam tangis gadis itu tak kunjung berhenti mencoba menerima semuanya.


kepergian lendra seusai sarapan membuat gadis itu merasa bersalah , Selin mengetahui alasan kepergian pria itu bukan soal pekerjaan yang di ucapkannya kepada ayah.


merasa khawatir Selin keluar dari kamarnya ingin mengetahui keberadaan lendra , apakah pria itu sudah pulang.


hanya ada ruangan kosong tak ada seseorang pun di dalam kamar pria itu, "sudah larut malam namun om lendra belum juga pulang, dia baik-baik saja kan ? " gumam Selin berbicara sendiri


sudah beberapa kali panggilan dari gadis itu namun masih tak ada tanda-tanda lendra akan menghubungkannya. " om, jangan begini malah membuat Selin khawatir "


ceklek


( bunyi pintu di buka )


Selin mengalihkan pandangannya menatap pintu utama yang terbuka dengan sedikit berlari dari ruang tamu gadis itu mendekati lendra.


ucapan Selin terpotong ketika pria itu tak kuat menahan dirinya hampir terjatuh menyentuh lantai karena sudah mabuk akibat terlalu banyak minum.melihat keadaan lendra membuat rasa bersalah gadis itu bertambah besar.


"om tidur di kamar tamu aja , jika di kamar om yang di atas aku tidak akan sanggup membopong om "


sepanjang perjalanan menuju kamar tamu yang tak jauh dari pintu utama, pria itu meracau mengeluarkan perkataan aneh yang tak di mengerti selin.


" sebentar lagi Sampai om "


Selin mengembuskan nafasnya lega berhasil membawa pria itu tertidur di atas ranjang. "selin___" lendra menatap sendu manik mata Selin yang berdiri di sampingnya


"ya om " serasa berat untuk menahan genangan cairan murni itu kala mendengar pria tersebut memangilnya


kehangatan menjalar di tubuh Selin ketika lendra mendekap tubuh kecilnya , usapan tangan lendra di punggungnya seolah menenangkan.


" tidurlah om.om pasti kecapean " Selin menguraikan pelukannya akan tetapi lagi-lagi tanggannya di cegat oleh lendra

__ADS_1


pria itu mengikis jarak mendekatkan wajahnya meraup bibir yang membuatnya menjadi gila seperti ini sekarang.


"hmmmpppp" Selin sedikit terkejut tak bisa menolak akan ciuman lendra, yang mungkin ini kali terakhir mereka bersama,decapan bibir itu terdengar mengisi kamar.


tangan lendra terulur meraih wajah Selin menghapus jejak air mata gadis itu Sehabis menangis.


" tidurlah di sini "


sifat lendra yang dingin tak lagi ditemukan Selin , lihatlah pria itu memelas seperti anak kecil yang takut di tinggalkan ibunya.


jika wajahnya seperti itu mana sanggup Selin untuk menolaknya mengingat apakah dirinya akan ada kesempatan lagi untuk bersama seperti ini.


Mengingat hal tersebut membuat Selin menjadi sedih , gadis itu mengecup bibir lendra berulang kali hingga lendra mengehentikan kecupan tersebut dengan ciumannya.


Terkesan lembut dan tak tergesa-gesa semuanya dilakukan dengan penuh perasaan, lendra merengkuh pinggang Selin membawanya ikut berbaring di atas tubuhnya.


"Om__"


" Selin __"


Seruan panggilan mereka bersamaan saling mengunci tatapan satu sama lain, tak kuat menatap lendra gadis itu membenamkan wajahnya di dada bidang lendra.


"Om nggak mau kehilangan kamu , izinkan om miliki kamu sebelum pernikahan " itu sebuah hal gila yang pernah Selin dengar dan diucapkan lendra


Biarkanlah waktu memberikan kebersamaannya bersama pria itu walaupun begitu , selin sadar akan rasa sakitnya yang lebih dalam dari saat ini.


" jangan berbicara aneh saat sedang tak sadarkan diri om"


kali ini lendra memang sedang mabuk namun dia masih sadar akan ucapannya, " om serius dan secara sadar mengatakannya Selin , setidaknya om bisa memilikimu walaupun hanya dengan batas waktu kita yang tak tau akan berakhir "


perkataan lendra begitu dalam menyentuh dadanya berasa sesak kala pria itu berucap , " kita habiskan waktu bersama sebelum semuanya berakhir "


Selin kembali memeluk lendra begitu takut kehilangannya.


malam itu mereka hanya benar-benar tidur tanpa melakukan apapun hanya saling memberi kehangatan saling berpelukan.

__ADS_1


__ADS_2