Gadis Nakal Om

Gadis Nakal Om
jastin Adipati


__ADS_3

Gaun yang melilit di tubuh Selin terlihat begitu anggun di pakai dirinya tak terlihat lagi Selin yang sedikit memiliki jiwa laki-laki di tubuhnya.


Selin menghembuskan nafasnya malas mengenal malam ini dirinya akan bertemu dengan pria yang dijodohkan untuknya.


" cantik "


lendra memeluk tubuh Selin dari belakang melingkarkan tangannya di pinggang ramping Selin , membuang semua perasaan tidak rela nya akan melihat Selin di perkenalkan dengan pria lain.


sebelum masuk lendra sudah mengunci pintu khawatir jikalau Charli masuk ke kamar putrinya.


melihat dirinya di pantulan cermin dengan lendra Selin tersenyum tak mengira pria yang dingin itu , kini berubah begitu manis.


"om___"


" hemmmm___" masih enggan melepaskan dekapannya menghirup dalam-dalam aroma tubuh Selin di ceruk leher gadis itu


Selin membalikkan tubuhnya menghadap lendra mendekap tubuh kekar yang terbalut kemeja itu, berharap dengan memeluk lendra energinya sedikit bertambah untuk pertemuan kedua keluarga saat ini.


"rasanya aku ingin kabur saja, om.semua ini hanya demi ayah....." Selin menatap sendu menundukkan kepalanya


"hai , ngak boleh gitu " lendra menangkup kepala Selin untuk menatapnya, " semua yang kamu lakukan udah benar , jalani saja dulu "


" siapa tau pria itu lebih tampan dari om, jadi kamu dapat yang lebih bagus deh" sedikit tertawa kecil di akhir kalimatnya


benar , saat ini Selin harus menikmati waktu bersama lendra , gadis itu menjinjit mencium bibir lendra melupakan Ayahnya yang sudah menunggu di bawah.


rengkuhan tangan lendra di pinggang Selin mengikis jarak memperdalam ciuman mereka , tak ingin membuat Charli curiga lendra mengakhirinya.


" udah yuk , pak Charli udah nunggu di bawah " lendra mengecup puncak kepala Selin sedikit merapikan anak rambut gadis tersebut menyelipkannya di telinga.


Selin terlebih dahulu berjalan menuruni tangga kemudian baru di susul lendra , di ruang tamu di sana sudah terlihat teman ayah yang sebelumnya makan bersama dengan Selin dan sepertinya wanita cantik itu , istrinya.


" mana pria yang mau di jodohkan denganku ? " gumam Selin mendekati ruang tamu


pandangan kedua orang tua itu teralihkan saat Selin memasuki ruangan membuat perbincangan mereka terhenti.


suara Charli terdengar mengisi kekosongan pembicaraan memperkenalkan putrinya.

__ADS_1


" wah cantik sekali pantasan anak kita begitu menyukainya , panggil mama Maria saja " ujar wanita itu menjabat uluran tangan Selin.


ini untuk kedua kalinya selin menjabat tangan ayah dari tunangannya, " kamu masih ingat saya ' kan " Selin hanya mengangukkan kepalanya.


ya , dia masih ingat nama pria itu waktu pertama kali makan siang di rumah.


Adipati Sanjaya yang Terdengar familiar di telinga Selin namun dirinya lupa , dimana mendengar nama tersebut.


"lupakan saja,kenapa aku harus memikirkan nama pria tua itu " batin Selin mengutuk dirinya sendiri memikirkan hal tak berguna


tak lama kemudian lendra baru datang tak perlu memperkenalkan dirinya karena pria itu sudah bergabung sedari tadi sebelum ke kamar Selin.


" maaf membuat anda menunggu pak Charli , anak saya sedang dalam perjalanan menuju kemari "


sangat tidak lucu menunggu seperti ini menurut Selin , apakah ini pria yang dijodohkan dengannya, sangat tidak tepat waktu.


" pria itu yang meminta pertunangan ini. malah dirinya yang datang terlambat sekalian saja tidak datang "batin Selin terduduk malas mendengar percakapan kedua orang tua itu


dari ruangan tamu bisa terdengar jika ada mobil yang berhenti di perkarangan rumah entah kenapa detak jantung Selin berdetak begitu cepat , sudah di pastikan itu anak teman kolega ayahnya yang datang.


" selamat malam semuanya "


suara pria yang baru memasuki ruangan menghentikan pembicaraan kedua orang tua.


" jastin ? " Selin mengerutkan keningnya bingung.


Ini benar-benar tidak lucu mantan kekasihnya yang berdiri di depannya sekarang.


" Kenapa harus dia ? "


" Adipati " Selin mengulang nama ayah jastin " sekarang aku baru mengingat nama belakang pria itu , aduhhhh.....kenapa harus sampai lupa itu adalah nama belakang bangsat itu "


Tak memperdulikan ucapannya terdengar oleh Adipati dan istrinya, masa bodoh akan hal itu Selin langsung berjalan menghampiri jastin.


Jangan ditanyakan lagi keterkejutan Charli dan lendra kedua pria sama terkejutnya masih teringat jelas di benaknya wajah jastin.


" Hai beb. Kita udah di takdirkan untuk bersama , aku menepati janji baut kita akan bertemu lagi " jastin tersenyum sumringah melihat Selin berjalan mendekatinya

__ADS_1


" mau kamu apa sih ? "


" aku mau kamu beb.buktinya dengan pertunangan kita ini "


pertunangan dengan memanfaatkan keadaan, sungguh Selin bertambah muak melihat sikap jastin.gadis itu membuang nafasnya kasar , mengontrol emosinya jika tidak memikirkan ayahnya tidak akan berdiri dirinya di sini.


" mau bagaimana lagi hanya ini cara satu-satunya menyelamatkan perusahaan " batin Selin


Selin mengeram kesal tak bisa memberontak dengan membentuk senyuman palsunya kembali mendekati Charli.


" kita masih bisa membatalkannya jika kamu terpaksa " bisik charli pelan


jika boleh jujur pada ayahnya dirinya ingin berkata batalkan saja namun tak semudah itu ayahnya dari nol sudah membangun perusahaan dan juga banyak pegawai yang menggantung hidupnya di sana.


" tidak usah di batalkan ayah kita lihat saja Sampai kapan pria itu sanggup menghadapi ku " ungkap Selin menyakinkan ayahnya


tidak ada kata takut di hidupnya untuk hanya mengahadapi spesies langkah seperti jastin.


" kamu yakin ? " lendra yang berada di samping Charli bertanya dengan wajah bingung


selepas keterkejutan itu cahrli mengajak semuanya untuk makan malam sebelum ke pembicaraan utama.selin mengambil langkah besar-besar ketika jastin beriringan berjalan dengannya bahkan melupakan adanya orang tua jastin gadis itu berlari menuju ruang makan untuk tidak berdekatan dengan jastin.


" dasar , anak berlindung di bawah kekuasaan orang tuanya ! akan aku pastikan pria itu tidak akan sanggup bertunangan dengan ku " gumam Selin mengambil kursi setelah sampai di ruang makan lalu mendudukinya


lendra tak habis pikir dengan pikiran Selin melihat gadis itu dengan santainya sekarang bertengkar dengan jastin masalah tempat duduk.


" ngapain lu duduk dekat gua ? cari yang jauh sana ? " dorong Selin menjauhkan kursi yang diduduki jastin


lendra mendekat berdiri di antara keduanya." kamu " tunjuknya pada jastin, " cari kursi yang lain saja , kalian bukan anak kecil lagi "


" aku mengalah demi kamu ' sayang " ujar jastin berdiri berpindah duduk kemudian lendra menganti posisinya


Charli dan kedua orang tua jastin hanya mengelengkan kepalanya melihat tingkah anak mereka yang membuat onar.


lendra melirik Selin tidak menyukai kehadiran jastin , gadis itu tersenyum kemudian mengengam tangan lendra,


" aku tetap akan bersama om "ujar Selin pelan hanya di dengar mereka berdua seolah menguatkan lendra jikalau dirinya selalu menginginkan kebersamaan mereka

__ADS_1


__ADS_2