Gadis Nakal Om

Gadis Nakal Om
hadia lendra


__ADS_3

Lendra merogoh saku jasnya mengambil benda pipih yang bergetar sedari tadi, terlihat disana tertera nama Charli yang menghubunginya . Tanpa menunggu lendra menekan tombol hijau tersebut mengangkat panggilan telepon.


"apakah kamu sudah sampai di Jakarta lendra ? "tanya Charli di sebrang telfon terdengar suaranya sedikit cemas membuat lendra berprasangka buruk.


lendra baru saja memberhentikan mobilnya di bagasi mobil rumah bahkan dirinya baru saja menampakkan kakinya turun dari mobil.di saat matahari baru saja terbenam pria itu baru sampai karena terkena macet saat perjalanan pulang." iya pak , saya barusan sampai pak. ini masih di bagasi mobil pak "


" jemput Selin di alamat yang sudah saya kirim.anak itu belum pulang juga pasalnya hari sudah larut dia sudah berjanji akan pulang sebelum matahari terbenam"


" baik pak "


lendra menghembuskan nafasnya ternyata karena ini nada suara pak cahrli terdengar cemas, kemana lagi gadis itu.dirinya tak memperdulikan tubuhnya yang lelah akibat perjalanan sekarang harus harus menjemput gadis kecil tersebut.


sepanjang perjalan pria itu menelfon Selin namun tak ada tanda-tanda dari sebrang telfon akan mengangkat panggilannya.


"baru beberapa hari di tinggal , gadis itu malah berulah lagi jangan sampai kejadian sebelumnya terulang lagi dimana gadis itu meminta izin untuk mengerjakan tugas namun malah pulang dalam keadaan mabuk "gumam lendra menatap jalanan ibu kota yang begitu padat dengan berbagai kendaraan yang masih hilir mudik.


sesuai map lendra melajukan mobil menuju alamat dimana gadis itu berada.


di tengah perjalanan telfon lendra berdering dan kalian tau siapa yang menelfon?


yaaa____


dialah Selin yang baru mengubungi setelah beberapa kali panggilan dari pria itu tak di angkatnya.lendra langsung menekan tombol hijau untuk mengangkat panggilan tersebut dan taklupa memasang earphone di telinganya.


" kamu dimana? "


" lagi buat tugas kelompok di apartemen teman, sebentar lagi juga selesai"


mengerjakan tugas?


apakah dia tak salah dengar membuat tugas di tengah musik yang begitu keras terdengar, hingga dirinya saja bisa mendengarnya dari sebrang telfon.


" jangan bohong Selin ! mengerjakan tugas seperti apa yang mengunakan musik sekencang itu ? "


Selin mengumpat di dalam hatinya, jaraknya yang sejauh ini musik itu masih juga terdengar oleh lendra." aku udah jujur om , sedang mengerjakan tugas___"


ucapan gadis itu langsung di potong oleh lendra."aktifkan handphonemu, om akan segera sampai " lendra langsung mematikan panggilan , pikirannya hanya tertuju pada gadis itu.


om lendra sudah pulang ?

__ADS_1


kenapa tidak memberikan kabar padaku,batin Selin.


Selin mengembuskan nafasnya pasrah dirinya memang tidak berbohong sedang mengerjakan tugas kelompok namun hanya dia dan Toni yang hanya mengerjakan.sahabatnya itu dan Rudi , lihatlah mereka sedang minum sambil berjoget di saat, dirinya dan Toni mengejar deadline tugas membuat laporan.


memang bangsat kelakuan mereka, seandainya dirinya tau akan begini maka lebih baik dia mengajak Toni saja mengerjakan di rumahnya.


jemari gadis itu bergerak lincah menulis bab terakhir laporan hasil kerja mereka.seketika pergerakannya terhenti ketika merasakan sesuatu yang kenyal menempel di pipinya mengecupnya pelan.


" Selin !! "teriakkan lendra mengema membuat gadis itu langsung menoleh ke sumber suara


entah sejak kapan lendra datang,gadis itu tak sempat memperhatikannya lalu dirinya segera menjauhkan Rudi yang sudah mabuk ingin menciumnya lagi.


" sadarlah rudi " Selin sedikit mendorong pelan dada pria itu kemudian meraih tasnya ingin beranjak berdiri. "sepertinya gua harus pulang duluan,lu tinggal buat penutup saja___"


lagi-lagi ucapan Selin terpotong ketika lendra memotong ucapannya."waktunya pulang Selin " pria itu langsung mengengam tangan gadis tersebut berjalan beriringan keluar apartemen.


genggaman tangan lendra yang sedikit kuat membuat gadi itu sedikit meringis kesakitan. " sakit om "


seketika genggaman itu langsung di lepaskan oleh lendra , dirinya tanpa sadar sudah menyakiti Selin. " maaf om ngak bermaksud menyakiti"


sepanjang perjalanan keadaan hening,setelah mendengarkan teriakan lendra memangilnya gadis itu sedikit takut, dirinya belum pernah di panggil dengan nada yang begitu tinggi.


Di tengah perjalanan lendra memberhentikan mobilnya menepi di ujung jalan.


" lagi cari apa ? "


sudah kedua kalinya selin bertanya namun lendra tetap memilih diam tidak menjawab pertanyaan Selin.


apakah aku melakukan kesalahan hingga pria ini tak menghiraukan ku,batin Selin.


pria itu masih saja sibuk mengacak dasbor mobilnya seperti mencari sesuatu.Selin hanya melihat pengerakan pria tersebut tak berniat lagi bertanya karena sudah di acuhkan.


Sebungkus plastik bermerek tisu basah itu akhirnya dikeluarkan lendra setelah menemukannya. Ia lalu mendekatkan tubuhnya pada wajah Selin


" Kenapa sih om ? "


Selin di buat bingung ketika lendra mengusap-usap pipinya mengunakan tisu basah


"Sakit om "

__ADS_1


Wajah Selin sedikit memerah dengan menahan air matanya akibat lendra yang sedikit kasar.


"aduuuhhh , kenapa dia malah menangis lagi" gumam lendra melihat tetesan air membasahi pipi gadis tersebut


tak terasa air mata Selin berjatuhan membalasi pipinya akibat pria itu terlalu keras mengusap-usap pipi gadis tersebut.


Lendra seketika merasa bersalah telah membuat gadis itu menangis.tak tau harus melakukan apa , dirinya membawa tubuh gadis tersebut mendekap di dalam pelukannya.


" Jangan di ulangi lagi , om nggak suka liat dia nyentuh kamu " ujar lendra mengusap-usap pelan punggung Selin


mendengar tangisan Selin sedikit reda , lendra melonggarkan pelukannya.Dengan jarak sedekat ini lendra bisa mencium wangi ciri khas tubuh Selin , ia lantas memandangi wajah yang sehabis menangis akibat ulahnya itu.


Jari lendra terulur mengusap jejak air mata itu , entah mendapatkan dorongan dari mana lendra mendekatkan wajahnya dengan wajah Selin . mengecup berulangkali pipi yang di usapnya dengan tisu barusan.


ada apa dengan dirinya , kenapa malah tak menyukai ketika melihat pria lain mencium gadis kecil yang selalu mengodanya.


" Om___ "


Ucapan Selin terpotong ketika lendra langsung membungkam bibir gadis itu dengan bibirnya. seakan mengetahui maksud lendra , Selin langsung membuka mulutnya membiarkan lendra mengakses setiap inci didalam bibirnya.


Ciuman lendra terkesan tidak tergesa-gesa ia melakukannya dengan lembut meresapi setiap pangutan itu. tangan Selin yang semula berada di pundak lendra berpindah mengalungi lehernya.


Lendra sedikit menekan kepala Selin memperdalam ciuman mereka , berasa oksigennya telah habis Selin menepuk pundak lendra mengakhiri ciuman mereka.


Selin menghirup udara sebanyak-banyak merasa pasokan oksigennya habis sedangkan lendra tersenyum tipis melirik gadis itu.


" Itu hadia dari om karena udah buat kamu nangis" Ujar lendra menatap gadis itu lalu menjauhkan dirinya kembali ke kursi pengemudi


Detak jantung Selin berpacu seperti sehabis lari maraton saja , lantas ia memegangi dadanya.


" Benar ini nyata "


Berasa Sehabis mimpi dirinya mendapatkan ciuman dari pria itu dalam keadaan sadar. benar, barusan om lendra menciumnya terlebih dahulu.Selin masih belum mempercayai akan tetapi ini merupakan nyata.


demi apa ?


setelah beberapa hari tidak bertemu sekarang pria itu menciumnya terlebih dahulu.makan apa dia disana hingga berubah begini , batin Selin.


Lendra kembali melajukan mobilnya dengan kecepatan rata-rata , ia kembali fokus ke depan menyetir sesekali melihat Selin yang masih bengong.

__ADS_1


Lucu sekali baru kali ini lendra berhasil membuat gadis itu langsung diam seketika.


akan tetapi lebih lucu dirinya sendiri yang malah berprilaku aneh sekarang dengan mengatakan ciuman barusan sebagai hadia.


__ADS_2