Gadis Nakal Om

Gadis Nakal Om
perasaan aneh


__ADS_3

Setelah sekian lama gadis itu terdiam tiba-tiba dia berteriak begitu kencang akan tetapi untung saja lendra tak kehilangan kendali melajukan mobil karena terkejut.


" kenapa lagi Selin ? jika kamu berteriak seperti itu bisa-bisanya kita berada di rumah sakit sekarang " tanya lendra tak mengalihkan pandangan masih menatap lurus ke depan jalanan


Selin menutup wajahnya yang sudah seperti kepiting rebus sekarang.lihatlah, pria itu bertanya akan dirinya, seperti melupakan hal yang dia lakukan barusan. tidak taukah pria itu sudah membuat jantung gadis tersebut berdetak tak karuan.


"om cemburu yaaa___"


Selin merubah posisi duduknya menghadap lendra, bibirnya tertarik ke atas membentuk senyuman.


pria itu hanya mengelengkan kepalanya tanpa menatap selin, tidak merasakan hal yang barusan gadis itu tanyakan.


" terus kenapa om marah liat aku di cium Rudi barusan ? " ujar Selin tersenyum mencubit gemas lengan lendra


" tidak ! om tidak cemburu , perasaan semacam apa itu , om tidak mengerti mengenai hal yang semacam itu ? "


" haissst___memang pria tak mengerti tentang perasaan "


gadis itu menyipitkan matanya menatap lendra." lalu jika tidak cemburu? kenapa om marah ? ungkapan saja jika memang cemburu, kalau om yang cemburu aku malah senang "


" entah lah om juga ngak ngerti kenapa bisa marah dan bersikap seperti tadi."lendra menggaruk tengkuknya yang tak gatal ingin mengalihkan pembicaraan tak ingin gadis itu mengodanya lagi."udalah jangan di pikirkan__ "


jika ditanya sekarang lendra tak mengerti kenapa dirinya begitu emosional.


Selin mendengus kesal mendekap dadanya "dasar udah tua,tapi masih keras kepala ! itu namanya cemburu om, jikalau om lupa akan rasanya , sama yang sedang om rasakan sekarang. merasa sesak jikalau ada yang mengambil milik om.semuanya sudah jelas 'kan ?" ujar Selin memberikan penekanan di akhir kalimatnya berharap pria itu mengerti


panjang sekali penjelasan gadis itu dirinya sudah seperti dosen percintaan saja menjelaskan semuanya pada lendra.


satu kalimat gadis menganggu pikiran lendra yaitu......


tua? apakah benar dirinya sudah menjadi pria tua?


seketika lendra memegang wajahnya.apakah benar dia sudah menjadi pria tua?, pikir lendra.


tangan lendra langsung meraih cermin yang bergantung di tengah mereka lalu mengarahkan kepada wajahnya.


" masih terlihat tampan "ungkapnya percaya diri kemudian melirik Selin yang tengah menatapnya dengan senyuman yang mengejeknya.


" tua-tua tapi kamu suka sekali mengoda om 'kan " jelas lendra dengan percaya diri yang tinggi berhasil membalas ucapan gadis tersebut


Selin sedikit terkekeh sejak kapan pria itu bisa membalas ucapannya.


" apakah memang kepala om sudah terbentur saat di Surabaya ? kalau begitu syukurlah setidaknya cuaca saat bersama om tak lagi sedingin di kutub "


" haaaa......? " lendra menjitak pelan jidat selin membuat gadis tersebut berdecak sebal.


tak terasa akhirnya mereka sudah memasuki perkarangan rumah melaju menuju bagasi, dimana tempat mobil itu akan tidur.sesudah mematikan mesin mobil pria itu langsung turun berbeda dengan Selin yang tak kunjung keluar hingga lendra membukakan pintunya.


" mau digendong jika om tidak mau, aku ngak akan keluar "

__ADS_1


sifat manja dan pemaksa gadis itu Kambu lagi tak menerima jika ada penolakan, gadis itu tidak akan menerima penolakan dari siapa pun.


lihatlah sekarang dia sudah


merentangkan tangannya seakan lendra sudah menyetujui permintaan gadis itu.


lendra menghembuskan nafas pasrah dirinya yang lelah sehabis perjalanan menuju Jakarta kini harus menuruti keinginan gadis kecil tersebut belum lagi drama sebelum gadis itu di temukan.


dengan begitu semangat Selin menghamburkan dirinya mendekap tubuh lendra lalu melingkari kakinya di pinggang pria itu.lendra seperti mengendong anak kecil yang bergelantungan di depannya, entah kenapa bibirnya terangkat membentuk senyuman.


" jangan tersenyum om ? "


lendra menautkan alisnya menatap raut wajah Selin." kenapa ? " tanya lendra penasaran tidak biasanya gadis itu melarangnya


" jangan tersenyum begitu, senyuman om terlalu manis di lihat dari sini" seusai mengucapkan itu Selin mengecup bibir lendra, tak puas hanya mengecup gadis itu menyesapnya sesekali ******* bibir pria itu menyalurkan rindu sudah lama tak berjumpa.


kali ini lendra tidak menolak malah dirinya membalas pangutan bibir gadis itu menyesapnya dengan perlahan meresapi setiap pangutan bibir mereka.


lendra memang sudah jatuh tanpa sadar kepada gadis kecil tersebut namun dirinya belum menyadarinya atau pria itu memang tidak peka terhadap perasaannya sendiri.


tatapan mereka bertemu kala ciuman itu usai , gadis itu tersipu malu lalu membenamkan wajahnya pada dada bidang lendra.


apakah yang aku lakukan barusan ? semuanya berjalan begitu saja tanpa bisa dikendalikannya.


" tsk____" lendra berdecak kesal


semua ini tak seharusnya terjadi,gumam lendra di dalam hatinya.


jari jemari selin membelai wajah lendra seolah-olah tak bosan memandang wajah tampan pria itu dan lihatlah sekarang wajahnya sedikit di tumbuhi bulu-bulu kecil di daerah dagunya , sebelum pergi gadis itu tak melihatnya.


" apakah om tidak mencukur bulu-bulu halus ini, selama di Surabaya ? lihatlah mereka sudah tumbuh begitu banyak dan sedikit geli jika di pegang " ujarnya masih mengusap dagu lendra


"mana sempat mencukurnya,om kan sibuk hingga pulang larut malam "


benar, om lendra memang sibuk bekerja pasti sangat melelahkan.


sekarang dia malah merasa bersalah meminta lendra mengendongnya.


gadis itu langsung turun dari gendongan lendra membuat pria itu bingung.


"maaf , pasti om capek yaaaaa mengendong Selin "


" tidak begitu mengeluarkan tenaga hanya untuk mengangkat kamu,Selin.lagian om udah terbiasa mengangkat tubuh kecil kamu"lendra sengaja mengungkapkan tubuh kecil gadis itu demi melihat bibir bawah Selin yang tertekuk.


lendra mengangkat tangannya mengusap pelan puncak kepala gadis tersebut , mengecup keningnya pelan.


tak ingin Selin mempertanyakan tingkahnya lendra meninggalkan gadis itu yang masih termenung di depan pintu.


Selin memegang dadanya seolah jantungnya berdetak begitu lebih cepat, kalah cepat saat dirinya sehabis berlarian.

__ADS_1


" gua ngak sanggup melihat om lendra yang seperti ini , begitu manis hingga rasanya ingin pingsan " setelah tersadar Selin barulah memasuki rumah


pandangan Selin menyapu setiap sudut rumah namun tak melihat keberadaan pria itu.dirinya memutuskan untuk ke kamar Lendra memastikan pria itu berada di sana.


" om ? " seruan gadis itu terdengar kala memasuki kamar tak melihat siapa pun di sana hingga gemericik air dari kamar mandi terdengar menandakan lendra yang tengah membersihkan dirinya.


tak ingin menunggu lama Selin memutuskan untuk membersihkan diri juga di kamarnya.


rintikan air shower membasahi tubuh lendra berharap dengan dinginnya air shower bisa menjawab semua pertanyaan tentang keanehan dirinya memperlakukan Selin.


tidak mungkin dirinya yang sudah bertahun tahun menutup hati kini apakah ia sudah jatuh pada gadis kecil yang selalu menganggunya.


" tsk____" lendra berdecak kesal


Lendra meremas rambutnya frustasi mengadakan kepalanya ke atas, hingga membasahi di wajahnya yang terkena air shower.semuanya terasa begitu gila bagaimana mungkin dirinya yang sudah lama menutup hati kni malah gadis kecil itu yang berhasil membuatnya gila, dirinya sadar akan statusnya di dalam keluarga Charli.


Setelah menyelesaikan ritual mandinya pria itu keluar dengan handuk yang dililitkan di pinggangnya.


Glek !


Dengan susah paya pria itu menelan Salivanya saat melihat Selin duduk di tepi ranjangnya.


" Mengapa gadis itu memakai lingerie di saat seperti ini.ya tuhan , niat hati ingin menghindarinya sekarang gadis itu malah duduk santai di sana " batin lendra menatap gadis itu hingga tak mengedipkan matanya.


" hai Om ! " sapa gadis itu


gadis tersebut terlihat lebih segar, di lihat dari rambutnya yang basah sehabis keramas menunjukkan gadis itu sehabis mandi.


lendra meneguk ludahnya melihat gadis itu berjalan mendekatinya dirinya, berharap jangan sampai gadis itu berbuat aneh di saat dirinya hanya melilit handuk di pinggangnya saat ini.


" Selin " lendra mencoba memperingatkan mengangkat sebelah tangannya memberhentikan gadis itu.


tatapan mereka bertemu kala gadis itu mengalungkan tangannya di leher lendra dengan menjinjit kakinya berusaha mensejajarkan tinggi tubuh lendra yang lebih tinggi dari Selin.


"hmmmmm___" Selin menutup matanya menghirup dalam-dalam aroma tubuh yang ia rindukan beberapa hari ini.


jangan salahkan dirinya tak bisa mengontrol diri nantinya, batin lendra.


tangan lendra beralih meraih pinggang gadis itu mengikis jarak di antara mereka , dirinya seakan kecanduan meraup bibir ranum gadis itu.


lendra tidak mengerti akan semua ini. semuanya tidak bisa terkontrol saat dirinya berdekatan dengan Selin.


Selin yang masih dalam mengambil nafas merasa oksigen habis seusai ciuman lendra terkejut ketika pria itu mengangkat tubuhnya hingga membuat dirinya melingkari kaki di pinggang pria.


dengan perlahan dirinya menjatuhkan Selin di atas ranjang lalu ikut bergabung mengukung tubuh Selin dengan kedua tangannya berada di sisi gadis tersebut.


gadis itu mengigit bibir bawahnya tak kala lendra menyeruakkan kepalanya menghisap leher jenjang Selin hingga meninggalkan jejak kepemilikannya di sana.


" akh___" Selin mengadakan kepalanya merasakan sentuhan sentuhan lendra seperti sengatan listrik mengalir di dalam tubuhnya kala tangannya itu merambat masuk di balik piyama tidur selin.

__ADS_1


__ADS_2