Gadis Nakal Om

Gadis Nakal Om
melabrak jastin


__ADS_3

Malam ini Selin bergerak gelisah uring-uringan di atas kasur menunggu kabar dari Mia , yang sedang terhubung melalui panggilan telephone.


" masih belum juga nih bestie , nanti kemalaman gua malah susah mintak izin nih " ujar Selin melirik jam di dinding yang sudah menunjukkan jam tujuh lewat tiga puluh menit


"sabar bestie nunggu aja paliangan sebentar lagi dia akan datang.gua yakin si ****** itu akan datang sebentar lagi " balas Mia di sebrang telphon.


berasa waktu berjalan begitu lambat selin menatap dinding kamarnya dengan bosan sampai kapan dia di buat menunggu begini.


saat jarum jam menunjukkan angka delapan malam, terdengar suara Mia di sebrang telephon memberitahu bahwa si cewek tersebut telah datang.


tak menunggu waktu lama Selin berlarian ke ruang kerja ayahnya.


" ayah , aku boleh mintak izin ambil buku tugas di rumah Mia pasalnya tugasnya akan di kumpulkan besok tadi aku lupa menyuruh Mia mengembalikan " ujar Selin setelah ia mengatur nafasnya sehabis berlarian


" boleh , tapi ngak pergi sendirian.tunggu di sini, ayah sudah manggil lendra untuk datang ke ruangan ayah"


Selin berucap syukur ayahnya langsung memberikan izin walaupun harus pergi dengan om lendra namun setidaknya dia bisa mengakhiri ini semua.


muak , benar-benar muak Selin melihat tingkah kekasihnya itu yang sebentar lagi akan menjadi mantan kekasihnya.


tak lama kemudian lendra datang sedikit tergesa-gesa masuk ke ruangan kerja Charli dengan wajah sedikit bingung karena ini pertama kalinya ia mengantarkan gadis tersebut saat malam hari.


keduanya masuk kedalam mobil dalam keadaan hening , perasaan lendra seakan tidak enak jika melihat Selin terdiam seperti ini.


" pasti ada sesuatu yang terjadi atau cuma perasaanku saja " gumam lendra melirik Selin


mobil lendra melaju membelah jalanan ibukota yang tak kenal kata malam masih banyak hilir mudik kendaraan di jalanan.


mobil tersebut sudah memasuki kawasan apartemen lalu berhenti di satu apartemen yang merupakan tujuannya untuk datang malam-malam begini yaitu apartment jastin.


beruntung Saat itu Selin sempat menghafal password pintu apartemen jastin yang sangat berguna di saat seperti ini.


pendengaran Selin langsung terganggu ketika mendengar erangan kedua orang tersebut bersaut-sautan dengan desahannya.


" aaakhhhhh___yaaaaaa sayang lebih cepat "


suara tersebut lebih terdengar jelas ketika Selin berjalan masuk kedalam ruangan hingga langkah kakinya terhenti di sebuah kamar yang sedikit terbuka pintunya.

__ADS_1


sungguh , kepalanya berasa ada yang terbakar hingga membuatnya panas dan emosi.


bruk


(bunyi pintu yang di hantam keras)


Selin menendang pintu kamar jastin hingga menghasilkan bunyi yang keras yang membuat kegiatan jastin dan perempuan ****** tersebut terhenti.


jastin langsung bangkit dari tubuh si perempuan melepaskan penyatuan tubuh mereka , masih dengan keadaan tubuh polosnya dirinya mendekati Selin hendak membujuk gadis tersebut.


" aku ngak nyangka , jijik tau ngak aku lihat kamu "


" sayang aku bisa jelasin___"


ucapan jastin terpotong ketika Selin langsung memukul wajah jastin dengan kepalan tangannya. " apa lagi yang mau di jelasin ke aku , aku udah liat kebusukan kamu "


" aku___"


pukulan lagi di terima lagi oleh jastin hingga membuatnya meringis kesakitan memegang wajahnya.sementara si perempuan tersebut menarik selimut sebatas dadanya menutup mata melihat jastin yang habis-habisan di pukuli.


" maafin aku__"


lendra yang berdiri di depan apartemen jastin karena perasaannya tak enak sedari tadi hingga membuatnya ikut turun dari mobil mengikuti Selin menunggu di depan apartement.


" gadis itu baik-baik saja kan?" tanya lendra mendengar keributan di dalam hingga bisa terdengar dari depan.tanpa berpikir lagi lendra langsung berlari masuk ke apartemen tersebut.


hingga lendra menemukan sumber suara keributan tersebut, dirinya begitu terkejut tak mampu berkata apa-apa.


ia langsung mendekap tubuh Selin yang tengah memukuli lelaki dengan tubuh polosnya , bisa-bisa gadis tersebut menjadi pembunuh nantinya kalau di biarkan.


" berhenti Selin ! " ujar lendra menenangkan gadis yang tengah emosi tersebut walaupun sedikit susah karena Selin memberontak masih ingin menghajar jastin.


" kita keluar dulu , nanti kita bicarakan baik-baik.dan kamu -tunjuk lendra pada jastin -pakai pakaian mu lalu kita selesaikan dengan kepala dingin" ujar lendra masih mendekap Selin membawanya ke luar kamar.


lendra mendudukkan Selin di sofa ruang tamu tersebut lalu mengambil air di kulkas jastin yang tak jauh dari sana.


" minum dulu" ujar lendra menyodorkan sebotol air mineral dingin kepada Selin

__ADS_1


lendra meneguk Salivanya melihat tatapan Selin yang seolah ingin membunuhnya lalu mengambil kasar botol minum.


"apakah aku juga akan di hajar gadis itu, tatapannya begitu membunuh" gumam lendra menatap ke segala arah menghindari tatapan Selin.


di balik layar handphonenya Mia tertawa melihat jastin yang babak belur di sana dan tak lupa , mata Mia juga tidak berbohong menjelajah tubuh jastin.seperti melihat pertontonan gratis, batin Mia.


" lah ngapain sih pikiran gua kemana-mana? husssss buang jauh-jauh" Ujar Mia mengerakkan tanggannya seolah menghapus sesuatu


jastin keluar setelah memakai celananya dan tak lupa bersama perempuan tersebut dengan beraninya ia menampakkan diri.


" aku mau hubungan ini berakhir " tegas Selin menatap lurus tanpa melihat wajah jastin


setelah ucapan itu Selin langsung bangkit entah kenapa rasanya sesak memenuhi dadanya sedikit berkurang walaupun masih sakit , hampir sampai di ujung pintu Selin terhenti karena ucapan jastin.


" ya emang benar hubungan ini harus berakhir karena lu ngak bisa puasin gua "


" tks " selin tertawa pelan masih beraninya pria tersebut berbicara dengan wajah yang babak belur begitu, Selin yang ingin melangkah mendekati jastin langsung di cegat oleh lendra


"gua bukan perempuan murahan untuk puasin pria brengsek kaya Lo , gua bersyukur keperawanan gua masih terjaga saat bersama lu "


Selin membalikkan tubuhnya lagi sebelum dia benar-benar keluar " gua udah bodoh menitipkan perasaan tulus gua sama lu "


sungguh , dia ingin cepat-cepat pergi dari sana lalu menarik lendra mengikutinya kedalam mobil.


lendra menatap jalanan dengan pikirannya tertuju pada Selin yang sedari tadi diam semenjak beberapa hari ini.


" nangis aja , nangis ngak buat kamu terlihat lemah kok "


Selin menatap lendra ia sempat terkejut lendra memperhatikannya.sedari tadi Selin menahan tangisnya untuk tidak keluar namun ketika mendengar ucapan lendra butiran air itu keluar dari matanya.


lendra menggeser sebungkus plastik tisu yang terletak di atas dashboard mobilnya itu mendekati Selin.


gadis tersebut menangis sejadi jadinya membuat lendra bingung menghadapinya. berbeda dengan Selin yang berada di apartemen jastin beberapa jam yang lalu , ia berdiri tegap menghabisi kekasihnya yang tengah bermain bersama wanita lain.


" setidaknya caranya tepat untuk menghajar brengsek itu " gumam lendra mengembangkan senyumannya.


" sesampainya di rumah ,om harap kamu udah ngak nangis lagi. percuma menangisi pria brengsek seperti itu.masih banyak pria yang lebih baik dan tampan dari bededah itu "

__ADS_1


Selin hanya mengangukkan kepalanya mengambil tisu menyumpal hidungnya lalu mengeluarkan cairan yang keluar dari hidungnya.


"idiiiiihhhh jorok " ujar lendra sedikit tertawa mencoba menghibur Selin


__ADS_2