Gadis Nakal Om

Gadis Nakal Om
takut kehilangan


__ADS_3

Lendra terpaku memandangi wajah gadis yang tertidur polos di sampingnya, tangannya berasa pegal karena menjadi bantalan gadis yang tengah memeluk dirinya.


semalam mereka benar-benar menghabiskan waktu bersama dan menghabiskan tenaga Selin kala pria dewasa itu tak kenal lelah menghujam inti gadis tersebut , hal itu dilakukan secara sadar oleh lendra.sungguh, perasaannya sangat senang melakukannya bersama gadis tersebut namun dirinya juga sedikit takut kehilangan wanita itu dikemudian hari.


dirinya juga sadar akan posisinya sekarang yang jauh di bawah dari gadis tersebut.


tangan lendra terulur merapikan helaian rambut gadis tersebut yang menutupi wajahnya,lalu memasukkannya ke belakang telinga.


"cantik___"ungkap lendra meneliti wajah gadis itu tengah tertidur.


secara perlahan lendra memindahkan kepala gadis tersebut yang berada di lengannya, tangannya berasa kebas oleh posisi seperti tadi.


karena merasakan pergerakan gadis itu menggeliat dalam tidurnya masih terlihat dirinya masih enggan membuka mata.


"fiuuhhh......." lendra bernafas lega tidak membuat tidur gadis itu terganggu.


melihat hari masih pagi dirinya memberi waktu gadis itu untuk tertidur sebab lendra juga rasanya baru tertidur beberapa jam yang lalu.


seketika lendra langsung tersadar akan keberadaan Charli." apakah pak Charli pulang semalam ?" tanyanya pada diri sendiri.


dengan perlahan lendra bangun dari ranjang lalu kembali memakai celana berjalan keluar ingin memastikan keberadaan Charli.


bisa mati gua ketahuan tidurin anaknya,batin lendra.


pria itu bergerak menuju kamar Charli yang mana melewati kamar gadis itu lalu kembali melangkahkan kakinya menuju tujuan utama dirinya.


"sial ! pintunya di kunci "umpat lendra


ada dua kemungkinan yang terjadi yaitu pria itu sudah ada di dalam atau memang belum pulang semalaman


suara mesin mobil yang baru berhenti mengagetkan lendra, tak perlu di tanyakan lagi.itu mobil Charli yang baru saja datang , dengan sedikit berlari pria itu menuju kamarnya.


tak membutuhkan waktu lama pria itu sudah sampai di ambang pintu kamarnya dengan nafasnya yang masih tak beraturan sehabis berlarian.


sungguh, ini merupakan hal bodoh yang baru pertama dia kau, seperti sedang tertangkap basah oleh seorang ayah gadis yang sudah tidur bersamanya .lendra sedikit menguncang tubuh gadis itu memintanya untuk bangun.


"eeengghhh___" masih terdengar erangan malas dari gadis itu

__ADS_1


tak taukah gadis itu jantung lendra sekarang seperti ingin keluar namun gadis itu masih dengan santainya berbaring dengan tubuh polosnya di ranjang pria itu.


lendra memunguti piyama gadis itu sedikit memaksa gadis itu untuk duduk di tepi ranjang bahkan mata Selin masih saja engan di buka.


pria itu di buat seperti mengasuh bayi besar, mengingat waktunya tidak banyak lendra kemudian mengangkat tubuh kecil gadis itu yang masih menutup matanya lalu mengendongnya menuju kamar gadis tersebut setelah berhasil memakaikan kembali piyama tidurnya.


" kenapa kamu keluar dari kamar Selin ? "


lendra yang baru menutup pintu kamar gadis tersebut menoleh melihat Charli yang berdiri tegap di depannya.


" mampus lah gua , malah cepat banget lagi pak Charli datangnya" ujar lendra di dalam hati


pria itu menggaruk tengkuknya yang tak gatal, " barusan saya berjalan melewati kamar Selin tapi tiba-tiba mendengar teriakkan dari dalam sana , jadinya____


saya mengecek ke kamar Selin pak "ujar lendra senormal mungkin membuat alasan agar ayah dari gadis itu percaya.


alis pria itu bertaut menatap bingung lalu memijit pelipisnya." apakah dia baik-baik saja sekarang ? " lendra mengangukkan kepalanya sebagai jawaban tak ingin membuat Charli khawatir sekaligus curiga


merasa tak ada lagi yang di bicarakan Charli berpamitan kemudian berlalu menuju kamarnya untuk istirahat terlebih dahulu.


" fiuuhhh" lendra bernafas lega pria itu tidak curiga terhadapnya, dirinya mengintip sebentar gadis itu masih terlihat tidurnya tak terganggu sekalipun ketika lendra memindahkannya.


"aaaaakhhhhh"


lendra yang masih berada di depan kamar gadis itu terkejut mendengar teriakkan dari dalam kamar.sekarang memang nyata gadis itu berteriak bukan hanya bualan lendra semata.


pria itu duduk di tepi ranjang menatap selin yang masih berbaring. "ada apa? jangan membuat om jantungan Selin "


Selin hanya mengelengkan kepalanya, bukan dirinya ingin mengejutkan pria tersebut namun di saat gadis itu ingin beranjak dari kasur tubuhnya berasa remuk.


gadis itu mengulurkan tangannya meminta lendra membantunya untuk duduk. " apakah ini karena om yang terlalu bersemangat semalam? "tanya lendra di saat gadis itu terlihat tak ada tenaga sama sekali


gadis itu mengangukkan kepalanya membenamkan wajahnya di dada bidang lendra mengingat kejadian semalam membuatnya bersemu merah, "lah om harus tanggung jawab tubuhku sakit semua "


" baiklah aku akan bertanggung jawab " seusai mengucapkan itu selin merasakan tubuhnya diangkat oleh pria itu hingga dirinya mengeratkan pelukannya terhadap lendra.


" mau ngapain om ?

__ADS_1


" bukannya kamu bilang mau om tangung jawab.sekarang sedang om lakukan"


Lendra membawa gadis tersebut ke kamar mandi kemudian mengisi bathtub dengan air panas dan tak lupa menghidupkan air dinginnya juga.selin memandangi pengerakan lendra dari tempatnya berdiri.


dirinya menyadari perbedaan perilaku pria itu semenjak pulang dari Surabaya yang membuatnya bingung namun itu membuatnya senang sekarang.


"hmmmmm____ngak sakit atau demam " Selin menempelkan punggung tangannya pada kening lendra


" ada apa sweety "


Selin membulatkan matanya ?


apakah ini benar om lendra yang dia kenal , dirinya tak salah kan?


gadis itu tertawa menutup mulutnya hal tersebut terdengar begitu lucu hingga tawanya terhenti ketika lendra mendekap wajah gadis tersebut.


ada apa dengan jantungnya kenapa berdetak begitu kencang seharusnya biasa saja, toh dirinya juga sering mengoda om lendra.


" heeeeee____"


gadis itu tersentak saat lendra menarik pinggangnya hingga mengikis jarak di antara mereka.selin menutup matanya ketika merasakan benda kenyal itu ******* pelan bibirnya.


puas dengan bibir gadis itu lendra kembali memberikan tanda kepemilikannya di dada Selin, entah sejak kapan pria itu berhasil membuka kancing baju Selin.


Selin menengadahkan kepalanya tak kuat menahan sentuhan lendra yang masih mempermainkan gundulan kenyal milik gadis tersebut.


senyuman lendra mengembang kala berhasil membuat gadis itu melenguh kenikmatan.air shower membasahi tubuh mereka berdua tak kala lendra menghidupkannya niatnya hanya membantu gadis itu berendam di bathtub malah sekarang pria itu juga ikut mendinginkan tubuhnya.


Selin memandang wajah lendra yang kini memeluknya dari belakang," om sudah pernah seperti ini ? mandi berdua seperti yang kita lakukan"


tangan lendra yang mengusap perut Selin terhenti kala mendengar gadis itu mempertanyakan hal tersebut.


" ngak perlu om jawab , dia hanya masa lalu "


cup !


lendra mengecup kening Selin berharap gadis itu tak bertanya lagi.sungguh entah kenapa dengan dirinya seolah tak ingin gadis itu tersakiti oleh masa lalunya.

__ADS_1


lendra mengeratkan dekapannya terhadap gadis itu , dirinya begitu takut sekarang akan di tinggalkan lagi seperti sebelumnya.


__ADS_2