
Selin berjalan mengendap-endap menuju kamar lendra kemudian memasuki kamar pria tersebut setelah melihat situasi keadaan di luar , takut jika ayahnya melihatnya barulah dia masuk.
gadis itu kemudian memeluk lendra dari belakang ketika berhasil memasuki kamar pria itu , dirinya tak ingin melepaskan lendra hanya untuk keluar kota.
" Selin ! " lendra sedikit terkejut ada yang merangkulnya secara tiba-tiba , namun tidak perlu ditanyakan lagi siapa lagi yang akan berani mendekapnya di sini.
tidak mungkin juga bi Imah atau pak Charli yang melakukannya , batin lendra menahan tawanya jika membayangkan hal tersebut jika terjadi.
lendra tak habis pikir kenapa gadis itu terlalu berani datang ke kamarnya di mana Charli sudah berada di rumah , sungguh gadis yang aneh yang pernah dia jumpai.
" disana jangan nakal om , Jagan sampai ke goda wanita lain.ingat om hanya untuk Selin " gadis tersebut menekankan ucapan terakhirnya
" hemmmm "
hanya itu yang di balas pria itu tetapi tak membuat gadis tersebut berkecil hati , dirinya tetap saja mendekap pria itu.
sedikit kesusahan lendra prepare perlengkapan sebab gadis itu masih saja merangkulnya kemana pun pria itu melangkah gadis itu terus mengikutinya.
belum lagi di tambah kata-kata pengantar gadis tersebut yang selalu mengingatkannya , sekedar untuk mengabari dirinya setiap hari.
lendra berharap dengan berjauhan dirinya akan bebas akan tetapi berbanding terbalik , gadis itu malah meminta dirinya selalu mengabari.
hentakan sepatu berbenturan dengan lantai terdengar semakin lama semakin jelas bunyinya. mengetahui hal itu,gadis tersebut langsung menjauhkan dirinya dari lendra.
" sayang ,kamu kenapa di kamar Lendra? ngak baik Lo masa kamu berada di kamar pria " Charli baru memasuki kamar Lendra mengerutkan keningnya bingung
andaikan bapak tau kami sudah tidur bersama pak,ingat itu tidur bersama mungkin bapak tau maksudnya apa.batin lendra berbicara dengan dirinya sendiri
" Selin tadi ngak sengaja lewat , terus lihat om lendra prepare makanya aku mau bantuin"
tak ada keraguan dalam ucapan gadis itu hingga membuat lendra sepertinya harus memberikan sebuah penghargaan.
membantu ?
lendra menyipitkan matanya.apakah gadis itu tidak salah mengatakan dia malah membuatku kesusahan sedari tadi menempel terus.memang gadis kecil yang pintar berbicara di depan ayahnya,batin lendra.
" sayang,sebaiknya kamu pergi keluar terlebih dahulu.ada yang harus ayah bicarakan dengan om lendra "
" baiklah ayah " tak bisa membantah gadis tersebut melangkahkan kaki keluar menuju pintu dengan sedikit memanyunkan bibirnya tak suka.
kedua pria dewasa itu kembali membicarakan pekerjaan projek yang akan di ambil ahli oleh lendra beberapa hari ke depan.
__ADS_1
tak kan begitu sulit bagi lendra mendapatkan kesepakatan untuk mendapatkan keuntungan yang besar semenjak dia bergabung sudah banyak investor yang menanam sahamnya di perusahaan Charli.
" semuanya seperti biasa sudah saya siapkan kamu nanti akan di pandu sama asisten saya yang di Surabaya selama masa pengawasan di sana "
" baiklah saya rasa kamu sudah tau, yang akan dilakukan" sambungnya kemudian
lendra hanya menganggukkan kepalanya setuju begitu semangat. baru , barusan tadi pagi dirinya ingin menghindari gadis tersebut namun tidak menyangka beberapa hari ini dia di akan berjauhan dengan selin.
entah apa yang di bicarakan ayah hingga memintaku menunggu sedari tadi.kedua pria tersebut belum juga menampakkan dirinya sedari tadi,pikir Selin.
Selin sedang menunggu kedua pria tersebut di ruang tamu seraya melirik ke lantai atas , belum menampakkan lendra yang keluar.
huuuuh !
sangat menyebalkan , kenapa harus om lendra yang di minta ke Surabaya padahal masih ada sekretaris ayah.
sedari tadi dirinya mencoba untuk menerima namun masih saja gadis itu ngedumel tidak jelas.
" akhirnya kedua pria itu turun juga " terlihat lendra dengan membawa koper yang berukuran tidak terlalu besar dan Charli di sampingnya.
pria dingin itu tak melirik Selin sedikitpun dia melewati gadis tersebut berjalan menuju Pintu utama.
di acukan seperti ini tidak akan mengurangi semangat Selin. dirinya pun ikut mengikuti lendra dari belakang sedikit menarik pria itu lalu mengecup pelan pipi pria itu.
lendra begitu terkejut gadis itu berani sekali melakukannya di belakang punggung ayahnya, yang berada di depan mereka.
ingin rasanya seorang lendra berteriak ketika bibir mungil itu selalu saja mencium wajahnya tanpa meminta persetujuan.
lambaian tangan tanda perpisahan Selin mengantarkan lendra ketika memasuki mobil hingga mobil tersebut melaju hilang di tikungan pembelokan pagar rumah.
*****
menjelang sore lendra sudah sampai di Surabaya dirinya di sambut oleh asisten Charli.dia kira asisten charli adalah lelaki tua namun dia adalah seorang wanita yang masih terlihat muda dengan pakaian elegan menyambutnya di loby hotel.
" agenda hari ini apakah ingin langsung ke lokasi projek pak ? atau mau di tunda besok ?" tanya wanita itu seusai memperkenalkan dirinya
" sepertinya besok saja lagian jam pulang kerja sebentar lagi. kalau seandainya saya pergi sekarang para pekerja semuanya sudah pulang "
" baiklah pak "
kedua orang tersebut kemudian terpisah menuju kamar mereka masing-masing , lendra meletakkan cardlock di pintu hotel selanjutnya ia merebahkan tubuhnya di atas ranjang.
__ADS_1
Dret Dret Dret
( bunyi telfon bergetar )
dengan malas dirinya yang baru berbaring mengambil handphone yang terus bergetar sedari tadi di dalam jasnya.
Selin.
itulah nama yang tertera di sana, seketika lendra membuang nafas pasrah jika ia tidak mengangkat bisa-bisanya dirinya kena hajar nantinya.
akhirnya jari lendra menggeser tombol hijau mengangkat panggilan.
" om....." terdengar teriakkan dari seberang sana hingga membuat lendra menjauhkan handphone dari telinganya
" teriakkan kamu membuat kuping saya sakit, Selin. "
terdengar gadis itu terkekeh pelan di sebrang sana, " gimana apakah om sudah sampai? "
"___" mulut lendra yang sudah terbuka ingin menjawab ter urungkan ketika gadis itu berbicara.
" sepertinya om sudah sampai , aku sudah memperhitungkannya jarak tempuhnya sedari tadi. maka dari itu , bisa aku pastikan om sudah sampai "
lendra mengelengkan kepalanya ketika gadis itu menjawab pertanyaannya sendiri .sedari tadi dirinya ingin menjawab pertanyaan gadis tersebut namun gadis itu malah tak hentinya berbicara.
" iya om baru sampai Selin " lendra berucap setelah gadis itu selesai bicara
teriakkan kembali terdengar dari sebrang sana karena dirinya sudah benar menebak pria itu sudah sampai.
" ini bukan pertandingan sepak bola , kenapa gadis itu kembali berteriak terus menerus " pikir lendra menggaruk tengkuknya yang tak gatal.
lendra terpikir sudah berapa lama dirinya tidak bertelepon seperti ini dengan perempuan.
mungkin beberapa tahun lalu, pria itu langsung menepis pikiran tersebut tidak mau mengingat masa lalunya.
"om____, om baik-baik saja kan.kenapa diam saja sedari tadi ? "
lendra tersentak seketika tersadar mendengarkan suara Selin, " ya__ om dengar , kamu ngomong apa barusan ?"
gadis tersebut ngedumel marah seandainya dirinya tak berjauhan maka dia akan melampiaskan marahnya pada pria itu.
sontak kalimat yang keluar di mulut Selin membuat lendra tertawa seraya memandang view di luar gedung dengan pancaran sinar matahari yang begitu cerah sore ini.
__ADS_1
tak menyangka lendra begitu antusias mendengarkan obrolan gadis tersebut dari sebrang telfon ,yang entah kenapa dirinya yang sedari tadi enggan berbicara dengan gadis tersebut malah tertawa mendengar penuturan gadis itu.