
Merasa bosan dikamar menyelesaikan pekerjaan kantor lendra membawa laptop tersebut ke ruangan keluarga yang menurutnya lebih santai mengerjakan di sana biar otaknya lebih refresh menyelesaikan pekerjaannya.
Tangannya dengan lincah menari-nari di atas keyboard tersebut.
" Iya beb , lagian kenapa kamu nggak masuk sekolah hari ini aku jadinya kan merasa kehilangan "
Selin berbicara lewat panggilan vidio dengan kekasihnya ketika melihat lampu ruangan keluarga menyala entah kenapa dia melangkahkan kaki ke sana.
Lendra mengerutkan keningnya ketika gadis tersebut mendekat kearahnya.
" Apakah dia selalu berpakaian seperti itu di rumah , mengunakan dress satin yang membentuk lekuk tubuhnya " lendra menelan Salivanya melihat Selin yang berpakaian seperti itu melupakannya bahwa dia masih gadis Sekolah.
Cup !
Selin mengecup pelan bibir lendra seraya menjauhkan handphone tersebut darinya hingga tidak menampakkan hal tersebut oleh jastin yang tengah melakukan panggilan Vidio .
Seutas senyuman terbentuk di wajahnya lalu ia merebahkan diri , tidur tengkurap mengunakan sikunya sebagai penyangga kepalanya.
Pandangan lendra tak sengaja melihat dada Selin akibat posisi tidurnya membuat dress tersebut sedikit ke bawah memperlihatkan belahan dadanya.
" Sepertinya memang lebih baik aku mengerjakan pekerjaan kantor di kamar "gumam lendra
Melihat lendra ingin berdiri Selin dengan cepat mencekal tangan lendra , lalu ia bangun dari tidurnya berpindah duduk berhadapan di pangkuan lendra mencegatnya agar tidak pergi
" Turun selin " ujar lendra menganggap posisi ini terlalu berbahaya untuknya
Panggilan Vidio yang tengah berlangsung diputuskan oleh selin tanpa memperdulikan tanggapan jastin, selanjutnya dia menatap manik mata lendra tangannya yang berada di pundak lendra beralih mengalungi lehernya.
" Sebentar saja om , biarin aku meluk om seperti ini. Selin nyaman seperti ini " ujar gadis tersebut membenamkan wajahnya di dada bidang lendra
memang nyaman buat gadis itu namun berbeda dengan lendra.
Wangi vanila tubuh Selin dapat tercium oleh lendra dengan posisi mereka yang seperti ini membuatnya merasakan sesak dibawah sana.
Lendra kembali melanjutkan pekerjaan sedikit kesusahan akibat tubuh yang berada di pangkuannya.
Tidak adanya Charli membuat Selin bertindak semaunya seperti ini.
lendra berusaha fokus mengerjakan pekerjaan kantornya yang untungnya Selin tidak banyak bicara hingga ia dapat memfokuskan pikirannya lebih jernih tidak memikirkan hal lain.
Helaan nafas teratur terdengar menandakan gadis tersebut sudah tertidur pulas. lendra menundukkan kepala melihat Selin yang sudah menutup matanya tertidur.
__ADS_1
Tanpa ingin membangunkan gadis itu lendra mengendong Selin membawanya ke kamar gadis tersebut.
Lendra memalingkan wajahnya melihat balutan indah tubuh selin saat dia menjatuhkan tubuh gadis tersebut secara perlahan di atas ranjang.
" dia hanya gadis kecil lendra , tenangkan dirimu "
Selepas mengatakan itu lendra berjalan keluar dari kamar gadis tersebut.Untunglah dia cepat keluar dari kamar gadis tersebut karena Charli baru pulang yang terdengar suara mobil berhenti di perkarangan rumah.
" Malam pak " ujar lendra menampaki kakinya di tangga terakhir
" Apakah Selin sudah tidur,saya tidak melihatnya di lantai bawah ? " Tanya Charli sebelumnya mengedarkan pandangan sekeliling rumah
" Sepertinya sudah tidur pak"
Seusai berbincang mereka di dekat tangga Charli menaiki tangga menuju kamarnya ingin segera istirahat tubuhnya begitu lelah seharian bekerja.
Sedangkan di tempat lain jastin sedari tadi menghubungi kekasihnya namun tidak ada tanda-tanda gadis tersebut mengangkatnya , apalagi tadi Selin mematikan sambungnya secara mendadak.
" Baiklah akan ku buat kau memohon kepadaku besok beb " ujarnya dengan seringai licik
****
Selin masih setia menunggu jastin bermain basket bersama temannya di lapangan ia mengikuti kemanapun gerak tubuh kekasihnya itu mengiring bola.
Memang terlihat seperti remaja bucin , jastin membentuk hati dengan kedua tanggannya melengkung di atas kepala.
Teriakan siswi yang menonton di tepi lapangan berteriak kegirangan , hal tersebut terlihat romantis menurut kumpulan remaja tersebut.
" Dia punya gua , kenapa heboh banget sih " ujar Selin berdecak tidak suka
Keringat bertetesan di wajah jastin sehabis berlarian tak menentu saat bermain basket membuatnya terlihat lebih tampan.
latihan basket untuk hari ini telah selesai jastin langsung mendekat ke sang gadisnya yang tengah berdiri di tepi lapangan.
Seakan melupakan sekumpulan gadis yang memperhatikan jastin , ia ingin mendekap tubuh Selin namun di halang oleh Selin mendorong dada jastin.
"Hmmmm , bau keringat beb sebaiknya kamu mandi dulu sebelum merangkulku beb"
" Setelah mandi apakah boleh ? "
Selin mengangukkan kepalanya membuat tangan jastin mengusap puncak kepala kekasihnya.
__ADS_1
" Kalau begitu kita ke apartemen aku , seusai mandi kita bisa menghabiskan waktu bersama "
Tanpa menunggu jawaban kekasihnya ia langsung merangkul pinggang gadis tersebut membawanya keluar dari lapangan menuju mobilnya yang berada di parkiran.
" Tunggu aku akan mengabari orang kepercayaan ayah dulu untuk tidak menjemput " ujar Selin meronggoh ransel sekolah mengeluarkan benda pipih tersebut .
Orang kepercayaan yang Selin maksud adalah om lendra , ia tidak memberitahu jastin mengenai lendra yang tinggal satu rumah dengannya saat ini.
bisa-bisa jastin cemburu dan marah padanya nanti dan pria tersebut juga mengetahui bahwa semua pegawai rumah tersebut tidak ada yang tinggal di rumah Selin kecuali petugas keamanan yang mempunyai satu rumah di samping rumah utama.
Lendra yang baru saja mendapatkan pesan dari Selin mengerutkan kening bingung pasalnya ia tidak tau harus membalas bagaimana.
" Baiklah saya akan menghubungi pak Charli menanyakan mengenai hal ini " balas lendra sebelum mengambil keputusan
" Bagaimana ini , dia malah bertanya kepada ayah ? " Ujar Selin duduk gelisah menatap jastin yang duduk dikursi kemudi
Jemari tangan jastin membenarkan rambut selin yang sedikit berantakan mencoba menenangkan kekasihnya itu , " tenang beb , aku yakin dengan alasan belajar ayahmu akan mengizinkan "
" Semoga saja "
Ting !
( Bunyi Pesan masuk )
Bibir Selin terangkat membentuk senyuman melihat reaksi wajahnya dapat dipastikan ia mendapatkan izin namun senyumannya sedikit pudar setelah membaca pesan terakhir yang di kirim lendra.
" Kita cuma memiliki waktu satu jam beb , maaf ayahku begitu posesif seperti ini "
" Tak apa " ujar jastin mengengam tangan kekasihnya , jastin sudah tak tahan lagi melihat bibir Selin yang sedari tadi ingin dia cium.
kemudian Jastin mendekatkan wajahnya lantas mencium bibir gadis itu sesekali menggigitnya , Selin sudah lama merindukan jastin langsung mengalungkan tangannya terhadap leher sang pria membuka mulutnya membiarkan lidah tersebut mengaksen setiap inci di dalam mulutnya.
Disela-sela ciumannya, jastin merubah posisi bangku tersebut sedikit ke belakang membuat Selin merebahkan dirinya.
" Kau begitu manis beb "
Kembali jastin menautkan bibirnya seolah kecanduan menyatap bibir kekasihnya itu tanggan nakalnya sudah tak terkendalikan menyusup masuk ke seragam bagian atas gadis tersebut hingga berhasil membuka pengait penyangganya
Beruntung kaca mobil jastin yang tak terlihat dari luar membuatnya leluasa seperti tak mengenal tempat di parkiran yang masih ada beberapa siswa disana mereka sedang mengobrol sebelum akhirnya berpisah masuk ke mobil mereka masing-masing melajukan mobil mereka.
" Kita akan lanjutkan di apartemen beb " ujar jastin menarik tangannya yang berada di dalam seragam gadis itu
__ADS_1
Setelah mengatur nafasnya Selin bangkit merubah posisinya menjadi duduk dan mengancingkan kembali pakaiannya yang sudah berantakan.