Gadis Nakal Om

Gadis Nakal Om
makan siang


__ADS_3

Rasanya Selin ingin cepat-cepat ingin menyelesaikan kelas kuliahnya dan bertemu lendra.perlakuan manis pria itu masih teringat jelas dibenaknya bahkan gadis itu senyum-senyum sendiri ditengah mata kuliahnya berlangsung.


" Takut gua duduk di samping lu , senyum-senyum ngak jelas. gua saranin lu buat ke psikolog atau ke dokter deh, daripada tambah para nantinya"


" Enak aja ! Lu bilang gua sakit apa ? " Ujar Selin melempar pulpennya hingga menimbulkan dentingan benda jatuh di lantai


Tak ingin membuat kegaduhan Selin lebih baik mengalah saat ini kemudian kembali menatap fokus pada dosennya yang di depan.


sama akan halnya dengan Selin , lendra juga ingin cepat-cepat menyelesaikan tugas kantornya lalu menjemput dan bertemu dengan gadis itu.


lendra tersenyum sendiri mengingat tingkahnya sudah seperti remaja saja , berulang kali dirinya mengingatkan akan usianya sekarang tetapi tetap saja perasaannya membuatnya lupa akan hal itu.


matanya kian fokus bersamaan dengan gerak lincah jemarinya yang menekan keyboard sebegitu rindunya dirinya akan gadis itu ingin cepat menyelesaikan semuanya.


alarm lendra berbunyi pria itu sengaja memasangnya agar tidak terlambat menjemput selin.


" huaahhhhh____akhirnya selesai juga " lendra meregangkan pinggangnya ke kiri dan ke kanan berasa kaku seharian duduk di depan komputer bahkan jam makan siangnya pun di korbankan.


dengan begini lendra tak perlu lagi balik ke kantor Selepas menjemput selin karena pekerjaannya telah usai.sebelum pulang lendra berpamitan dulu kepada Charli memberitahu pria itu jikalau dirinya tak balik lagi ke kantor


lendra melajukan mobilnya menuju kampus Selin pada saat pemberhentian di lampu merah , mata pria itu terarah melihat tokoh boneka yang begitu lucu.


" apakah gadis itu menyukai boneka beruang yang besar itu ? "_lirik lendra pada boneka beruang yang terpajang di depan__" sepertinya dia akan menyukainya"Ujarnya percaya diri setelah rambu jalan berubah mobilnya menepi menuju toko boneka


pegawai itu tersenyum kala lendra menunjuk beberapa boneka bukan hanya boneka beruang yang besar dia belikan namun juga boneka mini yang menurutnya sangat lucu.


"beruntung yaaa perempuan yang memiliki bapak " ujar pegawai toko itu menyerahkan barang belanjaan lendra karena begitu banyak pegawai itu juga ikut membantunya membawakan ke dalam mobil.


setelah ucapan terimakasih lendra kepada pegawai toko karena telah membantunya pria itu kembali melanjutkan perjalanannya yang tak beberapa menit lagi.

__ADS_1


mulut Selin sedari tadi mengumpat di depan halte kampus menunggu kedatangan lendra yang belum menampakkan kehadiran pria itu."udah hampir setengah jam gua nunggu belum lagi perut yang ngak bisa di ajak kompromi____ck" Selin berdecak sebal


klakson mobil lendra memberhentikan lamunan Selin kemudian melangkahkan kakinya lebar-lebar dengan wajah di tekuk gadis itu sedikit membanting pintu mobil.


" sepertinya aku sudah membuat kesalahan" batin lendra sedikit menyipitkan matanya kala mendengar bantingan pintu


" kenapa telat sih om____"ucapan Selin terpotong kala lendra menyodorkan boneka beruang besar terlihat begitu menggemaskan dengan warna birunya.


lendra bernafas lega mood Selin seketika berubah."imut sekali om___huaaaaahhhhh aku menyukainya" teriak Selin mendekap beruang besar itu


"itu masih ada lagi anak-anaknya" lendra menunjuk bangku belakang yang dipenuhi boneka-boneka mini membuat mata Selin seketika berbinar sudah dirinya tak mendapatkan barang seperti ini.


" ini semua untukku ? " lendra mengangukkan kepalanya dalam dekapan Selin , tak kuasa lagi bibir lendra tertarik ke atas membentuk senyuman.


"Grrrrrr____" bunyi perut Selin mengalihkan pendengaran lendra membuatnya terkekeh pelan mengusap pelan puncak kepala Selin.


"kita makan di luar aja , om juga belum makan siang.kamu punya ide untuk makan di mana ? "


lendra hanya patuh mengikuti setiap arahan gadis tersebut untunglah dia tau tempatnya jikalau membaca map mungkin dirinya tak akan bertemu dengan restoran yang dimaksud selin.


" biasalah kadang wanita ada yang tidak bisa membaca map termasuk gadis yang di sampingnya" batin lendra berucap syukur


layaknya sepasang kekasih lendra dan Selin berjalan beriringan memasuki restoran untuk pertama kalinya mereka makan di luar hanya berdua.


kebetulan di saat jam makan siang terlihat begitu ramai hingga mata Selin harus menelusuri setiap sudut ruangan barulah mereka mendapatkan tempat.


" apakah alasan om terlambat karena boneka itu ? jika begitu aku tak bisa berbuat apa-apa jika begitu , beruangnya begitu menggemaskan "


" kamu menyukainya " Selin mengangukkan kepalanya obrolan mereka terhenti kala kedatangan waiters di meja mereka.

__ADS_1


gadis itu memesan begitu banyak menu yang dia inginkan karena penasan setelah mendapatkan rekomendasi dari Mia . tak ada bantahan dari mulut lendra melihat beragam jenis makanan di sajikan, pria itu ikut senang jika gadisnya juga senang.


" tak apalah sesekali makan yang berlemak seperti ini nanti kita akan olaraga bersama lagi kan ' om " terlihat begitu semangat bahkan gadis yang selalu menakar Karbo di saat sarapan itu melupakan semuanya saat ini.


mendengar kata olaraga membuat otak lendra terbang ke mana-mana , olaraga yang dimaksud selin adalah olaraga seperti lari dan latihan pembakar lemak bukan yang di pikirkan lendra di atas ranjang bersama gadis itu.


haisssstt....lendra segera membuang pikiran kotor tersebut, tidak mungkin dirinya memakan Selin sekarang, jikalau dirumah mungkin cerita akan berbeda.


" katanya belum sarapan tapi melamun aja___"


seketika lendra tersadar dari lamunannya lalu mengambil beberapa sajian makanan yang telah terhidang.


karena mungkin sudah kebiasaan saat makan bersama tak bersuara membuat Selin begitu menikmati melahap makanannya seperti sudah beberapa hari gadis itu tidak makan.


tidak ada namanya yang feminim di saat Selin menyantap makanannya akan tetapi hal tersebut membuat lendra tersenyum tak mengambil pusing akan cara makan gadis itu.


" sudah kebiasaan deh , makannya selalu belepotan " tangan lendra terulur membersihkan sisa makanan di sudut bibir Selin.


" kan ada om yang bersihin "


selalu ada jawaban dari wanita itu yang tak mau disalahkan jika begini lendra hanya bisa mengikuti keinginan gadis itu.


tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang memperhatikan setiap gerak gerik sepasang kekasih baru itu dari saat perjalanan hingga menuju restoran.


"tunggu saja aku akan mengambilnya kembali.sesuatu yang sudah menjadi milikku tak akan ku biarkan di ambil oleh pria seperti dia "gumam seseorang itu kalau menyesap kopinya yang tak lagi hangat


"kenyangnya____" Selin menyandarkan punggungnya mengusap-usap perutnya berasa kekenyangan memakan semuanya.


tak ada kata romantis di dalam diri Selin ketika makan bersama lendra,jauh sekali dengan yang di harapkan lendra ketika mengajak gadis itu.

__ADS_1


" sudahlah mungkin dia sudah terbiasa makan bersama denganku alhasil tak ada yang di tutupi oleh gadis kecil itu " pikir lendra


__ADS_2