
Seharian kemaren lendra bernafas lega karena tidak menerima perilaku aneh Selin yang kadang membuatnya berlama-lama di kamar mandi.
Gadis kecil tersebut rupanya bisa membuatnya tersiksa dengan sikapnya yang aneh.
" Pagi ayah , om " ujar selin yang baru bergabung di meja makan
Selin melirik lendra lalu mengedipkan mata seraya tersenyum, " om tambah tampan aja pagi ini , awas ya om jangan genit-genit di kantor sama wanita lain "
" Kamu ini masih pagi jangan mengoda lendra begitu " ujar Charli menyodorkan roti selai coklat untuk di makan putrinya
" Selin emang begitu , jangan dihiraukan ya nak lendra " sambung Charli kemudian menyesap kopinya
Lendra kemudian tersenyum menanggapi ucapan Charli yang dia tidak tau perilaku putrinya itu lebih dari sekedar ini.
" Iya pak , tidak masalah buat saya "
Hanya itu yang bisa di sampaikan lendra kepada orang yang telah menerimanya menjadi anak angkat.
Kemudian semuanya kembali memakan sarapannya dengan keadaan hening , lendra sekilas tersenyum melihat Selin yang selalu belepotan mengunyah roti selai coklatnya yang melumer karena Selin memberinya selalu banyak.
" Bersihkan mulutmu sayang "
Charli memberikan sebungkus tisu tersebut memang kebiasaan Selin setiap makan roti dengan selai coklat melumer kemana mana.
Seusai sarapan seperti biasa lendra akan mengantarkan gadis itu ke sekolah sedangkan Charli berangkat ke kantor duluan .
" Apakah kamu ada kegiatan tambahan lagi ? " Tanya Charli ketika mereka sudah berada di mobil
Mengambil kepuasan seperti kemaren membuatnya takut , dengan melihat keadaan Selin seperti tempo hari ia mengetahui kegiatan yang dilakukan gadis tersebut tanpa perlu bertanya.
So , lendra sudah melalui masa-masa sekolah.
" Tidak ada om , jemput seperti biasa saja " balas Selin kemudian
Selin tak hentinya memandang pria tampan yang sedang mengemudi fokus ke jalanan itu , " melihat wajah pria tampan dapat membuat kita bahagia " gumam gadis tersebut sambil tersenyum
Lendra yang merasa dilihat melirik gadis yang tengah menatapnya begitu lekat kemudian bertanya kepada Selin mengapa dia menatapnya seperti itu.
" Menatap pria dewasa yang tampan dan mempesona dapat membuat kita bahagia "
Lendra hanya dibuat mengelengkan kepalanya mendengar jawaban aneh dari gadis tersebut , namun lendra juga berucap syukur karena gadis tersebut tidak melakukan hal yang diluar dugaannya.
__ADS_1
Tak membutuhkan waktu lama lendra sampai di sekolah Selin , menepikan mobilnya di dekat gerbang sekolah.
Barusan lendra baru mengatakan gadis tersebut tidak melakukan hal aneh namun dia malah dibuat terpaku sepersekian detik ketika gadis tersebut mengecup bibirnya sebelum meninggalkannya di mobil sendirian.
Jemari lendra terangkat menyentuh bibirnya mengusap bekas kecupan Selin.
" Seandainya ayahnya tau putrinya itu tak sepolos yang dia pikir " gumam lendra melajukan mobilnya menuju kantor
Jalanan yang begitu padat dengan berbagai kegiatan manusia di pagi hari membuat lendra sedikit terhambat karena terkena macet menuju kantor.
Selepas perjalan yang sedikit terhalang lendra akhirnya sampai di kantor properti Charli , semenjak lendra datang banyak dari pegawai wanita di kantor ini menjadi pengagum rahasia dan ada juga yang terang terangan mengoda lendra.
" Pagi pak " sapa ayu , dan dia merupakan salah satunya pengemar lendra dan juga sebagai sekretaris lendra.dia sengaja menundukkan sedikit tubuhnya hingga menampakkan sebagian dadanya berharap lendra akan meliriknya.
Namun nyatanya lendra hanya berlalu bersikap cuek setelah menjawab sapaan sekretarisnya kemudian masuk ke dalam ruangannya.
" Sabar ayu , ini baru permulaan yang mungkin membuatnya bersikap seperti tadi lambat laun dia akan jatuh kepada saya " gumam ayu percaya diri
Lendra benar-benar pusing dibuat oleh perilaku wanita di sekelilingnya , lihatlah sekarang ayu sengaja membuka kakinya ketika lendra presentasi di depan karyawan lain.
" Ya , dia melihatnya " ujar ayu di dalam hatinya
setelah mengucapkan penutupan presentasi menandakan berakhirnya briefing tersebut , seluruh karyawan meninggalkan ruangan tersebut kecuali ayu , sekretarisnya itu masih setia duduk di tempatnya
" tidak ada pak "
ayu kembali merapatkan kakinya merasa tidak berhasil mengoda atasnya itu lantas pergi keluar ruangan
lendra tak habis pikir dirinya tak bisa tenang di rumah dan di kantor tanpa di ganggu perempuan perempuan yang menggodanya.
ia bukannya tidak normal , tidak tertarik melainkan dirinya sudah mati rasa setelah penghianat seseorang yang membuatnya berubah
berbeda di lain tempat.
Selin menurunkan bajunya yang terangkat ke atas akibat ulah lendra , ia mengambil pemasok oksigennya ketika merasa telah habis seusai ciuman mereka.
" bibirmu selalu membuatku candu beb " tanpa menunggu respon Selin dia kembali menautkan bibirnya , menyesap kembali bibir kekasihnya itu.
belum merasa puas namun jastin harus melepaskan pangutan bibir tersebut ia tidak ingin seseorang mencurigai kepergiannya di saat jam pelajaran olahraga berlangsung.
" aku masih ingin bertemu dengan bibirmu "
__ADS_1
sebuah kecupan sebelum jastin mengakhiri ciumannya , Selin berjalan keluar toilet perempuan melihat keadaan sekeliling.
setelah merasa aman melihat keadaan sekeliling Selin menyeret jastin keluar toilet tersebut , ia menyuruh jastin pergi ke lapangan terlebih dahulu baru ia akan menyusul kemudian.
Selin melihat penampilan dirinya didepan cermin ia merapikan rambutnya yang sedikit berantakan lalu memoles lipstik
agar membuat bibirnya terlihat cerah kembali.
langkah kaki Selin mendekat ke arah lapangan yang disana sudah ada teman sekelasnya sedang melakukan pemanasan sebelum berolahraga.
" Dari mana aja lu ngak keliatan ? " Senggol mia menyenggol lengan selin yang baru berdiri di sampingnya
Selin hanya tersenyum mengedipkan matanya tanpa menjelaskan Mia mengetahui maksud sahabatnya itu.
" apa kau lihat mereka berdua sedari tadi menghilang sesaat kemudian jastin baru datang dan di susul Selin yang baru datang barusan " ujar seorang siswi sedikit menekan kan suaranya
temannya tersebut tersenyum melirik Selin yang sedang berlari memutari lapangan sekolah ,
" ngak tau tempat aja dia malah bermesraan di sekolah "balas teman siswi tersebut menyetujui pendapat temannya
Selin berlarian beriringan dengan jastin di tepi lapangan dan juga beberapa teman sekelasnya juga dibelakangnya.
semua cowok di sana begitu terpikat melihat pesona Selin namun mereka tidak bisa mengutarakan perasaan mereka karena Selin sudah memiliki kekasih.
" bangsat ! " umpat jastin didalam hatinya ketika melihat wajah Selin dibanjiri keringat membuatnya terlihat lebih ****
melihat Selin berkeringat seperti seketika dirinya membayangkan Selin berada di bawah Kungkungannya di atas ranjang.
" oh **** ! kapan kesempatan itu akan terwujud " gumam jastin melirik Selin di sampingnya
" ada apa ? "
Selin yang merasa di tatap begitu lekat menatap balik manik mata arka yang menatap dirinya
jastin memiringkan wajahnya di telinga Selin ketika mereka duduk selonjoran di tepi lapangan sehabis berlarian.
" kamu terlihat begitu **** ketika berkeringat beb " ujar jastin dengan suara yang begitu berat
Selin langsung menepuk jidat pria tersebut.
" dasar mesum "
__ADS_1
" tapi kamu tak kuatkan menerima sentuhan ku " ujarnya sedikit memelankan suaranya agar tidak terdengar oleh teman mereka
Selin beralih mendekat berjalan ke arah Mia meninggalkan jastin menghela nafas kesal di tepi lapangan