
Sinar matahari sudah menembus gorden namun Selin masih enggan membuka matanya , hari ini ia begitu malas ke sekolah apalagi seandainya dirinya bertemu dengan mantan kekasihnya itu.
" bangun sayang "
Charli langsung menyibak gorden membuat Selin yang tengah tertidur seketika menghalangi sinar matahari menerpa wajahnya dengan tangannya
" enggghhh" erang Selin masih ingin tidur kemudian dia malah berbalik menghindari cahaya matahari.
belum juga bangun Charli menarik selimut tersebut hingga terdengar teriakkan Selin yang membuat Charli tertawa pelan melihat wajah masam putrinya itu.
" ayah tunggu dua puluh lima menit lagi di bawah,ngak ada namanya patah hati.jika terlambat uang jajan kamu ayah potong "
" siap ayah "
seketika Selin langsung berdiri tegap tak mau uang jajannya di potong lantas ia mengambil handuk sedikit berlari menuju kamar mandi.
Charli mengelengkan kepalanya melihat tingkah putri satu-satunya itu.
selepas selesai sarapan pagi seperti biasa lendra akan mengantarkan gadis itu ke sekolah.
" om "
hanya di balas dengan deheman pria itu yang tengah fokus menatap jalanan.
" kemaren malam aku ketiduran lagi ya ?"
lendra mengangukkan kepalanya menatap jalanan.
sudah dua kali , Selin merasa di acuhkan oleh lendra.selin mencabik bibirnya merasa kesal atas sikap lendra.
" om kenapa sih ? dari tadi ngak ngomong sama Selin "
" apa ? om ngak kenapa-napa"
Selin mengatur nafasnya karena emosi, moodnya yang sudah buruk sedari pagi bertambah dengan bicara dengan om lendra membuat moodnya berantakan.
" malas bicara dengan om.ngeselin ! ngak bisa di ajak ngobrol " Ujar selin lebih memilih melihat keluar jendela
lendra tertawa pelan melirik Selin sebentar yang tengah memanyunkan bibirnya.
perjalanan menuju ke sekolah menjadi hening , Selin begitu malas berdebat dengan lendra.begitu juga dengan hal yang biasa dia lakukan untuk mengoda lendra.
tanpa sepatah katapun Selin turun dari mobil dan membanting pintu mobil dengan keras membuat lendra menyipitkan matanya sedikit takut di hajar oleh gadis itu.
" hai bestie ! "
sapa Mia dengan suara cemprengnya mengelengar seisi kelas, ketika melihat Selin dengan wajah yang masih di tekuk memasuki kelas
__ADS_1
" kenapa lu ? bisa juga nih yeeeee bestie gua patah hati "
Mia langsung terdiam ketika melihat tatapan Selin yang menusuk membuatnya mengurungkan ucapannya yang ingin mengolok-olok sahabatnya itu.
" oh iya " ujar Mia setelah beberapa lama hening
" apa ? "
bibir Mia tertarik ke atas membentuk seringai yang licik.
" ada yang ngak beres nih " batin Selin
dan benar saja , dentingan notifikasi handphonenya berbunyi tak henti-hentinya menambah perasaan tak enak Selin.
Selin mengeluarkan handphonenya dari ransel seketika matanya melotot tak menyangka Mia akan melakukan ini.
" Lo gila ya?" Selin membulatkan matanya tak percaya melihat layar handphonenya.
di sana terlihat jelas dirinya dan jastin tengah ribut,lebih tepatnya Selin yang menghajar jastin.Tidak perlu di tanyakan lagi siapa yang menyebarkan video itu , lihatlah teman laknat Selin dengan seringai di wajahnya merasa tak bersalah.
"kenapa nggak lu bilang sama gua , ini benar-benar bikin booming satu sekolah. lagian ngak seharusnya lu sebar video tersebut,ini menyangkut hubungan gua sama jastin yang udah berakhir "
" maaf ,tadi malam gua udah sempat mau bilang Sama lu.tapi gua lupa deh , udah terlanjur memposting Vidio semalam " ujar Mia mengengam tangan Selin berharap sahabatnya itu memaafkannya
" ya udah deh gua maafin, udah kejadian juga "
berbagai komentar tertuju pada jastin dan Selin, garis fans perempuan jastin seketika berkurang drastis mereka langsung keluar begitu saja.
berbagai komentar memuji tindakan Selin dan ada juga sedikit yang tidak menyukainya.
masa bodoh dengan komentar orang, Selin tidak memperdulikannya.toh, ini hidupnya dia yang berhak atas kendali dirinya bukan orang lain.
oh iya , kita hampir lupa dengan orang ketiga, destin.
tatapan aneh tertuju pada destin ketika memasuki kelasnya ,mungkin karena dia belum mengetahui beredarnya video tersebut yang membuatnya terlihat santai.
" murah banget yaaaa"
" kasihan Selin di khianati"
"klau gua udah tau sih , dia kaya apa "
bisikan-bisikan lain terus terdengar di telinga destin ketika teman sekelasnya membicarakannya, sangat jelas itu untuk dirinya.
destin bangkit dari duduknya tak kuat mendengarkan hal tersebut, memang itu fakta namun entah kenapa hatinya sakit mendengar itu semua.
berasa dunia tak adil untuknya padahal jastin juga ikut andil namun hanya dirinya yang di salahkan.
__ADS_1
air shower membasahi wajah destin, sekarang ia sedang berada di toilet perempuan niat mau bersembunyi malah ada yang berani terang terangan membicarakannya di toilet.
" itu tu orangnya , palingan sebentar lagi akan dikeluarkan dari sekolah "
" sayang yaaa udah di penghujung sekolah malah berulah "
destin yang ingin menangapi hal tersebut mengurungkan niatnya ketika mendengarkan pemberitahuan sekolah.
" di beritahukan untuk siswa yang bernama destina Anthony dan jastin Aditama untuk segera ke ruangan kepala sekolah "
destin menghembuskan nafas kesal,
" bangsat ! " umpat destin melangkahkan kaki keluar dari toilet perempuan
sedangkan jastin lelaki itu tidak masuk sekolah saat ini , memilih menyembunyikan wajahnya yang babak belur tanpa diketahui orangtuanya.
sepanjang perjalanan destin menjadi pusat perhatian teman-temannya ketika dia melewatinya.
destin begitu tegang berada di hadapan kepala sekolah tidak pernah ia setegang ini walaupun ini bukan kali pertamanya untuk destin menampakkan kaki di ruangan kepala sekolah.
" seharusnya kamu lebih bisa menjaga diri bukannya seperti ini , bukan hanya kamu yang tercoreng namanya tapi sekolah juga ikut andil kena imbasnya.saya benar-benar kecewa, apakah kamu tidak kasihan sama ibu kamu,pikirkan sebelum bertindak"
masih panjang lagi kata-kata kepala sekolah mengenai destin,namun untunglah Mia tidak ikut kena imbasnya karena sudah menyebarkan video tersebut.
tak lama pemberitahuan terdengar untuk semua siswa siswi agar tidak menyebarkan Vidio tersebut dan menghapus video yang telah merek bagikan di berbagai macam media sosial.
keputusan di ambil oleh kepala sekolah bahwa destin dan jastin langsung di keluarkan dari sekolah agar semua siswa dapat mempelajari dari peristiwa ini , seorang siswa harusnya belajar untuk masuk ke jenjang pendidikan selanjutnya bukan melakukan kegiatan menyimpang seperti ini.
mereka berdua di keluarkan bukan karena perselingkuhan yaaaaa.....
tapi karena telah kepergok melakukan *** yang dapat di lihat dalam video yang telah tersebar itu.
destin begitu takut untuk pulang ke rumahnya sekarang, ia begitu takut melihat wajah kecewa ibunya namun dia harus memberitahu ini semua.
di lain tempat,
orang tua jastin langsung menghampiri anak laki-lakinya itu yang telah mencoreng nama baiknya saat ini.
bruk!
( bunyi vas pecah )
" kamu itu masih sekolah jastin malah main sama perempuan, kamu masih menjadi siswa. mau di taruh di mana wajah ayah ! memang seharusnya saya tidak mengizinkan kamu untuk tinggal sendirian di apartemen "
Mama jastin mencoba menenangkan mengusap punggung suaminya itu.
" bangsat ! semuanya gara-gara Selin nih, gara-gara dia gua malah di keluarin dari sekolah "gumam jastin
__ADS_1
bukannya sadar dia malah menyalahkan orang lain terhadap kesalahannya sendiri seolah melupakan apa yang dia perbuat kepada Selin