
Seusai ayahnya pergi telah menghilang tak terlihat dengan mobilnya gadis itu langsung merogoh sesuatu di dalam tasnya hingga menemukan keberadaan benda pipih itu yang sudah membuatnya sial di pagi hari.
" apa yang di kirimkan pria brengsek itu?"
alis gadis itu bertaut hingga membuat keningnya sedikit berkerut seketika bibirnya bergerak membaca isi pesan tersebut.
hai baby , bagaimana kabarmu beberapa bulan lagi setelah kelulusanku kita akan bertemu.sungguh aku tidak sabar melihat wajah cantik yang sudah memukuli kekasihnya ini.
ada apa dengan pria itu ? apakah dirinya lupa bahwa hubungan mereka telah berakhir, sekarang dengan beraninya pria brengsek tersebut mengatakan kekasihnya dalam sebuah pesan.
"sungguh menyebalkan untuk memulai hari dengan membaca pesan brengsek itu " umpat selin
melihat gadis itu dari kejauhan sedang tengah melihat handphonenya Mia langsung datang mendekati sahabatnya itu.
" kenapa wajah lu Beta amat gua lihat , dari kejauhan gua lihat auranya hitam banget "
Selin menjitak pelan kepala Mia hingga membuat gadis itu mengaduh kesakitan," kaya bisa aja lu melihat aura orang.urus aja aura diri lu sendiri yang gua lihat malah berantakan "
keduanya lantas tertawa kemudian berjalan beriringan melewati lorong kelas menuju kelas mereka,Selin seakan melupakan pesan tersebut.obrolan kedua sahabat itu mengalir begitu saja seperti sudah lama tak berjumpa.
" yakin lu ngak tertarik sama tu anak ? "
Selin mengikuti lirikan mata Mia yang mengarah pada seorang pria yang berdiri tak jauh dari mereka.
namanya Rudi , semenjak gadis itu memasuki bangku perkuliahan pria tersebut sering kali memberinya coklat atau semacam hadia jikalau dia berpergian ke luar kota.
gadis itu hanya mengelengkan kepalanya tidak begitu tertarik pada pria itu , dirinya hanya menginginkan om lendra.hanya pria itu yang mampu membuatnya gila dan berhasil membuat sejarah baru di hidupnya mengejar seorang pria.
kapan om lendra akan pulang , dirinya begitu rindu tak bertemu pria itu.
" kasian banget sih dia , udah dari awal semester mencuri perhatian lu.lagian dia juga tampan belum lagi perutnya yang atletis tak kalahnya dengan om lu itu "
Selin menyipitkan matanya , demi apa lendra dia samakan dengan pria ingusan itu. " om gua segalanya ngak ada yang ngalahin.di bayar berapa lu sih sama dia hingga pakai acara mempromosikan dia lagi "
Mia menampakkan giginya tersenyum."tau aja lu gua di bayar.kan lumayan bisa buat beli tas , rezeki itu ngak boleh di tolak "
memang sahabat laknat demi sebuah tas dirinya rela menjodohkan sahabatnya yang cantik ini,batin Selin.
srrutttt______
__ADS_1
lendra menyeruput tehnya dengan pandangan kosong di tengah ramainya pengunjung restoran untuk sarapan siang.
dirinya merasa ada yang hilang di tubuhnya tak seperti biasanya setelah sekian lama mengalami kekosongan malah sekarang dia seperti Dejavu akan masa lalunya.
" pak , makannya sudah datang sedari tadi apakah anda tidak akan memakannya" Mira yang sedang makan berdua dengan direksi itu mencoba mengingatkan, dirinya juga sedari tadi menunggu pria itu untuk memulai makan karena perutnya juga sudah lapar.
" makan saja duluan jangan menunggu saya "
" baiklah pak "
wanita lantas mengangukkan kepalanya karena cacing di perutnya sudah mendemo semenjak matahari sudah berada di puncak kepalanya saat berada di lapangan tadi.
kemana gadis kecil itu , tumben sekali dia tidak menelepon untuk mengabari.lendra langsung menepis pikiran tersebut semenjak kapan dirinya perhatian terhadap gadis itu.
melupakan gadis kecil itu lendra menatap makanan yang sudah terhidang oleh pelayan lalu menyantapnya.
Mira yang berada di depan pria itu tak menyiakan ciptaan tuhan yang sempurna, dirinya selalu mencuri pandang direksi tersebut.
" sepertinya dia sudah mempunyai kekasih hingga beberapa kali pak lendra salah memanggilku , mungkin itu nama kekasihnya " batin Mira seolah kehilangan semangat hidupnya mengetahui kenyataan itu
baiklah dirinya akan memastikan hal tersebut langsung kepada orangnya , tak ingin menerka-nerka.
lendra seketika mendongakkan kepalanya menatap wanita itu , dirinya tidak menyukai jika masalah pribadinya di tanyakan apalagi dengan wanita ini yang baru beberapa hari dia kenal.
" masalah apa ? jika itu terlalu pribadi saya tidak akan menjawab "
Mira seakan merasakan di sebuah ruangan dingin bersama dengan pria itu dengan tatapan dan suara datarnya menusuk tulang.
" begini pak , sedari tadi bapak salah terus memanggil saya.apakah nama yang bapak sebut itu adalah kekasih bapak , maaf sebelumnya lancang namun saya penasaran pak " Mira begitu hati-hati berbicara seusai mengucapkan itu dirinya bernafas lega akhirnya bisa mengutarakan pikirannya
lendra pikir dia akan bertanya apa , ternyata sebuah kesalahannya yang tak fokus hingga salah memangil wanita tersebut.
" iya , dia kekasih saya "
bego, kenapa mulut ini begitu lancang berbicara tanpa berfikir dahulu.sejak kapan dirinya dan gadis itu memiliki hubungan, mereka hanya mempunyai kesepakatan konyol dari gadis itu, batin lendra menggerutuki dirinya
"oohhhhh___" mulut wanita itu membuat mengangguk kepalanya. "beruntung yaaaa, perempuan itu udah dapatin bapak " ujarnya kemudian dengan wajah sendu
lendra tak menghiraukan itu lalu melanjutkan melahap makanannya, tapi setidaknya dirinya berhasil membuat wanita ini berhenti mengaguminya.
__ADS_1
"maaf Selin , namamu aku pinjam dulu"ujar lendra berbicara sendiri di dalam hatinya
baru saja lendra membicarakannya seusai sarapan handphonenya berdering menampakkan panggilan dari gadis tersebut.
" yaaa sayang , kenapa kamu menghubungiku di siang hari begini " demi menyakinkan Mira yang tengah menatapnya pria itu sudah membuat Selin berteriak kegirangan di kamarnya hingga melompat lompat di atas kasur
" sayang ? apakah kepala om terbentur sesuatu di sana ? tapi untunglah itu sangat bagus sekali hingga membuat om seperti ini"
demi apa , pria itu memangilnya dengan sebutan sayang.gadis tersebut meletakkan tangannya menyentuh dadanya yang seakan jantungnya berdetak begitu cepat dari biasanya.
Mira menundukkan kepalanya merasa patah hati sudah tak ada harapan lagi mendekati pria dengan berbagai pesonanya itu , dengarlah nada bicaranya begitu berbeda dengan kekasihnya.
" malangnya nasib gua , belum berperang tetapi sudah kalah " batin Mia seraya mengaduk-aduk minuman di depannya
lendra seakan mengutuk dirinya mendengar tawa kemenangan dan teriakan Selin di sebrang sana , dirinya yakin akan terjadi sesuatu saat dirinya pulang nanti.
"Selin merindukan om , hmmmmm salah maksudku sayang " gadis tersebut meralat ucapannya tertawa kembali karena salah pengucapan panggilan barunya kepada lendra
seorang lendra sekarang memangil seorang gadis dengan sebutan sayang , entah kapan terakhir dirinya memangil seorang perempuan dengan Panggilan seperti ini.
dirinya merasa jijik sendiri sedari tadi dia memanggil Selin seperti itu , seperti remaja yang baru mengenal wanita saja.
Mira beranjak dari duduknya telinganya tak sanggup lagi mendengar pria itu berbicara dengan sambungan telfon.sebelum pergi ke toilet dia berpamitan dulu kepada lendra.
" suara perempuan? siapa yang barusan itu om ? " Selin bertanya selidik dengan nada seriusnya tak ada tawanya yang mengema sedari tadi.
lendra menarik nafasnya kenapa dirinya seperti sedang tertangkap basah sedang berselingkuh dengan wanita lain.
lendra ingat umur malah seperti anak remaja yang baru pertama kali jatuh pada perempuan, ingat umur. dirinya mencoba mengingatkan.
" wanita tersebut alasan om memangil kamu_____"
ucapan lendra terpotong ketika gadis yang di sebrang telephon itu berteriak.
"yaaa ayahhh" terdengar dari sebrang telfon Selin menyauti panggilan Charli seketika memotong ucapannya."nanti malam kita sambung sayang,bye "
seusai gadis itu berbicara panggilan telephon terputus secara sepihak.
" tsk " lendra berdecak kesal , ini bukan seperti dirinya yang berbicara.
__ADS_1