
Dengan susah paya Selin akhirnya mendapatkan izin dari Charli saat ini hanya untuk duduk di copy shop bersama Mia
mereka duduk berdua sedang melihat layar laptop Mia yang menampakkan jastin di sana sedang duduk bersama teman - temannya disana.
selepas kejadian di kantin Mia mengutus seseorang kepercayaan ayahnya yang merupakan agen rahasia.so, dia hanya tinggal tunjuk saja seseorang anggota ayahnya maka dia akan mendapatkan informasi yang akan diinginkannya.
" berdasarkan info agent gua , jastin akan ketemuan sama cewek itu hari ini. lihatlah nanti dia akan muncul sebentar lagi " jelas Mia memberikan beberapa lembar foto jastin dan cewek itu.
sakit , rasanya melihat foto-foto tersebut namun Selin tidak akan mau menangisi pria yang brengsek itu.cukup semalam saja ia dengan bodohnya meratapi pria yang mengkhianati hubungannya ini.
" lu baik-baik aja kan ? " tanya Mia yang sedari tadi melihat Selin diam saja tak mengeluarkan komentarnya memandang foto-foto tersebut
" l m fane , bestie . lu tenang aja gua ngak akan bersikap bodoh "
Mia bernafas lega, ia juga sempat berfikir bagaimana perasaan Selin.yang dia tau bahwa ini merupakan hubungan pertamanya , malah berakhir seperti ini batin Mia.
Mia menunjukkan satu lagi akun pribadi cewek itu , memperlihatkan foto-fotonya.
menurut informasi yang didapatkan Mia cewek tersebut bisa di bilang ****** kecil yang masih sekolah.
" dasar ****** " komentar Selin
kedua perempuan yang sedang mengobrol tersebut kembali terahlikan ketika melihat cewek tersebut datang di layar laptop Mia.
terlihat di sana cewek tersebut datang mengunakan dress selutut yang membentuk tubuhnya.
walaupun dia mengelak merasakan sakit namun tetap saja rasa sesak tersebut masih menyelimuti dadanya , yang begitu sesak melihat layar benda pipih tersebut.
" kita labrak sekarang aja ? " tantang mia karena dia juga jengah beberapa hari ini melihat foto-foto jastin.
" tunggu dulu "
Selin masih mau melihat sudah berapa jauh hubungan jastin dengan wanita itu, ia ingin melihat apa yang dilakukan cewek tersebut.
Mia hanya bisa mengikuti kemauan Selin jika ia tidak mau sekarang maka dia juga tidak akan memaksa gadis tersebut.
__ADS_1
" lu kuat banget sih menurut gua.emang benar lebih baik lu ngejar om lendra aja deh daripada si brengsek ini . dari awal kalian dekat gua udah wanti-wanti ngasih peringatan , namun kalau udah jatuh ya begini.masukan orang lu anggap angin lalu aja "
seperti rol cerita film seketika berputar di benaknya awal pertemuan Selin dan jastin yang tidak sengaja.
mereka bertemu saat keduanya ingin meloncati pagar sekolah untuk bolos pada saat itu.
" lihat mereka hanya mengobrol atau mungkin karena banyak teman-teman jastin membuat dia ngak bisa____" ucapan Mia terpotong ketika melihat layar laptop
si cewek tersebut seketika berpindah duduk di pangkuan jastin lalu mengalungkan tangannya di leher pria itu.
Mia seketika hendak menutup layar laptopnya namun di tahan oleh Selin.
" biar gua lihat "
Mia hanya memandang Selin takjub yang berani melihat layar laptop selanjutnya ia langsung merengkuh tubuh Selin yang berusaha tetap tegar.
tak perlu di jelaskan lagi bibir wanita itu langsung menyesap bibir jastin , terlihat jelas jastin membalas ciuman itu dan tak lupa tanggannya bergerak meraba-raba tubuh si cewek , yang bernama destin tersebut.
" sabar ya bestie "
hanya itu yang bisa Mia katakan untuk menguatkan Selin yang berusaha terlihat baik-baik saja.
" kemana? " tanya Mia ikut berdiri seraya membereskan barang-barangnya kemudian berlarian mencegat tangan Selin
" gua mau akhiri hubungan ini sekarang " balas Selin menggebu-gebu menyambar kunci mobil Mia yang berada di tangan gadis tersebut
kedua perempuan itu langsung memasuki mobil kemudian tak lama Selin langsung tancap gas menuju lokasi yang telah diberikan agent Mia.
masih terlihat di layar laptop bahwa perempuan tersebut masih setia duduk di pangkuan Charli.
" anjing ! " umpat Selin ketika mereka terhalang oleh lampu merah
Mia hanya duduk terpaku sambil meminta pertolongan kepada tuhannya , ia masih ingin hidup tidak mau mati konyol bersama Selin yang melajukan mobil seperti menghantarkan nyatanya sendiri ke maut kematian.
karena terlalu tegang menatap jalanan Mia tidak melihat layar laptop yang memperlihatkan destin si ****** itu sudah pergi , hingga handphonenya berdering menampilkan agent-nya yang menghubunginya.
__ADS_1
" cewek tersebut sudah pergi nona " ujar pria yang di sebrang telephon sebelum Mia hendak ingin bertanya panggilan telephon kemudian terputus dengan berat hati ia memberitahu Selin.
" bangsat ! " umpat Selin seraya mengebrak stir mobil dengan berbagai umpatan keluar dari mulutnya niatnya kembali ia urungkan untuk melabrak jastin,Selin ingin melihat wajah perempuan ****** itu langsung dan menamparnya.
Mia berusaha menenangkan Selin yang masih mengeluarkan umpamanya.
" mungkin, sekarang bukan waktunya bestie. gua yakin mereka akan bertemu lebih lama lagi nantinya , pada waktu itulah kita akan labrak " ujar Mia mengusap pelan punggung Selin
Selin menghembuskan nafas berusaha menenangkan dirinya kemudian tersenyum , ia merasa beruntung memiliki sahabat seperti Mia.
" makasih bestie lu udah ada buat gua "
berhubung ayahnya sudah menghubunginya untuk pulang Selin terpaksa memutar stir mobil menuju rumahnya.
jalanan sore yang padat sedikit menghambat perjalan pulangnya karena saat jam pulang kantor begini akan lebih padat oleh kendaraan hingga membuat macet sementara.
" gua yang bawa ya , takut gua klau lu yang bawa berasa mau ngantarin nyawa gua ke Malaika maut " ujar Mia ingin bertukar posisi kemudi
Selin tertawa renyah melihat Mia yang ketakutan , ia masih terus berkukuh melajukan mobil tersebut. menurutnya dirinya tidak begitu menaikkan kecepatan sedari tadi namun berbeda yang di rasakan mia begitu mencekam.
Mia bernafas lega ketika mobilnya memasuki perkarangan rumah Selin , sebelum turun dari mobil Selin mengajak Mia untuk mampir dulu tapi Mia menolaknya karena ada urusan penting.
" yaudah deh , mkasih ya bestie untuk hari ini " ujar Selin sebelum membuka pintu mobil
" sama-sama, lu anggap gua kaya orang lain aja.santai aja kali " balas Mia
selepas itu Selin langsung memasuki rumah mengubah ekspresi wajahnya menjadi ceria karena tidak mungkin dia akan cemberut karena memang hubungannya dengan jastin di tentang oleh Charli.
" hai Om , ayah " sapa Selin begitu memasuki ruang tamu disana juga ada teman kantor ayahnya sepertinya mereka sedang membicarakan pekerjaan.
" sayang , baru pulang.bersihkan dirimu dan langsung Sarpan "
" ya ayah "
Selin ingin membanting benda pipih yang terus berbunyi sedari tadi menampilkan nama jastin memangilnya.
__ADS_1
sudah beberapa hari Selin mengacuhkan pria brengsek tersebut memberikan jarak , ia begitu muak melihat wajahnya.
" tunggulah aku jastin tak kan kubiarkan kau bisa bernafas lega nantinya " senyuman licik mengembang di wajah Selin