Gadis Nakal Om

Gadis Nakal Om
pemaksaan


__ADS_3

Sudah beberapa hari Selin tak mendengar suara ayahnya hingga dirinya menjadi rindu dan menelfon pria paruh baya itu.


" ayahhhhh" teriak Selin hingga Charli yang mendengarnya menjauhkan benda pipih itu dari telinganya


"bisa-bisanya ayah jadi tuli karena teriakan kamu, sayang.ada apa menelfon ayah malam-malam begini?"


"emang ayah tidak rindu sama Selin, kapan pulangnya ? Selin kangen ayaaahhh"


begitulah Selin, baru beberapa hari di tinggal sudah seperti sudah lama tak berjumpa.obrolan kedua ayah dan anak itu berlangsung begitu panjang membicarakan kesehariannya.


" ayah pokoknyo aku mau ciri khas kuliner di kota tersebut dan jangan lupa membeli barang, apapun itu aku pasti menyukainya " ujar gadis tersebut dengan mata yang berbinar-binar, sudah menjadi kebiasaannya jikalau Charli ada tugas ke luar kota atau ke luar negeri untuk membeli oleh-oleh untuk putrinya itu.


jika tidak putri kecilnya itu tidak akan menghiraukannya sebelum membelikan keinginan gadis tersebut.


keinginan gadis tersebut merupakan hal begitu mudah akan dikabulkan oleh Charli namun terkadang dirinya yang sudah hampir tua terkadang pelupa akan keinginan putrinya itu.sekarang dirinya harus mengingat hal tersebut agar tidak terjadi peperangan.


berhubung hari sudah larut malam pembicaraan mereka berakhir.


" besok ayah akan pulang " gumam Selin berbicara sendiri sambil melihat jam dinding.


dirinya tengah berbaring di ruang tamu sedari tadi saat menelfon Charli mengisi waktu sambil menunggu lendra yang belum kunjung pulang juga.


hingga gadis tersebut akhirnya tertidur di kalahkan oleh rasa kantuk yang datang.


helaan nafas teratur terdengar menandakan gadis tersebut benar-benar sudah berada di alam mimpinya.


pukul dua belas malam mobil lendra terdengar memasuki bagasi mobil setelah mematikan mesin mobil tersebut barulah dirinya menuju rumah utama.


penampilan lendra sudah tak serapi tadi pagi,kancing kemeja bagian atas pria itu terbuka dengan rambutnya yang acak-acakan sehabis tidur , dirinya tak sengaja ketiduran di kantor karena terlalu lelah.


lendra yang melihat lampu ruang tamu yang masih menyalah seketika mengalihkan pandangan ke arah sofa , disana terlihat Selin tertidur mengunakan dress satin yang sering dia gunakan.


" sudah aku bilang jangan menunggu kenapa dia malah menungguku pulang hingga tertidur lagi di sini " ujar lendra berjalan mendekati Selin.


tubuh mungil gadis tersebut di gendong oleh lendra ala bridal style menaiki tangga.


Glek !

__ADS_1


lendra menelan Salivanya ketika Selin mengeliatkan tubuhnya membuat lendra bisa merasakan dada gadis tersebut yang menekan dada pria itu.


ini seperti ujian batin bagi lendra,apakah gadis tersebut sengaja tidak memakai penghalang ketika tidur.dalam pikirannya saat ini ingin cepat-cepat menuju kamar gadis tersebut , rasanya dia tidak akan sanggup jika berada dalam posisi ini terlalu lama.


" oh **** ! kenapa gua malah ke ingat saat puncak pelepasan dengan tubuh polos gadis tersebut.husssstttt jangan berpikir aneh-aneh, lendra.ingat umur, malah mikirin gadis kecil ini "


lendra berdecak kesal kenapa pikirannya tertuju pada saat itu,sangat menyebalkan di situasi saat ini otaknya tak bisa diajak berkerja sama.


perlahan dirinya menjatuhkan tubuh Selin di atas ranjang biar gadis itu tak terbangun tetapi gadis itu malah membuka matanya menatap redup manik mata lendra.


" om di sini aja.temani Selin tidur cuma malam ini , besok ayah akan pulang"


genggaman tangan dari gadis itu seolah membungkam mulut lendra yang ingin menolak tapi tak sanggup ketika melihat wajah gadis kecil itu terlihat manis hingga lendra mengangukkan kepalanya.


dirinya kni berbaring dengan gadis itu membenamkan wajahnya memeluk tubuhnya seperti malam sebelumnya.sungguh , seharusnya ia menolak permintaan gadis tersebut bukannya malah menyiksa diri seperti ini.


sebelum benar-benar tertidur Selin memandang wajah lendra yang terlihat dari posisinya saat ini terlihat lebih mempesona , gadis itu mendekatkan wajahnya lalu menempelkan bibirnya pada bibir lendra yang sedari tadi tak tahan ingin di ciumannya.


lendra sangat terkejut benda kenyal itu menyesap bibirnya dengan sensual dengan terpaksa dirinya membuka mulut ketika gadis kecil tersebut mengigit bibir bawahnya menerobos masuk.


lendra mengalihkan pandangannya ketika tak sengaja melihat belahan dada gadis yang berada di di atas tubuhnya itu sedang mengambil nafas seolah pemasok oksigennya telah habis seusai ciuman.


" bangsat ! lihatlah adik gua sudah bangun dan mungkin Selin juga merasakannya ini benar-benar menyiksa" batin lendra


Selin menarik lendra kembali ketika pria itu menjatuhkan tubuhnya ke samping kemudian hendak berdiri.


" om mau kemana ? bukannya tadi mau temanin Selin tidur " ujar Selin kembali merajuk


tidak taukah dia , akibat ciumannya barusan membuat tubuhku bereaksi dan dirinya sendiri tidak tau apakah akan bisa menahan diri, batin lendra.


" sepertinya kamu harus tidur sendiri Selin , om ngak bisa menemani kamu tidur" ujar lendra membelakangi Selin duduk di tepi ranjang.


Selin takkan mau menyerah melepaskan pria itu hanya untuk pergi meninggalkannya tidur sendirian. sedikit peran mungkin akan membuat lendra menetap , lihatlah gadis itu tengah menangis bersandar di ranjang meminta lendra untuk menemaninya.


mengeluarkan air mata palsunya dan suara ratapan kesedihan.


apakah dia mudah menangis setelah hubungannya berakhir, sungguh dirinya tak bisa mendengar seorang gadis menangis.

__ADS_1


perlahan lendra mendekati Selin membawa tubuh mungil itu kedalam dekapannya , sebenarnya dia juga tidak tau apa yang akan dilakukan jika gadis menangis.dengan bingung dirinya hanya bisa memeluk gadis itu.


" udah jangan nangis , om ada di sini akan menemani kamu.udah yuk tidur udah malam" ujar lendra mengusap punggung gadis tersebut.


melihat gadis tersebut menangis membuat perasaan lendra tambah bersalah atas kesalahannya yang telah dia lakukan kepada gadis itu.


seandainya lendra bisa melihat di dalam dekapannya , Selin tersenyum kemenangan lalu mengeratkan kembali dekapannya.


" om___"


Selin mendongakkan kepalanya menatap lendra yang tengah menatap lurus , hanya deheman dibalas oleh pria itu.


" aku mau kita melakukan kesepakatan , aku mau om selalu berada di sisi Selin sampai kapan pun.selin ngak mau om dekat sama wanita mana pun "


" jangan bicara aneh-aneh deh Selin,udah malam waktunya tidur "


memang benar dia telah melakukan kesalahan namun dirinya tidak ingin terikat oleh gadis kecil tersebut , ia sudah tak percaya lagi akan suatu hubungan.


gadis tersebut mengulangi lagi permintaannya seperti sekarang, sama kala itu permintaan gadis itu saat tempo lalu dimana dia menginginkan dirinya untuk disisi gadis tersebut.


Selin berdecak kesal mendengar lendra malah meminta dirinya untuknya untuk tidur.


" aku serius om.jawab sekarang kalau ngak , aku ngak akan tidur sekarang "ujar Selin bersidekap dada di depan lendra


mengikuti permintaan Selin itu sebuah kata mustahil, dia sudah tak ingin lagi menjalin suatu hubungan .perasaannya sudah lama menghilang semenjak berakhirnya hubungannya dengan mantan tunangannya kala itu.


" baiklah, om akan selalu ada di sisi kamu.sekarang tidurlah hari sudah larut malam"


sungguh, lendra membenci mulutnya saat ini yang entah kenapa mengeluarkan kalimat bertentangan dengan pikirannya.


seusai lendra mengatakan hal tersebut gadis tersebut memeluk lendra erat selanjutnya mengecup bibir pria itu dengan cepat , setelah itu barulah dirinya berbaring meninggalkan lendra yang masih termenung meratapi hal yang barusan dia ucapkan.


" tidur om , udah malam.tadi minta aku tidur malah om yang ngak tidur "


Selin menarik lengan pria itu kemudian ikut berbaring di sampingnya, gadis itu membenamkan wajahnya pada dada bidang lendra merangkul pria itu.


lendra menghela nafas pasrah ikut menutup matanya yang sudah mengantuk dan menyusul gadis yang tengah memeluknya itu ke alam mimpi.

__ADS_1


__ADS_2