Gadis Nakal Om

Gadis Nakal Om
penolakan


__ADS_3

Kali ini lendra tak bisa menjemput gadis kecilnya karena pekerjaan kantor yang begitu banyak akhir-akhir ini hingga dengan terpaksa selin memesan sebuah taxi online


Selin yang sedang menunggu taxi online yang sedari tadi dia pesan, mengerutkan keningnya ketika ada sebuah mobil berhenti di depannya dan membunyikan klakson. mobil tersebut bukan taxi yang dia pesan karena sangat berbeda dengan mobil yang tertera di aplikasi.


" Hai beb " terlihat seseorang di dalam sana menyapa Selin ketika kaca mobil sudah di turunkan


" Jastin ? " gumam Selin terkejut


Sudah beberapa hari ini dirinya tenang tidak ada lagi pesan masuk dengan nomor berbeda akan tetapi malah pria itu berani menemuinya.


Tak mengacuhkan omongan pria itu selin lebih memilih membuang mukanya menatap ke lain arah selain menatap pria itu.


Jastin mengumpat kasar ketika dirinya diacukan kemudian sedikit membanting pintu mobilnya berjalan keluar menghampiri gadis tersebut.


"Sudah lama tak bertemu kenapa kamu tak menyambut kedatanganku beb"


Selin menyentak tangan jastin ketika pria itu mengengam tangannya, keberanian pria itu sungguh luar biasa setelah selin mengajarnya sekarang dia berani sekali menampakkan diri bukan lagi pesan yang dia kirim.


" apakah kau mau aku pukuli di sini sekarang!! " teriak Selin marah


jastin hanya tertawa seolah yang di ucapkan Selin terdengar lucu olehnya."sepertinya setelah kita sudah lama tak bertemu membuatmu sering marah-marah beb, mungkin karena kamu tak bertemu denganku membuatmu menjadi seperti ini "


" sudahlah apa lagi yang kau inginkan? bukannya malah meminta maaf tetapi_____"gadis itu menjeda ucapannya. " pria semacam kau mana tau caranya meminta maaf kepada seseorang " Selin tersenyum menyeringai melirik pria itu


klakson mobil mengalihkan pembicaraan mereka membuat gadis itu langsung berucap syukur langsung berlarian menuju taxi yang telah dia pesan.


" bangsat ! " umpat jastin


" lihatlah kita akan bertemu lagi , sebelum aku mendapatkan mu aku tak akan berhenti " kemudian pria itu juga meninggalkan tempat tersebut melajukan mobilnya.


Selin mengatur nafasnya di dalam mobil menghembuskannya ketika selesai menarik nafas karena masih terbawa emosi akan kehadiran pria itu.

__ADS_1


entah apa yang diinginkan pria itu, sungguh Selin tidak mengerti akan jalan pikirannya.


Selin mengumpat kesal ketika nomor yang tak dikenal menghubunginya, jangan di tanyakan lagi itu sudah pasti adalah mantan kekasihnya itu.


di sebrang sana jastin menyeringai licik mengetahui nomornya di blokir lagi oleh Selin.


******


tidak biasanya gadis itu duduk sendirian di meja makan sudah hampir setengah jam Selin menunggu ayahnya dan om lendra keluar dari ruang namun tak kunjung datang.


Dari pada Selin menunggu dirinya berniat berjalan menuju ruangan ayahnya , berhubung ruang kerja di lantai bawah tidak menghabiskan banyak waktu gadis itu untuk ke sana.


Tangan selin yang berada di knop pintu seakan terhenti mendengar suara ayahnya dari balik pintu yang sedikit terbuka.


"Kita kebocoran data perusahaan namun itu sudah dapat dikendalikan, untuk saat ini hal yang lebih parahnya mengakibatkan kita mengalami kerugian yang begitu besar"


" Perusahaan pusat sedang tidak baik-baik saja untuk mencari investor di kala rumur perusahaan yang beredar begitu menyulitkan namun ada satu investor yang mau menanam saham untuk menstabilkan perusahaan akan tetapi saya tidak menyetujuinya________" ucapan Charli terpotong begitu berat bagi pria paru baya itu mengucapkannya


" Jika investor itu mau menanam sahamnya jadi apa masalahnya pak ? Kenapa tidak di lanjutkan" tanya lendra juga menjadi bingung karena memang hanya itu harapan mereka satunya


Charli menarik nafasnya lalu menghembuskannya kembali, " dia mempunyai syarat yang tidak menyangkut dengan pekerjaan yaitu dengan meminta saya menyetujui pertunangan Selin dengan anaknya___"


" ayah ? "


kedua pria itu menoleh ke sumber suara saat pintu tersebut terbuka,terlihat di sana gadis itu sama terkejutnya dengan kedua pria itu.


" apa maksud ayah barusan ? apakah mau menjodohkan ku dengan anak teman ayah tempo lalu ? " terdengar nada tinggi gadis itu saat mengatakannya untuk pertama kalinya marah pada ayahnya


" tidak.bukan maksud ayah seperti itu,beri ayah kesempatan untuk menjelaskan _____" ucapan charli terpotong ketika gadis itu tak memberikannya kesempatan untuk berbicara lebih jauh


" aku tidak mau !! apapun itu, perjodohan atau apalah , aku menolaknya ! "

__ADS_1


seusai mengucapkan itu terdengar suara pintu yang di banting Selin sebelum dirinya pergi.


Charli memijit pelipisnya yang terasa begitu pusing akibat pekerjaan kantor di tambah lagi putrinya sudah salah paham sekarang hanya mendengar sebagain dari ucapannya.


" biar saya yang mencoba menjelaskannya pada Selin pak " ujar lendra ketika mendengar Charli ingin menyusul Selin.sama akan halnya dengan Selin pria itu juga terkejut, keterkejutan bertambah kali lipat kala Charli memberitahu syarat aneh itu.


mencoba memberanikan diri lendra mengetuk kamar gadis tersebut , hingga entah ke berapa seruan lendra dari luar baru di sauti Selin.


Selin mendengus kesal menghapus air matanya meraih knop pintu mempersilahkan pria itu masuk.


sekarang lendra tersadar akan kegundahan hatinya , emosionalnya kala melihat gadis itu di sentuh oleh pria lain dan perilakunya terhadap gadis itu.benar-benar membuatnya yakin akan perasaannya yang juga merasakan sakit yang dirasakan Selin ketika melihat gadis itu menangis.


bisakah waktu dia ulang kembali , dirinya masih ingin bersama Selin dan mengubah semuanya tak ingin gadis itu dimiliki oleh pria lain.hal tersebut hanya sebuah ilusi yang tak akan pernah terwujud semuanya masalah kekuasaan dan uang yang bermain sekarang , apalah daya dirinya cukup sadar diri mengenai kedudukannya di keluarga Charli.


" udah jangan nangis lagi , semuanya akan baik-baik saja " lendra membawa tubuh gadis tersebut kedalam tubuhnya mendekap tubuh gadis itu.


ucapan lendra bagaikan sihir menenangkan Selin , sedikit membuat diri gadis itu tenang. " om akan selalu ada untuk kamu " kemudian tangan lendra terulur mengusap puncak kepala gadis itu.


"benarkah? om tidak bohong kan , tidak akan meninggalkan selin.aku tidak mau dijodohkan dengan pria itu " Selin mendongakkan kepalanya menatap lendra


cup


lendra kembali mengecup kening Selin menyalurkan rasa sayangnya ingin membuat gadis itu tenang.


" om janji akan selalu ada untuk kamu , jangan marah begitu dengan pak charli.dia juga tidak menyetujui akan persyaratan itu " tak melupakan tujuannya datang ke sini lendra menjelaskan situasi yang terjadi


hanya deheman dari lendra yang terdengar sebagai jawaban dari Selin.


tak selang beberapa lama di dalam dekapan pria itu selin tertidur dengan mendengar helaan nafas gadis itu yang teratur yang menandakan dia sudah berada di alam mimpinya.seperti sudah menjadi kebiasaan gadis tersebut tertidur di dalam dekapan lendra


secara perlahan lendra menidurkan gadis tersebut di atas ranjangnya lalu mengecup pelan kening Selin.

__ADS_1


" apakah dia sudah tertidur ? " tanya Charli di ambang pintu membuat pria itu yang menegakkan tubuh dan berbalik melihat charli lalu mengangguk kepalanya.


__ADS_2