
Jastin melangkahkan kaki turun dari ranjangnya yang begitu berantakan meninggalkan gadis yang tertidur pulas dengan tubuhnya yang polos tanpa sehelai benang pun.
Ia kemudian berjalan ke kamar mandi membersikan diri bekas percintaannya dengan destin yang begitu membuatnya mengeluarkan tenaga.
" Kapan gua mendapatkan tubuh Selin yang begitu indah , hanya jari saja itu tidak cukup menurut gua " ujarnya mengadakan kepalanya di tengah air membasahi wajahnya di atas shower
Rama yang tak sengaja melewati kamar jastin berhenti sejenak melihat pemandangan yang lebih indah , ia kemudian mendekat melihat lebih jelas tubuh polos destin tanpa sehelai benang.
jlek!
Rama menelan Salivanya menatap destin yang masih tertidur.
Jelas kesempatan ini tidak akan di sia-siakan Rama dia langsung menciumi gadis tersebut berulang-ulang kali hingga membuat sang empunya bangun.
Destin yang baru merasa tertidur terpaksa membuka matanya ketika merasakan sesuatu yang kenyal terus menyesap bibirnya.
begitu membuka mata ia melihat Rama menggukung di atas tubuhnya.
" puasin gua sekarang " dengan suara beratnya Rama kembali ******* bibi tersebut menciumnya berkali-kali.
gejolak panas yang tak terhatankan membuat Rama menyalurkannya , tak lama setelah itu terdengarlah erangan yang bertaut tautan di mulut mereka yang sedang bergulat.
" Benar-benar wanita liar , lihatlah dia sekarang dia kembali mengerang dengan teman gua " ujar jastin tersebut tak kala mendengar suara dari kamar tersebut
*****
Selin langsung membuka pintu mobil tersebut ketika mobil lendra telah sampai menjemputnya untuk pulang.
" Tumben hari ini pulangnya lebih cepat ? " Tanya lendra saat gadis tersebut telah duduk di sebelahnya
Selin tersenyum ini merupakan kali pertama lendra memulai percakapan dengannya.
" Guru ngak datang buat ngasi pelajaran tambahan om " balas Selin kemudian
Yap , memang benar juga yang dikatakan Selin sebab gurunya kan jastin yang sedang menghabiskan waktu bersama perempuan lain.
" Pelajaran tambahan " gumam Selin menahan tawanya tak menyangka dia bisa berbohong selancar ini
" Oh, diriku seolah gila tidak bertemu jastin. setelah weekend dan sekarang dia malah tidak masuk , seharusnya aku sekarang menghabiskan waktu dengannya sepulang sekolah" Ujar Selin di dalam hatinya membayangkan kekasihnya yang tidak masuk sekolah hari ini
__ADS_1
Selin mengerutkan keningnya bertanya di dalam dirinya , apa yang membuat jastin tidak masuk sekolah hari ini.
" Apakah dia sakit ? " pikir Selin
Lendra berdehem menyadarkan Selin yang terlihat terdiam mematung tidak seperti biasanya gadis tersebut berceloteh aneh.
Manik mata Selin langsung bertemu dengan mata lendra yang menatapnya.sungguh , getaran aneh menjalar di dadanya hanya dengan menatap mata dingin lendra yang manatapnya saat ini.
" Lah , kok makin tampan aja om.jangan liatin gitu aku ngak tahan lihatnya "
Selin mendekatkan wajahnya mencondongkan dirinya lalu mencium hidung lendra secepatnya.
Lendra mengerjapkan matanya masih terkejut mendapatkan hal yang tak terduga dari Selin , melirik gadis itu yang tersenyum sebentar lalu ia menancapkan gas melajukan mobil berharap cepat-cepat ingin menjauh dari gadis aneh disampingnya.
" Om kita makan di luar dulu ya , aku pengen jajan "
Niat lendra ingin cepat sampai kerumah nyatanya harus terhalang mendengar keinginan Selin.
Lendra menghela nafas pasrah mengikuti keinginan gadis yang duduk di sampingnya.
" Yaudah mau makan di mana? " ujarnya kemudian tak bisa menolak ajakan selin
Berdasarkan arahan petunjuk jalan Selin menginstruksikan lendra hingga mereka telah sampai di tempat jajanan jalanan kuliner dengan berbagai ragam jenis olahan makanan.
Lendra sedikit terkejut ketika Sampai di taman kuliner tersebut,angapannya salah menurutnya Selin akan memilih restoran termahal namun sekarang lendra mengikuti gadis tersebut membeli jajanan kuliner tradisional dan modern di sini.
" Om , ini enak Lo pisang lumernya lihatlah coklatnya begitu banyak " ujar Selin sambil melahap sebuah olahan pisang yang di taburi coklat berisi selai mayones didalamnya
Itu merupakan salah satu makanan yang ia belinya , ada begitu banyak ragam cake berbagai varian dan makanan pedas cepat Saji yang di tenteng lendra dengan kantong kresek berjalan menuju mobil.
Selin mencegat tangan lendra membuat pria tersebut menghentikan langkahnya
" Om kita berhenti dulu , makan di sini aja tuh tempat duduk di sana . lagian kan susah klau makan di mobil dan nggak akan enak lagi klau mie super pedasnya mengembang" ujar Selin mengarahkan jari tengahnya menunjuk sebuah bangku panjang besi di dekat taman kuliner tersebut.
Tak bisa membantah lendra mengikuti Selin yang duluan berlarian menuju bangku kosong di taman tersebut.
" Benar-benar seperti anak kecil " gumam lendra di dalam hatinya melangkahkan kakinya menuju ke tempat Selin berada
Selin yang sedang melahap mie berwarna merah di dalam sebuah cap plastik menyodorkan satu cap mie yang memang dia beli untuk lendra.
__ADS_1
"Om harus cobain ini enak banget,lihatnya wangi makanan tersebut begitu mengoda sama seperti om yang selalu mengoda "
Sungguh , lendra tidak menjangkah makanan tersebut disamakan dengannya.
" Tidak sehat Selin memakan mie dengan begitu banyak penyedap "
Lendra menolak baik-baik permintaan gadis tersebut, namun bukan Selin namanya jika tidak berhasil membuat lendra luluh mengabulkan permintaannya.
Setelah cukup melilit mie tersebut dengan sumpit Selin memaksa lendra untuk membuka mulutnya memasukan makanan tersebut.
"Gitu dong om , enak kan pasti .om pasti ketagihan nih untuk selanjutnya ingin terus-menerus makan mie pedas ini "ujar Selin kembali melahap mie yang berwarna merah tersebut
Lendra mengibas-ngibaskan tangannya kepedasan memakan mie yang disodorkan gadis tersebut.
" Minum - minum om , nih " Selin seketika menyodorkan minuman dingin bekasnya kepada lendra ia tadi lupa hanya membeli satu minuman.
" Om nggak suka pedas ya ,Maaf ya aku ngak tau baiklah untuk selanjutnya aku ngak akan maksa om buat makan makanan pedas " ujar Selin
Perasaan bersalah muncul di hati Selin melihat lendra kepedasan hingga minuman yang diberikannya habis tak tersisa.
Keadaan hening Selin kembali ia melanjutkan memakan mie yang berwarna merah yang membuat lendra kepedasan tadi namun tidak untuk gadis itu
" Om , pernah duduk berdua bersama wanita di tempat keramaian seperti ini "
Lendra hanya mengeleng , dia pria dewasa yang lebih suka menghabiskan waktunya di kamar bersama wanitanya.
tempat seperti ini hanya di peruntukan untuk remaja seperti Selin , pikir lendra.
" Berarti aku yang pertama mengajak om duduk seperti ini , senangnya lain waktu kita kesini lagi om " ujar Selin kegirangan merangkul lengan tendra di sampingnya
" Terserah " balas lendra mengenai ajakan kembali ke taman kuliner ini.
" Itu sebuah kata mematikan dari perempuan , kenapa om mengunakannya. tidak boleh mengunakan hal tersebut " ujar Selin dengan mulutnya yang penuh berisi makanan
" Tidak ada larangan Selin terhadap pengunaan kata " balas lendra
Mereka saling berdebat hanya mempersalahkan satu kalimat saja , tak perlu ditanyakan lagi siapa yang akan mengalah.
Sebagai pria lendra menuruti saja perkataan gadis yang di sampingnya itu.
__ADS_1